| Atika | Bulu Kucing, najiskah??? – 2007/10/25 22:15 Sebelumnya ane mo ngucapin selamat Datang Kembali kepada Habib Munzir ke tanah Air…Semoga habib selalu dalam keadaan Sehat wal afiat,,,sehingga Habib selalu diberikan Allah kemudahan untuk menjalan kan Dakwah nya Rosulullah SAW…. Bib, ane mo tanya mengenai Bulu Kucing yang menempel pada tempat Shalat ( baik Sajadah, Jubah, baju, mukena ,dll) apakah membuat shalat kita tidak SAH? Syukron Katsiron ya Habib… Wassalamualaikum,,, |
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya |
| munzir | Re:Bulu Kucing, najiskah??? – 2007/10/30 01:28 Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda Saudariku yg kumuliakan, Bulu Kucing yg sudah berserakan/terlepas dari tubuhnya hukumnya Najis, namun dimaafkan jika sedikit, maka jika anda suka pada kucing baiknya tempat tempat shalat terjaga dari sentuhan kucing, misalnya sajadah, mukena, dll, atau jika pun tidak maka dapat dibersihkan sesaat saat akan dipakai. Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, Wallahu a’lam
| |||||
| | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya | ||||||
| munzir | Re:Bulu Kucing, najiskah??? – 2007/11/01 16:05 Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda, Saudariku yg kumuliakan, jika sedang shalat anda melihat ada bertebaran banyak bulu kucing maka singkirkanlah atau keluarlah dari shalat untuk membersihkannya, pendapat terkuat adalah meng Qadha semua shalat yg diyakini tempat shalatnya terdapat bulu2 tsb, namun jika tidak yakin maka dimaafkan, namun ada pendapat bahwa hal yg lalu telah dimaafkan jika tidak tahu, saudariku, saya juga menyukai kucing, namun anda berusahalah agar alat alat shalat seperti sejadah, mukena, tidak ditiduri kucing, dan jagalah setiap akan shalat untuk membersihkannya, itu saja, mudah saja kok, dan hewan ini juga disayang oleh Nabi saw dan para sahabat, sebenarnya yg bermasalah bukanlah kucingnya, namun semua yg terpisah dari tubuh hewan yg bukan hewan yg halal dimakan, hukumnya najis. Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, Wallahu a’lam
| |||||