Perkara Zinah – 2009/09/11

Rollando Perkara Zinah – 2009/09/11 14:40 Assalamu^alaikum
Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Habib dan mengangkat
segala penyakit, sehingga dapat senantiasa membimbing para pemuda
agar selalu mewarnai hidup dengan sholawat dan rasa rindu kepada
Allah.
Saya ingin menanyakan sesuatu :
Saya pernah melakukan yang sangat Dosa besar yang mungkin tidak
akan diampuni oleh Allah SWT yaitu, 4 tahun yang lalu saya telah
menodai kesucian bulan ramadhan, saya melakukan perbuatan zinah
dengan wanita yang sekarang menjadi istri saya di bulan suci
Ramadhan.
Apakah mungkin dosa saya dapat diampuni oleh Allah SWT ?
Apakah saya harus dilempari dengan batu sampai mati untuk menebus
dosa saya ?
Adakah cara saya untuk mendapatkan pengampunan dari Allah ?
Apakah Pintu Syurga sudah tertutup untuk saya ?
terus terang sampai dengan saat ini saya masih risau, dan saya
sangat menyesal melakukan perbuatan yang demikian itu, mohon Habib
jawab dengan sejujur-jujurnya,
terima kasih.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Perkara Zinah – 2009/09/12 11:45 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur^an, Cahaya Keagungan
Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga
selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tidak, dosa anda pasti diampuni Allah swt dengan kesucian dan
kesungguhan tobat anda, tidak ada hukum rajam untuk keadaan ummat
seperti ini, hukum rajam diadakan jika sudah khilafah islamiyah,
tidak ada hambar/film/cerita pornografi di wilayah muslimin,
pergaulan bebas pria dan wanita dibatasi, tidak ada sekolah yg
bercampur pria dan wanita, demikian di tempat lainnya, masyarakat
damai dg iman dan kemakmuran, orang miskin sudah ditangani Baitul
Maal dan disubsidi dg baik, dalam keadaan itu jika masih ada yg
berbuat zina maka ia mesti dihukum. karena menodai masyarakat yg
suci.

namun keadaan seperti sekarang ini Allah swt Maha Memahami keadaan
daripada kita, kerusakan ummat, kemiskinan, kerusakan akidah,
pemurtadan, bencana, kezaliman penguasa dan konglomerat, kurangnya
ulama, kehancuran media, maka dalam keadaan seperti ini hukum
rajam tidak bisa diberlakukan.

Allah swt pasti mengampuni anda, jika taubat anda suci dan sungguh
sungguh.

mengenai penghapusan dosa, telah ada firman Allah swt : “Katakan
pada hamba hamba Ku yg telah melampaui batas dalam mendholimi
dirinya, jangan putus asa dari kasih sayang Allah, sungguh Allah
menghapus semua dosa” (QS Azzunar 53).

lalu firman Allah swt dalam hadits Qudsiy : “Wahai keturunan Adam,
sungguh ketika kau menyeruku dan berharap padaku, kuhapus dosa
kalian dan tidak lagi kupertanyakan, wahai keturunan Adam, jika
kau datang dengan dosa mencapai langit, lalu kau bertobat dan
meminta ampun pada Ku, kuampuni engkau dan tak kupertanyakan lagi”
(HR Ahmad).

maka jelas sudah dosa terhapus dengan taubat kita pada Allah.

mengenai neraka dan siksa kubur, itu adalah pendosa yg belum
sempat tobat saat wafatnya.

dosa yg tersisa itulah yg mesti ia tebus, atau dosa pada manusia,
atau dosa pada makhluk lainnnya, itu yg mesti dibayar dengan amal
pahalanya, jika amal pahalanya kurang, maka tebus dengan neraka,
jika amal pahalanya banyak, maka selesailah urusannya dari neraka.

jika ia mencintai Allah dan Rasul, banyak beramal, lalu pahalanya
sudah habis diporoti oleh para penuntut.. maka Allah tetap
membelanya, dan ia tak akan masuk neraka.

sebagaimana ketika seorang hamba yg mencintai Allah dimasa
hidupnya, merindukan Allah, mencintai Rasul, maka saat ia
ditimbang dan disidang, terlihat amal amal pahalanya bagai gunung
gunung cahaya banyaknya, namun ia pernah berdosa pada fulan, fulan
dan fulan, pahalanya dipreteli sampai habis…
pahalanya habis, masih tersisa perbuatan dholim yg tak bisa ia
tebus pada seseorang yg pernah ia dholimi, maka ia harus menerima
kebalikannya, yaitu dosa dosa orang itu dipindahkan padanya
sebesar kedholimannya pada orang itu..,

maka Allah melihat kejadian itu bahwa hamba Nya ini akan diusung
ke neraka karena orang yg ia dholimi tak mau memaafkannya, maka
Allah swt berkata pada orang itu : “wahai hamba Ku, kau tak mau
memaafkan hamba Ku ini?” orang itu menjawab : tidak wahai Allah,
karena aku pun banyak dosa, kalau aku tidak menumpukkan dosaku
padanya atas kedholimannya maka aku semakin berat di neraka,
dengan kutumpukkan dosaku padanya pun aku masih harus masuk neraka
karena dosakupun banyak..

maka Allah berkata : “Lihatlah keatasmu”, maka orang itu melihat
keatas.., ia melihat istana cahaya yg demikian indah dan megah…,
ia berkata dg gemetar : “untuk siapa istana indah ini wahai
Allah…??,
Allah menjawab : “untukmu asalkan kau mau memaafkan hamba Ku yg
mencintai Ku ini..!, aku ingin membayar kedholimannya dengan
istana ini..”

maka berkata orang itu : Kumaafkan Demi Allah..!!.

begitulah sayangnya Allah dan pembelaan Nya kepada hamba Nya yg
mencintai dan merindukan Allah..

sebagaimana riwayat shahih bahwa Rasul saw melihat seorang anak
didalam peperangan yg terpisah dari ibunya, maka Rasul saw
mengangkat anak itu dan berkata : “adakah anak ini mempunyai
ibu…??”, maka seorang wanita keluar dari sebuah kemah dan
menjerit sambil menangis gembira berlari seraya berkata : anakku..
anakku.., maka ia memeluk bayinya,
Lalu para sahabat menangis melihat kejadian itu, maka Rasul saw
bertanya : kenapa kalian menangis..?, maka para sahabat menjawab :
kami haru dengan kasih sayang ibu itu pada anaknya,
lalu Rasul saw bertanya : kalau bayi itu dilemparkan di api apakah
ibunya akan diam?, maka para sahabat berkata : “tidak demi
Allah..!”
maka Rasul saw bersabda : Allah menyayangi kalian lebih dari ibu
itu pada anaknya!.

jelas sudah mereka yg mencintai dan merindukan Allah itu akan
selalu dijaga oleh Allah dari siksa Nya, apalagi api neraka, walau
sudah kehabisan pahala pun masih Allah bela ia agar tetap tidak
masuk neraka, walau dituntut oleh orang yg ia dholimipun Allah
malah membayar pengampunan untuk orang itu dan sorga, asal hamba
Nya ini dimaafkan dan bisa masuk sorga

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=23972

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!