siliwangi MELETAKKAN TANGAN DI ATAS DADA KETIKA SOLAT?? – 2007/07/31 18:37
Assalammu^alaikum wr.wb.

Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada Habib, ternyata
banyak perkara Agama yang di tanyakan ke pada Habib.
bagai mana tata cara meletak tangan ketika kita sholat?
1. Hadits yang berkaitan dengan masalah tersebut di Dhaifkan oleh
beberapa Ulama/Muhadits antara lain:

Syuaib al-Arnaouth ( dalam takhrij Musnad Imam Ahmad (hadith no:
21967)
Salman al-Audah (dalam forum Multaqa Ahli Hadith)
Abdul Rahman bin Umar al-Faqih al-Ghamidi Makkah (dalam forum
Multaqa Ahlil Hadith)
Khalid Abdullah al-Sya-yi dalam kitabnya (al-I lam Bitakhyir
al-Musolli Bimakan Wad- il Yadain Ba da Takbiratul Ihram) – yang
diberi kata2 aluan oleh Syaikh Muqbil al-Wadi- ie.
Dr. Maher Yasin al-Fahl Universiti al-Anbar, Iraq
dll

2. Hadits ini di Shahihkan/Sunnahkan oleh beberapa Ulama/Muhadits
antara lain:

Al-Son^ani dalam Subul al-Salaam
Al-Mubarakfuri dalam Tuhfat al-Ahwadzi
Al-^Azhim Abaadi dalam ^Aun al-Ma^bud dan al-Ta^liq al-Mughni
(huraian Sunan al-Daraquthni)
Al-Syaukani dalam Nail al-Author
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari
Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya
Al-Albani dalam Asl Sifah Solah Nabi
Dr. Bakr Abu Zaid dalam La Jadid (buku yg baik dalam mengkritik
kegopohan sebahagian pengikut yg mendakwa mereka salafi)
Ibn Uthaimin dalam fatwanya
dll

Wallahu A^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:MELETAKKAN TANGAN DI ATAS DADA KETIKA SOLAT?? – 2007/08/01
20:53 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu menyejukkan hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Apa yg anda tuliskan?, seakan saya dapat artikel dari seorang
Muhaddits, apakah anda hafal ada berapa rukun shalat?, atau
tahukah anda ada berapa hal yg membatalkan wudhu?,

Saudaraku jangan tersinggung,

saya menyayangkan anda yg menghabiskan waktu membahas ucapan orang
orang wahabi, mereka itu tak punya guru, ribut kesana kemari tak
tentu arah,
Mendhoifkan ini, menshahihkan anu, menukil pendapat imam ini,
mencari pendapat imam anu, mau apa kah?, untuk apa?, mereka itu
bagaikan kucing kucing kecil yg menerkam semua yg bergerak, mereka
tak tahu mana ilmu yg benar, hanya meraba raba dan menukil dari
internet dan buku buku, itu saja yg mereka mampu,

Bila didudukkan dan ditanya tentang fiqih dasar, tentang syarat
syarat sah shalat, tentang syarat sah wudhu, mereka tidak tahu,
karena ilmunya hanya menukil nukil,

Mereka tak hafal satu haditspun dengan sanadnya, lalu mereka
berfatwa dan menyalahkan imam anu, membenarkan imam anu.. hanya
dari menukil nukil,

Adakah keinginan untuk Qiyamullail dan menjelang cahaya sujud?

Imam Ahmad bin Hanbal pernah didatangi murid yg sudah hafal ribuan
hadits, dan ia datang untuk belajar dengannya, Imam Ahmad berkata
: aku akan tentukan penerimaanmu besok, lulus atau tidaknya, lalu
iapun diantarkan ke kamar tamu.

Lewat sepertiga malam terakhir Imam Ahmad mendatangi calon
muridnya itu, ternyata masih tidur, ketika adzan subuh maka pemuda
itu bangun, lalu ikut berjamaah subuh dengan Imam Ahmad,

Selepas shalat subuh Imam Ahmad berkata padanya : kemasi
barang2mu, pergilah, aku tak menerima murid calon pengemban hadits
Rasul saw yg tidak Qiyamullail.. . (Tanbihul Mughtarrin lil Imam
Asya raniy)

Demikian mereka menjaga ilmu syariah..

Imam Bukhari suatu ketika pernah sedang mengucapkan hadits berikut
sanadnya, ia melirik seseorang yg terperangah takjub melihat
jeniusnya Imam Bukhari, Imam Bukhari melirik orang itu lalu
tertawa didalam hatinya melihat wajah orang itu yg sangat
takjub..,

Lalu apa?. Imam Bukhari tak lama kemudian mengejar orang itu,
mengemis maaf padanya, karena ia telah menertawakan orang itu
didalam hatinya, (Siyar A^lamunnubala, Tadzkiratul Huffadh)

Anda bisa bayangkan, ia hanya tertawa didalam hati pada seseorang,
namun ia meminta maaf atas hal itu.. demikianlah mereka itu,
jujur, tak takut dicemooh atau dimaki maki demi asal jangan mereka
berbuat dosa pada sesama,

Kejujuran dan sifat luhur seperti itu saya temukan pula pada guru
mulia kita, dan memang terwariskan dari generasi ke generasi, maka
warisilah hal hal mulia itu saudaraku, hal hal mulia, khusyu,
tangis, rindu pada Allah, mendoakan pendosa, ini adalah hal hal yg
bermanfaat saat kita sakratulmaut, saat kita di barzakh, dan saat
kita dipanggil kelak untuk menghadap dalam sidang Akbar,

Beruntunglah mereka yg saat namanya dipanggil untuk menghadap
mereka datang membawa rindunya pada Allah.., keberuntungan mereka
abadi..

Merugilah mereka yg ketika namanya dipanggil menghadap, dan
usianya diperiksa, ternyata malam malamnya habis untuk mencari
bahan mendebat sesama muslimin, hartanya dan waktunya ia habiskan
untuk berdebat, perdebatan yg tidak membuat mereka rindu pada
Allah, tidak membuat mereka malu berbuat dosa, tidak membuat
mereka ingin menikmati sejuknya sujud.., bahkan mungkin saat
mereka sujudpun mereka ingin segera meninggalkan sujudnya demi
segera terjun dalam perdebatan,

Saudaraku saya menjawab puluhan pertanyaan setiap harinya di
website dan email, saya mengajar di 80 majelis cabang dari Majelis
Rasulullah saw di Jakarta, dan kini jamaah Majelis rasulullah saw
lebih dari 100 ribu personil di jabotabek, majelis kita yg di
Almunawar itu dihadiri lebih dari 5 ribu hadirin setiap malam
selasanya,

Saya masih harus mengunjungi undangan diluar kota, Medan,
Palembang, Riau, Manokwari, denpasar, Jogja, Singapura,
Kualalumpur, Johor dan banyak lagi, saya berhadapan dg pelbagai
suku bangsa dan bahasa, saya dihadapkan dengan pelbagai problem
masyarakat, mulai masalah rumah tangga, maslah pekerjaan, masalah
dosa, masalah penyakit, dan ratusan masalah lainnya,

Namun sepanjang perjalanan kesana kemari, saya tak melihat hal yg
lebih bermanfaat selain mengajak orang mengenal rindu pada Allah,
mencintai Nabi Muhammad saw sebagai Idola, dan mengajak kepada
perbuatan baik dan meninggalkan dosa,

Itu saja yg paling bermanfaat, dan yg paling tidak bermanfaat
adalah perdebatan, perdebatan tak pernah membuahkan hasil, mereka
hanya diam saat terpojok, tak lama kemudian mereka mulai lagi dg
ucapan lain,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5978

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here