pertanyaan – 2009/09/17 06:35

hesty pertanyaan – 2009/09/17 06:35 Assalammualaikum wr.wb.
Apa kabarnya habibana? Mudah – mudahan habibana sekeluarga selalu
dalam limpahan rahmat dan karunia Allah SWT.Begini habib,ana ada
bberapa pertanyaan yang sebenarnya bersifat umum,tapi jujur ana
masih bingung,daripada ana salah dalam bersikap lebih baik ana
bertanya:
1.Sebenarnya bagaimana hukumnya wanita yang sedang haid berada di
lingkungan masjid,karena ana mendengar ada pndpt yg mengatakan
wanita haid tidak boleh berada di masjid walaupun cuma berada di
pelatarannya saja.Tapi ada jg pendapat yang mengatakan boleh tapi
hanya berada di pelataran saja,tidak boleh msk masjid.Mohon
penjelasannya habib.
2.Misalkan majelis mengadakan acara di tempat yg bkn masjid,apakah
wanita haid boleh tetap ikut dlam maulidnya.
3.Sebenarnya apa sj larangan utama bagi wanita haid selain shalat
dan puasa?
Itu saja pertanyaan dari ana,maaf kalau pertanyaan ana terlalu
banyak dan merepotkan habib.Salam ana untuk Umi Ya Habib.Wassalam.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:pertanyaan – 2009/09/17 09:50 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur^an, Cahaya Keagungan
Lailatul Qadr, dan Ijabah pada hari hari 10 malam terakhir semoga
selalu menaungi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya, saya baik baik berkat doa anda dan
jamaah, semoga andapun demikian.

1. wanita haidh dan nifas dan pria dan wanita yg junub tidak
diperbolehkan masuk kelingkungan masjid, diperbolehkan hanya masuk
untuk sekedar melintas misalnya masuk dari satu pintu untuk keluar
dari pintu lainnya, hal ini diperbolehkan selama tidak dirisaukan
darah haidh tercecer di masjid.

namun di masjid masjid biasanya ada tempat untuk wanita, ia adalah
semacam majelis taklim atau ruangan lain yg memang saat diwakafkan
bukan untuk wakaf masjid, tapi untuk majelis taklim/madrasah,
karena setiap masjid mestilah ia mewakafkan tempat umum, untuk
toilet, gudang, juga umumnya ada majelis taklim /ruangan lain,
nah.. sebagaimana majelis kita setiap malam selasa di masjid
Almunawar Pancoran Jakarta selatan, di kanan masjid ada ruangan
itu dua lantai, ruangan itu bukan termasuk masjid, tidak sah i;
tikaf diruangan itu, dan disebelahnya adalah toilet, maka kaum
wanita yg haidh bisa hadir.

demikian juga jika posisinya dibawah masjid, sebagaimana di Masjid
Attin, ada ruang bawah dibawah masjid yg juga seperti masjid, ia
boleh dimasuki wanita haidh maka kaum wanita dapat hadir acara
walau haidh jika ditempat itu, atau pria yg junub.

namun jika suatu masjid tidak ada ruangan tsb maka tidak
dibolehkan pria junub atau wanita haidh masuk dan hadir.

2. jika bukan masjid maka dibolehkan

3. Shalat, Puasa, ditalak (tidak boleh wanita haid ditalak
suaminya, talaknya tidak sah), menyentuh Alqur;an dan membawanya,
atau membacanya, tinggal dimasjid (maksudnya bukan sekedar lewat
tapi duduk atau diam dimasjid), dan (maaf) bercumbu diantara lutut
dan pusarnya, melintas di masjid jika dirisaukan akan tercecer di
masjid, tawaf, dan berwudhu untuk beribadah.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24090

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!