AbuAfidita Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/05/23 14:25
Assalamu^alaikum wr.wb.

Keberkahan dan kemudahan semoga selalu menyertai Habib Munzir,
keluarga dan Jamaah MR.

Sebelumnya saya terima kasih, bahwa pertanyaan saya selalu dijawab
dengan sangat jelas dan memuaskan. Namun izinkan saya untuk terus
bertanya atas ketidaktahuan saya.

Saya ingin satu hal yang masih mengganjal :
1. Saya membaca beberapa tulisan bahwa dalam Al-Ibanah, Imam
Asy^ari menyatakan bahwa Allah ada di Arsy, memiliki tangan, kaki
dst. Apakah benar demikian?

2. Kalau benar, apa bedanya dengan pemahaman kelompok yang
menamakan diri Salafi.

Mohon maaf kalau kurang berkenan dan terima kasih.
Semoga Allah SWT memberi balasan yang berlimpah kepada Habib.
Amien.

Wassalamu^alaikum w.w.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/05/23 16:48
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan keberkahan semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
jangan segan segan bertanya, masalah masalah seperti ini memang
mesti disebarluaskan karena banyak saudara kita muslimin yg
terjebak, maka wajib kita memberikan kejelasan semampunya.

Masalah ayat/hadist tasybih (tangan/wajah) dalam ilmu tauhid
terdapat dua pendapat dalam menafsirkannya.
1.Pendapat Tafwidh ma a tanzih
2.Pendapat Ta wil

1. Madzhab tafwidh ma attanzih yaitu mengambil dhahir lafadz dan
menyerahkan maknanya kpd Allah swt, dg i tiqad tanzih (mensucikan
Allah dari segala penyerupaan)

Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia
berkata Nu^minu biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna ,
(Kita percaya dg hal itu, dan membenarkannya tanpa menanyakannya
bagaimana, dan tanpa makna) Madzhab inilah yg juga di pegang oleh
Imam Abu hanifah.

dan kini muncullah faham mujjassimah (yg mengaku salafy) yaitu
dhohirnya memegang madzhab tafwidh tapi menyerupakan Allah dg
mahluk, bukan seperti para imam yg memegang madzhab tafwidh yg
mengimani ayat itu secara dhohirnya namun tanpa makna.

2. Madzhab takwil yaitu menakwilkan ayat/hadist tasybih sesuai dg
keesaan dan keagungan Allah swt, dan madzhab ini arjah (lebih baik
untuk diikuti) karena terdapat penjelasan dan menghilangkan awhaam
(khayalan dan syak wasangka) pada muslimin umumnya, sebagaimana
Imam Syafii, Imam Bukhari,Imam Nawawi dll. (syarah Jauharat
Attauhid oleh Imam Baajuri)
Pendapat ini juga terdapat dalam Al Qur an dan sunnah, juga banyak
dipakai oleh para sahabat, tabiin dan imam imam ahlussunnah
waljamaah.

seperti ayat :
Nasuullaha fanasiahum (mereka melupakan Allah maka Allah pun
lupa dengan mereka) (QS Attaubah:67),
dan ayat : Innaa nasiinaakum . (sungguh kami telah lupa pada
kalian QS Assajdah 14).

Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada
Allah walaupun tercantum dalam Alqur an, dan kita tidak boleh
mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda dg sifat lupa pada
diri makhluk, karena Allah berfirman : dan tiadalah tuhanmu itu
lupa (QS Maryam 64)

Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt
berfirman : Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk
Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku
menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul Alamin?, maka Allah menjawab
: Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau
menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau
temui Aku disisinya? (Shahih Muslim hadits no.2569)

apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti
sakitnya kita?

Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya
yaitu Syarah Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yg dimaksud sakit
pada Allah adalah hamba Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya
pada hamba Nya itu, wa ma na wajadtaniy indahu ya niy wajadta
tsawaabii wa karoomatii indahu dan makna ucapan : akan kau temui
aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku
dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal
125)

Dan banyak pula para sahabat, tabiin, dan para Imam ahlussunnah
waljamaah yg berpegang pada pendapat Ta wil, seperti Imam Ibn
Abbas, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Tirmidziy, Imam Abul Hasan
Al Asy ariy, Imam Ibnul Jauziy dll (lihat Daf ussyubhat Attasybiih
oleh Imam Ibn Jauziy).

maka jelaslah sudah bahwa mereka itu tak memahami makna tauhid yg
sebenarnya mereka inginkan, tentunya dari dangkalnya pemahaman,
sebab mereka kini menjadi mengada ada, mereka bukan di kelompok yg
pertama bukan pula kelompok kedua, malah mereka membuat ajaran
tauhid baru yg mirip dg madzhab Tafwidh Ma^attanziih namun merusak
maknanya dg menurut pemahamannya sendiri.

demikian sekilas penjelasan ini saudaraku, saya agak terburu buru
karena dalam perjalanan ke bandara tuk menuju Kualalumpur, mohon
doa,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

AbuAfidita Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/05/27 10:22
Assalamu^alaikum wr.wb

Terima kasih Habib yang telah menyempatkan untuk menjawab
pertanyaan saya, namun kalau berkenan mohon bisa menjelaskan
secara spesifik isi kitab Ibanah berdasarkan pemahaman yang benar.

Hal ini dikarenakan kitab ini menjadi alasan dari kaum Salafi
bahwa kitab Al-Ibana adalah kitab terakhir Imam Asy^ari dan pada
akhirnya mengikuti pemahaman seperti mereka (Salafi). Mohon
pencerahannya.

Terima kasih, Semoga Habib selalu mendapat perlindungan Allah SWT.
Amien.

Wassalamu^alaikum wr.wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/05/28 05:26
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu tercurah pada
hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
anda dapat meminta bukti ucapan itu dari mereka dari kitab Ibanah
dan tunjukkan kepada saya, dan saya akan menjelaskan maknanya
Insya Allah.

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kacung Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/15 14:54
Assalamualaikum war wab
bib…seminggu yang lalu temen ana umroh dan membeli kitab
IBANAH.Dia tidak buka2 dulu isinya.memang diluarnya jelas kitab
ibanah milik imam asyari.tapi kata temenku itu kitab Ibanah yang
ia beli disaudi itu ternyata isinya sama saja dengan kelompok
wahaby.Ana sendiri belum lihat kitab itu dan isinya.Cuma dia
telepon ana katanya kitab itu isinya kayak palsu.Dia sempat nanya
juga pada salah seorang yang ketemu disaudi bahwa kok kitab ibanah
isinya ga mencerminkan sama sekali Asy^ariyahnya.Dijawab orang itu
sekarang memang ulama2 saudy yang anti Asy^ari telah berani campur
tangan merobah isi kitab ibanah sesuai pemahaman mereka tapi tetap
dengan mengambil judul IBANAH asy^ariyyah.

Kalau memang betul demikian betapa busuknya hati mereka memalsukan
isi dan materi kitab orang lain.bahkan lebih berbahaya lagi hal
itu berkaitan soal aqidah atau teologi.Terlaknt mereka telah
mendustakan Imam besar kita Abu al hasan al asy^ary.

Ana tak habis fikir kenapa ulama2 wahaby watak dan sifatnya
seperti itu.Sungguh mereka sangat keterlaluan dan sangat melewati
batas toleransi.Benar2 mereka telah menganggap kita musuh yang
harus dihancurkan dan dihabisi.Mengelabui kitab ibanah agar para
asy^ariyyin jadi ragu kepada imamnya.

Ulama2 wahaby itu benar2 busuk dan penjilat.Merasa pemerintah
saudy sebagai backing nya,kekuasaan dan fasilitas dari pemerintah
telah membuat mereka makin besar kepala dan kejam memporak
porandakan persaudaraan sesama muslim.

Setiap buku dan kitab,selebaran2 dan buletin,terjemahan buku2
mereka keberbagai macam bahasa dunia telah membuat kaum muslimin
disemua negara kacau balau,saling mencaci,menghujat dan makin jauh
dari nikmatnya persatuan dan persaudaraan.

Lidah mereka kelu untuk bicara soal israel dan amerika yang terus
menerus mendzolimi saudara kita dipalestina,libanon,suriyah,iraq
dan iran.Mulut mereka bungkam ketika pemerintah saudy terus
menerus intim dengan amerika dan israel.Mereka lebih senang
membid^ah2kan saudaranya sendiri,mentakfir dan mentadhlil.

