curhat – 2009/08/31 06:38

YanaMarya curhat – 2009/08/31 06:38 assalammualaikum wr wb

saya seorang ibu rumah tangga ada beberapa hal yg ingin saya
ceritakan sama habib.saya sedih sekali karna keadaan dirumah orang
tua saya tidak pernah ada keharmonisan,kedamaiian,saya sebagai
anak tidak pernah merasakan itu,sering sekali bpk saya klo sedang
marah memukul ibu saya,padahal bpk saya tidak memberikan nafkah
kepada kami,ibu saya lah yg mencari nafkah agar kami bisa
mkn.sekolah anak mana yg tidak sedih bila melihat ibunya dipukuli
trus,saking saya tidak nyaman tinggal dirumah itu terbenak dihati
saya untuk menikah padahal sebenarnya saya tidak ingin menikah
muda,karna alasan itulah saya akhirnya menikah,yg ingin saya
tanyakan kenapa rasa benci,marah,kesal itu tidak pernah hilang
dihati saya,sampai saat ini, jujur suami saya tidak tahu klo itu
salah satu alasan saya menikah,bukan karna ingin menipuh suami tp
karna takut,sampai saat ini masih sering sekali bpk saya memukuli
ibu saya,saya sedih karna saya tidak bisa berbuat apa2,haruskah
saya jujur dgn suami saya dan memohon maaf alhamdulilah saya
mendapatkan seorang suami yg bertangung jawab&sayang sama kel
sampai saat ini saya tidak bisa dgn tulus menyayangi bpk saya.
hanya itu yg ingin saya tanyakan terima kasih karna habib bisa
meluangkan waktu nya untuk saya
wasalammualaikum wr.wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:curhat – 2009/08/31 10:30 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur^an, Cahaya Keagungan
Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari
shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
tidak perlu mengabarkan aib anda atau orang lain pada suami atau
orang lainnya, namun bisa saja musyawarah dg nya untuk
menyelesaikan masalah ini, saran saya anda berusaha mencari teman
ayah, atau keluarga ayah, agar sering menasihatinya akan dosa
dholim pada istri.

dan jika ibu anda tidak tahan, maka hendaknya ia menyampaikan hal
itu pada keluarganya dan memusyawarahkan hal ini agar
diselesaikan, apakah bisa diselesaikan dg baik atau diakhiri dg
perceraian.

teruslah berlemah lembut pada ayah, karena kita adalah belahan
tubuhnya, mereka adalah ladang Jihad bagi kita, sebagaimana ketika
seorang pemuda izin ikut jihad bersama Nabi saw, maka Nabi saw
menjawab : apakah ayah ibumu masih ada?, pemuda itu berkata :
betul, maka Rasul saw menjawab : Maka kembalilah pada ayah
bundamu, dan berjihadlah dg bakti pada mereka. (Shahih Bukhari).

hadits ini menjelaskan pada kita bahwa bakti kepada orang tua
adalah pahala Jihad, anda bisa bayangkan betapa mulianya, dan
tentunya juga JIHAD adalah hal yg berat dan tidak mudah,

mengenai dosanya, maka itu urusannya dg Allah swt, namun baktilah
tetap padanya, karena itu adalah urusan kita dg Allah swt,

jika ayahanda berlaku buruk dan berbuat dosa pada istrinya, maka
jangan kita terlibat berlaku dosa pula dg berlaku buruk padanya,

maka jangan berputus asa saudariku.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=23425

cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!