Forum Majelis Rasulullah

zackzul zakat – 2009/01/24 22:35 Assalamualikum warahmatullah
hiwabarakatuh,

Shalawat dan salam semoga di curahkan Allah kepada baginda nabi
Muhammad SAW serta keluarga,sahabat dan ahlil baitnya,semoga kita
bersama di dalam barisan beliau dan Allah limpahkan kurnia
keberkatan dan kesihatan buat Tuan Habib Munzir yang saya kasihi
serta keluarganya serta teman-teman MR sekalian.

Habib saya ingin bertanya kerana saya ingin memberi zakat hasil
daripada wang simpanan saya tetapi boleh tak Habib perjelaskan
kepada saya syarat syaratnya serta golongan yang layak menerima
zakat tersebut.

Keduanya Habib saya mempunyai beberapa ibu saudara serta saudara
mara dan nenek yang boleh dikatakan agak susah dan tinggal pun di
pendalaman,jadi soalan nya Habib boleh kah saya mengutamakan
mereka terlebih dahulu di dalam pemberian zakat daripada saya.

Mohon maaf kiranya terdapat kesilapan atau kesalahan tutur kata di
dalam soalan ini,mahu pun menyukarkan Habib.Terima Kasih

Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2009/01/26 12:47 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda
dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
zakat harta, dan martabat zakat :
maka jika uang simpanan kita (termasuk emas dan perak, dan bukan
mobil, rumah dan lainnya, tapi yg terkena bayar zakat harta adalah
hanya uang, dan emas dan perak), jika jumlah totalnya sudah
melebihi harga 84 Gram emas murni, maka mulai saat itu kita
terhitung wajib zakat maal, namun masih menunggu syarat satunya,
yaitu haul (setahun penuh), jika sudah sempurna setahun penuh
hartanya selalu diatas batas Nishob, maka ia wajib menzakatinya
2.,5% dari total dihari terakhir haul tsb.

misalnya mulai 1 ramadhan hartanya mulai mencapai 85 gram emas,
maka berlanjut dann tak pernah turun dibawah standar nishab sampai
30 sya^ban tahun berikutnya, maka dihitunglah 2,5% dari total
uangnya dihari 30 sya^ban, bukan jumlah uangnya di 1 ramadhan
tahun lalu, tapi hari terakhir saat sempurna satu tahun,

jika 1 ramadhan uangnya sudah mulai melebihi nishob, lalu 1 syawal
uang itu terpakai sampai dibawah nishob, maka perhitungannya
pupus.. perhitungan baru akan dimulia lagi saat uangnya mencapai
nishob lagi, dan itu adalah kembali perhitungan hari pertama,

jika tak pernah mencapai sempurna setahun uangnya melebihi nishob,
maka ia tak terkena zakat harta, karena yg terkena zakat harta
adalah uang yg disimpan melebihi nishob tanpa dipakai sampai
setahun.

mengenai waktu mengeluarkannya boleh kapan saja, misalnya ia sudah
wajib mengeluarkan zakatnya pada 30 rajab, maka ia tahu totalnya,
dan baru akan dibayarkan pada idul fitri maka hal itu tak mengapa.

urutan zakat adalah :

1. Fuqara :
fuqara dalam hukum syariah adalah orang yg penghasilannya hanya
mencukupi 40% dari kebutuhannya, seandainya kebutuhannya (atau dg
keluarga tanggungannya, mungkin dg ayah ibunya dan istri anaknya),
andai kebutuhannya 100 ribu sebulan, dan pendapatannya hanya 40
ribu atau kurang (40% atau kurang). inilah yg disebut fuqara,
walaupun ia punya usaha, atau rumah yg dikontrakkan, atau
kendaraan yg digunakan usaha, yg jelas penghasilannya hanya 40%
(atau kurang). dari kebutuhan Primernya (bukan kebutuhan
sekunder).

dan bila mereka mempunyai pendapatan yg minim namun mereka
mempunyai harta yg bersifat Sekunder, seperti televisi, kendaraan
dlsb yg bukan digunakan untuk usaha, maka mereka tidak tergolong
fuqara, dan tidak berhak mendapat Zakat.

