salaf&khalaf – 2008/11/12 17:21

0

Forum Majelis Rasulullah

GUNUNGPUTRI salaf&khalaf – 2008/11/12 17:21 Assalamu^alaikum WR.WBR
Habib Munzir Almusawa
Yang saya hormati dan cintai

Semoga Habib dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan 4JJl
SWT.

Dalam kesempatan ini saya mau bertanya masalah:

1.Apakah ada dalam sejarah islam perihal mazhab salaf dan khalaf
2.Apa perbedaan antara orang-orang pengikut salaf dan khalaf
3.Bagaimana pendapat Habib mengenai sosok
a.syekh Nasiruddin al bani
b.syekh abdullah bib baz
4.Bagaiman dengan pengikut-pengikut kedua orang tersebut,baik
dalam
masalah aqidah maupun ilmu fiqih.
5.Apakah sah orang yang beribadah setelah kedatangan mazhab yang
Empat
(imam Maliki,Hambali,Syafi^i dan Hanafi)tata cara ibadahnya tidak
menganut
dari salah satu mazhab tersebut.
6.mohon di jelaskan sedikit mengenai I^tiqad Ahlus sunnah
waljamaah.

Sekian pertanyaan saya Bib,semoga menjadi pelajaran yang berharga
bagi saya.

Syukron katsiro
Wassalamu^alaikum WR.WBR
Gunungputri

NB:kapan majelis aktif di Masjid AT-TIN lagi

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:salaf&khalaf – 2008/11/14 15:43 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Salaf adalah sebutan bagi ulama ulama terdahulu, periode nya
adalah sesudah Tabi^tibin, jadi tentunya generasi pertama pada
ummat ini adalah generasi sahabat, lalu setelahnya adalah generasi
Tabiin (tabiin = pengikut), maka generasi setelah para sahabat
adalah mereka yg tak jumpa dg Rasul saw, mereka jumpa dg para
sahabat dan belajar ilmu dari sahabat Rasul saw

setelah Tabiin maka dinamakan Tabi^ tabiin (pengikut para tabiin),
mereka adalah kelompok yg tidak jumpa dg para sahabat, yaitu
kelompok / generasi yg bertemu dg para Tabiin,

para Imam madzhab adalah dari generasi Tabi^tabiin.

setelah ini maka digelari ulama salaf, (salaf = terdahulu) dan
gelar salaf itu berlangsung terus selama lebih dari 1 abad, yaitu
masa kejayaan para pakar hadits, yaitu para Imam dan Hujjatul
Islam,

lalu generasi sekitar abad abad terakhir ini, disebut Khalaf
(terbelakang/terkini).

2. tentunya sebaik baik orang muslim adalah yg memilih mengikuti
ulama salaf daripada ulama khalaf, karena ulama salaf lebih
terdahulu dan lebih dekat kepada para Tabiin, tabi^ tabiin dan
para sahabat,

boleh saja mengikuti pendapat ulama khalaf, namun jangan sampai
mengalahkan fatwa ulama salaf, karena bukan bandingannya,

demikian pula jangan kita menjatuhkan fatwa ulama Tabiin atau
sahabat, dengan mengikuti fatwa ulama salaf, maka hal ini bukan
bandingannya,

namun secara umum para ulama salaf sangat memanut para tabiin dan
sahabat, sebagaimana para sahabat memanut Rasul saw.

yg banyak terjadi pengingkaran dan kesesatan adalah pada kalangan
khalaf, karena sangat minimnya ulama, maka orang yg tak mengerti
hadits pun sudah disebut ulama.

3. keduanya adalah bukan ahli hadits, mereka tidak mencapai
derajat alhafidh (alhafidh hafal 100.000 hadits berikut sanad dan
hukum matan), bukan pula Muhaddits, (muhaddits adalah orang yg
meriwayatkan hadits dari Rasul saw hingga dirinya dengan jalur
sanad yg kuat dan terpercaya dan diakui),

namun orang orang masa kini menamakan diri keduanya adalah
Muhaddits, atau pakar hadits, padahal keduanya hanya menukil nukil
saja dari buku hadits yg ada lalu menilai nilai fatwa ulama salaf
semaunya dengan keterbatasan ilmu mereka dalam ilmu syariah.

fatwa mereka tak bisa disebut fatwa, karena bertentangan dg Jumhur
ahli hadits dan para Imam.

4. semoga Allah memberi mereka hidayah.

5. madzhab ada banyak dimasa itu, namun yg masih bertahan hanya 4
saja, dan jika ada dimasa kini yg tak mau ikut fatwa Imam 4, maka
mereka kalangan yg perlu dibenahi akidahnya,

karena Imam 4 itu bukan berbeda rumpun, mereka satu sanad (sanad =
rantai guru/periwayat), yaitu Imam Hambali adalah berguru pada
Imam Syafii, dan Imam Syafii berguru pada Imam Malik, dan Imam
Malik hidup sezaman dg Imam Hanafi, dan keduanya berguru pada
tabiin dan sahabat Rasul saw.

maka mereka bukan dari rumpun sanad yg berbeda, mereka dari satu
jalur dalam mengambil ilmu dari Rasul saw,

ribuan para huffadh, hujjatul islam, dan para Imam yg mengikuti
madzhab 4 ini,

fatwa mereka tela teruji berabad abad, misalnya ada kesalahan maka
mestilah generasi sesudahnya akan membenahinya, namun terbukti
dengan banyaknya para Imam yg mengikuti Imam 4 ini menunjukkan
hadits hadits rujukan fatwa mereka adalah ter shahih dan terkuat
dari fatwa orang lainnya.

dan paling banyak ahli hadits dan ulama mengikuti madzhab syafii,
oleh sebab itu pula orang awam pun paling banyak emengikuti
madzhab syafii di dunia.

maka jika ada dimasa kini yg tak mau mengikuti fatwa Imam 4 maka
mereka tentunya berpegang pada fatwa dhoif yg tak bisa
dipertanggungjawabkan.

6. ahlussunnah waljamaah adalah mengikuti para sahabat, tabiin,
tabi tabiin, lalu muncullah imam imam madzhab 4, mereka berasal
dari satu rumpun dan satu guru, diikuti oleh sebagian besar para
ulama dan imam, lalu diikuti oleh sebagian besar orang muslimin
awam, hanya tersisa beberapa gelintir yg memisahkan diri dari
mereka, dan Rasul saw bersabda : “Berpeganglah pada jamaah
muslimin, karena barangsiapa yg memisahkan diri dari kelompok
besar muslimin, lalu ia wafat, maka ia akan wafat dalam kematian
jahiliyah (Shahih Bukhari),

empat madzhab besar inilah rumpun jamaah muslimin beserta ribuan
Imam, ALhafidh dan Hujjatul islam, mereka mengikuti tabiin, tabiin
mengikuti para sahabat, dan para sahabat mengikuti Rasulullah saw.

NB

masjid attin akan ada kunjungan jika ada acara besar saja.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=19360

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments