ulilalbab Mukasyafah dan Musyahadah – 2009/11/18 07:55 Assalamu^alaikum wr
wb
Guruku Habib Munzir yg di Rahmati Allah,hamba mau bertanya
mengenai:
1.Di dlm Al Quran,Allah menyatakan dirinya dg kata “Kami”.Mksdnya
bgmn bib?
2.Apakah yg dimaksud mukasyafah dan musyahadah?Apakah benar
seseorang bisa melakukan keduanya?
Demikian saja yg sy tanyakan bib,sblmnya terima kasih atas
jwbannya.
Wassalmu^alaikum wr wb.
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
munzir Re:Mukasyafah dan Musyahadah – 2009/11/19 10:21 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,
kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. mengenai kalimat ANA dan NAHNU memang berbeda makna, dengan
makna Jamak dan Tunggal, namun tidak dapat merubah kaidah ke Maha
Tunggalan Allah swt, maka kalimat : Kami (nahnu), bukan sesekali
bermakna sekutu, karena pada dasarnya tidak satu kata yg ada dalam
bahasa apapun yg mampu mengkiaskan Keagungan Nya, maka dalam
Alqur;an Allah swt banyak memakai dhomir (kata subjek) yg berbeda,
terkadang : Aku, terkadang : kami, terkadang : Dia.
dalam mengenal Alquran kita butuh ayat ayat pendukung lainnya dan
hadits untuk menafsirkan maknanya, karena kesemuanya saling
terikat bagai rantai yg saling mendukung satu sama lain, kalimat
NAHNU dalam ayat2 Alquran, sesekali tak bisa dimaknakan bahwa
Allah itu bersekutu, sebagaimana banyak lagi ayat ayat lain yg
justru maknanya adalah sebaliknya, misalnya Allah berfirman :
SUNGGUH ALLAH TIDAK MALU MENGAMBIL SEBUAH PERMISALAN DARI SEEKOR
NYAMUK DAN YG DIATASNYA
Bila anda membaca kalimat diatas, bila kita tela^ah bahwa Allah
swt tidak malu memberikan permisalan dari seekor nyamuk dan yg
lebih kecil dari nyamuk, namun Allah swt mengatakan DIATAS, yg
secara makna bahasa bahwa yg diatas nyamuk adalah yg lebih besar
dari nyamuk, namun makna yg tertera dalam ayat ini adalah yg
dibawah nyamuk, yaitu yg lebih kecil dari nyamuk.
Nah.. kalimat DIATAS dalam ayat ini bermakna DIBAWAH.
Demikian pula pada kalimat NAHNU tak mungkin kita mengambil makna
dengan segi bahasa saja, namun dengan penafsiran dan asbabnya.
dan kalimat Nahnu dalam bahasa Arab juga bisa dimaknakan untuk
pengagungan, .
hal itu lebih didekatkan pada Aku dan Kekuatanku dari para makhluk
Ku yg juga milik Ku. sebab bila yg dimaksud Allah dan makhluk Nya
berpadu dalam kalimat NAHNU maka mereka ikut berfirman pula,
sedangkan NAHNU disana adalah firman Allah swt Yang Maha Tunggal.
2. mengenai Mukasyafah adalah terbukanya tabir rahasia antara
sesama makhluk, yaitu orang yg beriman dan shalih, ada yg Allah
swt beri kemuliaan mengetahui kejadian yg akan terjadi, atau isi
hati seseorang, atau nasib seseorang, namun tidak secara
keseluruhannya, dan hal ini teriwayatkan pada banyak riwayat
shahih.
mengenai Musyahadah adalah terbukanya rahasia antara Makhluk dg
Penciptanya. yaitu makna dari sabda Rasulullah saw : Al ihsan
adalah engkau beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tak
bisa melihat Nya maka kau meyakini bahwa Dia Melihatmu.
Musyahadah adalah kesempurnaan derajat Al ihsan ini, hingga ia
merasa selalu dilihat dan melihat Allah swt.
ia melihat makhluk maka yg hadir dibenaknya adalah ini semua milik
Allah swt dan ini semua adalah isyarat Allah swt akan keberadaan
Nya swt.
maka ia tidak lagi bersama bersama makhluk, ia merasa selalu
bersama Allah swt walau keberadaannya bersama makhluk.
ungkapan Syeikh Ahmad Al Alawiy rahimahullah : Mereka melihat kami
duduk bersama mereka, padahal itu bukan kami, ruh ruh kami berada
dipuncak puncak tertinggi.
maksudnya jiwa kami tidak bersama makhluk, tapi bersama Allah swt.
sehingga diungkapkan oleh seorang ulama salaf, khusyu ku bersama
Allah swt adalah setiap waktu, dan saat aku shalat dan saat aku
berjimak dg istriku jiwaku tetap sama khusyu nya pada Allah swt.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a^lam
Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah
Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓
sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24598