2. Masakiin
Masakiin adalah orang orang miskin, dan penjelasannya sama dengan
diatas, namun perbedaannya bahwa orang miskin di dalam hukum
Syariah adalah mereka yg penghasilannya hanya 80% (atau kurang
sampai 41%), dari kebutuhannya, mereka ini taraf hidupnya diatas
fuqara, namun masih berkekurangan. mereka berhak menerima zakat.
singkatnya :
penghasilan 0% – 40% adalah fuqara —–> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat.
41% – 80% adalah orang miskin ——> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat
81% – 100% ——-> adalah kelompok yg tidak wajib zakat dan tidak
pula berhak mendapat zakat.
100% – hingga berlebihan —–> kelompok yg diwajibkan
mengeluarkan zakat dan tidak berhak menerima zakat.

3. Ghaarimiin
orang yg terlibat hutang dan belum mampu melunasi hutangnya.
mereka ini ada 4 kelompok
a). orang yg berhutang untuk mendamaikan dua kelompok yg
bertentangan, ia berhak mendapat zakat untuk bantuan melunasi
hutangnya yg belum mampu ia lunasi, walaupun ia seorang kaya raya.
(seandainya hutangnya 100 juta, dan ia mampu melunasi nya dalam
setahun, maka dalam tempo satu tahun itu ia berhak menerima
zakat).
b). orang yg belum mampu melunasi hutangnya yg hutangnya adalah
untuk maslahat muslimin, misalnya membangun masjid, membuat jalan,
madrasah agama, majelis taklim dll. walaupun ia kaya raya,
sebagaimana penjelasan diatas.
c). orang yg belum mampu melunasi hutang dirinya sendiri, selama
hutangnya itu bukan untuk maksiat.
d). orang yg berhutang untuk menjamin hutang orang lain, atau
menebus keselamatan seseorang, selama tidak terlibat dalam
kemaksiatan.

4. Musafirun wa Ibnu Sabiil
orang yg dalam perjalanan, dan ingin kembali kerumahnya namun ia
tak punya ongkos yg cukup, sebab kerampokan atau kehilangan dlsb,
walaupun ia seorang kaya raya di kampungnya. (hal seperti ini
mungkin di zaman sekarang jarang terjadi karena sudah adanya
handphone, rekening bank, dlsb, namun paling tidak seandainya ia
terjebak dalam kecopetan dan kehilangan atau lainnya, maka dana
zakat dikeluarkan paling tidak untuk menghubungi keluarganya di
rumahnya untuk mengirim uang, walaupun jumlah kecil namun ia
termasuk berhak zakat).

5. ^Aamiluun alaihaa
para pekerja yg bertugas membagi bagikan zakat, walaupun ia
seorang kaya raya, dengan syarat ia tidak mendapat gaji/upah dalam
kerjanya, misalnya ia seorang Imam Masjid yg sudah ada penghasilan
khusus dari kas masjid, maka mereka tidak berhak, ataupun petugas
kelurahan yg memang sudah ditunjuk pemerintah untuk pekerja
diantaranya mengurus zakat, maka mereka tidak berhak, demikian
pula muazin yg sudah ada jatah upah dari masjid.

6. Mu^allafati qulubihim
para muslim yg baru saja memeluk islam dan mereka masih memiliki
iman yg lemah dan ditakutkan kembali kepada agamanya, maka mereka
berhak atas zakat.

7. Ghuzaat fi sabiilillah
para pejuang yg membela islam yg tidak mendapat upah. mereka siap
tempur dan berperang membela islam kapanpun (tentara jihad), namun
tidak mendapat upah/gaji penopang nafkah. mereka berhak zakat,
namun kelompok ini sudah tidak ada lagi di zaman sekarang, karena
ini hanya disyariahkan bagi negara yg berhukumkan Islam

8. Al Kaatibuun Kitaabah Shahihah
mereka yg dalam penebusan diri untuk menebus kebebasan dirinya
dari perbudakan, kelompok ini pun sudah tidak ada di zaman
sekarang.

maka kelompok pertama hingga nomor enam, adalah mereka yg berhak
diberi zakat, namun haruslah berurutan.

pertama uang zakat ditumpahkan pada Fuqara, bila sudah tak ada
fuqara di wilayahnya, atau semua sudah terbagikan zakat, barulah
meningkat ke tingkatan kedua yaitu orang orang miskin.. demikian
seterusnya.

bila dana zakat sudah terhabiskan bagi fuqara, maka tidaklah
kelompok kedua dan lainnya berhak mendapat zakat. demikian
seterusnya.

bukan seperti sekarang, dimana amil zakat (para pekerja zakat)
segera mengambil jatahnya lebih dahulu sebelum fuqara.

demikian insya Allah penjelasan dari saya, wallahu a^lam.

sumber (Kitab Busyralkarim syarh Muqaddimatulhadhramiyyah alaa
madzhabussyafi^iyyah Bab Zakaat Naqd)

mengenai keluarga, maka mereka lebih berhak daripada orang lain,
jadi jika ada ayah ibu kita, adik, kakak, suami atau istri, atau
anak, yg masuk kelompok fuqara atau kelompok yg disebut diatas,
maka mereka harus didahulukan daripada orang lain.

misalnya ayah kita termasuk fuqara, lalu ada orang lain fuqara
pula, maka kita berikan pada ayah kita, karena ia lebih berhak,
ketika hal ini ditanyakan pada Rasul saw maka Rasul saw berkata :
Kau dapat dua pahala, yaitu pahala sedekah, dan pahala membantu
kerabat”

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

taaibah Re:zakat – 2009/01/28 06:52 Salaam,
skywalker
Mohon maaf saya memposting pertanyaan di tempat saudara zackul,
karena kebetulan saya ingin menanyakan hal tentang zakat juga.

Habib Munzir yang saya hormati, sampai saat ini saya belum tau/
menemukan cara yg tepat untuk saya membayarkan zakat penghasilan
saya, saya bekerja sebagai account executive/ sales marketing ,
dan saya tidak punya penghasilan/gaji tetap, jadi penghasilan yang
saya dapat hanya selama saya mengahsilkan proyek penjualan, dan
hasil pendapatan tersebut saya tabung di bank (sebagai simpanan).

Yang ingin saya tanyakan, karena saya menaruh uang pendapatan saya
di dalam simpanan/tabungan , jadi zakat apa yg harus saya
keluarkan ? cukup hanya zakat simpanan saja atau zakat penghasilan
beserta zakat simpanan ?

Kalau ternyata saya hanya cukup mengeluarkan zakat simpanan saja,
yang saya ketahui dan seperti yang Habib jelaskan diatas, bila
simpanan itu telah genap setahun dan jumlahnya melebihi batas
nisab (nilai 85 gram emas) maka wajib dikeluarkan zakatnya
sebanyak 2.5 % dari jumlah simpanan tersebut. Kalau tidak salah
cara menghitungnya dengan melihat saldo terendah dari jumlah
simpanan dalam tempo setahun.. kemudian dihitung juga perkiraan
jatuh haulnya kapan mulai dan berakhirnya haul simpanan tersebut
dan dikeluarkan dulu bunga bank yg dimiliki..??

Kalau ternyata simpanan saya di bank dalam beberapa bulan pernah
dalam jumlah dibawah nisab apakah tidak diwajibkan membayar zakat
?

Atau kiranya dengan keadaan saya yg seperti ini , bagaimana zakat
yang harus saya keluarkan ? cukup zakat simpanan yg saya keluarkan
atau zakat simpanan dan penghasilan ? karena ada beberapa yang
mengatakan cukup zakat simpanan saja…karena uang penghasilan
saya ,saya masukkan ke dalam tabungan/simpanan, mohon bimbingannya
Habib terima kasih banyak.

wassalam,

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2009/01/29 12:07 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda
dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
zakat penghasilan tidak pernah ada dalam syariah, yg ada hanya
tujuh saja,

yaitu
1. Zakat Tijarah (modal dan keuntungan dagang), jika kita usaha,
maka modal dan keuntungannya terkena zakat, terhitung mobil, rumah
dlsb yg dipakai untuk inventaris usaha.

2. zakat Tsimar, (yaitu kurma, anggur, dan makanan pokok/beras)

3. zakat Maal, yaitu zakat bagi orang yg memilikii harta berupa
uang, atau emas atau perak, yg jumlah totalnya melebihi nishab,
yaitu 84 gram emas murni, namun harus mencaai satu tahun.

4. Zakat Fitrah, (hal ini tak perlu lagi dibahas krn sdh umum)

5. Zakat Ma^din, yaitu zakat tambang bumi, maka ia terkena zakat
dan tanpa menunggu setahun, jika ada hasil maka dikeluarkan
zakatnya.

6. zakat rikaz, yaitu zakat harta karun, dengan syarat jika harta
karunnya itu pendaman sebelum kebangkitan Nabi saw, maka boleh
diambil dan dikeluarkan zakatnya.

7. Zakat Ni^am, yaitu hewan ternak, berupa kambing, kerbau dan
unta., selain hewan2 tsb (itik, ayam dll) tidak terkena zakat.

masalah saudari, adalah hanya zakat Maal saja, jika uang simpanan
anda sudah mencapai 84 gram emas murni atau lebih, maka mulai saat
itu tehitunglah hari pertama… jika sempurna setahun maka
dikeluarkan zakatnya 2,5% dari total uang dihari terakhir sempurna
setahun.

kalau misalnya 84 gram emas itu adalah 100 ribu, sedangkan uang
kita tidak mencapai seratus ribu maka tak kena zakat harta, walau
kita menyimpannya puluhan tahun.

kasus 1
Andi mempunyai uang 50 ribu, lalu pada 12 maret uangnya mencapai
100 ribu, nah.. 1 maret bagi andi adalah hari pertama untuk
menjadi calon pembayar zakat Maal.,
jika uang andi sampai 11 maret tetap tidak berada dibawah 100 ribu
rupiah, maka berapa uangnya di hari terakhir itu..?., misalnya
uang andi pada 11maret adalah 10 juta, maka ia keluarkan zakatnya
2,5% dari 10 juta.

bukan uangnya yg pada 12 maret 2007, tapi total uang pada hari 11
maret.2008

jika uangnya andi malonjak hingga milyaran rupiah, namun kemudian
ia membeli rumah, mobil atau terus membiarkannya, itu tak
terhitung, yg terhitung adalah hari terakhir saat sempurna satu
tahun dari ia melampaui nishab.

kasus 2.
andi mempunyai uang 100 ribu, pada 1 januari, ia menyimpannya,
lalu uangnya bertambah, menjadi 10 juta, lalu pada 1 maret uangnya
turun menjadi hanya 99 ribu, maka batallah kewajibannya sebagai
pembayar zakat.

lalu pada 1 april, uang andi mulai mencapai 100 ribu lagi, maka
mulailah perhitungan wajib zakat bermula dari 1 april, maka jika
mencapai setahun tak pernah kurang dari nishab, maka dibayarlah
zakatnya, jika kurang lagi dari nishab maka pupuslah kewajiban
zakat, mesti menanti sampai uang itu mencapai nishab lagi.

