Homeforum.majelisrasulullah.orgYaa Habibana… – 2008/06/03

Yaa Habibana… – 2008/06/03

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 20 views share

ofik Yaa Habibana… – 2008/06/03 06:30 Assalamu^alaikum Wr.wb…
Smoga Allah SWT mencurahkan kasih sayang dan kesehatan untk
Habibana sekeluarga!
Habibana yang saya muliakan,saya mau mengajukan beberapa
pertanyaan,yang diantaranya:
1. Apa yang dimaksud dgn Ijazah?
2. Apakah setiap kita mengamalkan shalawat,dzikir dan lain
sebagainya,harus punya Ijazah?
3.Saya mohon sama Habibana yang saya muliakan untuk meng Ijazahkan
saya atas bacaan2 yang saya amalkan!
Jazakumullah khairan katsiran atas jawaban dan penjelasan dari
Habibana yang saya muliakan.
Wassalam…

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose=

adminII Re:Yaa Habibana… – 2008/06/03 17:06 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada
diforum dengan pembahasan yang sama :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Keridhoan dan kelembutan Nya semoga selalu membuka jalan kemudahan
pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,

1. hampir semua doa tak perlu Ijazah, karena doa adalah meminta
pada Allah, Ijazah diperlukan adalah guna izin saja dan memperkuat
sanad (sanad=hubungan periwayat, dari fulan, kepada fulan, kepada
fulan, sampai pada ujungnya), dari guru kepada kita bahwa kita
boleh mengamalkannya,
misalnya murid ingin mengamalkan dzikir shalawat sebanyak 5 ribu
kali setiap hari, maka gurunya akan melihat, wah.. dia ini
(misalnya) siang hari sibuk bekerja, dan malam hari selalu
begadang duduk dengan teman temannya dalam hal yg tak berarti,
maka baiknya ia membaca dzikir itu dimalam hari, maka gurunya
mengizinkannya membaca itu tapi di malam hari,

guru lebih tahu mana dzikir yg pantas cocok diamalkan mana yg
tidak,

disamping itu Ijazah adalah juga menyambung sanad guru, yaitu
hubungan ruh (jika tak jumpa dizamannya) antara sipembaca dengan
yg membuat dzikir itu,

nah.. misalnya saya sudah punya ijazah suatu dzikir, maka saya
sudah mempunyai hubungan dengan pemilik doa tsb walaupun belum
pernah bertemu,

misalnya anda mempunyai Guru kyai fulan, guru anda membuat sebuah
doa yg sangat mulia, saya ingin mengamalkannya, ya boleh saja,
namun bukankah baiknya saya izin padanya?,
jika tidak sempat atau ia telah wafat, maka saya izin dari anda,
karena anda muridnya, anda lebih tahu apakah doa itu dan
kemuliaannya, maka anda mengijazahkannya (mengizinkannya) pada
saya,

demikian ijazah dari para Imam Imam terdahulu diijazahkan pada
muridnya demikinan berkesinambungan hingga kini,

kembali ke masalah saya ingin membaca doa yg dibuat guru anda,
tentunya boleh saja saya membacanya tanpa izin pada anda, karena
doa itu telah dicetak bebas misalnya, namun tentunya lebih
sempurna jika saya sudah mendapat izin dari beliau atau muridnya
yg telah mengamalkan doa itu,

sebagian besar doa adalah dari Rasul saw maka tak perlu ijazah
apa2.

kembali pada awal jawaban saya bahwa hampir semua doa tak perlu
ijazah, karena semuanya adalah doa pada Allah swt, namun dengan
adanya ijazah maka lebih membawa kemuliaan karena terhubung dengan
pembuatnya lewat muridnya, atau murid dari muridnya, demikian
hingga sampai pada kita,

demikian indahnya syariah ini, sebagaimana makmum yg di shaff yg
keseratus tetap mendapat pahala jamaah dan tetap bersambung pada
shalat Imamnya, demikian shaf pertama melihat gerakan Imam, shaf
kedua tidak melihat gerakan imam namun melihat gerakan makmum shaf
pertama, lalu shaf ketiga melihat gerakan makmum shaf kedua,
demikian dari generasi ke generasi ummat ini hingga kini,
bersambung satu sama lain, demikian kita dengan para imam imam
kita, demikian ahlussunnah waljamaah, kita bagaikan rantai yg tak
terputuskan, jika bergerak satu mata rantai maka bergetar seluruh
rantai hingga ujungnya.

saya ijazahkan dengan ijazah sempurna seluruh dzikir
salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir
dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para
Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya
terima dari Guru Mulia Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya
muttashil pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan
shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh wirid, dzikir dan doa Nabi
Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw,
dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam
kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Berikut Linknya :
Itemid=&func=view&catid=9&id=10736&lang=id#10736

Wassalam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=14928

© http://carauntuk.com/yaa-habibana-20080603

Leave a Reply