Hukum Bermakmum Pada Imam

Fakhrurrozy Hukum Bermakmum Pada Imam Yang Kurang Fasih – 2010/02/09 18:35
Assalamu^alaikum warahmatullah warabarakatuh,

Semoga kesehatan dan kesejukkan lahir bathin senantiasa
dikaruniakan oleh Allah SWT kepada Habibana dan keluarga termasuk
seluruh kru Majelis Rasulullah…aamiin.

Mohon maaf Ya Habibana,

Ananda ingin langsung bertanya;

Bagaimanakah hukumnya bermakmum pada Imam yang bacaan al
qur^annya tidak benar tajwidnya? Haruskah kita sholat sendiri
(karena tidak ada jemaah yg lain)?

Demikian Habibana yang ananda muliakan.

Terima atas segala penjelasan Habibana.

Salam takdhim,

alfaqir

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminII Re:Hukum Bermakmum Pada Imam Yang Kurang Fasih – 2010/02/09 22:18
Bagaimanakah hukumnya bermakmum pada Imam yang bacaan al qur^annya
tidak benar tajwidnya? Haruskah kita sholat sendiri (karena tidak
ada jemaah yg lain)?

Berikut Jawaban Habibana yg sudah ada di forum dengan pembahasan
yg sama :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Keindahan Anugerah Nya swt semoga selalu terlimpah pada hari hari
anda dan keluarga,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. bacaan fatihah yg salah namun tak merubah makna sebagian ulama
berpendapat bila dinegeri luar bangsa Arab maka fatihahnya tetap
sah, maka shalatnya sah, terkecuali bacaan fatihah yg salah hingga
merubah makna maka fatihah nya tidak sah dan shalatnya pun tidak
sah, namun berkata Al hafidh Imam Nawawi rahimahullah bahwa
kesalahan makna dalam membaca fatihah dimaafkan bila di negeri yg
tidak berbahasa arab, selama tidak disengaja, kecuali bila ia
faham dan sengaja merubahnya maka fatihah nya batal dan shalatnya
pun demikian.

di negeri kita, Tajwid yg difahami adalah ilmu untuk belajar
membaca Alqur^an, padahal berbeda antara belajar membaca huruf
arab, dan belajar untuk menyempurnakan membaca Alqur^an,

Ilmu tajwid adalah metode pembacaan Alqur^an yg indah dan
sempurna, hal ini hukumnya sunnah.

yg wajib adalah ilmu membaca Alqur^an dg benar, dan ini bukan ilmu
tajwid, ini adalah ilmu bahasa arab, karena semua orang yg
berbahasa arab dan mengenal huruf arab akan mampu membaca surat
Alfatihah dan Alqur^an karena mereka mengenal huruf arab, maka
sifatnya umum, namun belum tentu orang arab atau yg berbahasa Arab
mengetahui ilmu tajwid, karen ilmu tajwid adalah ilmu kesempurnaan
membaca alqur^an, dan bukan membaca keseluruhan tulisan arab.

sah menjadi makmum orang yg rusak makhraj hurufnya seperti Ain
diucap alif, di negeri selain negeri yg berbahasa arab, selama tak
merubah makna, mengenai mana yg lebih didahulukan maka berkata
Alhafidh Imam Ibn Hajar dalam Fathul Baari Almasyhur Juz 2 hal 171
agar mendahulukan yg lebih faqih daripada Qari , karena Qari
hanyalah baik bacaannya saja, sedangkan imam shalat dibutuhkan
mendalami syariah dan hukum shalat secara keseluruhan, bukan hanya
bacaan fatihah saja yg merupakan sebagian kecil dari rukun rukun
shalat,

nah.. bila seorang ulama namun memiliki lidah yg tidak fashih,
maka ia didahulukan daripada Qari yg bukan ulama, namun tentunya
jika fatihah nya tak merubah makna.

Mengenai ummiy ini, maksud saya adalah sah menjadi makmumnya,
walaupun tentunya lebih afdhal adalah yg bacaannya fashih, tapi si
Ummiy tadi tetap sah menjadi makmumnya, shalat makmum tidak batal
karena bermakmum kepadanya.

Dijelaskan bahwa batal shalatnya apabila bacaannya merubah makna
fatihah, seraya mengetahui dan sengaja (Busyralkarim 148)

Anda dapat menjumpai ulama ulama Mesir yg mengucapkan Qaaf menjadi
Ain, padahal mereka ulama ulama kelas atas, atau anda dapat
menemukan ada diantara kyai kyai besar yg sudah sangat mendalami
syariah dan hukum, namun mereka memiliki lidah yg tidak fashih
mengucapkan Zay, dan sebenarnya dijelaskan oleh para ulama bahwa
tak ada yg lebih fashih dari Rasulullah saw, dan beliau saw
bersabda : akulah yg paling fashih mengucap Dhaad .

Banyak orang terjebak kesalahan saat mengucapkan huruf Dhaad ,
mereka mencampurkannya antara Daal dan Zay, dan masih banyak
contoh lainnya,

sebagaimana dijelaskan oleh para ahli tajwid bila seseorang
mengucapkan Raa , masih bergetar lidahnya maka ia belum fashih
mengucapkan raa , di pondok pondok Alqur an di Jawa Timur, ada yg
bertahun tahun tak pernah lulus mengucapkan huruf raa , karena
masih bergetar lidahnya saat mengucapkannya.

Dan masih banyak lagi celah celah tajwid namun hal itu dimaafkan
bila tak merubah makna, dan atau tidak sengaja.

Berikut Linknya :
Itemid=&func=view&catid=8&id=12450#12450

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25025

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!