Sholat dalam perjalanan –

Forum Majelis Rasulullah

HrLutfi Sholat dalam perjalanan – 2008/10/14 05:00 Assalamu^alaikum wr wb

semoga Allah selalu merahmati habib

Habib,
Apakah setiap sholat musafir wajib di qodho?
Bagaimana sebenarnya cara sholatnya?Apakah harus menghadap kiblat?
Bagaimana jika di kereta, pesawat, mobil?

Waktu saya kuliah dulu, jika saya dalam perjalanan pulang ke
madura denga kereta, Saya selalu mengerjakan sholat magrib, isya,
dan subuh di kereta? dan saya sholat dengan duduk dengan
mengahadap se arah denga jalannya kereta?
Apakah salat saya sah?
Apakah saya harus meng qodha sekarang, jika memang wajib di qodho?
Padahal banyak sekali 🙁

Mohon penjelasannya

Jazakumullah

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminIII Re:Sholat dalam perjalanan – 2008/10/14 05:25 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada
di forum :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Musafir adalah orang yg mengadakan perjalanan,

1. tamasya dan atau semua perjalanan kita yg bukan niat maksiat
atau niat berbuat hal yg makruh, maka boleh melakukan jamak, dg
syarat sudah keluar dari batas kota/wilayahnya.

2. Qashar adalah untuk musafir yg perjalanannya melebihi 82km
dan anda boleh mukim disuatu wilayah untuk singgah dan terus
diperbolehkan jamak dan atau qashar selama 4 hari selain hari
datang dan hari pulang (total 6 hari).

misalnya anda di Jakarta dan musafir ke Bandung, maka anda masih
terus boleh jamak dan qashar selama 6 hari, selebih itu sudah
tidak diperbolehkan lagi jamak dan atau qashar dalam pendapat yg
mu^tamad pada madzhab syafii.

masalah :
jika anda sampai di bandung dan berniat duduk lebih dari 6 hari
misalnya, maka sejak anda masuk kota bandung maka anda sudah tak
boleh lagi jamak (dari hari pertama masuk bandung).

sebaliknya jika anda masuk bandung berniat duduk 2 hari saja
misalnya atau 4 hari atau kurang dari 4 hari, lalu terjadi
perubahan rencana, maka anda membatalkan pulang dan menundanya
lagi, maka anda boleh terus jamak, batasnya hingga 6 bulan, selama
tak berniat duduk di kota tsb lebih dari 6 hari.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=9433&lang=id#9433

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi
hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
anda melakukan shalat sambil duduk ditempat, kemudian meng Qadha
nya jika telah selesai safar, tak dibenarkan meninggalkan shalat
kecuali jika di Jamak,
jika anda sering bepergian maka usahakan bawa kompas, jika di
pesawat dan di kereta api atau di kapal laut bisa kita lakukan
shalat jika memungkinkan, dengan menghadap kiblat karena arahnya
jarang berubah, namun jika tak memungkinkan pun maka shalat duduk
dan meng Qadha nya kemudian,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam
berikut linknya:
Itemid=&func=view&catid=8&id=10352&lang=id#10352

Wassalam,
AdminIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

HrLutfi Re:Sholat dalam perjalanan – 2009/08/14 03:37 Assalamu^alaikum wr
wb

Terima kasih atas jawaban admin MR
Namun saya masih belum puas dan lega , karena sholat kan wajib
dikerkjakan dalam keadaan apapun dan merupakan ibadah yang utama
Apakah saya harus meng-qodho semua sholat yang saya kerjakan di
kereta waktu yang dulu ?
Mohon habib beri penjelasan, karena saya masih belum tenang bib

Jazakumullah khoiron katsiro

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sholat dalam perjalanan – 2009/08/14 04:52 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
betul, qadha kesemuanya, namun semampunya, anda tak perlu risau
karena shalat fardhu yg diqadha boleh dipadu niatnya dg shalat
sunnah, misalmnya anda shalat qabliyah subuh 2 rakaat, maka
padukan niatnya dg qadha subuh yg lalu lalu,

anda shalat witir di ramadhan nanti atau pada malam malam lainnya
sebanyak 3 rakaat, padukan niatnya dg qadha shalat magrib,

anda mungkin melakukan qabliyah dhuhur 4 rakaat, atau ba;diyah
atau qabliyah asar atau shalat dhuha yg jumlahnya 4 rakaat, maka
padukan dg qadha shalat fardhu yg berjumlah 4 rakaat.

dan berbuatlah semampunya, Allah tidak memaksa lebih dari
kemampuan kita

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18818

0 0 votes
Article Rating
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments