Amanah Almarhum – 2008/10/06

Fathimah_ Amanah Almarhum – 2008/10/06 05:58 Assalaamu^alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh

Habib,
saya dulu pernah di amanahi seseorang yang sekarang sudah
almarhum, untuk menulis biografi beliau. Ketika saya di amanahi,
saya berusia 19 tahun namun beliau meninggal di usia 72 tahun
ketika saya berumur 21 tahun. Sekarang saya sudah 22 tahun tapi
belum juga menuliskan amanah beliau. Saya tidak tahu kenapa saya
yang diamanahi, padahal saya bukan siapa-siapa. Saya cuma orang
biasa yang ketemu pun tidak sengaja.

Saya bingung habib, karena beliau yang almarhum ini dulunya
beragama islam lalu kemudian menjadi kristen. Bahkan beliau ini
menulis buku sendiri tentang perpindahan agamanya dan menjadi
panutan umat kristen di belanda. Beliau tinggal antara Perancis
dan Belanda karena tidak diterima di Indonesia atas tuduhan
terkait perpolitikan yang dulu pernah ada di Indonesia.

Namun, meski dikenal sebagai pendeta…beliau menganggap zina
adalah hal wajar. Saya mengetahui nya sendiri dari mulut beliau
dan saya kaget mengetahui ternyata seseorang kadang tak sebaik
yang kita kira.

Sekarang beliau sudah meninggal, dalam kondisi yang masih tetap
dalam agama kristen. Ya habib, bolehkah saya meninggal kan amanah
ini karena saya takut buku tersebut kelak lebih banyak negatifnya
daripada positifnya.

Apakah jika saya meninggalkan amanah ini, kelak saya akan di
tuntut oleh almarhum dipengadilan Allah kelak?

Dan jika saya menuliskannya, tapi karena kemampuan saya yang
pas-pasan justru menyesatkan pola pikir seseorang. Maka apakah
saya juga yang bertanggung jawab akan hal ini di akhirat nanti?

Mohon bimbingannya ya habib, bagaimana sebaiknya saya bertindak.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Amanah Almarhum – 2008/10/06 16:42 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kemuliaan hari Idul fitri, kesucian Rahmat dan kelembutan Nya swt
semoga selalu menaungi hari hari anda,

saudariku yg kumuliakan,
menjalankan amanah bukan hal yg wajib, terkecuali amanah dari
harta milik orang yg wafat dari keluarga kita atau teman, karena
harta itu miliknya, maka wajib dijalankan, itupun jika disetujui
oleh ahli waris, jika ditolak maka hanya 1/3 saja yg dijalankan
dari amanah tsb,

mengenai amanah yg bukan miliknya, misal minta dikuburkan di
tempat anu, atau minta diberi nisan dg batu anu, atau minta
dituliskan sejarah hidupnya sebagaimana wasiat yg sdri terima, hal
itu tak wajib dijalankan, karena tak ada sangkut paut dengan
kepemilikannya.

lebih lebih lagi jika wasiat itu akan merusak iman muslim, sungguh
kita diwasiati oleh Rasul saw dengan Alqur^an yg memerangi usaha
para misionaris, maka amanah dari Nabi kita saw adalah jauh lebih
berhak ditegakkan

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18657

0 0 votes
Article Rating
cu.adminhttps://carauntuk.com
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments