Homeforum.majelisrasulullah.orgSifat Kalam – 2007/03/22

Sifat Kalam – 2007/03/22

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 361 views share

Moethoy Sifat Kalam – 2007/03/22 20:26 Assalamu alaikum warahmatullohi
wabarokatuh
Limpahan kebahagiaan senantiasa menaungi Habibiy dan muhibbun MR.

Habibiy yang saya muliakan.
Ketika membaca jawaban2 Habibiy, ada siraman segar yang mengalir
di hati saya. Mudah2an itu adalah buah keikhlasan Habibiy melayani
forum yang mulia ini. Pertanyaan kali ini mengenai sifat wajib
bagi Allah swt dan Rasulnya yang mulia.
(1) Apa beda sifat Kalam bagi Allah dan sifat maknawinya Kaunuhu
Mutakallimun, mohon penjelasannya.
(2) AlQur an Mulia disebut kalamullah, apakah ada contoh
kalamulloh lainnya selain alQur an.
(3) Dalam QS asy Syura : 51 hanya Nabi yang memungkinkan berkata2
dengan Allah swt. Bagaimana dengan Imam Ahmad bn Hambal rh atau
waliyulloh lainnya yang wushul kepada Allah swt, adakah keterangan
syara yang memungkinkan seorang kekasih Allah bertemu dengan
Allah swt ketika mereka masih hidup di dunia ini.
(4) Salah satu sifat yg wajib bagi para nabi adalah amanah atau
terpelihara dari dosa. Bagaimana dengan Nabi Adam as yang
melanggar makan buah khuldi. Atau Nabi Musa as yang membunuh
orang, atau Nabi Khidir as yang membunuh anak kecil atau mungkin
Nabi saw yang berwajah mesem kepada Abdullah bn Ummi Maktum. Mohon
penjelasannya.
(5) Mohon keterangan mengenai asal kaidah Hasanatul abror
sayyiatul muqorobin. Apakah harus selalu sesuai dengan syariat
agama, atau boleh melanggar syara.
Apabila ada kata2 yang salah mohon Habibiy berkenan memaafkannya.
Washollohu ala sayyidina Muhammadin wa alihi washohbihil kirom.
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarokatuh.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Kalam – 2007/03/26 05:30 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Semoga cahaya keridhoan Nya swt selalu berlimpah pada anda dan
keluarga,

Akhilkariim yang saya muliakan,
1. Kalam adalah sifat, bahwa Allah swt itu mampu berbicara dan
bukan bisu, namun tentunya berbicaranya Allah swt tak membutuhkan
bibir dan lidah sebagaimana makhluk.
Kaunuhu Mutakallim adalah buah perbuatan Nya swt dari sifat Nya
swt, bahwa Allah swt itu telah dan selalu berbicara.

Contohnya seperti ini, budi mampu melihat, tidak buta, itulah
sifat.
Budi melihat gunung meletus, itulah buah dari sifat melihatnya,
tentunya walaupun Budi tak melihat gunung meletus pun ia tetap
disebut mampu melihat dan tidak buta, namun buah dari sifat
melihatnya adalah melihat sesuatu,

Demikian sifat Allah Kalam, mampu berbicara dengan bahasa apapun,
bahkan dg bahasa hati dan tentunya bukan dg lidah dan bibir
sebagaimana makhluk, kaunuhu Mutakallim bahwa Dzat Nya swt itulah
melantunkan kalam kalam Nya swt kepada makhluk Nya swt berupa ayat
dll.

2. tentunya hadits hadits Qudsiy, dan bahkan ucapan ucapan Rasul
saw adalah firman dan wahyu Allah swt, namun hadits Rasul saw
adalah makna yg dari Allah dan rangkaian kalimatnya dari Rasul
saw, sebagaimana firman Nya swt dalam awal surat Annajm :
Tiadalah ia berbicara dari hawa nafsunya, melainkan wahyu yg telah
diwahyukan .
Contoh hadits Qudsiy : sabda Rasulullah saw : Allah swt berfirman
: Wahai hamba Hamba Ku, sudah kuharamkan perbuatan Dhalim atas
diri Ku, lalu kuharamkan pula atas kalian, maka janganlah saling
berbuat dhalim (Shahih Muslim hadits no.2577)
Contoh hadits Rasul saw tentunya sangat banyak.

3. tidak terjadi perjumpaan dg Allah swt dalam kehidupan dunia,
namun terjadi perjumpaan dalam mimpi sebagaimana Imam Ahmad bin
hanbal, dan bukan melihat wujud Dzat ilahiy, namun perumpamaan
lain dari penyerupaan lain, sebagaimana Allah menyerupakan diri
pada Musa dengan pohon yg bercahaya sebagaimana firman Nya :
KETIKA IA MENDATANGI POHON ITU MAKA IA DISERU DARI SISI LEMBAH
AYMAN, DI BELAHAN BUMI YG DIBERKAHI (seruan) DARI POHON : WAHAI
MUSA, SUNGGUH INILAH AKU TUHAN SEKALIAN ALAM (QS Alqashash 30).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt berwujud dg wujud lain, namun
ketika musa as meminta melihat wujud Allah yg aslinya maka
gunungpun hancur dan musa as tak mampu.
Maka merupakan hal yg boleh terjadi bila seseorang shalihin
bermimpi berjumpa Allah swt, namun bukna dzat asli Nya swt, dan
hanya dalam mimpi bagi kaum shalihin, dan mimpi adalah salah satu
dari tanda kenabian.

