JANJIMU UNTUK SURGAKU –

0

atthoyar JANJIMU UNTUK SURGAKU – 2007/07/22 01:26 Janji Bertemu di Surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari
Raja^ bin Amr An-Nakha^i, ia berkata: ^^Adalah di Kufah terdapat
pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia
mampir berkunjung ke kampung dari Bani Na-Nakha^. Dia melihat
seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan
kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga
padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus
seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan
bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian,
cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar.

Si wanita -akhirnya- mengirim pesan lewat seorang untuk si pemuda,
bunyinya, ^Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan
betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku
akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk
datang menemuiku di rumahku^. Dijawab oleh pemuda tadi melalui
orang suruhannya, ^Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu:

^^Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada
Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.^^
(Yunus: 15)

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak
pernah padam kobarannya.^

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata:
^^Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi
Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada
Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.^^
Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan
perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan
diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta
dan rindu kepada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus
menahan perasaan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia
karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya,
dia menangis dan mendo^akannya. Suatu waktu dia tertidur di atas
kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan
penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya:
^^Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah
meninggal?^^

Dia menjawab: ^^Sebaik-baik cinta – wahai orang yang bertanya –
adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat menggiring menuju
kebaikan^^.

Pemuda itu bertanya: ^^Jika demikian, kemanakah kau menuju?^^

Dia jawab: ^^Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan
yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan
tidak akan pernah rusak.^^

Pemuda itu berkata: ^^Aku harap kau selalu ingat padaku di sana,
sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.^^ Dia jawab: ^^Demi
Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku minta kepada Tuhanku
dan Tuhanmu (Allah subhanahu wa ta^ala) agar kita nanti bisa
dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu
dalam ibadah.^^

Si Pemuda bertanya: ^^Kapan aku bisa melihatmu?^^ Jawab si wanita:
^^Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.^^ Tujuh hari setelah
mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju
kehadirat-Nya, meninggal dunia.

Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi^in,
Orang-orang Dulu dan Sekarang, Syaikh Ibrahim bin Abdullah
Al-Hazimi, Darul Haq

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5731

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted