fiqih nisa – 2012/02/09

TazkiaHubbie fiqih nisa – 2012/02/09 07:58 Assalamu^alaikum
Doa dan munajat ana selalu terpanjatkan di setiap ana bermunajat
untuk kesehatan, penjagaan Allah dan kesuksesan dakwah atasmu
Wahai Ayahanda Habiibana Mundzir almusawwa.

Yaa Habibana, mohon maaf dan ridhonya atas kelancangan ana di
forum ini,
ana ingin bertanya tentang kraguan ana selama ni :
1. ap ad dalil yg mlarang perempuan yg sedang haidh mmotong kuku
& m^buang rambut kpalanya yg jatuh rontok ktika haidh?
2. apa boleh pakaian yg terkena bekas noda darah d pakai untuk
shalat (sblmnya sudah d cucitp ttp m^bekas) ?
2. apa hukumnya bib jika di deket rumah kita ada pengajian
majelis, sedangkan kita lebih mengutamakan hadir ke majelis yg
jauh? krena majelis yg jauh kebetulan sedang d hadiri oleh ulama
besar
3. apa hukumnya ktika hendak shalat kita memakai autan atau
sjenisnya dg niat agar shalat kita khusyu dr gangguan nyamuk?
apa sah shalatnya bib?
mungkin cukup itu saja bib, mohon maaf jika pertanyaan ana tidak
berkenan.
terimakasih.
Assalamu^alaikum

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:fiqih nisa – 2012/02/09 15:00 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya, sungguh tiada hadiah lebih agung dari
doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk
saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu
seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
1.dalam madzhab syafii demikian dan dalam beberapa madzhab
lainnya, karena rambut, kuku, dan semua yg lepas dari yg tumbuh pd
tubuh kita adalah bagian tubuh kita, sama seeperti tangan, kaki
dll, maka tak layak dibuang begitu saja baiknya dikubur, namun
membuangnya hukumnya makruh, bukan haram, kecuali jikalau
dirisaukan rambut potongan itu dilihat atau disentuh laki laki,
maka sama dg hukumnya saat ia masih ditubuh kita, membuangnya
menjadi syiddatul karaahah, (sangat makruh)

2. ia telah suci jika sudah diusahakan untuk dibersihkan, tidak
lagi najis hukumnya.

3. tidak ada keharusan memilih majelis mana yg kita inginkan,
boleh yg dekat boleh y jauh

4. diperbolehkan jika selepas wudhu, jika sebelum wudhu maka mesti
dibersihkan dulu, jika setelah wudhu maka tidak apa.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27537

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!