masalah keluarga akhi30(8) –

akhi30 masalah keluarga akhi30(8) – 2009/11/08 18:33 Assalamualikum
warrohmatullah.W
Bib mau Tanya 4 hal:
1.habib mengenai apa dasar nya seseorang harus mendalami ilmu ma
rifat,.apakah tidak cukup syariat saja?
2. Apa makna dari ayat alquran dibawah ini:
Detail Surat An-Naba Ayat 12وبنينا dan Kami bina فوقكم di atas
kamu سبعا tujuh شدادا
Apakah makna 7 ini?
Detail Surat Al-Isra Ayat 85ويسءلونك dan mereka akan bertanya
kepadamu عن dari/tentang الروح roh قل katakanlah الروح roh من dari
أمر urusan ربي Tuhanku وما dan tidaklah أوتيتم kamu diberi من
daripada العلم pengetahuan إلا melainkan قليلا sedikit
Apakah makna sedikit ini? Ana sangat butuh penjelasannya?
3. Apa makna dari Hadist Bukhari dibawh ini lebih kurang berbunyi
seperti ini:
Aku telah di beritahu oleh Rasullullah SAW dua hal satu hal telah
aku beri tahu kepadamu satu hal lagi apabila kuberi tahu
maka,leherku akan dipotong

4. Apa makna dari ayat alquran tentang:
Alif lamm mimm,yaasiin,toohaa dan lainnya

Syukron Katsiron

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:masalah keluarga akhi30(8) – 2009/11/09 05:30 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Karena Rasul saw mengajarkan keduanya, dan Allah swt berfirman
: Wahai orang orang yg beriman, bertakwalah kepada Allah dan
selalulah bersama orang orang yg shadiq (bersungguh sungguh dalam
keshalihannya) QS Attaubah 119).

karena mereka jauh dari dosa, dan selalu mengajarkan orang
menjauhi dosa.

syariah saja bisa menjadi pelaku dosa besar, karena syariah
mayoritasnya adalah muamalah / pekerjaan Jasadiyah., dan bisa
berbuat kelicikan dg kedok syariah.

misalnya zakat harta yg hampir mencapai haul, maka ia segera
membelanjakannya, demi tidak terkena zakat harta, karena zakat
harta mesti mencapai haul, lalu sehari kemudian ia mengumpulkan
lagi uangnya, ia lakukan itu hanya demi tidak mengeluarkan zakat
harta setiap tahun, tentunya perbuatan itu membuatnya tidak
terkena wajib zakat dalam syariah, namun dosa besar karena telah
berkhianat pada Allah swt.

atau orang yg mengetahui bahwa berjimak dg istri dibulan ramadhan
akan terkena membayar puasa 2 bulan berturut turut, maka ia
membatalkan dulu puasa ramadhannya sebelum berjimak, lalu berjimak
dg istrinya, maka ia hanya terkena qadha satu hari saja, demi
menghindari terkena puasa 2 bulan berturut2, tentunya hal itu bisa
saja dalam syariah, namun ia telah berkhianat pada Allah swt dg
hal itu, dan terkena dosa besar.

sifat sombong, riya, ujub, dengki, dll tidak terkena hukum dalam
syariah, atau berzina sembunyi sembunyi tak terkena hukum dalam
syariah, namun hal itu menghancurkan ibadah kita,

Rasul saw membawakan kepada kita tuntunan luhur berupa makrifah
dan syariah.
maka secara dhohir dan batin dalam keluhuran.

2. yg dimaksud adalah 7 lapis langit, demikian dalam Tafsir Ibn
Abbas ra.

3. ayat itu dijelaskan oleh Ibn Abbas ra bahwa orang Yahudi
bertanya kepada Rasul saw mengenai ruh, maka Allah swt
memfirmankan bahwa itu tak perlu diperluas pada mereka, karena hal
itu adalah urusan Allah swt,
dan Allah memberi pengetahuan kepada Nabi saw dan para Rasul
lainnya sangat sedikit, dibandingkan ilmu ilmu Allah swt, namun
itu sangat banyak dan luas, namun sedikit yg dimaksud adalah
sedikit disisi Allah swt. (Tafsir Ibn Abbas ra Al Israa 85).

3. maksud hadits itu adalah tidak semua ilmu boleh diajarkan
kepada sembarang orang, riwayat serupa pada shahih Bukhari bahwa
Sayyidina Ali kw berkata demikian pula, yg dimaksud adalah kita
mestilah memberi peringatan dengan melihat sikon, dan kemampuan
orang yg kita ajari.

sebagaimana riwayat shahih Bukhari ketika seorang mengadu pada
Rasul saw ia bermakmum dalam shalat jamaah bersama muadz ra
sebagai imamnya, lalu Muadz ra membaca surat Al Baqarah, maka ia
meninggalkan shalat dan meneruskan shalat sendiri dg ringan, maka
ketika Muadz ra dilapori itu maka Muadz berkata bahwa Ia munafik,
maka orang itu mengadu pada Rasul saw, maka Rasul saw menghardik
Muadz ra dg Ucapan : Kau pembuat fitnah kah wahai Muadz, pembuat
fitnah.. pembuat fitnah.. pembuat fitnah..!.

maksudnya lihatlah keadaan orang lain, jika makmumnya setuju
kesemuanya maka bolehlah dg surat panjang, jika makmum keberatan
maka jangan dipaksakan.

4. sebagian besar para Imam menafsirkan Yaasiin, Thahaa, nuun,
kesemuanya nama nabi saw, mengenai alif laam mim sebagian
menafsirkan Alif adalah Allah, Laam adalah Jibril, miim adalah
Muhammad saw, yaitu firman dari Allah diturunkan pada jibril as,
disampaikan pada nabi Muhammad saw.
diambil huruf laam, bukan dari huruf pertamanya yaitu jiim, namun
Laam adalah akhir dari lafadh Jibril karena nabi Muhammad saw
lebih mulia dari Jibril as.

namun penafsirannya sangat banyak dan berbeda.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24541

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!