ADHE09 IJABI – 2007/10/02 10:02 Assalamu^alaikum wr.wb
Habib Munzir yg ana cintai..ana mau tanya tntang IJABI (Ikatan
Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang brpusat di yogyakarta.mereka itu
ber aliran syiah dari iran.tapi yg ana bingung tdk ada satupun
pengurusny yg ahlul bait.apa pendapat habib dan apakah aliran
mereka sesat atau tidak.terimakasih atas jwbannya..
Assalamu^alaikum wr wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2007/10/02 11:44 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari
anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
syiah mempunyai banyak golongan yg terpecah pecah, saya belum
pernah mendengar kelompok yg di Jogja ini, namun jika mereka
terbukti telah menyalahkan para sahabat dan khulafa^urrasyidin
maka mereka sesat, dan sebagian besar syiah demikian

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

danang767 Re:IJABI – 2007/10/03 08:49 kalo suatu saat ke jogja, jangan lupa
silahturahim ke”al amin” Ikatan pemuda alawiyin Angkatan Muda
islam Nusantara, kelompok pemuda dan pemudi alawiyin, untuk lebih
jelasnya silahkan kunjungi situs alaminjogja.com (tanpa www)

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2007/10/03 09:53 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari
anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
Insya Allah saya kunjung, belum lama ini saya kunjung ada acara
pernikahan pejabat Polda metro jaya di Jogja, dan saya sempat
bicara Akrab dg Kapolda Jogja, beliau masih sangat muda, katanya :
“saya ini kapolda bib, tapi wilayah saya seperti kapolsek, karena
Daerah Khusus Jogjakarta sangat kecil”, saya jawab : “iya sangat
kecil, tapi berlian pulau jawa”, tampaknya beliau ramah sekali.

di Jogja saya mengenal Alhabib Husein Assegaf, beliau sudah sepuh
namun sering jumpa di Jakarta, tentunya anda mengenal beliau..?

Insya Allah saya akan kunjung dan saya sangat gembira jika ada
perkumpulan pemuda pecinta Rasul saw,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wassalam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

danang Re:IJABI – 2007/10/14 07:45 Assalamu^alaikum warahmatullah
wabarakatuh

Habib Munzir yang saya muliakan

saya ucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan
batin, Semoga Allah Ta^ala menerima seluruh amal ibadah kita….
amin…amin

Alhamdulillah, benar bib, saya mengenal habib husein assagaf,

beliau merupakan salah satu sesepuh habaib di wilayah jogja,
beliau memiliki majelis pembacaan maulid setiap malam jumat legi
di kediamannya di daerah tukangan (dekat stasiun lempuyangan)

dan terkadang saya juga bertemu habib husain pada acara ziarah
Habib Ahmad bin Ali Bafagih di daerah kemusuk setiap malam jumat
kliwon yang dilanjutkan dengan pembacaan maulid

Alhamdulillah, selain kedua acara di atas, masih banyak acara
lainnya….

saya sangat bersyukur kepada Allah Ta^ala yang membukakan hati
saya untuk menerima perkumpulan yang mulia ini

wassalamu^alaikum warahmatullah wabarakatuh

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2007/10/14 16:13 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Semoga Cahaya kesucian Idul fitri, keberkahan, pengampunan dan
segala rahasia keluhuran g terpendam pada hari Idul fitri 1 syawal
ini terlimpah pada anda dan keluarga,
Amiin

Mohon Maaf Lahir Batin

Munzir

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

wiribi Re:IJABI – 2007/10/24 03:21 Salam Habib yang dirahmati Allah Swt.

Ana mau tanya, antum mengatakan bahwa sebagian besar Syiah itu
sesat, berarti ada Syiah yang tidak sesat, Syiah yang manakah itu?

Syukran

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2007/10/29 05:27 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda

Saudaraku yg kumuliakan,
beribu maaf selama 10 hari tidak online hingga tak bisa untuk
menjawab pertanyaan anda

saudaraku, syiah yg tidak sesat adalah mereka yg mengikuti
ahlussunnah waljamaah, tidak mencaci sahabat, memuliakan mereka,
namun mereka memuliakan dan mendahulukan ahlulbait Rasul saw dalam
segala hal, kelompok ini sangat sedikit, mereka termasuk golongan
ahlussunnah waljamaah, namun condong pada ahlulbait dalam segala
hal, dan mereka mengaku sebagai syiah karena menurut mereka bahwa
ahlussunnah waljamaah kurang memuliakan ahlulbait Rasul saw.

hal seperti ini wajar saja dan bisa dimaklumi selama tidak
bertentangan dg syariah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

wiribi Re:IJABI – 2008/01/28 02:44 Salam Habib yang dirahmati Allah.

Bagaimana kalau sahabat itu membangkang perintah Nabi Saw atau
membunuh keluarganya yang suci. Bukankah dia layak untuk dicela
dan dilaknat? Sebagai contoh; orang-orang dari golongan Bani
Umayyah seperti Mu^awiyah atau Yazid yang katanya seorang khalifah
atau sahabat dari kalangan Ahlussunnah, akan tetapi mereka telah
berani melakukan kejahatan maha agung di alam semesta ini kepada
Nabi Saw? Mereka telah melakukan penghianatan kepada Rasulullah
Saw dengan menginjak-injak keluarganya hingga membunuh dengan
sadis putra kesayangan Rasul Saw, yaitu Imam Husain bin Ali di
padang Karbala beserta keluarga dan sanak kerabat dan juga
sahabat-sahabat imam, merampas putri-putri Rasulullah Saw yang
juga putri-putri Imam Ali!

Muawiyah dan Yazid, layakkah mereka diberi gelar sahabat dan
khalifah? Bukankah mereka lebih layak dicaci dan dilaknat?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2008/01/28 05:55 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu
menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
ada hal yg perlu diklarifikasi dalam sejarah,

pembunuhan atas Imam Husein ra bukan oleh Muawiyah, tapi oleh
Yazid dan Muawiyah.

tidak terjadi perampasan putri putri keturunan Imam Ali kw.

mengenai kejadian ini adalah cobaan yg demikian dahsyat, dan
Muawiyah ra ini dihasud oleh musuh musuh islam dari kaum munafikin
bahwa Ali bin Abi Thalib kw membiarkan berkeliarannya pembunuh
Khalifah Utsman ra, Muawiyyah ra termakan hasutan, sebagaimana
beberapa sahabat lainnya, namun Muawiyyah dikabarkan Taraju^ dan
berwasiat kepada putranya Yazid untuk mengembalikan kepemimpinan
Khalifah kepada putra putra Imam Ali kw.

Muawiyah ra wafat dalam tobat dan islam dan Iman, hal ini diakui
oleh Jumhur Imam Imam Ahlulbait dan Imam Imam Ahlussunnah
waljamaah diluar ahlulbait.

mengenai Yazid bin Muawiyah memang merupakan penguasa dhalim,
namun iapun termakan hasutan kaum munafikin yg mengatakan bahwa
Imam Husein ra datang membawa pasukan untuk merebut kekuasaan, dan
memang tampaknya secara dhahihrnya memang demikian,
karena Imam Husein ra memang diundang oleh kaum khawarij untuk di
Bai^at sebagai Khalifah, maka Imam Husein ra pun terpancing untuk
menerima undangan kaum khawarij, lalu kabar sampai pada Yazid dan
ia mengeluarkan pasukannya untuk menghabisi Imam Husein ra yg
disangka akan memberontak dan merebut khilafah,

maka pembantaian terjadi, kita tidak menyangkal bahwa perbuatan
itu adalah kedhaliman yg nyata.

namun kita tetap berjalan dg syariah dan Iman, apa yg diperbuat
oleh Imam Ali Zainal Abidin putra Imam Husein ra?, apakah ia
mencaci Yazid dan Muawiyah?

apa yg diperbuat Imam Jakfar Asshadiq ra, apakah ia mencaci
mereka?,

munculkan satu dalil yg memperbolehkan mencaci muslimin?,
sedangkan Rasul saw telah jelas jelas melarang kita mencaci orang
yg telah mati, sebagaimana sabda Rasul saw : “Janganlah kau caci
orang yg telah mati, karena mereka telah berlalu kepada Allah”
(Shahih Bukhari dan Shahih Muslim).

