tentang Habib – 2011/03/28

ichsanji tentang Habib – 2011/03/28 10:47 Assalamu^alaikum Habibana, afwan
ada pertanyaan lagi dari ana, moga habib berkenan menjawabnya

saya mau tanya mohon penjelasan dalil syar^i menggunakan biji
tasbih ktika berdzikir bib..?

sama pertanyaan titipan teman,,, bagaimana Habibana membagi waktu,
dimajelis, keluarga, beribadah, dll…

sekian, dan jazakumullah Habibana, semoga sehat
selalu…wassalamu^alaikum

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:tentang Habib – 2011/03/28 19:02 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Mengenai riwayat yg dipakai menentang penggggunaan tasbih, bahwa
Rasul saw menemui seorang wanita yg sedang bertasbih dengan batu
batu, maka Rasul saw berkata : sedang apa engkau?, maka wanita itu
berkata : aku menggunakan batu batu ini untuk bertasbih, maka
Rasul saw bersabda : maukah kau kuajari hal yg lebih baik daripada
itu dan lebih mudah?, bacalah ?subhanallah adada khalaqa
fissamaa?, subhanallah adada maa fil ardhi, ?.dst (HR Imam Hakim
dalam Almustadrak alasshahihain, Tirmidzi, Abu Dawud dll).
Adalagi hadits mirip dengan ini yg juga Rasul saw berkata
demikian, bahkan di hadits itu dikatakan bahwa Shafiyyah ra istri
Rasul saw sedang menghadapi 4.000 (empat ribu buah) batu kerikil
karena ia sedang berdzikir, maka Rasul saw mengajari hal diatas.

namun hal itu bukan pelarangan, tetapi pengajaran agar wanita itu
tidak kesulitan, bagaimana tidak?, wanita itu berkecimpung dengan
bebatuan kerikil (mungkin besar2) hanya sekedar ingin berdzikir,
bahkan istri beliau saw duduk dengan 4 ribu buah batu, alangkah
sulit dan repotnya?, lain dengan tasbih masa kini yg sangat indah
dan mudah, bahkan ada tasbih yg 100 buah dengan 10 butir lebih
kecil diujungnya untuk menjadikannya tanda agar dapat menghitung
hingga 1000, ini sangat baik dan mulia, karena banyak pula hadits
hadits shahih yg memerintahkan kita bertasbih dan berdzikir hingga
100 X. adapula lagi alat yg bisa menghitung hingga 9999.

Hadits diatas bukan pelarangan, namun sekedar penjelasan bahwa ada
dzikir lainnya yg juga afdhal, sebagaimana ketika Fathimah Azzahra
ra meminta pembantu kepada Rasul saw maka Rasul saw bersabda : ?
maukah kau kuajari suatu doa yg bila kau baca maka itu lebih baik
dari pembantu?, ucapkanlah? dst (Shahih Bukhari).
Nah.. apakah hadits ini bermakna Rasul saw mengharamkan pembantu?,
sedangkan Rasul saw sendiri banyak mempunyai pembantu, seperti
anas bin malik ra dan banyak lagi.
Tentunya larangan itu hanya datang dari mereka yg dangkal
pemahamannya terhadap hukum syariah.

1. tidak ada satu hadits pun yg melarang penggunaan Tasbih (alat
untuk berdzikir)

2. Rasul saw belum pernah teriwayatkan menggunakan tasbih, beliau
berdzikir dg jari jari.

3. telah berkata Imam Assuyuthi rahimahullah dalam Fatwanya 😕
Tidak pernah ada larangan sahabat atau ulama salaf atau ulama
khalaf mengenai penggunaan alat tasbih, bahkan kebanyakan dari
mereka menggunakannya, dan tidak menganggapnya makruh sekalipun?.

4. tentunya yg utama adalah dzikir yg banyak, bukan pada tasbih
atau tidak, namun kemudahan bagi kita tentunya lebih mudah dg
tasbih, karena hanya cukup dengan dua jari saja yg bekerja, kita
sudah bisa berdzikir ribuan kali, maka tentunya yg berdzikir tanpa
tasbih akan dikalahkan, dan ia akan tersibukkan dengan menghitung
dg kedua tangannya, secara logika bila hal ini ditanyakan kepada
Rasul saw, maka pastilah Rasul saw akan memilih yg lebih mudah,
sebagaimana diriwayatkan bahwa bila ada dua hal dari hukum maka
Rasul saw selalu memilih yg lebih mudah (shahih Bukhari).

mengenai pembagian waktu saya saudaraku, telah berkali kali saya
tampilkan, admin II akan membantu menampilkannya untuk anda

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ichsanji Re:tentang Habib – 2011/03/30 06:05 Jazakumullah khairan jaza
habibana,saya makin jelas..mengenai pembagian waktu dari habibana,
mohon maaf bang admin saya sekjalian mau tanya, kok belum
ditampilin ya??sama mau tanya, kalo mau liat kumpulan tausiah
majjelis yg di al munawar pekan2 lalu ada dimana? saya nyari ndak
ada…Jazakumullah khairan…

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:tentang Habib – 2011/03/30 08:48 sdri admin kita aisyah
najmatunnisa mungkin lupa, beberapa menit lagi insya Alllah akan
ditampilkan sdrku, akan saya hubungi.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminII Re:tentang Habib – 2011/03/30 09:43 tulisan ini di tulis beliau
karna ada jamaah yg bertanya tentang keseharian keluarga Habibana,
bagaiman istri dan anak-anak Habibana dari segi tarbiyah, zuhud,
qanaah, lembut, sabar, wara, dalam ibadah dll

semoga tulisan beliau ini bisa kita jadikan sandaran kita untuk
mencapai keluarga yang Nabawi dengan cahaya Ilahi insyaAllah

(Habibana Munzir Al Musawa)

hamba pendosa ini bukanlah yg patut dicontoh sebagai guru yg baik
dan panutan yg baik, walaupun hamba berusaha mencapai kehidupan yg
zuhud, wara, tawadhu, sakinah, dalam rumah tangga dan dalam
bermasyarakat.

zuhud adalah hidup dg sederhana dalam keduniawian, hamba belum
mampu mencapainya, namun sebagian usaha yg hamba lakukan adalah
menghilangkan cinta pada semua hal yg bersifat duniawi, berupa
harta dll yg tidak ada sangkut pautnya dg asesoris dakwah.

hamba membutuhkan mobil, untuk mencapai banyaknya majelis dan
ketepatan waktu untuk tiba di lokasi yg sudah ditunggu puluhan
ribu orang hampir setiap malamnya, disatu fihak tanpa hamba punya
kendaraanpun hamba akan siap dijemput oleh ribuan mobil yg akan
mengantar hamba kemanapun hamba akan pergi, namun hamba tak mau
menyusahkan orang lain, apalagi membebani para penyelenggara untuk
harus menyediakan kendaraan penjemput pula, maka hamba membeli
mobil dg angsuran,

hamba merawat mobil itu secara sebaik baiknya secara mekanik dan
mesinnya dg perawatan yg sangat serius, demi tak menghambat
kelancaran dakwah hamba, namun hamba tidak perdulikan body mobil
yg sudah penuh baret dan penyok khususnya di kiri body mobil yg
selalu terdesak oleh ribuan orang yg berebutan menyalami hampir
tiap malamnya, hamba tak perlu membenahi bodynya, yg hamba
butuhkan adalah mesinnya dan bagian dalamnya untuk kelancaran
dakwah.

banyak orang menyarankan dan mengejek kenapa mobil penyok penyok
ini tak diganti dg yg lebih bagus, atau paling tidak dibenahi,
apakah tidak malu pakai mobil penyok2 begini kesana kemari padahal
hamba memimpin jutaan ummat?, hamba sungguh tidak malu, biar saja
demikian, jamaah tidak melihat kendaraan, jamaah butuh penyampaian
dan bimbingan, bukan masalah mobil tua atau penyok dan tak sedap
dilihat, hamba tak rela mengeluarkan 1 rupiahpun untuk membenahi
bodynya, karena itu bukan hajat dakwah, lebih baik diberikan pada
fuqara dijalanan jika ada kelebihan harta.

