Seputar Hadits dan hukum

abiesuman Seputar Hadits dan hukum kaffarat – 2009/10/15 13:44
Assalamualaikum wa rahmatullah wabarakaatuh..

Ya habibana, saya ingin bertanya pada habib mengenai :

1. Jika ada seorang muslim yang mencari rezeki dengan cara yang
haram, maka apa-apa yang ia peroleh menjadi tertolak dimata
Allah.. Selama hidupnya ia menafkahkan anak dan istrinya dengan
uang haram tersebut. Namun pada akhirnya ia bertaubat dan
meninggalkan pekerjaannya yang haran itu. Pertanyaan saya,
bagaimana dengan segala hal yang telah ia gunakan uang haram
tersebut sebelumnya? Apakah menjadi halal? Apakah Allah
memaafkannya? Rumah, kendaraan, makanan dan pakaian istri dan
anak-anaknya, yang sebelumnya ia belanjakan dengan harta yang
haram.. Apakah tetap haram? Lalu bagaimana pertimbangannya di
akhirat kelak?

2. Apakah hukum merokok sama dengan hukum bunuh diri?

3. Bagaimana pandangan habib mengenai perbedaan-perbedaan para
imam besar dalam hal akidah dan tauhid?
Seperti Imam Ghazali yang ditentang Ibnu Rusyd, Ibnu taimiyyah
yang menolak paham Asy^ariyah dan maturudiyah? Mengapa ulama
setingkat mereka pun ternyata memahami agama ini dengan berbeda?

4. Bagaimana pandangan habib mengenai Syah Waliullah?

5. JIka seseorang bertaubat dari suatu kebiasaan bermaksiat, namun
masih mengerjakan kemaksiatan yang lain (yang lebih ringan
dosanya), bagaimanakah status taubatnya?

6. Para muhadditsin berbeda dalam hal jarh wa at ta^dil mengenai
perawi-perawi hadits. Lalu bagaimana menentukan keyakinan dalam
menerima hadits hadits yang disatu sisi dikuatkan, namun ada yang
melemahkan?

7. Apakah taubat menghapus hukum had / kaffarat? Misalnya seorang
mukallaf melanggar sumpahnya, setelah itu ia bertaubat dengan
ikhlas dan bersungguh-sungguh. Apakah ia tetap terkena kewajiban
kaffarat? Atau misalnya seorang muslim yang dulunya jahil pernah
berjima^ siang hari dibulan ramadhan, lalu kemudian ia menyadari
kesalahannya dan bertaubat. Apakah kewajiban kaffaratnya tetap
berlaku?

Semoga habib berkenan menjawab pertanyaan2 saya yang fakir ini..
Terima kasih

Assalamualaikum wa rahmatullah wabarakaatuh..

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Seputar Hadits dan hukum kaffarat – 2009/10/17 12:16
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. taubat bukan hanya menghapus dosa, tapi mensucikan tubuh dan
harta, sebagaimana (maaf) orang orang yg dari kecilnya makan babi,
lalu setelah ia masuk islam atau tobat (maaf) bukankah tubuhnya
itu penuh dg zat babi?, namun Subhanallah.. Allah membuatnya suci
dg tobatnya, demikian pula orang yg bertobat dari usaha haram,
namun disunnahkan ia memperbanyak sedekah untuk lebih menyucikan
dirinya dan keluarganya.

2. tidak sdrku, karena rokok tidak membunuh, namun menimbulkan
penyakit yg bisa mematikan, hal itu bukan pada rokok saja, juga
minuman keras, ia lebih merusak tubuh, namun tidak dihukumi bunuh
diri,
rokok tidak diharamkan sebelumnya, karena belum diketahui efek
buruknya, namun kini sedudah diketahui efek buruknya maka jelas ia
haram,

namun sebagian ulama memberi keringanan bagi mereka yg sudah
menjadi perokok berat maka hukumnya makruh, karena mereka sulit
meninggalkannya kecuali benar2 berusaha, dan sementara jeda waktu
beberapa lama mereka akan terus menjadi pemarah, tidak stabil
dlsb, yg itu dirisaukan akan membawa dampak lebih buruk,

misalnya ia hakim dan perokok berat, lalu ia diberitahu bahwa
hukumnya haram, maka ia menghentikan rokok, lalu sementara waktu
ia menjadi pemarah, dan ia bisa memutuskan hukum pidana dg emosi,
dan itu sangat dholim dan dosa besar, atau sopir misalnya, ia
membawa keselamatan puluhan nyawa bersamanya, jika ia berubah
emosionil dan tdk stabil, walau utk sementara waktu, maka itu
mengancam keselamatan puluhan nyawa orang, maka itu dosa besar.

namun rokok diharamkan secara mutlak bagi pemula.

dan para ulama memberi keringanan menjadi makruh jika demi
menghindari hal yg lebih haram, misalnya ia meninggalkan narkotika
dan menggantinya dg banyak merokok, maka itu menjadi makruh
baginya dan tidak haram,

demikian pula orang yg selalau stres dan kecanduan obat penenang,
yg jelas merusak otak, maka ia menggantinya dg rokok, maka tidak
haram baginya.

namun untuk semua kelompok diatas, wajib berusaha semampunya
meninggalkan rokok.

3. itu disebabkan karena masing masing mengandalkan dalil yg
diketahuinya, bahkan dimasa Rasul saw pun perbedaan pendapat
terjadi,

namun kita hendaknya memilih yg lebih tinggi dalam syariahnya,
untuk ikhtilaf antara Imam Ghazali dg Ibn Rusyd, kita memilih Imam
Ghazali, karena ia adalah Hujjatul Islam (hafal lebih dari 300.000
hadits berikut sanad dan matannya), dan Imam Ghazali dipanut oleh
ratusan para hujjatul islam dan para Al hafidh, (Al hafidh adalah
yg sudah hafal 100.000 hadits dg sanad dan matannya).

untuk perbedaan Ibn taimiyah maka kita tidak memihak Ibn Taimiyah,
karena Ibn Taimiyah banyak dihujat oleh para Hujjatul islam, dan
para Hujjatul Islam lebih banyak mengarah pd Imam Asy^ariy.
namun ada juga fatwa Imam ibn Taimiyah yg kita pakai, seperti
dibolehkannya maulid, dll. maka kita menerimanya, dan ibn Taimiyah
walau banyak ditentang oleh para ulama namun ia adalah hujjatul
Islam, maka fatwanya cukup kuat, namun menjadi lemah jika
ditentang banyak hujjatul Islam lainnya, karena manusia bisa
salah, maka pendapat mayoritas yg lebih kaut.

4. saya belum mendalaminya dg seksama.

5. jika ia bertobat lagi maka ia diampuni lagi, jika tidak maka
akan tersisa, dan dosa itu bisa terhapus dg ibadahnya, atau
terhapus dg musibah, atau sebaliknya ia berkesinambungan hinggga
harus ditebus dg azab kubur atau neraka.

6. kita melihat pendapat siapa yg melemahkan dan siapa yg
menguatkan, karena para ahli hadits punya derajat keilmuwan/gelar,
sebagaimana saya sebutkan diatas, apakah ia sudah mencapai Al
Hafidh?, jika belum, maka fatwanya yg melemahkan hadits seorang yg
sudah Alhafidh akan tertolak.

kita mempunya ratusan para muhaddits, namun yg termasyhur adalah 7
Imam besar, hadits riwayat mereka lebih kuat dan mengalahkan
hadits riwayat muhaddits lainnya.

yaitu Imam Ahmad bin hanbal, Imam Tirmidziy, Imam Nasai, Imam ibn
Majah, Imam Abu Dawud, Imam Muslim dan Imam Bukhari.

tujuh Imam besar ini adalah rujukan terkuat dalam hujjah dan hukum
syariah.

Imam Syafii tidak dibawah derajat mereka, namun kalah banyak dalam
meriwayatkan hadits dan menjelaskan perawi hadits, demikian pula
Imam Malik, pendapat Imam Malik dan Imam Syafii dalam madzhab
mereka berlandaskan hadits yg kuat dan shahih, namun untuk fatwa
selain itu mereka tak banyak berpendapat, dan tak banyak
menjelaskan para periwayat.

