Forum Majelis Rasulullah

elqornie pahala – 2008/11/26 07:03 Assalamu alaikum wr wb. semoga habib
sekeluarga selalu dalam lindungan Allah swt.
habiby yg saya cintai,saya mau tanya:
1. jika ada orang sedang menghadapi sakaratulmaut kemudian
dibimbing untuk mengucapkan syahadat,tetapi baru mengucapkan ^^ La
ilaha ^^ orang tersebut keburu meninggal,apakah orang tersebut
meninggal su^ul khatimah?
2. jika kita menghadiahkan pahala untuk orang lain apakah kita
juga mendapat pahala?
3. apakah bisa menghadiahkan pahala kepada orang yg masih hidup?
itu saja bib,syukran katsiron.
wassalamu alaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:pahala – 2008/11/27 04:21 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. tidak demikian, banyak juga orang yg malah menolak mengucap
syahadat namun justru ia dalam kemuliaan, sebagaimana Imam Ahmad
bin Hanbal ketika ia menghadapai sakratulmaut dan orang
mentalqinnya dg ucapan tauhid, ia berkata : Tidak…!,

tak lama kemudian ia sadarkan diri dan bisa bicara pada orang
sekitar, bahwa saat itu ia didatangi oleh syaitan yg membujuknya,
maka ia mengatakan : Tidak..!,

dan saat itu Imam Ahmad tidak bermaksud menolak talqin dari orang
disekitarnya.

hal seperti ini bisa saja terjadi, oleh sebab itu kita tidak bisa
menjadikan taat atau menolaknya ia mengucap kalimat syahadat
sebagai tolok ukur, namun tentunya sunnah membimbingnya pada
kalimat Talqin,

bahkan jika ia sudah mengangguk atau tampak bibirnya bergerak
mengikuti itu sudah cukup, karena sebagian ulama melarang kita
memaksakan ia mengucap kalimat syahadat, sebab ia dalam keadaan yg
sangat berbahaya, ditakutkan ia tersinggung dan marah, akhirnya
justru ia membantah kalimat itu dan kesal, lalu wafat dalam
keadaan benci pada kalimat agung tsb.

maka sebaiknya asal ia sudah terlihat taat pada kalimat itu, entah
ucapan, entah gerakan bibir, atau raut wajah yg kelihatan patuh
pada kalimat itu, maka itu sudah cukup, karena yg diperlukan
adalah jiwa dan hatinya yg mengucap kalimat itu saat wafat.

2. betul saudaraku, kita mendapatkan pahala pula, pahala berbuat
baik pada orang lain, sebagaimana sabda Rasul saw : “Jika seorang
muslim berdoa untuk muslim lainnya dg suatu kebaikan, maka Allah
jadikan malaikat berkata : Amin, dan untukmu pula sebagaimana
doamu tuk saudaramu” (Shahih Muslim).

3. bisa, sebagaimana contohnya badal haji, orang yg sakit dan
udzur mewakilkan orang lain yg menghajikan untuk dirinya, dan ia
mendapat pahalanya, demikian sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

sebagaimana Rasul saw berkurban seraya berkata : Wahai Allah
terimalah kurban ini dari Muhammad dan dari keluarga Muhammad dan
dari seluruh ummat Muhammad: (Shahih Muslim).

maka Kurban beliau saw itu pahalanya sampai pada seluruh ummatnya
yg telah wafat, dan ummat beliau saw yg masih hidup dan ummat
beliau saw yg akan hidup hingga hari kiamat.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=19485

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here