hamba hingga kini masih mengontrak, walaupun rumah kontrakan itu
besar dan bagus, tentunya itu hajat dakwah untuk menampung tamu
khususnya majelis nisa (majelis kaum wanita) setiap minggu sorenya
dirumah, jika rumah hamba sempit, maka massa akan memenuhi dan
meluber keluar rumah dan mengganggu kenyamanan tetangga pula, maka
hamba berusaha dg kemampuan hamba mengontrak rumah besar, namun
hanya bisa menampung sekitar 700 orang saja, jika massa melebihi
itu, hamba belum ada kemampuan mengontrak rumah yg lebih besar
lagi.

hamba menata rumah senyaman mungkin, tapi itu demi kenyamanan para
hadirat yg menghadiri majelis, dikontrakan ini hamba tidak banyak
mempunyai benda dan perangkat rumah, kesemuanya hampir merupakan
milik rumah orang yg hamba mengontrak padanya, hamba hanya membeli
dua perangkat kursi rotan dihalam tengah dan teras belakang, lalu
memasang karpet diseluruh rumah, bukan lain demi kenyamanan
hadirin, hanya sebuah lemari pakaian, sebuah kasur, dan sebuah
kulkas dan beberapa hal lainnya yg milik hamba, sisanya adalah
perangkat yg membawa kenyamanan pada hadirin, seperti kipas angin,
dispenser di hampir setiap sudut ruangan beserta gelas gelasnya,
dan gorden gorden pemisah jika tamu adalah pria dan wanita.

namun akhir akhir ini ketika hamba terkena penyakit peradangan
otak belakang, maka hamba perlu menata kamar untuk lebih kedap
suara, karena suara keras sangat mengganggu istirahat hamba, jika
istirahat hamba terganggu maka dakwah pada jutaan ummat ini
terganggu

hamba tak punya banyak waktu mendidik anak anak, hamba jarang
sempat duduk dg mereka, namun ibundanya yg mengambil alih
pendidikan anak, dan hamba datangkan guru utk halafan alqur^an
anak anak, guru yg mengajari ilmu umum dan ilmu agama, sesekali
hamba memanggil anak anak untuk menasehati, dan menjajaki hafalan
mereka dalam ilmu umum, hafalan Alqur^an, dan ilmu syariahnya.

namun Allah swt sangat memberi hamba anugerah yg diluar dugaan,
pui syukur bagi Nya setiap waktu dan kejap, anak anak berubah
semakin baik dan berbudi luhur, sering mereka menangis dalam doa,
sering mereka memimpikan Rasul saw, mereka tidak nakal, baik,
beradab, sopan, ceria, dan menyenangkan, adab sunnah mereka sangat
mereka perhatikan, mereka tidak tidur sebelum bersama sama membaca
surat tabarak (almulk) dan doa tidur, mereka bangun sebelum azan
subuh dan saling bangunkan satu sama lain untuk membaca zikir
subuh, mereka berjamaah subuh dg saya, atau bersama ibunya, atau
mereka saja bertiga, padahal usia anak hamba yg tertua baru 9
tahun yaitu fatimah azzahra, dan yg kedua Muhammad yg masih
berusia 7 tahun, dan hasan, yg masih berusia 5 tahun,

anak anak itu saling menasihati dalam menjalankan sunnah makan,
sunnah minum, sunnah tidur, dan sering saya mencuri pendengaran
saat mereka bertiga bercengkerama, yg mereka bicarakan adalh rindu
pada Rasul saw, contoh wajah Rasul saw yg teriwayatkan, dan budi
pekerti Rasul saw yg mereka dengar dari ceramah ceramah saya.

mereka tak suka dan tak pernah kenal dg lagu lagu duniawi, bagi
mereka qasidah majelis dan bacaan alqur^an murottal yg mengisi
telinga mereka di siang malamnya,

mereka tak mau membuka auratnya dimuka umum, bahkan yg bungsu pun
selalu menangis tersedu sedu jika shalat subuh berjamaah dg saya
dan ia datang terlambat, ketika ditanya ia berkata sambil
menangis, hasan semalam mengompol, hasan terpaksa mandi dulu, dan
ganti baju, dan hasan jadi terlambat / masbuk dalam shalat bersama
abiy. (ayah).

hasan pernah menghilang dari majelis, saya meliirik ke kiri dan
kanan, ia tak ada, dan datang ditengah acara dg wajah penuh
airmata dan cemberut, selepas majelis saya tanya kenapa, ia
berkata : hasan lupa membawa peci, hasan tidak mau masuk masjid
tanpa peci, hasan nangis diluar, lalu ada jamaah yg membelikan
hasan peci, baru hasan masuk masjid, dan hasan jadi telat..

demikian pula Muhammad, muhammad pernah menghilang dari panggung
majelis pergi entah kemana, diakhir acara ia baru muncul, ia
katakan : muhammad mau pipis, tapi banyak perempuan, jadi muhammad
malu dan tidak mau ke kamar mandi yg banyak perempuan, akhirnya
muhamamad diantar jamaah kerumah yg jauh untuk pipis di toilet yg
tidak ramai perempuan…, padahal usianya baru 7 tahun.

mereka tentunya ada nakalnya, namun nakalnya adalah hal yg luhur,
mereka sangat senang berkemah bahkan acapkali mereka bertiga tidur
dikemah di halaman rumah, karena mereka sering dengar nabi saw
sering berkemah saat safar, mereka juga paling suka bermain
pedang2an dan panah dan berenang, saya sering kesal melihat
barang2 berantakan dirumah saat pulang, ternyata mereka main
perang2an dan membuat keadaan berantakan, namun saya tak marah dg
itu, karena itu adalah kebaikan yg wajar pada anak anak bahkan hal
yg mulia

mereka tak pula suka menonton televisi, mereka lebih suka menonton
film vcd cerita para nabi, vcd majelis majelis, lalu masing masing
ribut membahasnya.

sungguh didikan didikan ini muncul dari tarbiyah ilahiyah diluar
kemampuan saya, demikian pula fatimah yg kini sudah membeli cadar
pula saat ke majelis majelis ia bercadar, saya sempat menegur
istri saya, untuk apa ia pakai cadar usianya masih kecil, biar
saja, nanti ia jatuh tersandung…, kata istri saya fatimah
menabung berbulan bulan sendiri di celengannya untuk membeli
cadar, maka saya diam saja tak mau mengecewakannya

mereka sering mendapat uang hadiah dari jamaah, mereka
menyimpannya di celengannya, saya tanya untuk apa kalian menyimpan
uang itu?, mau beli apa?, sepeda?, mpbil2an?, atau apa?, mereka
katakan : kami mau menabung untuk bisa pergi ke madinah untuk
ziarah nabi saw, kami mau beli pesawat sendiri, jadi bisa mengajak
jamaah majelis ramai ramai ke madinah, muhamad jadi pilotnya,
hasan jadi kondekturnya, dan fatimah jadi pramugarinya…, saya
hanya bisa geleng geleng dan membiarkan saja.

mereka sudah hafal berjuz juz alqur;an, dan mereka tidak sekolah
ke sekolah umum, tapi homing scool, karena itu pilihan mereka, dan
ternyata hasilnya lebih baik, hasan walau usianya 5 tahun ia sudah
kelas 3, Muhammad walau usianya 7 tahun ia sudah kelas 5, dan
fatimah sudah setingkat kelas 2 smp. mereka mengikuti tes dirumah,
dan mendapat raportnya dg guru kerumah, dan saya sediakan guru
pula untuk membantu hafalannya.

walau hal ini tampak berlebihan dan cukup besar biayanya, namun
ini jauh lebih berharga daripada jika mereka tak melakukannya,
zuhud adalah berhemat dan tidak mencintai harta, tapi menjalankan
harta pada tempatnya, tidak kikir harta untuk mencapai keridhoan
Allah swt, sebaliknya kikir harta untuk dikeluarkan untuk urusan
duniawi.

