Martonoab Doa untuk istri – 2008/07/20 18:43 Assalamu^alaikum Wr. Wb

Curahan Rahmat & Kelembutan Allah SWT semoga selalu tercurah untuk
guruku yg mulia al Mukarrom al Alim ak Habib Munzir al Musawa dan
keluarga. Syukur yag tak terhingga saya ucapkan ke hadhirat
IllahiRobbi karena dpt mengenal website ini dan dapat mengenal
lebih jauh tentang ajaran Rasulullah SAW. Saya benar2 merasakan
kesejukan dan merasakan keinduan kpd Guruku Habib Munzir al Musawa
yang tlh memberikan pencerahan shg saya lebih merasakan kecintaan
dan kerinduan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW walaupun masih
dalam kadar yang blm seberapa. Habib ada yang ingin saya tanyakan
:
1. Apakah stlh sekian lama saya “curhat” sama habib dan saya
menjadikan habib sebagai guru saya itu artinya saya sudah
mempunyai sanad guru ke habib Munzir ? Saya benar2 baru faham
mengenai sanad (dan yg hal lain juga) stlh kenal habib Munzir.
Luar Biasa ! AllahuAkbar !
2. Dalam berdoa bolehkah saya meminta tolong kepada Nabi Muhammad
(beristighosah), seperti “Ya Rasulullah Wahai Nabi yang berakhlak
agung, ajarkanlah ke pada hamba akhlak seperti yg telah engkau
ajarkan kpd sahabat2mu.”
3. Apakah saya menyalahi adab jika ada pembahasan dari habib yang
memang belum menyebutkan sumbernya kemudian saya tanyakan ke habib
tentang sumber dalilnya ?
4. Apakah ada doa agar seorang istri yang keras karakternya jadi
berubah dan mengikuti suaminya yang memang mengajak kpd yang
ma^ruf (tidak membantah) ?

Sekian dulu maaf kalau ada yg tidak berkenan. Semoga habib selalu
menyertakan namaku dalam doa2 habib. Doakan saya semoga benar2
bisa menjadikan Rasulullah SAW selalu hadir dalam setiap desah
nafas saya. Amin ya Rabb.

Wassalamualaikum Wr.Wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Doa untuk istri – 2008/07/22 00:06 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kasih sayang dan Inayah Nya swt semoga selalu menyejukkan hari
hari anda

saudaraku yg kumuliakan,
1. Insya Allah sanad akan berpadu dengan cinta dan Ittiba^

2. mengenai Istihgatsath maka hal itu adalah sunnah, karena Rasul
saw yg mengajarkannya, sebagaimana berikut jawaban saya mengenai
istighatsah, Istighatsah adalah memanggil nama seseorang untuk
meminta pertolongannya, untuk sebagian kelompok muslimin hal ini
langsung di vonis syirik, namun vonis mereka itu hanyalah karena
kedangkalan pemahamannya terhadap syariah islam, pada hakekatnya
memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya adalah hal
yg diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan
diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah swt, tak pula terikat ia
masih hidup atau telah wafat, karena bila seseorang mengatakan ada
perbedaan dalam kehidupan dan kematian atas manfaat dan mudharrat
maka justru dirisaukan ia dalam kemusyrikan yg nyata, karena
seluruh manfaat dan mudharrat berasal dari Allah swt, maka
kehidupan dan kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan
mudharrat kecuali dengan izin Allah swt, ketika seseorang berkata
bahwa orang mati tak bisa memberi manfaat, dan orang hidup bisa
memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran
karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaat dan kematian
adalah mustahilnya manfaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari
Allah, dan kekuasaan Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan
atau kematian.

Sama saja ketika seorang berkata bahwa hanya dokter lah yg bisa
menyembuhkan dan tak mungkin kesembuhan datang dari selain dokter,
maka ia telah membatasi Kodrat Allah swt untuk memberikan
kesembuhan, yg bisa saja lewat dokter, namun tak mustahil dari
petani, atau bahkan sembuh dengan sendirinya.

Terkadang kita tak menyadari bahwa kita lebih banyak mengambil
manfaat dalam kehidupan ini dari mereka yg telah mati daripada yg
masih hidup, sungguh peradaban manusia, tuntunan ibadah, tuntunan
kehidupan, modernisasi dlsb, kesemua para pelopornya telah wafat,
dan kita masih terus mengambil manfaat dari mereka, muslim dan non
muslim, seperti teori Einstein dan teori2 lainnya, kita masih
mengambil manfaat dari yg mati hingga kini, dari ilmu mereka, dari
kekuatan mereka, dari jabatan mereka, dari perjuangan mereka, Cuma
bedanya kalau mereka ini kita ambil manfaatnya berupa ilmunya,
namun para shalihin, para wali dan muqarrabien kita mengambil
manfaat dari imannya dan amal shalihnya, dan ketaatannya kepada
Allah.