4. pada hakekatnya mereka tidak melanggar, perbuatan mereka
didasari kebenaran, Adam as ditipu karena Iblis pura pura menangis
dan berkata : aku sedih, karena engkau akan wafat, engkau tak akan
abadi, sebenarnya ada cara agar engkau bisa abadi, yaitu makan
buah khuldi..! , maka Adam as sangat ingin abadi karena cintanya
pada Allah swt, ia tak mau pisah dg Allah, dan ia rela dihukum
apapun asalkan jangan berpisah dg Allah, karena rindunya pada
Allah swt, maka ia pun memakannya, dan ternyata itu adalah tipuan
belaka, dan perbuatan itu telah dikehendaki dan ditakdirkan oleh
Allah swt.

Sebagaimana Adam as diriwayatkan ketika berjumpa dg Musa as, dan
Musa as berkata : engkaukah Adam yg menyebabkan keturunanmu harus
tinggal dimuka Bumi karena perbuatanmu? , maka Adam as berkata :
engkaukah Musa Kalimullah yg dimuliakan Allah dg risalah Nya swt
yg lalu engkau menyalahkanku atas perbuatan yg telah ditentukan
Allah atasku sebelum aku diciptakan?, maka Musa as terdiam (Shahih
Bukhari hadits no.7077)

Musa as tak bermaksud membunuh orang, namun saat ia memukul orang
yg akan membunuh seorang miskin itu syaitan turut memasukkan
tenaganya dalam pukulan itu maka orang itu mati, maka Allah swt
menceritakannya : MAKA MUSA MEMUKULNYA, DAN IAPUN WAFAT, DAN MUSA
BERKATA : INI ADALAH PERBUATAN SYAITAN (QS Alqashash-15).

Dan demikian perbuatan nabi Khidir adalah perintah Allah swt
kepadanya sebagaimana dijelaskan dalam surat Al kahfi.

Rasul saw berwajah masam pd Ibn Ummi maktum sesekali tak
menyinggung perasaan Ibn Ummi maktum, karena Ibn ummiy maktum
buta, dan Rasul saw mengambil kesempatan itu, bahwa Rasul saw bila
tak menegur Ibn Ummi Maktum maka akan membuat para pembesar
Quraisy akan merasa tak dihargai, karena memang perbuatan Ibn ummi
maktum adalah kurang ajar karena memotong pembicaraan Nabi saw.
Nabi saw tak menegurnya, namun hanya bermuka masam, dan rasul saw
tahu ibn Ummi maktum tak melihatnya, namun hal itu akan dilihat
oleh orang orang Quraisy hingga mereka akan merasa dihargai,

Allah swt menghendaki kejadian itu, bahwa Rasul saw memuliakan
mereka, lalu kemudian Allah swt menjatuhkan teguran pada nabi saw
untuk menjadi ibrah bagi pembesar Quraisy bahwa dimata Allah swt
Ibn ummi maktum jauh lebih mulia daripada mereka.

Kesimpulannya, para nabi dan rasul itu tak berbuat kesalahan atas
kemauannya, namun yg mereka perbuat itu adalah kebenaran, dengan
kehendak Allah swt, walaupun bentuk lahiriyahnya adalah kesalahan.

Hasanatul abrar sayyi atul muqarrabin artinya perbuatan baik bagi
orang orang awam, adalah kesalahan bagi orang orang shalih , ini
adalah kiasan untuk menunjukkan mulianya derajat orang orang yg
dekat kpd Allah swt, bahwa hal hal yg berupa pahala bagi orang
awam, misalnya shalat yg tanpa khusyu, doa yg tanpa hati yg hadir,
hal itu amal baik bagi mereka, namun bagi orang orang shalihin dan
yg dekat kepada Allah swt hal itu merupakan kesalahan dan hal yg
sangat tak pantas mereka lakukan, karena dg derajat mereka, ilmu
mereka, dan keshalihan mereka sepantasnya mereka itu khusyu,
berdoa dg khusyu pula.

Contoh lainnya adalah misalnya puasa yg tak menjaga panca indra,
maka hal itu adalah kemuliaan dan kebaikan bagi orang awam, namun
merupakan suatu aib besar dan kesalahan bila dilakukan oleh orang
muqarrabien, dg keluasan ilmu mereka, tingginya derajat mereka,
sepantasnya puasa mereka itu menjaga panca indranya.

Tentunya harus selalu dg syariah, tak ada satu ajaran islam yg
mengajari untuk melanggar syariah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, mohon maaf jawaban saya
terlambat, karena saya baru tiba dari luar kota.

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=3064

© http://carauntuk.com/sifat-kalam-20070322

Sponsor 2

Leave a Reply