dalam soal makanan, saya tidak lagi mau membeli makanan sembarang
di pasar, karena kini banyak beredar ayam tiren (ayam bangkai yg
mati kemarin), demikian gelar yg umum dimasyarakat, kita bisa
bayangkan, pasar induk jakarta menerima jutaan ayam yg dipasok
dari daerah setiap harinya, ayam diangkut dg truk atau kendaraan
bak terbuka, bisa dipastikan dari 100 ayam ada beberapa yg mati,
terhimpitkah, atau sebab lainnya, maka puluhan ribu ayam bangkai
beredar setiap hari di ibukota,

sebagian penjual justru suka membelinya karena harganya lebih
murah, demikian pula restoran, warteg dll, mereka sering lebih
suka membelinya karena lebih murah, walau ada juga restoran2 yg
tak mau membeli ayam bangkai, namun para oknum pegawainya ada saja
yg melakukan itu dg mengantongi hasil yg lebih, sebab ayam yg
dibeli adalah ayam bangkai, tanpa sepengetahuan pemilik restoran.

maka saya curiga (tidak menuduh) pada KFC dll, yg menyajikan
ribuan ekor ayam tiap harinya, sangat mungkin ada oknum bagian
pembelanjaan yg melakukan kejahatan tsb, walau kita tak menuduh
secara keseluruhan karena tidak ada / belum ada buktinya,

demikian pula gorengan yg djual oleh para penjualnya, nasi goreng
dll, mereka banyak memakai minyak jelantah, walau tidak kesemuanya
berbuat demikian, apakah minyak jelantah itu?, ia adalah limbah
minyak bekas memasak di hotel hotel berbintang dan restoran2
mewah, yg tidak sedikit yg menyediakan makanan seperti babi,
katak, dlsb yg diharamkan, maka minyak itu telah bercampur dg
makanan haram, para penjual gorengan dan nasi goreng dll itu
mungkin tak menyadarinya, atau mengetahuinya tapi tidak perduli.

demikian pula kambing pada sate dan sop yg dijual, pernah saya
temukan oknum yg mencampurnya dg daging tikus.

demikian pula masakan padang atau warteg (saya bukan memvonis),
namun ada laporan dari fihak jamaah kita, bahwa tetangganya
bekerja sebagai pemasok kikil sapi ke restoran2 padang dan
lainnya, ia menggantinya dg kikil babi, karena lebih banyak
dagingnya, menjadi lebih mahal harga jualnya, namun lebih murah ia
membelinya dari pemasok kikil babi itu dari wilayah luar kota.

hukum dari makanan makanan diatas tidak haram secara mutlak,
kecuali sudah terbukti dg dua saksi ada yg siap bersaksi akan hal
itu, namun hukum makanan2 diatas menjadi syubhat, tidak haram
memakannya, namun jika betul ia ada campuran yg haram, akan
membawa dampak pada tubuh kita untuk malas beribadah, dan semangat
berdosa.

curigalah, misalnya anda selalu melakukan ibadah dg taraf
tertentu, lalu setelah makan direstoran fulan, atau beli gorengan
dari penjual gorengan, atau setelah makan suatu makanan, maka saat
anda ibadah terasa sangat berat, malas, dan serba gundah, lalu
coba hndari makanan itu, jika anda kembali pada kesempurnaan
ibadah yg biasa anda capai, maka telah jelas makanan yg anda makan
saat itu mengandung hal yg haram.

makanan halal memicu pada semangat beribadah, dan malas berbuat
mungkar, sedangkan makananan haram memicu malas berbuat pahala dan
semangat berbuat dosa.

makanan syubhat ada ditengah2nya, bisa mengandung yg haram, bisa
tidak, maka saya tak mau spekulasi.,

saya memerintahkan pembantu dirumah untuk membeli kambing, ayam,
dan sapi, pada tempat yg langsung menyediakannya berikut
menternaknya, ia menjual ayam hidup, tinggal pilih, mau ayam yg
mana, ia menyembelihnya, membersihkannya, dan menyerahkannya pada
kita dg kesaksian kita sendiri, demikian pula penjual kambing ada
beberapa tempat yg memang peternak kambing, ia memotong kambing
sendiri, dan menjualnya, maka ia terpercaya, demikian pula sapi.

hati hati dg sosis, karena banyak dicampur dg daging babi, hati
hati dg restoran cepat saji, karena mereka sering (bukan vonis)
mereka memakai minyak babi sebagai minyak gorengnya, karena minyak
babi lebih cepat membuat makanan matang daripada minyak goreng
lainnya.

hati hati terhadap kue kue, karena kue kue sering dibubuhi reum,
yaitu whisky, karena itu membuat kue cepat mengembang indah, dan
menghilangkan bau amis telurnya.

hati hati dg makanan yg digoreng cepat, karena banyak oknum
penjual nasi goreng, mie goreng, dll, mereka memakai arak/whisky
saat menggorengnya, jika anda menyaksikan ia menggoreng, lalu ada
cairan yg ia siramkan ke panci penggorengan dan dalam seketika api
dari bawah penggorengan naik menyambar sampai masuk keatas panci
dan menyentuh makanan itu, maka cairan itu adalah alkohol, sebgaja
disiramkan karena dg itu api menjilat jilat sampai naik dari
kompor menyentuh makanan itu, maka makanan leih cepat matang…

saya menghindari itu semua semampu saya, Wara^, adalah bersungguh
sunnguh dan berhati hati menjaga diri semampunya dalam makanan
syubhat apalagi haram.

saudariku, jangan paksakan melakukan hal hal ini, lakukan
semampunya, Allah tidak memaksa kita lebih dari kemampuan,

mengenai istri, saya lebih senang memanggilnya bukan dg namanya,
tapi dg kata habibah (kekasih utk wanita), atau sayang, atau
ratuku, atau cintaku, atau sesekali dg nama.

saya tidak dan sangat takut menyentuh barang istri saya, saya tak
pernah berani membuka isi tas istri saya, saya sangat tidak berani
membuka lemmari istri saya, dan saya tak berani menjamah hp istri
saya, apalagi membuka sms atau isinya, jika berdering dering
berkelanjutan saya biarkan saja tanpa berani menyentuhnya.

saya sering menginap di markas jika sedang banyak tugas, dan saya
jika akan pulang lebih sering izin dulu pada istri apakah saya
diizinkan pulang atau tidak, jika dikamar, saya tanyakan padanya
apakah akan tidur dg saya atau mau tidur dg anak anak, ia yg
memilihnya,

jika saya masih beraktifitas dg portable dimalam hari, saya izin
dulu apa boleh saya nyalakan lampu kamar atau tidak, jika ia sudah
lelap tertidur, maka saya hanya menggunakan lampu tidur untuk
membuka file dll, walau itu menyakiti mata dan membuat mata pedas,
itu lebih saya pilih daripada saya menyalakan lampu mengganggu
tidurnya.

dalam makanan pun saya hampir tak pernah meminta suatu type
makanan, saya hanya tanya ada makanan apa, ada makanan atau tidak,
karena acapkali saya pulang makanan sudah habis, karena saya
pulang hampir selalu larut malam dari majelis, mungkin ada tamu
atau lainnya, jika tak ada makanan maka saya tak makan, cukup
minum teh saja, atau kurma, jika ada makanan, dan saya sedang
menyukainya maka saya memintanya, jika saya sedang tak menyukainya
maka saya tak makan,

saya tak punya menu makananan favorit, apa saja asal halal, jika
istri sudah tidur, saya lebih sering memilih minta disajikan
makanan oleh staf staf yg dirumah daripada membangunkan istri.

saya mengizinkan istri saya pergi kemana saja selama tempat yg
baik tentunya, tanpa perlu ia izin, kecuali perjalanan marhalatain
(yg melebihi 82km) atau perjalanan jauh.

kadang saya pulang istri saya sudah tidur dikamar anak anak maka
saya lebih sering membiarkannya tanpa menganggunya, dan jika
pulang saya lihat ia tiada, saya tak repot menanyakannya kemana ia
pergi kenapa tidak pulang dlsb, saya tunggu sampai subuh baru sms
untuk menanyakan keberadaannya, tentunya saya mengetahui istri
saya orang baik baik dan selalu diantar para jamaah nisa lainnya,
dan keluarnya itu dimalam hari mestilahh ke undangan majelis atau
pada ustazah lainnya, mungkin kelelahan, mungkin ketiduran,
mungkin terjebak macet, dan saya baik sangka saja, saya percaya
penuh pada Allah swt karena setiap subuh dan isya saya mendoakan
diri saya, istri, anak anak, teman teman, dan keluarga, dan jika
ada sesuatu yg tak baik tentunya ada kabar.

