Homeforum.majelisrasulullah.orgwudhunya orang sakit yang terbaring dan cara membersihkan najis dilantai?

wudhunya orang sakit yang terbaring dan cara membersihkan najis dilantai?

forum.majelisrasulullah.org 3 0 likes 594 views share

 

Orang Sakit – 2008/07/08 16:06Asslm wr wb

habib, mengenai orang sakit yang terbaring tak bisa berbuat apa apa: apakah harus tetap di wudhui semampunya untuk melaksanakkan sholat? adakah cara lain bisakah dengan tayammum ? 
kalau mau membersihkan najasah kotoran kan harus diguyur air tetapi kasus ini sakit terbaring apakah tidak bisa hanya dilap saja ? trus wudhu tayammum dan sholat?
kalau dia sembuh apakah harus dighodo' semua sholatnya?
atau kalu meninggal apakah harus di ganti sama ahli warisnya di qhodoi sholatnya?

terimakasih sebelumnya
Wasslm wr wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/08 22:38Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudariku yang kumuliakan, berikut kutipan jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
ia diwudhukan oleh orang lain semampunya, lalu ditayammumkan lagi setelah dikeringkan anggota wudhunya, lalu ia boleh jamak shalatnya (dhuhur dengan asar dan diwaktu lainnya magrib dengan isya).

shalatlah semampunya dan wajib baginya meng Qadha nya jika sembuh, jika wafat maka ahliwarisnya meng Qadha shalatnya, atau membayar orang lain untuk meng Qadha shalatnya itu dan ada pendapat sebagian ulama untuk boleh ahli warisnya menggantinya dengan fidyah.
berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=13969&lang=id#13969

Wassalam,
AdminIII

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/10 13:44alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda 

saudariku yg kumuliakan,
wudhu dan tayammum jika ada luka, jika tak ada luka maka cukup diwudhukan, jika tak bisa maka di tayammumkan, dan setelah ia sembuh ia meng Qadha nya semampunya

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/10 17:39Assalamualikum wr wb

habibana , menanggapi pertanyaan hamba di atas, cara wudhu'nya terimakasih hamba mulai faham, tapi bagaimana dengan menghilangkan najasahnya, kalau semampunya diusahakan pakai guyur air biar suci…tapi mungkin agak susah karna posisi sudah berbaring terus, kalau cuman di lap dibersihkan semampunya….kan berarti belum suci….bagaimana dengan sholatnya habib/ niat sholatnya bagaimana hurmatul waqtu atau niat biasa?
karna sepengetahuan alfaqir katanya apabila dalam perjalanan trus kita mau sholat tapi entah di baju atau badan kita ada najasah…trus gak ada tempat untuk numpang bersuci macam masjid atau tempat air….sholat kita niatnya hurmatul waqtu trus kita harus i'adah sholat bila menemukan tempat air untuk bersuci, apa sama dengan orang sakit yang istinja'nya hanya di lap saja…jadi sholatnya hurmatul waqtu?

terimaksih 
Wassalamualikum wr wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/12 04:18alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda 

saudariku yg kumuliakan,
menghilangkan najasah jika yg dimaksud adalah Istinja, maka bisa digantikan dengan kertas tisu dan istinja nya sah, namun jika telah keluar dari batas Istinja yaitu najisnya telah menetes ke paha misalnya maka tidak sah dg tisu dan mesti dibasuh,

nah jika demikian, atau najisnya pada anggota tubuh lainnya, maka ia shalat hurmatul waqt, demikian jika wudhu nya hanya bisa di seka saja, maka tidak sah wudhu nya, maka ia berwudhu sebisanya lalu qadha jika sudah sembuh

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/12 16:14Assalamualaikum, bib mohon penjelasan bagaimana cara mengepel lantai yang terkena najis ? saya sangat bingung, karena cara mengepel yang biasa saya lihat (bahkan oleh orang yang berilmu, menurut saya) membersihkan najis dengan mengelap (berputar2) kain basah kemudian diulangi lagi dengan kain tersebut setelah dicuci, padahal setahu saya mensucikan najis itu dengan membersihkan najis tersebut sampai hilang bentuk dan baunya (apakah tempatnya harus kering?) kemudian membasuhnya agar suci… tapi saya belum mendapat contoh praktek untuk cara mengepel lantai….?
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/13 05:22Assalamualaikum wr wb

habibana yang sangat kami hormati, saya telah anggab habib sebagai guru saya dan website ini sebagai ma'had saya. Semoga habib dikaruniaai panjang umur sehat walafiah.

habib menanggapi masalah hurmatul waqt, apakah niatnya berbeda …maksudnya harus disebutkan kata hurmatul waqt ( walaupun ucapan niat itu sunnah ), atau niat biasa saja pastilah Allah tau niat kita?
sekian saja

wassalamualikum wr wb

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/13 18:13alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu membimbing hari hari anda 

saudaraku yg kumuliakan,
menghilangkan najis adalah dengan menyiramnya, lalu membasuhnya boleh dg sabun atau lainnya hingga hilang ketiga sifatnya, jika sudah berusaha keras dan masih juga tersisa sufat2 tsb maka dimaafkan,

jika ia kering maka dimaafkan, asal jangan tubuh kita atau pakaian kita basah menyentuhnya maka menjadi najis, kaidah fiqih yg jelas adalah : Kering dengan kering maka suci tanpa ada ikhtilaf, maksudnya najis kering jika bersentuhan dg sesuatu yg kering maka suci, demikian dalam seluruh madzhab

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Orang Sakit – 2008/07/13 18:17alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu membimbing hari hari anda 

saudariku yg kumuliakan,
tak perlu disebutkan dalam lafadznya hurmatul waqt dalam niat, walau shalat kita dg keadaan2 tsb tidak sah secara hukum, namun jika tak disebutkan asalkan kita memahami bahwa itu adalah hurmatulwaqt maka hal itu sudah cukup

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
© http://carauntuk.com/wudhunya-orang-sakit-yang-terbaring-dan-cara-membersihkan-najis-dilantai

Sponsor 2

3 Comments

Arief

Subhanalloh, sungguh jawaban yang buat hati orang sakit tenang dan solusi yang tepat

hidayat

السلام عليكم
Ana mau nanya habib,
Bagaimana cara berwudhu bagi orang yang sakit strok(tdk bs apa2) trmasuk nda bisa bicara kalau mau shalat pakai isyarat mata,,?

cu.admin

@hidayat

untuk cara berwudhu bagi orang yang sakit strok tidak bisa apa-apa, maka wudhunya dibantu oleh orang lain, dan jika dengan berwudhu menggunakan air bisa membahayakan dirinya maka dengan tayammum. boleh dengan isyarat mata.

dan untuk orang yang sakit parah itu boleh shalat nya di jama’ baik jama taqdim maupun takhir.

mudah2an menjawab pertanyaan saudara.

demikian jawaban dari kami mudah2an menjawab pertanyaan anda.

jawaban diberikan oleh Pengurus Majelis Al Anwaar dengan alamat website http://mtalanwar.blogspot.co.id/ dan fans page facebooknya di https://www.facebook.com/AlanwaarMajelis, anda dapat mengirim donatur seiklhasnya pada bank bri a/n 032901059697505 Ahmad Fathoni.
silakan di like untuk menambah wawasan kita.

Leave a Reply