apa urusan kita ikut ikut urusan yg telah terjadi 14 abad yg silam
dg ikut ikut mencaci?, sebenarnya hal seperti ini mesti diadili,
bukan dicaci, karena caci maki tidak membawa manfaat, bahkan akan
membuat dosa dosa orang yg dicaci itu terhapus.

namun untuk diadili maka sudah terlambat karena ia telah wafat,
biarlah pengadilan Allah swt yg Maha Adil yg akan mengadili dg
seadil adilnya, apakah kita merasa lebih berhak dari Allah swt
untuk mengadili hamba hamba Nya?,

kita berpanut pada Imam Imam kita dari golongan Ahlulbait dan
bukan Ahlul bait yg tidak mencaci Muawiyah dan Yazid, mereka para
Imam Imam kita berpanut pada Rasulullah saw, dan Rasul saw sudah
tahu bahwa cucunya akan dibantai begitu rupa, namun beliau saw tak
mencaci mereka.

singkatnya saudaraku, jika kita mengakui cinta pada ahlulbait dan
berada di fihak ahlulbait, maka ikutilah ajaran imam imam
ahlulbait, bagaimana budi pekerti mereka terhadap musuh, bagaimana
sucinya jiwa mereka dari mencaci, bagaimana indahnya akhlak mereka
pada semua makhluk Allah swt, mereka mewarisinya dari Rasulullah
saw,

jika kita mencaci maki, maka siapa yg kita ikuti?, kita hanya
mengikuti hawa nafsu saja, dan justru hal ini membuat kita
terlempar dari kelompok Imam Imam Ahlulbait karena kita berkhianat
pada mereka dan keluar dari bimbingan mereka dan mengatasnamakan
hal ini sebagai ajaran ahlul bait.

maka saudaraku hindarilah caci maki.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

wiribi Re:IJABI – 2008/01/28 21:43 Salam Habib yang penuh dengan
kedamaian

Afwan habib, sepertinya antum sudah berprasangka buruk kepada Imam
Husain. Imam Husain tidak pernah sedikitpun dipikirannya terbesit
untuk melakukan pemberontakan demi merebut kekuasaan tahta di
dunia. Bagaimana mungkin seorang dari Ahlulbait Nabi yang telah
disucikan Allah, dan telah disabdakan oleh datuknya Saw bahwa Imam
Husain adalah pemimpin pemuda di surga, akan tergiur dengan
perebutan kekuasaan? Tidak mungkin Habib yang mulia.

Imam Husain berkata, Demi Allah. Aku tidak keluar ke Karbala ini
dengan keangkuhan dan mencari perang. Sungguh aku keluar ke sini
untuk mencari ishlah demi kepentingan umat datukku Muhammad saw.
Aku ingin menegakkan yang ma ruf dan mencegah yang munkar. Aku
ingin berjalan di jalannya datukku Muhammad dan ayahku Alî
al-Murtadha.

Imam Husain tidak mungkin salah dalam memilih jalannya. Sehingga
jelas bahwa kekuasaan pada saat itu berada di tangan orang yang
dzalim dan durhaka Yazid bin Mu^awiyah beserta para pengikutnya
yang memerangi Imam hingga terbunuh syahid di padang Karbala.

Benar apa yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw, Dari Jarir
(bin Abdullah Albajali), Nabi saw berkata kepadanya ketika Haji
Wada^ (haji terakhir dalam hidupnya Nabi saw), “Suruh tenanglah
orang banyak itu (para sahabat disekitar Nabi)!” Kemudian beliau
bersabda, “Janganlah kamu KAFIR kembali sesudahku, dimana sebagian
kamu memenggal leher yang lain” (Sahih Bukhari juz 1 Bab Ilmu)

Disini sangat jelas kekafiran Yazid bin Mu^awiyah disini dengan
melakukan kejahatan yang tak pernah dilakukan oleh orang paling
jahat sekalipun di dunia ini kecuali Yazid dan para pengikutnya
yang telah membunuh dan memenggal kepala Imam Husain beserta
keluarga dan para sahabatnya, dia telah membunuh keluarga suci
pengemban risalah kenabian, keluarga suci tempat turunnya para
malaikat dan keberkahan, keluarga suci Muhammad Saw.

Inilah kejahatan yang tiada tara di alam semesta ini yang tertimpa
kepada keluarga Nabi. Terungkaplah bahwa sebagian sahabat telah
kafir sepeninggal Rasulullah Saw.

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka
balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka
kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar
baginya.” (QS. An-Nisaa: 93)

Bagaimana mungkin umat manusia yang mengetahui hal ini dan
menyaksikannya tidak melaknat perbuatan yang maha dzalim ini dan
melupakannya begitu saja? Melaknat orang-orang yang dzalim adalah
bukan hawa nafsu tetapi ajaran Al-Quran itu sendiri. Sungguh, Nabi
dan keluarganya pun juga melaknatnya.

“Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan
kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia
seluruhnya” (QS. Ali-Imran:88)

Imam Husain telah dijuluki oleh seluruh ulama bahwa beliau adalah
pemimpin para Syuhada (rajanya orang-orang yang mati syahid). Mati
syahid berarti mati dijalan Allah, berarti mati dalam kebenaran
yang nyata demi tegaknya agama Muhammad Saw (bukan karena
perebutan kekuasaan), sehingga dengan sangat jelas bahwa lawannya
adalah berada pada kekafiran yang sangat nyata.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

wiribi Re:IJABI – 2008/01/28 22:45 Salam Habib yang dirahmati Allah.

Mengenai mencela atau mencaci, bukankah Mu^awiyah sendiri telah
mencaci Ahlulbait Nabi? Dia telah mencaci Imam Ali bin Abi Thalib.
Banyak dikalangan ulama Ahlussunnah itu sendiri telah menuliskan
di dalam kitab-kitab besar mereka bahwa Mu^awiyah selalu melakukan
cacian dan makian hingga melaknat Imam Ali di setiap mimbar-mimbar
Shalat Jumat. Layakkah Mu^awiyah dikatakan sahabat atau khalifah
Nabi yang dengan jelas menunjukkan kebenciannya kepada Ahlulbait
Nabi khususnya kepada Imam Ali?

Di antara bukti yang memperjelas kekafiran Mu^awiyah dan
sahabatnya adalah perintahnya terhadap kaum Muslimin untuk
melaknat Ali dan memaksa mereka agar melakukannya dengan ancaman
yang berat. Dia perintahkan orang-orang agar melakukan kemungkaran
tersebut pada setiap khutbah Jumat mereka. Perbuatan Mu^awiyah ini
telah tertulis dengan sangat jelas di dalam banyak kitab sejarah,
baik yang bersumber dari kalangan Syiah sendiri ataupun dari
kitab-kitab besar tarikh dan/atau hadits kalangan Ahlussunnah Wal
Jama^ah.

Mu^awiyah membunuh kaum Mukmin yang berusaha mencegah dan
membangkang peraturan itu seperti Hujr bin Adi dan para
sahabatnya. Seluruh ulama Mazhab Islam telah menetapkan hadits
mutawatir ketika Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa mencaci Ali,
berarti dia telah mencaci diriku dan barang siapa mencaciku,
berarti dia telah mencaci Allah Swt!”

Banyak dari kalangan ulama besar Ahlussunnah seperti Ahmad bin
Hanbal dalam kitabnya Al-Musnad, An-Nasa^i dalam kitabnya
Al-Khasha^is, Al-Tsa^labi dalam tafsirnya, Fakhrurrazi dalam kitab
tafsirnya, Ibnu Abi Al-Hadid dalam Syarh Nahjul Balaghah, Allamah
Al-Kanji Asy-Syafi^i dalam Kifayatut Thalib, Sabath bin Al-Jauzi
dalam Al-Tadzkirah, Syaikh Al-Qundusi Al-Hanafi dalam Yanabi^
AL-Mawaddah, Allamah Al-Hamdani dalam Mawaddatu al-Qurba,
Al-Dailami dalam Firdaus, Syaikh Muslim bin Hajjaj dalam
Shahih-nya (Shahih Muslim), Muhammad bin Thalhah dalam Mathalibu
al-Su^al, Ibnu Shabagh al-Maliki dalam al-Fushul, Al-Hakim dalam
Al-Mustadrak, Al-Khatib al-Khawarizmi dalam Al-Manaqib, Syaikhul
Islam Al-Humawaini dalam Al-Fara^idh, Al-Faqih Asy-Syafi^i Ibnu
Al-Maghazili dalam Al-Manaqib, Thabari dalam Adz-Dzakha^ir, Ibnu
Hajar dalam As-Sawa^iq al-Muhriqah dan lain-lainnya dari para
ulama besar Anda (Ahlussunnah wal Jama^ah).

Hadis yang diriwayatkan oleh mereka sangatlah banyak, di antaranya
sabda Nabi Saw, “Barangsiapa menyakiti Ali, maka dia telah
menyakitiku, dan barangsiapa yang menyakitiku maka laknat Allah
baginya.”

Ibnu Hajar meriwayatkan sebuah hadis yang lebih umum dan lebih
mencakup persoalan di atas, yaitu dalam al-Shawa^iq bab tentang
peringatan bagi orang-orang yang membenci Ali, ia berkata bahwa
Nabi Saw bersabda, “Wahai Bani Abdul Muthalib! Aku memohon kepda
Allah bagi kalian tiga hal; Agar menguatkan kedudukan kalian,
memberikan petunjuk bagi orang yang masih tersesat di antara
kalian, dan mengajarkan orang-orang yang bodoh di antara kalian,
dan aku juga memohon kepada Allah agar kalian menjadi orang-orang
yang mulia dan pengasih. Oleh karena itu apabila ada seseorang
yang menganggap dirinya suci, membasuh kakinya dan sebagian
tubuhnya untuk berwudhu kemudian ia shalat dan berpuasa tetapi dia
membenci Ali dan Ahlulbaitku, dia akan masuk neraka.”

Dalam hadis lain Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa menjelek-jelekkan
Ahlulbaitku maka ia termasuk orang yang murtad kepada Allah dan
keluar dari Islam dan barangsiapa menyakiti Ahlulbaitku maka
laknat Allah kepadanya dan barang siapa menyakitiku di dalam
Ahlulbaitku, maka ia telah menyakiti Allah. Sesungguhnya Allah
mengharamkan surga kepada orang-orang yang menzalimi Ahlulbaitku
atau memerangi mereka, atau membantu atas pembunuhan terhadapnya,
atau orang-orang yang menghinanya.”

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Musnad, dan yang lainnya dari
ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jama^ah, bahwasannya Nabi Saw
bersabda, “Barangsiapa menyakiti Ali, maka pada hari kiamat akan
dibangkitkan dalam keadaan Nasrani atau Yahudi.”

Ibnu Al-Atsir dalam kitabnya Al-Kamil serta yang lainnya dari ahli
sejarah Ahlussunnah bahwa terbukti Mu^awiyah ketika melaksanakan
doa qunut pada shalat Shubuh, ia melaknat Imam Ali, Al-Hasan,
Al-Husain, Ibnu Abbas dan Malik Al-Asytar.

Apa yang Antum katakan setelah disampaikannya hadis-hadis yang
terdapat dalam kitab-kitab ahli hadis dari kalangan Ahlussunnah
itu sendiri, tidak ada seorangpun dari ulama besar Ahlussunnah Wal
Jama^ah yang mengingkarinya.

Seluruh ulama telah mengetahui bahwa diantara masalah pokok dalam
Islam yang telah disepakati adalah barangsiapa melaknat atau
menghina Allah Swt dan Rasul-Nya maka ia adalah orang kafir yang
najis dan terlaknat.

Ada sebuah hadis yang telah diriwayatkan oleh Allamah Al-Kanji
Asy-Syafi^i, seorang ahli fiqih Ahlussunnah di dua tanah suci
Makkah dan Madinah, juga seorang pemberi fatwa Iraq dan ahli hadis
di negri Syam. Hadis ini juga bersumber dari seorang Ahlussunnah
hafizh atau penghafal Al-Quran, Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf
Al-Quraisyi, yang terkenal dengan Allamah Al-Kanji, penulis kitab
Kifayatut Thalib, dinukil dalam bab 10 dengan sanad yang
bersambung kepada Ya^qub bin Ja^far bin Sulaiman, ia berkata, saya
berada bersama bapakku, Abdullah bin Abbas dan Said Ibnu Jabir
yang membawa kami melewati tepian sumur Zamzam. Tiba-tiba ada
sebuah kaum dari penduduk Syam yang mencerca Ali, Abdullah bin
Abbas kemudian berkata kepada Said, ^Kembalilah kepada mereka.^
Dan ketika unta yang mereka tumpangi tiba di tempat mereka
berkumpul, Ibnu Abbas berkata, ^Adakah di antara kalian yang
sedang menghina Allah?^ Mereka berata, ^Mahasuci Allah! Tak
seorang pun di antara kami yang menghina Allah!^ Ibnu Abbas
melanjutkan, ^Adakah di antara kalian yang sedang menghina Nabi
Saw?^ Mereka menjawab, ^Tentu tidak seorang pun dari kami yang
menghina Nabi Saw.^ Ia berkata, ^Siapa di antara kalian yang
menghina Ali bin Abi Thalib?^ Mereka serempak berkata, ^Kalau ini
memang ada.^ Dia berkata, ^Saya bersaksi kepada Nabi Saw bahwa
saya telah mendengar darinya pernah berkata kepada Ali,
^Barangsiapa menghinamu berarti ia telah menghinaku dan
barangsiapa menghinaku ia telah menghina Allah, dan barangsiapa
menghina Allah, ia akan dicampakkan ke dalam api neraka!”

Hadis ini diriwayatkan oleh banyak para ulama besar Ahlussunnah
yang sanadnya bersambung ke Ibnu Abbas. Mereka itu antara lain
adalah Allamah al-hafizh al-Faqih Ibnu al-Maghazili dalam kitabnya
Manaqib al-Imam Ali, dalam hadis no. 447. Dikeluarkan juga oleh
al-Muhibb at-Thabari dalam kitab Riyadh an-Nadhirah, juz 2 melalui
jalan al-Malla dalam kitab sejarahnya. Demikian pula al-Muwafiq
al-Khawarizmi meriwayatkan di dalam kitabnya Manaqib, Allamah
Zarnadi dalam kitab Nuzhum Durur al-Samthain.

Banyak dari kalangan ulama besar Ahlusunah meriwayatkan dari Nabi
Saw, dengan sabdanya, “Barangsiapa mencintai Ali, ia adalah orang
mukmin dan barangsiapa membencinya, ia adalah orang munafik.”
Hadis semacam ini banyak diriwayatkan oleh para ahli hadis besar
dari kalangan Ahlussunnah, seperti Jalaluddin As-Suyuti dalam
Ad-Durr Al-Mantsur, Al-Tsa^labi dalam kitab Tafsir-nya, Allamah
Al-Hamdani dalam Mawaddatu Al-Qurba, Ahmad bin Hanbal dalam
Musnad, Ibnu Hajar dalam Shawa^iq, Al-Khawarizmi dalam Manaqib,
Allamah Ibnu Maghazili dalam Manaqib, Hafizh al-Qunduzi al-Hanafi
dalam Yanabi al-Mawaddah, Ibnu Abi Al-Hadid dalam Syarh Nahjul
Balaghah, Thabrani dalam Aushath, Muhibb Thabari dalam Dzakha^irul
Uqbah, An-Nasa^i dalam Khashais, Allamah Al-Kanji Asy-Syafi^i
dalam kitab Kifayatut Thalib, Muhammad bin Thalhah dalam Mathalibu
al-Su^al, Sabath al-Jauzi dalam Tadzkiratul Khawash, Ibnu
al-Shabagh al-Maliki dalam Fushul Al-Muhimmah, dan lain-lainnya.

Mereka seluruhnya mengeluarkan hadis dengan sanad-sanad mereka dan
dengan jalan yang beragam pula, sehingga kedudukan hadis itu
termasuk dalam kategori hadis Mutawatir, dimana semua telah
bersepakat bahwa orang munafik dan orang kafir yang disebabkan
karena mencaci dan menyakiti Ali bin Abu Thalib, niscaya akan
masuk neraka.

Allah Swt berfirman, Sesungguhnya orang-orang munafik berada di
bagian paling bawah dari api neraka. (QS. An-Nisa: 154)

Disebutkan oleh ulama Ahlussunnah Ibnu Shabagh al-Maliki di dalam
kitab al-Fushul al-Muhimmah yang dinukil dari kitab al-Ali,
karangan Ibnu Khalawiyah dari Abu Sa id Al-Khudri, Nabi Saw
berkata kepada Ali, Kecintaan kepadamu merupakan keimanan. Rasa
benci kepadamu adalah kemunafikan. Orang yang pertama kali masuk
surga adalah orang yang mencintaimu dan orang yang pertama kali
masuk neraka adalah orang yang membencimu.

Diriwayatkan oleh ulama Ahlussunnah al-Hamdani dalam kitabnya
Mawaddah al-Qurba, bab Mawaddah ketiga, juga Syaikh Islam
Ahlussunnah Humawaini dalam kitabnya Fara idus Simthain,
Rasulullah Saw bersabda, Tidak ada orang yang mencintai Ali
kecuali orang mukmin dan tidak ada yang membencinya kecuali orang
kafir. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi Saw
berbicara kepada Ali, Tidak ada yang mencintaimu kecuali orang
mukmin, dan tidak ada yang membencimu kecuali orang munafik.
(Terdapat juga di kitab Nahjul Balagah khutbah ke-22, 148, 172 dan
156. Kitab al-Imamah wa al-Siyasah hal 48, ulama besar Ahlussunnah
Ibnu Qutaibah)

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Thalhah dalam kitabnya Mathalib
al-Sual dan Ibnu Shabagh al-Maliki dalam al-Fushul meriwayatkan
dari Imam at-Turmudzi dan An-Nasa i dari Abu Sa id al-Khudri, ia
berkata, Saya tidak pernah mendapatkan orang munafik pada masa
Rasulullah kecuali mereka yang membenci Imam Ali!

Perang Nahrawan menentang Ali, penipuan Mu^awiyah terhadap Imam
Hasan, cacian Muawiyah di atas mimbar terhadap Ali di
masjid-masjid, perlantikan Yazid, seorang peminum arak, pembunuhan
Imam Husain, anak-anak dan keluarganya serta sahabatnya sebanyak
72 orang, pembunuhan massal di Madinah yang diketuai oleh Muslim
bin Uqbah, panglima Yazid, 80 orang sahabat Nabi yang telah
menyertai Perang Badar dibunuh dalam Perang al-Hurrah. Bukti-bukti
ini juga dapat Antum temui di dalam kitab Ahlussunnah Ibn
Qutaibah, Al-Imamah wal-Siyasah, I, hlm. 216

Begitu jelas Bani Umayyah mencaci Ali di atas mimbar masjid selama
70 tahun, bermula dari Muawiyah, berterusan sehingga pemerintahan
Umar bin Abdul Aziz. Cacian dihentikan selama dua tahun lebih,
kemudian diteruskan semula. Lihatlah dalam kitab Ahlussunnah
As-Suyuti, Tarikh al-Khulafa^, hlm. 243.

Terungkaplah dengan sangat jelas kekafiran dan kemunafiqan
Mu^awiyah yang telah mencaci maki dan melaknat secara
terang-terangan kepada Ahlulbait Nabi. Bukti-bukti telah/akan
terlihat jelas apabila kita benar-benar mengkaji Agama dengan
menyeluruh dengan hati yang bersih dan menghilangkan segala bentuk
fanatisme mazhab.

Habib yang saya cintai, layakkah orang yang akan masuk Neraka
Jahannam itu diberi gelar Khalifah atau sahabat Nabi?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:IJABI – 2008/01/29 03:38 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu
menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
anda keliru memahami ucapan saya, Imam Husein adalah datukku dan
pada tubuh ini mengalir darah Imam Husein ra.

bukan merebut tahta keduniawian sebagaimana tuduhan anda kepada
saya, dan kalimat itu tak ada dalam ucapan saya diatas, cuma anda
mesti berhati hati akan racun syiah yg selalu memandang dari segi
yg buruk daripada segi yg baik pada sahabat Rasul saw.

dan dalam hal ini kebenaran adalah jelas di fihak Imam Husein ra,
namun Yazid terpancing hasutan, yg mengatakan bahwa Imam Husein ra
datang ingin merebut kekuasaannya.dan Yazid telah berbuat dhalim
kepada Imam Husein ra.

namun sebagaimana saya jelaskan bahwa Rasul saw dan seluruh
pembesar ahlulbait tak mengajarkan mencaci muslim.

mengenai hadits riwayat Shahih Bukhari yg anda sampaikan pd
kejadian hujjatul wada, baiknya anda jangan berfatwa buta, lihat
makna hadits tsb, bagaimana asbab wurudnya,

jika semua orang yg memerangi muslim adalah kafir, lalu bagaimana
dengan Imam Ali kw yg juga memerangi orang muslim yaitu
Ummulmukminin Aisyah ra dan sahabat lainnya?,
maka dengan penyampaian anda ini anda telah mengkafirkan imam Ali
kw dan pengikutnya saat saling bunuh di perang Jamal?

silahkan laknat Imam Ali kw karena beliau juga memimpin perang
melawan Istri Rasulullah saw.

tentunya ini pendapat hawa nafsu, cukupkanlah dari mencaci orang
muslim, lihat ucapan ketika Imam Ali mendengar ada dari
pengikutnya yang mencaci maki Muawiyah dan kelompoknya, beliau
marah dan melarang, seraya berkata:
Aku tidak suka kalian menjadi pengumpat (pencaci-maki), tapi
andaikata kalian tunjukkan perbuatan mereka dan kalian sebutkan
keadaan mereka, maka hal yang demikian itu akan lebih diterima
sebagai alasan. Selanjutnya kalian ganti cacian kalian kepada
mereka dengan : Yaa Allah tahanlah pertumpahan darah kami dan
darah mereka, serta damaikanlah kami dengan mereka (Nahjul
Balaghah 323)

Demikian pengarahan Imam Ali kepada pengikutnya dan pecintanya.
Jika mencaci maki Muawiyah dan pengikutnya saja dilarang oleh Imam
Ali, lalu bagaimana dengan orang-orang Syiah sekarang yang mencaci
maki bahkan mengkafirkan Muawiyah dan pengikut-pengikutnya,
layakkah mereka disebut sebagai pengikut Imam Ali kw?

satu pertanyaan saya yg menjawab semua pernyataan anda, adakah
Imam Ali kw mencaci Muawiyah ra, adakah Imam Husein ?, atau Imam
Hasan?, atau Imam Ali Zainal Abidin ra mencaci orang yg membunuh
ayahandanya?, adakah Imam Muhammad Al Baqir?, atau Imam Jakfar
Asshadiq.?,

lalu siapa yg anda ikuti?, bukankah kalian mengaku mencintai
Ahlulbait?

kami ahlussunnah waljamaah mengikuti ajaran Imam Imam ahlulbait,
kalian mengikuti siapa?, atau kalian merasa lebih benar dan lebih
tahu islam dari Imam Ali kw?, atau lebih benar dari Imam Imam
Ahlulbait?

Demikian saudaraku yg kumuliakan, cobalah berfikir dengan Iman,
tidak usah berfatwa dengan hawa nafsu, cukup ikuti perbuatan Imam
Ali kw, ikuti perbuatan Imam Imam Ahlulbait, bagaimana sujud
mereka, akhlak mereka pada teman dan musuh, inilah pengikut
ahlulbait.

semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan
selalu,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=8089

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here