namun bukan saya tidak pernah menegurnya, saya menegur dg lembut,
atau dg tegas, namun teguran tegas mungkin bisa dibilang tak
pernah terjadi dalam setahun.

saya lebih cenderung membiarkan jika ia salah namun tidak terlibat
dosa pada Allah, tapi salah pada saya, lebih baik saya maafkan,
jika berulang ulang maka saya tegur dg lembut, jika terjebak pada
hal yg mungkar, dosa, misalnya mencaci/mengumpat orang lain, maka
saya tegur dg lembut, atau saya tinggalkan ke toilet tanpa mau
mendengarkan kekesalannya / gunjingannya pd orng lain, itu sudah
isyarat baginya bahwa saya tak suka dg pembicaraan itu, jika ia
masih meneruskannya maka bisa saja saya diam tak menanggapinya,
atau jika sudah berlebihan maka saya potong dg nasihat, maafkan
saja, itu keinginan Allah swt untuk menghapus dosa kita,
menggunjingnya berarti mengambil dosanya untukmu.., sudah cukup
dosa kita, untuk apa mengambil dosa orang lain, doakan saja, kita
dapat pahala, maafkanlah, berarti Allah swt memaafkan banyak dosa
dosamu, carilah pengampunan dosa dg memaafkan kesalahan orang.

namun jika bertentangan dg syariah atau membahayakan dakwah, maka
teguran saya tegas, dan teguran tegas saya lebih sering lewat sms,
demi tak terlalu menyakitinya jika berhadapan muka.

jika berlarut larut, maka teguran tegas saya lugas dihadapannya,

demikian pula pada anak anak, saya cenderung lembut dan bercanda
walau sambil menanyai hafalannya, namun jika berbuat salah yg
membahayakan, misalnya memaki jamaah majelis, atau ucapan yg tak
beradab, saya marah, dan anak anak sangat menyayangi saya, dan
mereka tidak mau saya marah padanya, maka jika wajah saya berubah
misalnya, mereka sudah mengerti untuk tak melakukan lagi
perbuatannya.

semua adalah anugerah Allah swt, bukan dari usaha saya.

Berikut ini juga jawaban Habibana kepada jamaah yang bertanya
tentang cara beliau mengatur waktu :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda
dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
jangan tanya pengaturan waktu saya, sungguh semua adalah inayah
Allah, kalau bukan Inayah Allah, tak seorangpun bisa bertahan
hidup spt yg saya alami ini dalam kesibukan,

saudaraku, saya sering berhari hari tdk tidur, terkadang kesibukan
selesai namun tidak bisa tidur karena pemikiran penuh rencana
kerja di esok hari, wawancara, tamu, majelis, kunjungan dakwah,
forum, pemecahan masalah, diskusi perluasan dakwah, pembahasan
program program baru, laporan majelis majelis sekitar, menjalin
hubungan dakwah dg segenap kalangan masyarakat, mengamati politik,
mengamati berita yg tersebar dan mencari jawaban pemecahannya
untuk dilontarkan di majelis, memikirkan strategi dakwah dalam
menangkal kejahatan strategi musuh musuh islam yg terus menyerang
kita, menjawab forum, surat, sms, dll

terkadang saya lupa makan, tanpa sarapan pagi dan tanpa makan
siang, sore baru saya ingat bahwa saya belum makan apa apa, kadang
lanjut hingga esoknya, atau lupa minum, dari pagi ada rasa haus
namun tertutup oleh kesibukan, sampai siang, sore,

kadang saya iri melihat orang yg pulang kerja bisa santai dirumah
atau makan di pinggir jalan dg santai, atau jumpa teman dan
bercengkerama, hal hal spt itu sudah lama sirna dari hari hari
saya, Allah swt menggantikannya dg ketenangan dan sakinah hingga
saya mampu bertahan, dari penuhnya pikiran saya, saya sampai tidak
tahu arah jalan pulang kerumah sendiri, padahal 6 tahun saya di
cidodol,