dari 7 imam besar itu yg terendah adalah Imam Ahmad bin Hanbal,
padahal ia hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya,
maka dalam fatwa hadits lebih dimenangkan 6 Imam diatasnya, dan 6
Imam besar itu digelari kutubussittah, dan dari enam itu dipecah
menjadi dua derajat, yaitu Kutubul Arba;ah, yaitu Imam Ibn Majah,
Imam Abu Dawud, Imam tirmidziy, dan imam Nasai,

misalnya jika Imam Ahmad bin hanbal meriwayatkan hadits, lalu
didhoifkan oleh selain 6 imam diatas, maka tetap riwayat imam
Ahmad bin Hanbal bisa dipertahankan, namun jika didhoifkan oleh
salah satu dari 6 Imam diatasnya, maka hadits Imam Ahmad menjadi
dhoif.

diatas 4 imam besar itu adalah dua Imam terbesar dalam ilmu
hadits, yaitu Imam Muslim dan imam Bukhari.

dan dari kedua Imam besar ini, Imam Bukhari adalah Raja dari semua
muhadditsin,

kalau orang mengatakan jika 200 tahun belajar ilmu rawi hadits,
tetap akan berpanut pd rawi hadits Imam Muslim, maka Imam Muslim
pernah mendapat kendala dalam masalah rawi hadits, ia tak
menemukan orang yg bisa menjawabnya, maka orang menyarankannya
untuk pergi pada Imam bukhari, lalu ia menjumpai Imam Bukhari dan
menanyakannya dg setengah hati, maka Imam Bukhari menjawabnya dg
mudah seperti membaca surat al ikhlas, maka menangislah Imam
Muslim dan berkata : Izinkan aku mencium kakimu wahai raja para
muhaddits.

berkata para Muhadditsin, jika satu perawi sudah didhoifkan oleh
Imam Bukhari, maka habislah sudah, ia menjadi dhoif, walau
dishahihkan oleh seluruh Muhadditsin lainnya.

sebagaimana riwayat shahih Bukhari yg menjelaskan mimpi Abbas ra
bahwa Abu lahab diringankan siksanya dikubur setiap hari senin
karena membebaskan budaknya yaitu Juwairiyah karena demi
gembiranya abu lahab atas kelahiran Nabi saw.

maka mimpi tak bisa jadi dalil, namun para Muhadditsin menjelaskan
bahwa perlu pertimbangan dan resiko untuk menentang hal itu,
karena Imam Bukhari yg meriwayatkannya didalam shahihnya, dan imam
Bukhari tak menuliskannya kecuali sudah mempertimbangkan ribuan
dalil untuk menguatkan hal itu.

sebagaimana ketika seorang pemuda mengadu pada imam Bukhari bahwa
ia masuk kesebuah wilayah yg asing, dan selepas shalat ia dihujani
pertanyaan tentang dalil dalil hukum shalat, maka Imam bukhari
berkata : kalau sampai kutemukan mereka, akan kutumpahkan 10.000
hadits shahih tentang hukum shalat untuk membungkam kesombongan
mereka.

Imam bukhari sangat jenius, ia menghafal hanya dengan sekali
mendengar, maka suatu ketika ia diuji oleh banyak para Hujjatul
islam dan Hafidh, ia ditanya dihadapan mereka semua tentang 100
hadits yg diacak perawinya, maka setiap ditanya Imam Bukhari
mengatakan : saya tidak tahu..

demikian hingga 100 hadits, Imam bukhari hanya mengatakan : saya
tidak tahu, maka riuhlah mereka menertawakan Imam Bukhari.

lalu Imam Bukhari berdiri dan menjawab : hadits pertama yg kau
sebutkan adalah ini.. perawi yg kau sebutkan adalah fulan dari
fulan dari fulan dst, itu salah, yg benar adalah dari fulan dari
fulan dari fulan dst,

lalu hadits kedua, ketiga, hingga 100 hadits Imam bukhari
mengulang ucapan orang itu dan membenarkannya satu persatu, maka
semua takjiub dan terdiam.., mereka mengakui bahwa Imam bukhari
adalah Raja Ahli hadits.
(riwayat riwayat diatas dapat dirujuk pada Tadzkiratul Huffadh dan
Siyar A^lamunnubala).

7. berikhtilaf ulama dalam hal ini, sebagian mengatakan wajib,
sebagian mengatakan afallahu amma salaf, (Allah memaafkan semua yg
telah ditaubati), namun jalan tengahnya adalah ia mengkafarti
semampunya saja.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24350

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!