nonlady Puteri,bercerminlah… – 2007/11/04 03:21 Puteri…….

Saat ini malam telah larut, cuaca terasa dingin dan

sekitarku menjadi hening, sebening hati dan perasaan

sayangku kepadamu. Walau kini tidak disampingmu, aku

masih selalu ingat padamu, seperti yang kulakukan

setiap waktu. Dan kini, kujalankan jari-jemariku untuk

menulis sebuah surat yang hanya khusus

untukmu ..bukan untuk yang lain .

Puteri..

Aku teringat akan cerita ibumu tempo hari

Saat itu engkau masih kecil seumur bayi..

Engkau belum bisa apa-apa, sehingga untuk menarik

perhatian, engkau hanya menangis ditengah malam

membangunkan keluarga.

Kemudian, engkau tumbuh menjadi gadis kecil yang

selalu bermanja di pangkuan Bunda.

Dan waktu terus berjalan ..sehingga kini engkau

telah menginjak remaja.

Engkau menjadi semakin besar, pintar, dan makin banyak

pengalaman hidup yang telah engkau miliki

Ah aku pun jadi rindu ibuku

mungkin akupun seperti itu saat masih kecil.

Puteri .

Saat ini, aku sedang melukis bentuk kamarmu dibenakku.

Kamar dimana kita sering berkumpul untuk bercerita

banyak hal.

Aku masih ingat detil kamarmu, ada almari baju, rak

buku, kotak permen, dan

Hmmm cermin itu yang selalu kau sebut sebagai

cermin paling indah

Engkau memang sudah lama memilikinya, dan aku yakin

engkau pasti makin suka, karena setiap hari

membutuhkannya.

Puteri ..

Aku teringat sesuatu tentang cermin itu.

Dirumahmu, ada satu lagi cermin besar di ruang tamu.

Tak jarang aku melihatmu bercermin disitu ketika

engkau tergesa-gesa berangkat.

Bahkan didepan kaca jendela, sering .sering sekali

aku melihatmu mematut diri apakah terlihat rapi atau

tidak.

Agar teman-temanmu nanti tidak mengolokmu, begitu

selalu katamu.

Aku menduga, mungkin engkau juga sering mengaca

didepan etalase pertokoan untuk bercermin. Iya nggak ?

Puteri yang amat kusayangi,,,,

Jauh di lubuk hati yang paling dalam, ada yang ingin

kubicarakan dengamu hari ini.

Hanya sebentar saja, cukup sebentar.

Nggak akan lama.

Engkau ada waktu, kan?

Bukan, bukan pertanyaan bagaimana kabarmu, atau kabar

teman-teman seperti yang biasanya kita bicarakan.

Namun lebih dari itu.

Aku ingin kita berbicara khusus mengenai diri kita,

karena aku sadar bahwa semakin hari kita tumbuh

semakin tinggi, bukan hanya tinggi badan kita, namun

juga ketinggian pola berpikir kita.

Kita bukan kanak-kanak lagi yang harus menyuruh kita

begini begitu.

Kini kita sudah besar, sehingga banyak yang harus

kita siapkan agar makin dewasa untuk menentukan

sendiri jalan hidup kita nanti.

Wahai puteri ..

Hari demi hari telah kita lalui.

Telah banyak perubahan yang terjadi , kan?

Izinkanlah aku untuk bertanya sesuatu padamu

Kalau kau pandangi dirimu di cermin indah kamarmu itu,

apa yang engkau lihat disana?

Apakah sesosok gadis remaja yang sudah cukup matang

mengarungi hidup ataukah yang masih menjalani proses

perubahan membentuk diri?

Mungkin, engkau akan menjawab kedua-duanya atau

mungkin hanya salah satu jawaban

Nggak apa-apa Puteri Aku bisa memahaminya .

Puteri, ketika engkau didepan cermin yang indah

itu .

Masih ingatkah dirimu berapa sering engkau bercermin?

Dan sadarkah engkau siapa yang muncul di cermin itu?

Ya, memang itu adalah engkau.

Engkau Puteri

Engaku yang dulu terlahir dari rahim Bunda, setelah

malaikat meniup ruh dan menulis catatan tentangmu

ketika engkau masih menjadi janin usia 4 bulan.

Wahai Puteri .

Ketahuilah

Kita semakin beranjak dewasa, dan telah banyak waktu

yang kita lalui bersama-sama.

Kukenal dirimu jauuuh lebih baik dari yang lainnya.

Begitupula sebaliknya.

Ada satu hal yang ingin kutanyakan lagi, Apakah saat

ini engkau telah mengenal dirimu sendiri, wahai

saudaraku tercinta?Bukan sekedar mengiyakan bahwa

sosok bayangan depan cermin itu adalah dirimu?

Jawablah Puteri, tak usah engkau malu-malu ..karena

ini penting.

Ini penting sekali sebagai bekal hidupmu kelak, karena

seperti yang kita sama-sama mengerti, sekarang ini

kita sedang dalam proses mendewasakan diri dan itu

butuh bekal agar kita tidak salah arah.

Puteri sayang ..

Izinkalha aku mengatakan sesuatu kepadamu

Ketahuilah oleh dirimu, bahwa aku dan kau sama-sama

manusia,

dua orang hamba yang banyak diberi karunia oleh

Allah .

karena memang Allah yang menciptakan diriku dan

dirimu

Allah yang memenuhi kebutuhanku dan kebutuhanmu,

dan Allah pula yang telah mengatur semuanya sehingga

kita tumbuh segini besar.

Hanya Dia, Puteri .

Ditangan-Nyalah diatur segala urusan, termasuk urusan

langit, bumi, hewan, tumbuhan, dan kita para

manusia .

Allah di atas langit pula yang telah menentkan bahwa

kita tercipta sebagai wanita, sebagai muslimah

Dan lihatlah, betapa tingginya Allah memberi kedudukan

kepada kita, sampai-sampai dalam kita suci kita,

Al-Quran, Allah membuat surat khusus bernama An-Nisa

yang artinya perempuan.

Wahai Puteri, engkau masih ingat nama surat itu bukan

?

Ini adalah satu diantara sekian tanda bahwa Allah

memuliakan kedudukan wanita.

Kelak Insya Allah, dari rahim kita lah akan lahir

ummat Islam yang banyak, sehingga di hari Akhir nanti,

Nabi kita, Nabi Muhammad Shollallaahu alayhi wa sallam

akan mengatakah dengan bangga atas jumlah ummat yang

banyak. Bahkan, tentang kodrat wanita, RasuluLlah pun

bersabda,

Sesungguhnya dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik

perhiasan dunia adalah wanita shalehah .

Hadits ini disampaikan oleh Imam Muslim, dan memang

benar dan shahih bahwa ini perkataan Rasul. Engkau

kini yakin bukan bahwa Allah dan Rasul-Nya amat

menjunjung martabat kita?

Puteri yang amat kusayangi

Kuajak diriku dan dirimu

Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah memilih

aku dan kau untuk hadir kedunia ini dengan hikmah

penciptaan yang agung ; bukan sembarangan, karena Allah

Maha Kuasa mencipta apapun yang dikehendaki-Nya,

sehingga mustahil bagi Allah untuk sembarangan dalam

berbuat, karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Luas

ilmu-Nya.

Sekarang, cobalah pikirkan lebih dalam

Sampai detik ini, telah banyak sekali nikmat Allah

yang tercurah kepada kitam sedari kita kecil sampai

sekarang.

Dan itu memang karena kebaikan Allah semata, bukan

dari yang lain.

Allah yang berkuasa berbuat kebaikan, Allah memberi

nikmat sehat, ketenangan hati, teman sepergaulan yang

baik, ini .itu .,

tentu amat sangat banyak, sehingga aku tidak mampu

menuliskan semuanya untukmu, karena aku yakin Allah

selalu berbuat kebaikan kepada kita semua.

Engkau ingat bukan tempo hari kakimu tidak

tergores meski berjalan di atas batu-batu.

Itu adalah nikmat Allah yang mungkin terasa kecil bagi

kita. Sedangkan nimat yang besar, dan yang paling

besar yang mungkin kurang terpikirkan oleh

kita ..adalah nikmat iman.

Dengan nimat dari Allah yang satu ini, kita bisa

dengan bangga menyandang predikat muslimah.

Sungguh Puteri ..tidak banyak wanita-wanita di

dunia ini yang bisa dipanggil muslimah. Tengoklah ke

negara-negara yang penduduknya tidak mengenal Allah

sama sekali, atau mengenal Allah dengan hanya menyebut

nama-Nya ketika sedang susah tertimpa bencana, atau

bahkan mereka yang malah menyekutukan Allah dengan

memohon bantuan kepada selain Dia.

Engkau mengetahui keadaan mereka, bukan ?

Semoga Allah melindungi kita supaya tidak termasuk

golongan mereka. Amin.

Wahai Puteri ..

Marilah bersama-sama mengucapkan syukur AlhamduliLlah

atas nikmat ini

karena semakin kita mempelajari nikmat Allah dan

meyakini betapa Allah Maha Mengetahui atas jiwa-jiwa

ini, kita akan bisa semakin memahami hikmah mengapa

aku dan kau diciptakan, dan mengapa pula kita semua

harus beribadah hanya kepada-Nya ..

Ya, benar .hanya kepada-Nya, karena memang Dia

satu-satunya yang berhak untuk disembah.

Lain tidak, karena selain Dia hanyalah ciptaan-Nya.

Sehingga kita tidak boleh menduakan-Nya dengan apapun

atau siapapun.

Bagaimana, Puteri ?

Engkau memahami hal ini, kan?

Aku berharap demikian, karena bagiku, tidak ada yang

lebih kuinginkan darimu, kecuali kebaikan untukmu di

dunia dan akhiratmu kelah.

Karena apa?

itu karena aku amat sayang kepadamu ..

Aku sayang sekali padamu .

Puteri tercinta,

tak terasa sudah kutulis berbaris-baris surat cintaku

ini kepadamu.

Insya Allah, apa yang kutulis ini adalah sebuah

nasehat yang tulus dari hatiku, sebuah nasehat bagiku

dan bagimu, agar kita bisa menemukan sosok dewasa

cermin indah itu .

karena suatu hari nanti, kita pasti dan harus lebih

dewasa daripada hari ini.

Dan sebaiknya memang begitu, seiring usia yang

bertambah, kita mejadi lebih mengenal akan diri kita

yang sebenarnya dan lebih mengerti hak-hak Allah atas

diri kita.

Kuakhiri suratku ini puteri

Semoga Allah mengaruniakan kesempatan kepadaku

sehingga bisa kutulis lagi surat untukmu.

Dan kuberdoa semoga Allah mengasihi diriku, dirimu,

keluarga kita dan kaum muslimin semuanya. Semoga kita

selalu mencintai Allah dan Allah pun mencintai

kita .Amin

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

bintathos Re:Puteri,bercerminlah… – 2008/02/08 06:59 puteri nya siapa?????

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=9057

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here