tata cara sholat yang

0

pramanda tata cara sholat yang khusyu – 2008/09/10 17:59 Assalamuallaikum
wr.wb
Alhamdulilah yang tak terhingga membaca bahwa habib sudah
sembuh,kecintaan saya kepada habib munzir sangat dalam ingin
rasanya bertemu dan bertatap langsung dengan habib tapi semua
hanya angan -angan aja lewat mimpi aja ketemu habib sudah syukur
alhamdulillah luar biasa apalagi bertemu langsung dengan habib
subhanallah.karena jarak dan materi.syukur alhamdulillah bisa
nongol di forum ini jadi bisa lebih dekat dengan habib munzir yang
kucinta.sebelumnya ada yang hamba yg banyak dosa ini ingin
bertanya kepada habib munzir dan maaf bila saya yang berdosa ini
bertanya langsung kepada habib.
1. apakah menikah siri itu di larang tanpa mengikut sertakan wali
dari pihak orang tua si nisa tersebut dan mengambil wali orang
lain. dikarenakan menikah siri karena takut dosa dan belum
mempunyai materi yang cukup.apakah ada larangan dari rasulullah
saw mengenai hal ini.dan hukumnya bagaimana ya habib.
2. mengenai sholat sebagai tiangnya agama.bagaimana melaksanakan
sholat yang khusyuk dan gerakan dan bacaan sah nya sholat.karena
pernah saya menanyakan hal ini kepada seorang ustad tetapi yang
bersangkutan tidak mau meberikan contohnya kepada saya dan malah
saya di tertawakan dan di ejek tapi saya menaggapinya dengan
sabar.karena pernah saya mendengar bahwa rasullullah saw pernah
berkata kepada sayidinna ali kalau ia sayidina ali tidak melakukan
sholatnya dengan khusyuk apakah hal ini benar rasullullah
sawmengatakan kepada sayidina ali sebagai seorang sahabat dan yang
dekat dengan nabi.bagaimana dengan saya yang banyak berdosa ini
mengenai sholat saya. mohon penjelasan habib.
3. kapan ya habib munzir muncul disuatu televisi dan tersiar ke
seluruh indonesia setiap harinya mengisi hati yang selalu haus dan
lapar akan ajaran rasulullah saw dan akan nasehat- nasehat dari
habib munzir yang aku cinta.
Mohon maaf sekiranya ada slah atau tulisan saya ini yg kurang
sopan kepada habib saya mohon maaf minta ridhonya dan maafnya
habib dunia akhirat mohon di maafkan.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:tata cara sholat yang khusyu – 2008/09/12 04:48 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
semoga Allah swt melimpahkan cahaya kedekatan pada anda dan semoga
ruh kita selalu didekatkan bersama keridhoan Allah dan Rasul,
dunia dan akhirat.

insya Allah pertanyaan 1 dan 2 admin III yg akan menampilkannya,

Insya Allah program televisi akan kita galang pasca ramadhan,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminIII Re:tata cara sholat yang khusyu – 2008/09/12 05:47 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada
di forum :

alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kedermawanan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dengan
kesejahteraan

saudaraku yg kumuliakan,
nikah sirri adalah sama saja dengan nikah lainnya, cuma bedanya
nikah sirri tidak pakai pesta, yaitu pesat pernikahannya ditunda
atau tidak sama sekali, ini yg dimaksud nikah sirri.

mengenai nikah diluar jarak 82km dari wali sang wanita tanpa
sepengetahuan wali sang wanita adalah sah menurut madzhab syafii
jika dinikahkan oleh Hakim/ Qadhiy di wilayah tersebut.. kenapa?,
karena dirisaukan wanita ini akan terganggu dan tidak aman atas
dirinya karena tak ada walinya yg melindunginya, maka ia boleh
minta pada hakim tuk menikahkannya dg seorang pria, jika mereka
kembali kepada walinya dan walinya setuju, sunnah nikah ulang
untuk sekedar sunnah saja, namun jika wali tidak setuju maka
nikahnya tetap sah.

namun hal ini tidak terlepas dari masalah durhaka pada orang tua,
karena syariah membahasnya dalam bab yg berbeda, dalam nikahnya
disahkan oleh syariah, namun ia terancam durhaka pada ayah ibunya
dan terjebaklah ia pada kemurkaan Allah swt

sebagaimana miisalnya orang berpuasa tapi tidak shalat, maka
tentunya puasa ramadhannya tidak batal karena ia tidak shalat,
demikian dalam syariah, namun ia berbenturan dengan kemurkaan
Allah swt dan dosa yg tak bisa diselamatkan oleh puasanya itu.

