Homeforum.majelisrasulullah.orgSusu Kambing, Sunnah Rasulullah

Susu Kambing, Sunnah Rasulullah

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 314 views share

pencarian diatas.

isni Susu Kambing, Sunnah Rasulullah yang Terlupak – 2007/04/16 20:42 Susu Kambing,
Sunnah Rasulullah yang Telah Dilupakan
Submitted by KHARISMA on Sun, 2006-01-01 00:00. Forum

Susu kambing, masih jarang dikonsumsi
Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan
dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai
akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang
yang mengkonsumsi susu kambing.
Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai
alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam
riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-
sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu
sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh
kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan
penduduk muslim terbanyak di dunia.

Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di
Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat
dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.

Sunnah Rasulullah yang telah dilupakan

Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR.
Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan
datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam
memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim
diperintahkan Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21)1,
maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani
semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah a
termasuk kebiasaan makan dan minumnya a mengalami masa awal yang asing
dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa
diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung
diminum sesudah diperah dari ambing kambing (kisah Abdullah bin Masaud
pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Muaaith)
2. Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini a
terlepas dari kemampuan ekonominya a yang punya kebiasaan minum susu
kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum
muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah
konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang
penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional
tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang
didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi3. Bahkan tidak ada
data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan
domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat
wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu kambing yang
paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa
Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti
misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan
Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya
muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30),
Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat
rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa
sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan
terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun
pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan
di atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan
lainnya (politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan)
rupanya dalam hal kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih
dikuasai oleh arus pemikiran dan politik negara-negara barat.

Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Quraanul Karim: aMaka
makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan
Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya
saja menyembaha (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada
tahap halal, belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita
menganalogikan dengan kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang
selalu diperintahkan Allah secara bersama-sama dalam sebuah ayat
(contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan 21: 73) untuk
menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat dipisah-pisahkan
dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. memerangi kaum
muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak meninggalkan
sholat)4, maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan minuman
yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya
kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal
saja, melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-
thoyyib-an makanan dan minuman halal, termasuk susu.

Kontroversi Susu Kambing dan Susu Sapi

Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai
sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia.
Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang
umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa
digantikan dengan bahan makanan lainnya5. Oleh karena itu, pada umumnya
ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari.
Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan
terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam
penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu a kecuali susu
kambing segar a adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan
lendir di dalam tubuh manusia6. Beliau juga mengamati bahwa susu yang
paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari
air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa
pemanasan di atas suhu 48A°C justru merusak nilai fisiologis susu
kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang
timbulnya lendir yang berlebihan a suatu hal yang sangat kontroversial
bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu
sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal
alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi
dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan
sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit7.

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya
bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman
susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya
mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik.
Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan
sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka
dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan
sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan
hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu
sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu,
sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak
dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan
semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada
manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot
yang ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman
keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar
rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada
manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun
kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi
susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh
keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang
susu dalam Al Quraan sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi,
sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang
manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh
manusia 3,6,8,9 hanya saja secara umum publikasinya masih kalah
dibandingkan dengan susu sapi3.

Kesiapan Teknologi Pendukung Produksi Susu Kambing

Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing dibandingkan
dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di Indonesia
sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket-
supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah
memang budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut
pandang ekonomi? Telah diteliti bahwa budidaya kambing sangat potensial
dan realistis untuk dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang
dengan iklim tropis3.

Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian
Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Indonesia
sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan
sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang
dan kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing
PE10. Dalam laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang
jantan dibesarkan untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang
betina dibesarkan untuk diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor
kambing PE dapat mencukupi kebutuhan protein hewani asal susu untuk
sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga. Budidaya kambing PE ini
sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah sehingga sangat
potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang
mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan
ekonominya.

Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat menaikkan
taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani yang
halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-
pedesaan melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat
melestarikan salah satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan
orang di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Kita bisa mengambil
pelajaran dari negara tetangga kita Malaysia yang telah sukses lebih
dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran susu kambing ini secara
profesional11.

Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan pangan,
ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di
pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam
memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan
produksinya. Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan
prioritas: peningkatan produksi susu dengan tetap memperhatikan
kesehatan ternak dan lingkungan, dan peningkatan keamanan/higiene susu,
terutama karena manfaat kesehatan susu kambing sangat berkurang akibat
pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk keamanan dan pengawetan produk
susu perlu dipanaskan.

Karlsruhe (Jerman), 20 April 2003
——————————————————————————-
Footnote
1 Al Quraan dan Terjemahannya. Yayasan Penterjemah/Pentafsir Al Quraan
Departemen Agama. (1971)
2 Khalid, M. Kh.: Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah.
Penerjemah: Mahyuddin Syaf dkk. Bandung: CV Diponegoro, p. 215-216 (1987)
3 Haenlein, G.F.W.: Past, Present, and Future Perspectives of Small
Ruminant Dairy Research. Journal of Dairy Science, 84(9): 2097-2115 (2001)
4 Khalid, M. Kh.: Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik
Perihidup Khalifah Rasulullah. Penerjemah: Mahyuddin Syaf dkk. Bandung:
CV Diponegoro, p. 78-82 (1992)
5 Kristanti, I.: Bila tidak tahan minum susu. http://pagihp.tripod.com/
minmsusu.htm (1998)
6 Walker, N.W.: Auch Sie kC¶nnen wieder juenger werden. Judul asli:
Become younger. Muenchen: Wilhelm Goldmann Verlag, p. 58-64 (2002)
7 Carper, J.: Nahrung ist die beste Medizin. Judul asli: The Food
Pharmacy. Muenchen: Econ Ullstein List Verlag, p. 179-194 (2001)
8 Walker, N.W.: Frische Frucht- und Gemuesesaefte. Judul asli: Fresh
Vegetable and Fruit Juices. Muenchen: Wilhelm Goldmann Verlag, p. 120-122
(1995)
9 Rachman, R.: Khasiat Susu dan Daging Kambing. Harian Kompas, 2 September
2002. http://www.kompas.com/kompas-cetak/0209/02/iptek/khas35.htm
10 Kambing PE Penghasil Daging Sekaligus Susu. Warta Penelitian dan
Pengembangan Pertanian, Vol. 23 (4), 2001.
http://pustaka.bogor.net/publ/warta/w2345.htm11
http://www.m-sia.com/npdairies

Dikirim oleh: Dr. Indah Kristanti (Penulis adalah salah satu mantan
Pengurus LSM KHARISMA, 2002-2003). Tulisan ini pernah dimuat di
Alhikmah.com sebagai salah satu pemenang lomba karya tulis ilmiah.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=3444

© http://carauntuk.com/susu-kambing-sunnah-rasulullah

Leave a Reply