maka disini bisa saja seseorang melakukan kelicikan, misalnya
uangnya 100 milyar, mulai 1 januari 2007, maka ketika sudah
tanggal 30 desember, ia merasa berat mengeluarkan zakat sebesar
250 juta, maka ia membeli rumah dan membeli apa saja, dihari itu,
hingga keesokan harinya yaitu pada 31 desember uangnya sudah
kurang dari batas nishab, maka ia tak terkena zakat. namun
tentunya ia terkena dosa

bagaimana saudari?, jelaskah..?, jika belum jelas maka tanyakanlah
karena hal ini memang rumit.

angka 100 ribu yg saya sebut itu hanyalah sebagai umpama., harga
saya tak tahu berapa harga emas murni saat ini karena selalu
berubah, maka diumpamakan 100 ribu rupiah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

taaibah Re:zakat – 2009/02/01 19:06 Salaam Habib Munzir yang saya hormati
skywalker dan saya muliakan,

Terima kasih banyak atas penjelasannya, InshaAllah bisa saya
mengerti untuk sekarang ..karena Habib sudah menjelaskan berikut
dengan contoh kasus…memudahkan saya untuk mengerti, terima kasih
banyak ya Habib.

Sekarang yang ingin saya tanyakan…apakah di Majelis Rasulullah
ada fasilitas untuk pembayaran zakat ? kalau ada kemana saya harus
membayar dan bagaimana prosedurnya, terima kasih banyak.

Semoga Habib Munzir dan keluarga selalu dilimpaahkan berkah,
rahmat dan kesehatan yang baik Oleh Allah SWT…amiin.

Wassalam,

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2009/02/07 04:19 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda
dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
kita sebenarnya tidak ada fasilitas zakat, namun sdri bisa
melanjut ke Darurrasul saw, pesantren santri santri dari Papua,
mereka sangat membutuhkan bantuan khususnya pangan dan kebutuhan
primer, monggo hubungi Ust Syukron di 08176613400.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

amintoha Re:zakat – 2009/02/11 01:30 Assaalamu^alaikum ya habib…

saya mau menambah pertanyaan, ttg zakat fitrah..
bila daerah kita sudah kita cukupi bagi yang berhak menerima
zakat… apakah harus di bagi ke daerah lain, atw luar daerah…
bolehkan di uangkan dan di pake untuk orang yang kemalaman.. dan
menginap di masjid, atw untuk pengajian…

terimakasih

Wassalaamu^alikum…

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2009/02/12 10:25 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda
dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
zakat diberikan pada keluarga terdekat, lalu ke wilayah kita, lalu
boleh ke wilayah lainnya.

jika yg anda maksud adalah zakat fitrah, maka sebaiknya diberikan
pada orang itu berupa beras, lalu kita membelinya lagi beras itu
darinya, maka hal ini bebas dari ikhtilaf.

boleh diberikan pada Ibn Sabil, yaitu orang yg tidak punya ongkos
pulang.

untuk majelis taklim, saya tak menemukan pendapat kuat tentang
ini, bisa dari shadaqah bukan dari zakat, namun bisa dilakukan
seseorang berhutang sejumlah uang itu, lalu diberikan pd majelis
taklim, maka ia berhak akan zakat tsb.

misalnya begini, andi ingin mengeluarkan zakatnya yaitu 10 juta,
ia melihat masjid didekatnya sangat butuh bantuan, atau majelis
taklim didekatnya sangat butuh bantuan, maka ia ingin uang zakat
itu untuk masjid / majelis tsb, maka andi mencarilah orang lain
untuk berhutang 10 juta kepada siapa saja, sebutlah Budi, maka
budi memberikan uang 10 juta hasil pinjaman itu pada masjid/
majelis tersebut.

nah.. lalu uang andi diberikan pada budi untuk melunasi hutangnya,
karena Ghariim (orang yg berhutang) berhak menerima zakat,
sedangkan masjid dan majelis tidak termasuk berhak menerima zakat

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=20737

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here