mengenai pendapat dalam madzhab hanafi memang ada pendapat
demikian namun tentunya dalam masing masing madzhab ada ketentuan
dan syarat yg berbeda, dan tak bisa kita bertaqlid kepada madzhab
hanafi dalam bab nikah saja, karena bab nikah terkait dengan bab
taharah (wudhu dan mandi besar) yg berbeda pula antara madzhab
syafii dengan hanafi

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=9&id=14930&lang=id#14930

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
Selamat datang di ajang para pecinta Rasulullah saw didunia maya..
1. Khusyuk adalah suatu kemuliaan yg ada awalnya namun tiada
pernah ada akhirnya, dan awal dari khusyuk adalah konsentrasi pada
Allah swt atau apa apa yg mengingatkan kita pada Allah, apakah
neraka, sorga, kematian, kemuliaan alam, atau apa saja dafri
lintasan pemikiran yg mengarah pada Allah semata

lalu tingkatan khusyuk yg lebih tinggi adalah konsentrasi pada
makna apa apa yg kita ucapkan dalam bacaan shalat itu, dan
tingkatan lebih tinggi lagi adalah tenggelam dalam makna makna itu
dengan melupakan seluruh pemikiran yg lainnya,

lalu tingkat selanjutnya adalah sirnanya seluruh nama, seluruh
pemikiran, seluruh warna dan bentuk, seluruh keinginan, kesedihan
dan kegembiraan dan semua keduniawian, yg ada hanyalah hamba yg
sedang berhadapan dengan Pencipta Nya swt, ia merasa tak ada alam
semesta, hanya berdua dg Allah semata, dan lalu tingkatan khusyuk
makin meningkat dan meningkat..

2. sebagian ulama berpendapat demikian, namun bukan mustahil orang
menemukan khusyuknya ditengah atau di akhir shalat,

3. salah satu caranya adalah dimulai dengan saat berwudhu, jangan
berbicara dg siapapun saat berwudhu, tenanglah saat berwudhu,
hadirkan hati anda untuk menyucikan jiwa dan raga dg mutiara dan
berlian yg diciptakan Allah untuk bersuci yaitu air,

dan adapula teriwayatkan doa doa dalam berwudhu, bila tidak hafal
maka usahakanlah hati terus berdoa dalam wudhu, terus bermunajat,
mensucikan nama Allah dan memuji Allah dg berbagai kenikmatan,
lalu berdoalah lagi selepas wudhu, lalu masuklah dalam shalat dan
usahakan jangan bercanda, jangan berbicara dg siapapun kecuali
seperlunya saja, dan bila ada pakailah siwak, asesoris shalat
lainnya, minyak wangi bila ada, sajadah, dan hal hal yg bersifat
religius lainnya yg menambah kekhsuyuan dan konsentrasi kita, lalu
mulailah shalat, dengan menafikan dan melupakan segala pemikiran,
runtuhkan semua nama dan pemikiran, tinggalkan semuanya, sisakan
Nama Nya yg Maha Tunggal..

ingatlah anda akan terbujur kaku, diusung dan dishalatkan dg
berkafan putih semata, dan ditanamkan di kuburan dan ditimbun
sendiri, bayangkan tubuh anda diusung oleh teman teman dan
keluarga yg menangisi anda untuk diantar kepemakaman, tanah yg
basah dan ditinggalkan sendiri maka bertakbiratul ihram lah..
mulailah shalat, anda akan menemukan kemudahan untuk terus asyik
berduaan dg Allah swt, teruslah asyik dalam rukuk dan sujud,
ingatlah bahwa nanti pun anda akan berduaan dengan Nya swt saja,
tanpa ditemani seluruh kekasih ataupun musuh, jadikanlah Dia swt
sebagai kekasih..

nah.. umumnya kemuliaan khusyuk dicapai dg yg demikian ini..

4. Rizki adalah milik Nya, maka mintalah pada pemilik Nya,
sebagaimana banyak para sahabat yg didoakan oleh nabi saw untuk
diluaskan rizkinya, sebagaimana doa nabi saw untuk anas bin malik
ra diantaranya : Wahai Allah perbanyaklah hartanya, ..dst..dst..
(Shahih Bukhari),

bahkan Nabi sulaiman meminta kekuasaan pada Allah swt : “Wahai
Allah, Ampunilah aku, dan Berilah aku kekuasaan dan kerajaan yg
tak akan kau berikan pada orang sesudahku” (QS Shaad 35).

maka meminya harta, kekuasaan, dan semua keduniawian merupakan hal
yg boleh saja dan mendapat pahala, kecuali yg diminta adalah hal
hal yg membawa kemurkaan,

sedangkan kekuasaan, harta, hal itu bisa saja membawa kemuliaan
dan keridhoan Allah swt.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt
selalu,

Wallahu a lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=9&id=5113&lang=id#5113

Wassalam,
AdminIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18037

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments