Homeforum.majelisrasulullah.orgtahlilan Tak ada larangan sedekah atas nama mayyit atau atas nama keluarga duka, 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 1000 hari atau setiap hari, sadakah boleh boleh saja tanpa ada nash yg melarangnya.
AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa

tahlilan Tak ada larangan sedekah atas nama mayyit atau atas nama keluarga duka, 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 1000 hari atau setiap hari, sadakah boleh boleh saja tanpa ada nash yg melarangnya.

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 252 views share

shalat – 2007/11/02 19:23Assalamualaikum,
1. Megenai shalat tasbih apakah shalat tasbih itu termasuk sunnah? sebab saya pernah membaca buku yang mengatakan bahwa shalat tasbih itu baik 
dilakukan setiap hari dan minimal satu kali seumur hidup. Jika memang benar disunnahkan kapan waktu yang baik untuk mengerjakannya? 
Mohon dijelaskan beserta dalilnya.
2. Di daerah saya ketika ada orang yang meninggal pasti pihak keluarga akan mengadakan tahlilan lalu 3 hari-an, 7 hari-an atau 100 hari-an. Apakah 
mengadakan tahlilan, 3 hari-an, 7 hari-an atau 100 hari-an itu termasuk sunnah? Dan bagi yang diundang oleh pihak keluarga untuk mengadakan tahlilan, 
3 hari-an, 7 hari-an atau 100 hari-an apakah wajib untuk menerima berkat (istilah makanan yang didapat setelah tahlilan) sebab menurut saya hal 
itu pastinya memberatkan pihak keluarga yang membuat berkat apalagi yang ditimpa musibah adalah orang miskin. Lalu jika seandainya tidak disunnahkan
apa yang harus saya lakukan jika ada orang tua atau keluarga saya yang meninggal? Mohon dijelaskan secara rinci beserta dalilnya agar saya
tidak salah dalam menyikapinya.
3. Di surah al mauun dijelaskan mengenai pendusta agama. Dan kebetulan saya ini masih kuliah dan belum bekerja. Di hati saya, saya selalu bingung 
dan takut karena saya masih belum bisa mencintai dan menyayangi anak yatim dan orang miskin. Tetapi di hati saya yang paling dalam (niat saya) 
saya ingin mencintai mereka, saya ingin mengikuti jejak rasulullah untuk mencintai anak yatim. Saya ingin mengajak mereka makan 
dirumah saya, ingin memberikan sedekah kepada mereka, dan ingin mengajak mereka untuk berbuka shaum bersama dirumah saya. Tetapi yang 
membuat saya selalu takut jika dikatakan sebagai pendusta agama adalah orang tua saya kurang setuju karena mereka selalu berpatokan kepada 
materi padahal kehidupan saya sehari-hari sudah sangat berlebih, selalu makan enak memiliki pakaian yang bagus walaupun tidak memiliki kendaraan 
tapi menurut saya itu sudah sangat cukup dan setiap hari banyak makanan yang bersisa lalu kami buang, disaat itu kadang saya sedih dan ingin menangis 
melihat dan mengingat banyak anak yatim dan orang miskin disekitar saya. Yang saya takutkan adalah saya takut jika saya meninggal nanti (niat saya 
belum terlaksana) saya belum bisa mencintai dan menyayangi anak yatim dan orang miskin serta belum bisa mengajak mereka untuk merasakan kebahagiaan 
dirumah saya. Lalu apakah saya akan dikatakan sebagai pendusta agama yang selalu melalaikan anak yatim dan orang miskin sedangkan adzabnya sangat pedih. 
Mohon penjelasannya agar saya mengerti apa yang harus saya lakukan.
Terima kasih sebelumnya atas semua balasan jawaban dari Habib Munzir semoga penjelasan dari Habib Munzir beroleh pahala dari Allah.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:shalat – 2007/11/03 05:57Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

 

Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. berikhtilaf para ulama akan waktu shalat tasbih yg afdhal, namun tentunya shalat tasbih diperbolehkan disegala waktu selain waktu yg terlarang utk shalat sunnah, dan mengenai waktu yg afdhal para fuqaha kita dari kalangan syafii menentukannya diwaktu antara magrib dan Isya,

caranya adalah 4 rakaat dg dua salam, dan saat selepas Takbiratul Ihram maka membaca subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu Akbar 10X, lalu fatihah, lalu surat, lalu membaca bacaan iti lagi 15X, lalu ruku dan membaca lagi 10X, lalu I;tidal membacanya lagi 10X, lalu sujud membacanya lagi 10X, lalu duduk antara dua sujud dg membacanya lagi 10X, lalu sujud dg membacanya lagi 10X,
lalu berdiri dan berbuat seperti tadi yaitu 10X sebelum fatihah dan 15 X setelah surat, demikian sebagaimana diatas, sampai 4 rakaat, hingga jumlah bacaannya 300X, yaitu 75X setiap rakaat, demikian diajarkan Rasul saw dalam haditsnya yg diriwayatkan oleh Imam Baihaqiy, Imam Ibn Majah dll.

2. Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada nabi saw seraya berkata : Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih Muslim hadits no.1004).
Dan dalam hadits ini (hadits riwayat shahih muslim diatas) menjelaskan bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya disampaikan pada mayyit, demikian pula menurut Ijma (sepakat) para ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa doa” (syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 7 hal 90)

Maka bila keluarga rumah duka menyediakan makanan dengan maksud bersedekah maka hal itu sunnah, apalagi bila diniatkan pahala sedekahnya untuk mayyit, demikian kebanyakan orang orang yg kematian, mereka menjamu tamu2 dengan sedekah yg pahalanya untuk si mayyit, maka hal ini sunnah.

Tak ada larangan sedekah atas nama mayyit atau atas nama keluarga duka, 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 1000 hari atau setiap hari, sadakah boleh boleh saja tanpa ada nash yg melarangnya.
bahkan riwayat shahih bahwa jamuan makan hingga tujuh hari dirumah duka merupakan perbuatan para sahabat,

mengenai kenapa ada batasan 40 hari?, 3 hari?, 1000 hari? ini mengikuti adat orang hindu!,
ucapan ini hanya dari mereka yg dangkal pemahaman syariahnya, lalu kenapa kita mengikuti adat orang kafir dengan memakai komputer, podium mimbar di masjid, karpet di masjid, madrasah yg dipakai Bangku dan kursi, yg itu semua adalah adat orang kafir?, dan adat gereja?

boleh boleh saja ikut adat orang kafir kalau itu membawa manfaat dan kebaikan sebagaimana Rasul saw yg mengikuti adat orang kafir yahudi dalam puasa di hari 10 muharram, yg mana orang yahudi berpuasa dihari itu karena hari 10 muharram adalah hari selamatnya musa as dari kejarasn fir;aun, dan Rasul saw malah berkata : Kami lebih berhak atas musa dari kalian, lalu seraya memerintahkan sahabat berpuasa .

juga dalam Bab Jinayat bahwa nyawa dihargai 100 ekor onta hamil, ini Qiyas dari zaman jahiliyah ketika Abdulmuttalib bersedekah untuk putranya Abdullah ketika dimasa itu ia nadzar bila lahir anak lelaki lagi maka ia akan membunuhnya sebagai tumbal, namun ketika lahir lelaki (abdullah) maka ia sayang tuk membunuhnya, maka diadakanlah undian dadu, satu kearah abdullah, satu kearah 10 ekor onta, maka saat diundi tetap jatuh pada Abdullah, maka Abdulmuttalib menambah lagi 10 ekor onta, dan tetap undian jatuh pada Abdullah hingga 100 ekor onta, barulah undian jatuh pada Onta.

maka Abdulmuttalib menyembelih 100 ekor unta demi nyawa Abdullah, maka kejadian ini dijadikan Qiyas pada pembunuhan dalam hukum Syariah Islam, mereka yg membunuh maka harus dibunuh atau membayar 100 ekor onta hamil bila membunuh dengan sengaja.

hukum ini diambil dari adat jahiliyah, dan banyak lagi.

namun tentunya hal itu tidak wajib, tapi jika kita melarangnya maka itu akan menyulitkan keluarga duka pula, bagaimana tidak, jika anda terkena duka misalnya, lalu apakah anda membiarkan tamu tamu berdatangan tanpa ada suguhan?, 

pemecahan masalahnya adalah jangan kita melarang orang yg menyuguhkan makanan dirumah duka, namun baiknya kita datang tdk dg tangan kosong, tapi turut memberi makanan atau uang demi meringankan beban mereka,

3. yg dimaksud ayat itu adalah mereka yg tak perduli pada anak yatim padahal mereka berkemampuan, sungguh jauh berbeda antara yg tidak perduli, dengan yg perduli namun tidak mampu.

semoga Allah meluaskan rizki anda dengan keberkahan sehingga anda dapat melaksanakan cita cita anda,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

sumber

© http://carauntuk.com/tahlilan-tak-ada-larangan-sedekah-atas-nama-mayyit-atau-atas-nama-keluarga-duka-1-hari-3-hari-7-hari-40-hari-1000-hari-atau-setiap-hari-sadakah-boleh-boleh-saja-tanpa-ada-nash-yg-melarangnya

Sponsor 2

Leave a Reply