Forum Majelis Rasulullah

BamRusdy Ngajiin Orang Kaya,7 hari 7 malam – 2008/12/05 01:33 aslm,

Kepada Habib yag saya Hormati,….

Begini Bib saya mau tanya mengenai ngajiin/bacaain Qur^an di
kuburan orang yang sudah mati 7 hari 7 malam itu apa hukumnya,apa
itu dibenarkan……???Terus kenapa ya didaerah saya itu kalo
orang kaya banyak duit saja yang di ngajiin Qur^an ,terus banyak
orang2 yang datang,terus kalo baca Doa lagi tahlil
Panjaaaaaaaaaaaaaaaang Bangeeeetttt sampai jemaah pada gerutu..Dan
jg giliran orang yang miskin yg meninggal boro2…bib…..Pak Haji
/Ustadznya sedikit yang datang…
Fenomena apa ni Bib….???

Terima kasih atas jawaban Habib

Bamrusdy JKT

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Ngajiin Orang Kaya,7 hari 7 malam – 2008/12/06 15:10
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai mengaji di kuburan, jika itu berniat mendoakan almarhum
tentunya mulia dan baik, Rasul saw memerintahkan kita untuk sering
berkunjung ke kuburan agar kita ingat pada Allah dan terus
teringat kefanaan dunia, maka jika dalam kenikmatan kita akan
lebih bersyukur, jika dalam musibah kita akan lebih bersabar,

mendoakan yg wafat tentunya hal yg mulia, boleh dikuburnya boleh
dirumahnya dan boleh dimana saja, mengenai hingga 7 hari 7 malam
ini saya tak menemukan riwayat shahih mendukung hal ini, namun tak
ada pula larangan yg mengharamkannya,

secara umum, perbuatan itu tergantung pada niatnya, jika hanya
mendoakan saja maka mulia dan baik, jika untuk mencari ilmu gaib
dlsb maka tentunya walau ALqur^an yg ia baca maka akan menjadi
buruk dan menyebabkan dosa.

mengenai perbuatan oknum para ustaz yg demikian itu tentunya tak
bisa dijadikan nash untuk menjatuhkan fatwa pelarangan tahlilan,
karena penyelewengan telah terjadi dalam segala hal, bahkan pada
hal yg fardhu pun terjadi penyelewengan,

misalnya orang kaya jika banyak menyumbang masjid maka imam
menghormatinya, walau ia datang telat pun imam menggeretnya ke
shaf pertama,

dan jika ia berbicara memberi usul maka usulnya akan mengalahkan
semua usulan yg lainnya, hal itu lumrah saja karena memang manusia
lebih banyak terpengaruh pada hal hal keduniawian,

boleh boleh saja sang ustadz memanjangkan doa sepanjang panjangnya
dirumah orang kaya supaya dapat “amplop” yg banyak misalnya, namun
kemudian “amplop” itu ia simpan, jika ada orang faqir yg wafat
maka ia sedekahkan pada si faqir itu, maka perbuatannya tadi yg
tampaknya tercela ternyata mulia,

hal yg disayangkan masa kini adalah penghinaan terhadap fuqara,
dan pengagungan terhadap aghniya.

saya bercerita sedikit, beberapa tahun yg lalu saya dengar kabar
ada seorang preman, pemuda narkoba yg wafat, ia mati dirumah
sakit, ia sudah menciumi kaki ibunya dan menangis minta maaf pada
ibunya dan menangis tobat, namun ia kemudian wafat.., ia dari
kelompok orang miskin

namun masyarakat dan ustadz2 sekitar jijik padanya, ia tidak
dishalatkan, ia pun dilarang dishalatkan di masjid, iapun dilarang
dimakamkan dikuburan muslimin..

subhanallah..

saya ketika mendengar kabar itu saya segera meluncur kerumah duka,
karena saya sibuk sekali saat itu maka waktu itu sudah larut
malam, saya sampai disana ayahnya menyambut dengan tangis, tapi ia
menghalangi saya masuk kerumahnya..

kenapa…?

ia berkata terputus putus.. dengan gemetar dan tangis : habib..
saya tak mampu.. saya miskin.., habib tak usah masuk rumah saya,
saya tak mampu memberi apa apa pada ustadz ustadz disini..,
apalagi habib yg datang..habib jangan masuk rumah saya.. saya
orang tidak mampu.., ia menangis lagi.., lalu berkata lagi dg
sangat lirih.. saya tak mampu mengamplopi habib..

hati saya serasa meledak dari marah namun tak tahu harus marah
pada siapa, saya hanya menutupi marah saya dg tawa dan saya
menuntunnya masuk rumahnya, seakan dia adalah tamu dan saya adalah
tuan rumah..

saya masuk rumah itu saya lihat ruangan tamu dengan dinding tanah,
tembok yg tidak di cat, langit langit yg menganga dg kayu kayu
tanpa eternit, lampu redup.. duduk disekelililng ruangan itu anak
anak gondrong sekitar 20 orang, mereka nunduk dan diam saja..

tak ada satupun yg mengaji.., pasti teman teman si narkoba ini
pikir saya..,

pak tua itu berkata lagi : anak saya saya kuburkan disebelah
rumah, dan belum dingajikan karena saya tak mampu membayar orang
yg mengaji, paketnya 300 ribu.. (saat itu beberapa tahun yg silam,
mungkin sekarang sudah naik).

saya memerintahkan pada jamaah : kerahkan 100 orang, penuhi rumah
ini dg membaca Alqur,an dg bergantian sampai 3 hari 3 malam, makan
minum mereka saya yg tanggung, ramaikan rumah ini dg dzikir..

lalu saya ziarah kemakam almarhum, lalu saya berdoa, lalu
menyampaikan tausiah singkat lalu saya permisi..

subhanallah..

semua temannya yg hadir malam itu bertobat, mulai saat itu sekitar
20 orang itu meninggalkan perbuatan buruknya, mereka belajar
mengaji, bekerja, menikah, dan terus meninggalkan kemungkarannya..

pak tua itu datang pada saya dan berkata : Habib, anak saya itu
matinya disiksa Allah kah..?,

saya katakan : anak bapak ahli sorga, tobatnya diterima Allah,
bukti dari tobatnya diterima Allah adalah sebab kematiannya itu
temannya yg 20 orang itu tobat pada Allah, itu merupakan bukti
bahwa tobat anak bapak diterima Allah, karena kematiannya membawa
tobat puluhan orang yg dalam kemaksiatan..

bapak tua itu sampai saat ini selalu sering hadir di majelis
majelis kita.

ini adalah satu saja dari ribuan kejadian menyedihkan serupa..

yah.. kita sama samalah berusaha membenahi ummat..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=19632

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here