beberapa hari yg lalu kebetulan mobil dipakai tamu, maka saya
pakai taxi, untung ada satu aktifis yg ikut menemani, kebetulan
sopir taxi bertanya : kemana pak?, saya jawab : ke kebayoran lama,
ia berkata lagi lewat mana?, saya diam.. karena saya tidak tahu
lewat mana.., untung aktifis yg menjawabnya, lewat manggala
wanabakti dan belok di rel kereta api..!.
saya termenung.. aduh.., saya tidak hafal jalan pulang kerumah,
padahal sudah 6 tahun tinggal dirumah di cidodol, tentunya bukan
buta jalan 100%, tapi pastilah muter muter mencari sana sini dulu
baru ketemu., ketika melihat jalan jalan yg saya lewati, saya
benar benar merasa asing dan risau.. benarkah ini jalannya?,
rasanya tidak lewat sini?, kayaknya sudah kelewatan?, ternyata
sampai dg benar

kenapa demikian?, karena setiap naik kemobil kepala saya sudah
penuh dg bermacam macam urusan, saya shalat sunnah juga di mobil,
dzikir di mobil, sering buka portable di mobil, bahkan sering
online di mobil, anda bisa bayangkan 6 tahun berumah dicidodol
tapi tak hafal jalan pulang, padahal setiap hari saya keluar dan
melewati jalan itu itu juga

mengenai anak anak, Allah swt memberikan bantuan yg sangat jelas,
mereka jarang jumpa saya, namun istri saya mendidiknya dan saya
mendatangkan guru prifat untuk hafalan alqur^annya, untuk hafalan
haditsnya, untuk sekolah umumnya, mereka tidak sekolah di sekolah
umum, mereka sekolah dirumah dg guru kerumah yg juga mendapatkan
status yg sama dg sekolah umum, mereka juga melewati ujian, naik
kelas dll.

dan Allah swt berikan pada anak anak itu sifat sifat yg sangat
jarang ditemukan pada anak anak lain, mereka cerdas, cinta Nabi
saw, taat, berakhlak dan sopan, tidak menyusahkan ayah ibunya, tak
pernah merengek dan memaksa sesuatu, tak pernah berbuat kurang
ajar apalagi mengeraskan suara pada ayah ibunya, dan banyak lagi
keajaiban keajaiban yg muncul pada anak anak itu, karena saya
titipkan pada Allah, saya mendidik puluhan ribu ummat diluar,
Allah swt menggantikan tarbiyah saya dg tarbiyah ilahiyah yg
sangat jauh lebih sempurna, mereka sering bermimpi Rasul saw,
mereka sudah semakin maju dalam hafalan alqur^an, mereka tak mau
melihat aurat siapapun,

jika sesekali sarung saya tersingkap diatas betis, mereka buang
muka tak berani melihatnya, begitulah keadaan anak anak ini,
mereka sangat dijaga oleh Allah swt, namun jika bertemu maka
mereka berebutan memamerkan hafalan Alqur;annya, jika saya pergi
mereka berebutan tidur dibekas saya tidur, jika mereka telat satu
rakaat saja shalat subuh berjamaah bersama saya maka mereka
menangis tersedu sedu sesenggukan karena kesalnya ketinggalan satu
rakaat subuh bersama saya, semua pengaturan Allah swt

subhanallah anak anak ini..

mengenai penyakit, Allah belum menyembuhkannya 100%, dan itu demi
kebaikan saya, jika saya sudah limit kelelahan, maka ia timbul dan
kumat, bagaikan paku yg ditusukkan dibelakang kepala, maka saya
tak punya pilihan selain meninggalkan semua aktifitas untuk
istirahat total.., seakan alarm ilahiyah yg mengingatkan saya saat
tubuh sudah limit.

Maha Suci Allah Yang Maha Memiliki hamba Nya, semoga Allah jadikan
kehidupan yg sementara ini sebagai bekal kedekatan kehadirat Nya
yg abadi

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Berikut Linknya :
Itemid=&func=view&catid=9&id=21035#21035

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=26143

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!