nonlady Rumus Kecantikan Wanita – 2008/07/27 11:18 Tidak cantik = Minder
dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa
juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah
asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini
masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun
elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua
warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang
berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata
jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin
memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai,
mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan
mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari at yang
telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang
harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut,
mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada
usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon,
dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul,
bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya
memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik
terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh
rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase
dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis
dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga
banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka
sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian
gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar
kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya.
Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses
menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus
yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu
perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi
antara cantik dan kesuksesan hidup!.

Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik
amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu
fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery
iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip
hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah
elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya
tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk
sang suami saja, SUBHANALLAH. Satu kata yang terus bergema dalam
hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah ALLAH berikan
tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah
yang dianugerahkan ALLAH karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya,
bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh
memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak
tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke Maha
Keadilan ALLAH, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang.
Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai
pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama INSYA ALLAH
gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian
pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan
fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban
iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah
wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda.
Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu alaihi wa
sallam bersabda :

Siapa yang ALLAH kehendaki kebaikan baginya, ALLAH akan pahamkan
ia dalam agamanya (Shahih, Muttafaqun alaihi).

Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan
keutamaan ilmu. Jika ALLAH menginginkan seorang hamba memperoleh
kebaikan, ALLAH akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat
mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk
mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan
nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan
tahu akhir yang akan diperoleh para wali ALLAH dan para musuh
ALLAH.

Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya
menuntut ilmu syari at:

Adapun ilmu syar i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu
ain), karena ALLAH menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan
bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan
bertaqwa kecuali dengan ilmu syar i, ilmu Al-Qur an dan as Sunnah
.

Sadari sejak semula bahwa ALLAH menciptakan kita tidak dengan
sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya.
Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul
(mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang
terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika
kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis
(an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi
(al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung
rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena
perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan ALLAH.
Aturan-aturan syari at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan
universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya
dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara sehingga
kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh.
Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi
dilaknat oleh ALLAH dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan
bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan ALLAH,
Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan
berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga.
Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang
masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah
syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles
kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang
tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah
teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai
paradigma kecantikan.

Faham Syari at = CANTIK
Tidak Faham Syari at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu alaihi Wa sallam
bersabda:
Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin
yanzhuru ila qulubikum
Sesungguhnya ALLAH tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian
akan tetapi ALLAH melihat hati dan kalian (HR. Muslim)

Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena
sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita
yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena
jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa
yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

Wallahu alam bisshowab (ummu Zahwa).
Maroji :
297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin
Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul Aal ath-Thahthawi.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=16909

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here