firdhaus Mandi Wiladah? – 2008/09/24 22:06 Assalamu^alaikum guruku yang
mulia

Semoga berkat kemuliaan malam lailatul qadar, Allah akan
menyembuhkan penyakit yang habib tanggung selama ini dengan diberi
kesihatan dan kekuatan bagi meneruskan penyampaian dakwah Majelis
Rasulullah. Amin.

1) Habibku yang mulia, saya baru-baru ini mendapat satu emel dari
seorang sahabat mengenai “mandi wiladah”. Pertama kali saya
mendengarnya. Mandi wiladah katanya adalah khusus untuk ibu yang
baru lepas bersalin dan wajib untuk mandi wiladah selepas
bersalinkan anak walaupun darah nifas masih belum berhenti.
Katanya lagi, seandainya selepas bersalin si ibu itu tadi belum
mandi wiladah, solat dan puasanya tidak akan diterima oleh Allah.
Adakah itu benar ya habib? Wujudkah mandi wiladah itu? Andainya
wujud, boleh habib terangkan apakah itu “mandi wiladah”? Supaya
kaum muslimin semua tahu akan tanggungjawabnya tentang hukum-hukum
fiqah atas isterinya nanti.

2) Selepas itu habib, saya yang jahil ini ingin tahu, apa
pentingnya ijazah dari seorang guru kepada muridnya?

Sekian soalan saya buat masa ini. Jasa baik tuan habib, hanya
Allah sahaja yang dapat membalas.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Mandi Wiladah? – 2008/09/25 14:22 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kemuliaan Ramadhan,kesucian Rahmat, pengampunan, pembebasan dari
neraka dan Cahaya Lailatulqadar semoga menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mandi wiladah yg dimaksud adalah mandi suci dari nifas, dan memang
shalat dan puasanya tidak sah sebelum ia mandi suci dari nifas,
dan tak ada kewajiban mandi bagi wanita melahirkan sebelum suci
nifasnya.

mengenai ijazah, telah sering saya jawab dan akan ditampilkan oleh
admin III

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminIII Re:Mandi Wiladah? – 2008/09/25 22:22 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana mengenai makna
Ijazah yang sudah ada di forum :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari
anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
hampir semua doa tak perlu Ijazah, karena doa adalah meminta pada
Allah, Ijazah diperlukan adalah guna izin saja, dari guru kepada
kita bahwa kita boleh mengamalkannya, misalnya murid ini ingin
mengamalkan dzikir shalawat sebanyak 5 ribu kali setiap hari, maka
gurunya akan melihat, wah.. dia ini (misalnya) siang hari sibuk
bekerja, dan malam hari selalu begadang duduk dengan teman
temannya dalam hal yg tak berarti, maka baiknya ia membaca dzikir
itu dimalam hari, maka gurunya mengizinkannya membaca itu tapi di
malam hari,

guru lebih tahu mana dzikir yg pantas cocok diamalkan mana yg
tidak,

disamping itu Ijazah adalah juga menyambung sanad guru, yaitu
hubungan ruh antara sipembaca dengan yg membuat dzikir itu, nah..
misalnya saya sudah punya ijazah suatu dzikir, maka saya sudah
mempunyai hubungan ruh dengan pemilik doa tsb walaupun belum
pernah bertemu,

misalnya anda mempunyai Guru kyai fulan, guru anda membuat sebuah
doa yg sangat mulia, saya ingin mengamalkannya, ya boleh saja,
namun bukankah baiknya saya izin padanya, jika tidak / ia telah
wafat, maka saya izin dari anda, karena anda muridnya, anda lebih
tahu apakah doa itu dan kemuliaannya, maka anda mengijazahkannya
(mengizinkannyaa) pada saya,

demikian ijazah dari para Imam Imam terdahulu diijazahkan pada
muridnya demikinan berkesinambungan hingga kini,

kembali ke masalah saya ingin membaca doa yg dibuat guru anda,
tentunya boleh saja karena doa itu telah dicetak bebas misalnya,
namun tentunya lebih sempurna jika saya sudah mendapat izin dari
beliau atau muridnya yg telah mengamalkan doa itu,

sebagian besar doa adalah dari Rasul saw maka tak perlu ijazah
apa2.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=9&id=17322&lang=id#17322

Wassalam,
AdminIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18383

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here