Rasul saw memperbolehkan Istighatsah, sebagaimana hadits beliau
saw : Sungguh matahari mendekat dihari kiamat hingga keringat
sampai setengah telinga, dan sementara mereka dalam keadaan itu
mereka ber istighatsah (memanggil nama untuk minta tolong) kepada
Adam, lalu mereka beristighatsah kepada Musa, Isa, dan kesemuanya
tak mampu berbuat apa apa, lalu mereka beristighatsah kepada
Muhammad saw (Shahih Bukhari hadits no.1405), juga banyak
terdapat hadits serupa pada Shahih Muslim hadits no.194, shahih
Bukhari hadits no.3162, 3182, 4435, dan banyak lagi hadist2 shahih
yg rasul saw menunjukkan ummat manusia ber istighatsah pada para
nabi dan rasul, bahkan Riwayat shahih Bukhari dijelaskan bahwa
mereka berkata pada Adam, Wahai Adam, sungguh engkau adalah ayah
dari semua manusai.. dst.. dst…dan Adam as berkata :
Diriku..diriku.., pergilah pada selainku.., hingga akhirnya mereka
ber Istighatsah memanggil manggil Muhammad saw, dan Nabi saw
sendiri yg menceritakan ini, dan menunjukkan beliau tak
mengharamkan Istighatsah.

Maka hadits ini jelas jelas merupakan rujukan bagi istighatsah,
bahwa Rasul saw menceritakan orang orang ber istighatsah kepada
manusia, dan rasul saw tak mengatakannya syirik, namun jelaslah
Istighatsah di hari kiamat ternyata hanya untuk Sayyidina Muhammad
saw.
Demikian pula diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada
seorang yg keram kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : Sebut nama
orang yg paling kau cintai..! , maka berkata orang itu dg suara
keras.. : Muhammad..! , maka dalam sekejap hilanglah sakit
keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan
diriwayatkan oleh Imam Tabrani dg sanad hasan) dan riwayat ini pun
diriwayatkan oleh Imam Nawawi pada Al Adzkar.

Jelaslah sudah bahwa riwayat ini justru bukan mengatakan musyrik
pada orang yg memanggil nama seseorang saat dalam keadaan
tersulitkan, justru Ibn Abbas ra yg mengajari hal ini.

Kita bisa melihat kejadian Tsunami di aceh beberapa tahun yg
silam, bagaimana air laut yg setinggi 30 meter dengan kecepatan
300km dan kekuatannya ratusan juta ton, mereka tak menyentuh
masjid tua dan makam makam shalihin, hingga mereka yg lari ke
makam shalihin selamat, inilah bukti bahwa Istighatsah dikehendaki
oleh Allah swt, karena kalau tidak lalu mengapa Allah jadikan di
makam2 shalihin itu terdapat benteng yg tak terlihat membentengi
air bah itu, yg itu sebagai isyarat ilahi bahwa demikianlah Allah
memuliakan tubuh yg taat pada Nya swt, tubuh tubuh tak bernyawa
itu Allah jadikan benteng untuk mereka yg hidup.., tubuh yg tak
bernyawa itu Allah jadikan sumber Rahmat dan perlindungan Nya swt
kepada mereka mereka yg berlindung dan lari ke makam mereka.

Kesimpulannya : mereka yg lari berlindung pada hamba hamba Allah
yg shalih mereka selamat, mereka yg lari ke masjid masjid tua yg
bekas tempat sujudnya orang orang shalih maka mereka selamat,
mereka yg lari dengan mobilnya tidak selamat, mereka yg lari
mencari tim SAR tidak selamat..

Pertanyaannya adalah : kenapa Allah jadikan makam sebagai
perantara perlindungan Nya swt?, kenapa bukan orang yg hidup?,
kenapa bukan gunung?, kenapa bukan perumahan?.

Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini beristighatsah
pada shalihin.

3. justru saudaraku, demikian tujuan saya membuka forum ini, untuk
menampilkan dalil dalil shahih bagi hal hal yg banyak disarukan
oleh mereka yg masih belum memahami islam atau musuh musuh islam

4. kekerasan akan mencair dengan kesabaran dan kelembutan,
demikian Nabi kita saw meruntuhkan semua pemilik budi pekerti yg
keras.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=16740

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here