Homeforum.majelisrasulullah.orgteman saya mempunya penjelasan untuk mengatakan bahwa ada zakat profesi. Bukan bermaksud ingin mengadu pendapat…

teman saya mempunya penjelasan untuk mengatakan bahwa ada zakat profesi. Bukan bermaksud ingin mengadu pendapat…

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 42 views share

pronabi Zakat Profesi.. ? – 2008/09/04 20:13 Assalamualaikum wr wb,

Semoga kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan dakwah Sayyidina
Muhammad selalu tercurah kepada guru ku Habib Munzir Bin Fuad
AlMusawa…

Habib saya mau tanya tentang zakat profesi…
Saya sudah yakin atas penjelasan habib mengenai tidak ada nya
zakat profesi … tp ternyata teman saya mempunya penjelasan untuk
mengatakan bahwa ada zakat profesi.
Bukan bermaksud ingin mengadu pendapat… tp InsyaAllah saya hanya
ingin tahu kejelasan mengenai hal ini…

Saya mohon penjelasannya… Afwan kalo merepotkan habib…

Begitu lampirannya..

ZAKAT PROFESI (PENGHASILAN)

Zakat profesi atau zakat penghasilan sebenarnya telah dikenal
sejak lama. Beberapa riwayat menjelaskan hal tersebut, diantaranya
adalah riwayat dari Ibnu Mas^ud, Mu^awiyah dan Umar bin Abdul Aziz
yang menjelaskan bahwa beliau mengambil zakat dari a^thoyat,
jawaiz (hadiah) dab al-madholim (barang ghasab yang dikembalikan).
Abu Ubaid meriwayatkan, “Adalah Umar bin Abdul Aziz memberi upah
kepada pekerjaannya dan mengambil zakatnya, dan apabila
mengembalikan al-madholim (barang ghasab yang dikembalikan)
diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari a^thoyat
(gaji rutin) yang diberikan kepada yang menerimanya”.

Dasar pengenaan zakat profesi diantaranya adalah QS Al- Baqarah,
ayat 267: ” Hai orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari
(hasil) usaha kamu yang baik .” dan QS At Taubah : 103.

Fatwa Ulama pada Mu^tamar Internasional I tentang zakat di Kuwait
(30 April 1984 M), antara lain juga menyebutkan obyek zakat yang
tidak secara spesifik disebutkan dalam hadist yaitu : zakat
profesi, perusahaan, dan kegiatan usaha lainnya.

Berbagai ulama berpendapat bahwa pengenaan zakat profesi dapat
diqiyaskan atau dianalogkan dengan dua jenis zakat sekaligus yaitu
zakat pertanian dan zakat uang/ emas. Dianalogkan dengan zakat
pertanian, karena zakat profesi tidak mempunyai haul. Artinya
kalau zakat pertanian wajib dikeluarkan saat panen (QS 6:141),
maka zakat profesi juga wajib dikeluarkan saat kita menerima hasil
usaha (jerih payah) kita.

Dianalogkan dengan zakat uang/emas, karena penghasilan yang kita
terima berupa uang tidak dalam bentuk natura. Zakat profesi
dianalogkan dengan zakat pertanian untuk nishabnya, yaitu setara
dengan 524 kg beras, sehingga jika harga beras Rp 5.000,00/kg
berarti nishob zakat profesi sebesar Rp 2.620.000,00 per bulan.
Untuk prosentasenya, mengikuti zakat uang/ emas yaitu 2,5% dari
hasil yang diterima (bruto).

Beberapa alasan Kewajiban Zakat Profesi, antara lain:

Ayat-ayat Qur^an yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis
harta dikeluarkan zakatnya.

Berbagai pendapat para ulama terdahulu maupun sekarang, meskipun
dengan menggunakan istilah yang berbeda. Sebagian dengan
menggunakan istilah yang bersifat umum yaitu al-amwaal, sementara
sebagian lagi secara khusus memberikan istilah dengan istilah
al-mustafad seperti terdapat dalam fiqh zakat dan al-fiqh
al-Islamy wa ^Adillatuhu.

Dari sudut keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam
penetapan kewajiban zakat pada setiap harta yang dimiliki akan
terasa sangat jelas, dibandingkan dengan hanya menetapkan
kewajiban zakat pada komoditas-komoditas tertentu saja yang
konvensional. Petani yang saat ini kondisinya secara umum kurang
beruntung, tetapi harus berzakat, apabila hasil pertaniannya telah
mencapai nishob. Karena itu sangat adil pula, apabila zakat inipun
bersifat wajib pada penghasilan yang didapatkan para dokter, para
ahli hukum, konsultan dalam berbagai bidang, para dosen, para
pegawai dan karyawan yang memiliki gaji tinggi, dan profesi
lainnya.

Sejalan dengan perkembangan kehidupan ummat manusia, khususnya
dalam bidang ekonomi, kegiatan penghasilan melalui keahlian dan
profesi ini akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bahkan
akan menjadi kegiatan ekonomi yang utama, seperti terjadi di
negara-negara industri sekarang ini. Penetapan kewajiban zakat
kepadanya, menunjukkan betapa hukum Islam sangat aspiratif dan
responsif terhadap perkembangan zaman. Afif Abdul Fatah Thabari
menyatakan bahwa aturan dalam Islam itu bukan saja sekedar
berdasarkan pada keadilan bagi seluruh ummat manusia, akan tetapi
sejalan dengan kemaslahatan dan kebutuhan hidup manusia, sepanjang
zaman dan keadaan, walaupun zaman itu berbeda dan berkembang dari
waktu ke waktu.

Sekian.

Afwan ya habibana… Barakallohu fik..
Syukron katsiir…

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Zakat Profesi.. ? – 2008/09/04 21:13 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
itu adalah kedangkalan pemahaman mereka terhadap syariah, tidak
bisa kita merubah hukum fardhu dg perkembangan zaman.,

jika kini sudah banyak orang bermaksiat apakah kita harus tambah
shalat menjadi 7 waktu?, lalu berqiyas bahwa dulunya Nabi saw
difardhukan 50 waktu untuk umat ini, maka boleh saja shalat fardhu
kita tambah sampai maksimal 50 waktu, karena keadaan maksiat yg
seperti ini?

tentu tak bisa demikian,

kalaupun hal itu diterima dan ada, mestilah semua madzhab
mengakuinya, ini tak satu madzhabpun yg mengakuinya, berikut
penjelasan mengenai jalur hadits yg merek jadikan dalil :

Mereka mengatakan hadist ketentuan setahun yg dari ibn umar yg
diriwayatkan oleh darqutni dan baihaqi doif krn didalamnya
terdapat ismail bin iyasy yg lemah.
Juga hadist yg dari syayidatina aisyah yg diriwayatkan oleh ibn
majah,darqutni,baihaqi mrk bilang doif krn adanya harisha bin abu
rijal yg lemah.
-tapi mreka tdk melihat kt muwatto imam malik yg meriwayatkan
hadist yg sama
[Malik An Nafi anna Abdulah bin umar kana yaquul:la tajibu fil
mal zakat hatta yahuula alaihi haul] muwatto imam malik bab zakat
fil ain min addzahab wa wariq (perak)
Qola imam bukhori: Asshohhul asanid adalah Malik An Nafi An Ibn
Umar. Sammahu silsilah
imam suyuti.

-jg diriwayatkan oleh imam malik di muwatto bab zakat fil ain min
addzahab wa wariq
Malik An Muhammad bin Uqbah Maula Zubair annahu sa ala Qosim bin
Muhammad an Mukatab
Lahu qootho ahu bi mal adhim, hal alaihi fihi zakat? Fa qola Qosim
: anna Aba Bakar Asshiddiq lam yakun ya khud min mal zakat hatta
yahuula alaihi haul. [Abubakar tdk mengambil dari harta benda
zakat sebelum sampai haul)

Mereka mengatakan jg bahwa di ktb muwatto bahwa mu awiyah adalah
orang yg pertama kali mengenakan zakat dari pemberian.memeng benar
hadist mu awiyah ada diktb muwatto tapi mereka tdk tahu maksud
perkataan mu awiyah tsb.

– Disebutkan dlm kitab Al Iddikar Syarah Muwatto li Imam Al Hafid
ibn Abdul bar bab zakat
Fil ain addzahab wa wiriq ttg hadist mu awiyah tsb (yuridu (mu
awiyah) akhoda minha nafsaha fi hiina atho la annahu akhoda minha
an ghoiriha mimma haala alaihi haul) maksudnya
Mu awiyah mengeluarkar zakat dr atho (gaji) yg dia terima utk
dirinya sendiri,dan tdk
Mengambil zakat dr atho yg diberikan kpd org lain krn terhalang
atasnya haul.perbuatan
Mua wiyah tsb yg langsung mengeluarkan zakat pd waktu menerima
gaji krn kewaro annya
Dan tdk mengambil dr org lain krn dia tahu harus mencapai haul
dulu baru mengeluarkan
Zakat.

– Qola Imam Ahmad bin Hambal : la zakata fil mal al mustafaad
hatta yahuula alaihi haul
Qola : wal mustafaad min al atho (gajian) wal hibah wa nahwu
dzalik)lht ktb al istidkar
Li al hafid ibn abdul bar bab zakat fil ain min addzahab wa wiriq.

Mereka juga mengatakan bahwa abu ubaid mengatakan bahwa umar bin
abdul aziz memungut zakat apabila mengembalikan
Barang2 sitaan(madzolim)
-dlm muwatto bab zat fi dain bahwa umar bin abdul aziz mengambil
zakat dr harta sitaan
(madzolim)setelah dikembalikan ke pemiliknya krn harta tsb sdh
tersimpan bertahun tahun
(sudah mencapai haul)

-dlm ktm al istidkar li al hafid ibn abdul bar disebutkan
Dzakaro an Abu Ubaid an Mu ad an ibn Aun qola : ataitu masjid wa
qod quri a kitaba min umar bin abdul aziz fa qola lii (shohibii) :
la syahatta kitaba Umar bin Abdul Aziz fi arbah attujjar an la na
rid laha hatta yahuula alaiha haul.

Qola Al Haid ibn Abdul bar : haddastana Ismail bin Ibrahim an qotn
bin fulan, qola : marortu bi wasito zaman Umar bin Abdul Aziz fa
qoluu : quri a alaina kitaba amirul mu minin an la na khud min
arbah attujjar syai an hatta yahuula alaiha haul.

Ruwiya an Husyaim qola akhbarona hamid atthowil qola : kataba Umar
bin Abdul Aziz an ta khuduu min arbah attujjar syai an hatta
yahuula alaiha haul.

Dzakaro assaji qola : haddastana Mu ad an ibn Aun Qola : kataba
Umar bin Abdul Aziz fi arbah attujjar an la ya rid lahum fiha
hatta yahuula alaiha haul.

– Jg disebutkan dlm kitab fathul bari fi syarah Shohih Bukhori li
ibn Hajar bab zakat al wiriq (Ajma a ulama ala istarotho haul fil
masyiah wa naqt duuna mu asyarot)

Semua diatas adalah pendapat shohabah, tabi in dan Imam2 ahli
hadist masalah haul.

Sedangkan pendapat para fuqoha ttg haul semua menyaratkan spt
imam2 empat madhab
Imam Nawawi fi majmu waroudhoh
Imam Ibn Hajar fi tuhfa
Imam Romli fi nihayah
Imam Khotib syirbini fi mugni dan semua Imam2 ahlussunnah lainnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

pronabi Re:Zakat Profesi.. ? – 2008/09/08 02:58 Assalamualaikum wr wb

Terima kasih banyak atas jawaban yang telah habib berikan…

Mohon maaf lahir dan bathin..

Oh iya, ana g liat habib munzir ketika meninggalnya Habib Abdullah
Alkaff, ayah dari Dr.Ahmad bin Abdullah Alkaff. Apakah habib tidak
datang ?

Beliau disholatkan Minggu kemarin tanggal 7 Sept 08, Alhamdulillah
ana ikut menyolatkan..

Ana pernah dengar katanya kalo kita ikut menyolatkan jenazah ulama
yang alim, maka jika beliau diampuni dosanya kita pun ikut
terampuni, apakah betul bib ?

Terima Kasih
Salam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Zakat Profesi.. ? – 2008/09/08 18:28 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kelembutan Allah swt semoga selalu menerbitkan
kebahagiaan pd hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
kebetulan saya diluar kota, dan baru tiba langsung acara di Ancol
asar, namun kita fatihah di majelis semalam di almunawar,

sabda Rasul saw : Barangsiapa mengantar jenazah untuk
menyalatkannya maka ia mendapat pahala satu qirath., dan jika ia
menyalatkannya dan hadir menguburkannya maka baginya pahala dua
qirath, dan masing masing qirath bagaikan gunung uhud” (Shahih
Bukhari).

lini adalah jenazah muslimin, lalu bagaimana dg jenazah alim
ulana…?

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=17812

© http://carauntuk.com/teman-saya-mempunya-penjelasan-untuk-mengatakan-bahwa-ada-zakat-profesi-bukan-bermaksud-ingin-mengadu-pendapat

Leave a Reply