Coba saja ketika kita haji atau umroh.memegang megang
ka.bah…..musyrik,mencium kelambunya syirik,membaca doa pada buku
saat thowaf…menyalahi syariat.Lama2 didepan kuburan ROSULULLAH
SAW di usir,doa menghadap kuburan rosul saw dilarang…Mereka
seperti ga ada kerjaan lagi selain nyalah2in orang lain.kayak
bener sendiri,paling sunnah sendiri,yang berhak masuk surga karena
yang lain musyrik semua,jubah dan tutup kepala putih ternyata
tidak seputih hati mereka…

Bib jangan lupa doain ana supaya sabar.Dan ana diperantauan ini
tetap dilindungi Allah dan dijagaNya serta selamat dari hal2 yang
tidak baik buat ana.

Wassalam
Ibnu Abdullah

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

AbuAfidita Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/16 06:47
Assalamu^alaikum wr.wb.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai Habib, keluarga dan seluruh
Jamaah MR.

Mohon maaf saya lama menjawab, karena cukup sulit mencarinya.
Akhirnya saya temui namun dalam bahasa Ingris dari web site
bernama http://ibaanah.com, namun isinya Aqidah salafi. Berikut
tulisannya:

[5] Imâm Abûl-Hasan al-Ash arî (d.324H) – rahimahullâh – said:
If it is said: Why do you deny His statement, Do you not see
that We have created for them what our Own Hands have created.
[Sûrah Yâ Sîn 36:71] And His statement: Whom I have created with
My Own Hands. [Sûrah Sâd 38:75] are majâz (methaphorical)? To him
it is said: The ruling concerning the Speech of Allâh – the Mighty
and Majestic – is that it is taken upon its dhâhir (apparent) and
haqîqah (real) meaning. Nothing is moved from its dhâhir meaning
to a majâz (metaphorical) one, except with a proof Likewise, the
statement of Allâh – the Mighty and Majestic, Whom I have
created with My Own Hands, its dhâhir and haqîqah meaning is
affirming the Yadayn (two Hands of Allâh).
So it is not permissible to alter it from the dhâhir meaning of
Yadayn to that which our opponents claim, except with a proof
Consequently, about His statement, Whom I have created with My
Own Hands. It is obligatory to affirm two hands for Allâh – the
Most High – in its haqîqah (real) meaning, not with the meaning of
ni matayn (two bounties of Allâh). [17]
17. al-Ibânah an Usûlid-Diyânah (p. 133). The ascription of this
book to Abûl-Hasan al-Ash arî, and that it was his final book
concerning aqîdah (creed) – has been testified to by a number of
Scholars, and from them: al-Hâfidh Ibn Asâkir in
Tabyînul-Kadhibul-Muftarî (p. 152), al-Bayhaqî in al-I tiqâd (p.
31), Imâm adh-Dhahabî in al- Uluww (no. 276) and Ibnul- Imâd in
Shadharâtudh-Dhahab (p. 303).

Sebagai tambahan apa maksud tulisan Imam Hanafi RH dalam fiqhul
Akbar:
28- وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن, فما ذكره الله
تعالى في القرآن من ذكر الوجه واليد والنفس فهو صفات له بلا كيف.

Mohon penjelasan dari Habib. Terima kasih.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

khunthai Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/17 01:17
Assalamu^alaikum wrwb.
Telah banyak berita bahwa penerbit2 wahaby banyak memalsukan
kitab-kitab. Demikian juga mereka membuat web-web site sejenis.
Coba click di link-link yg ditunjuk di sini, dan juga link-link
rujukannya.

http://orgawam.wordpress.com/2007/09/03/belajar-ke-arab-saudi/

Maka ..kalau ada.. tampilkan dari kitab asli (bukan cetakan
wahaby). Membahas sesuatu yang (terindikasi) dipalsu.. kalau itu
ternyata bukan kata-kata Imam Asy ^ari, menurut saya hanya
menghabiskan waktu saja, sia sia.

Maaf kalau ada kesalahan.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

adminII Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/17 01:24
Assalamu^alaikum wr.wb.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai Habib, keluarga dan seluruh
Jamaah MR.

Mohon maaf saya lama menjawab, karena cukup sulit mencarinya.
Akhirnya saya temui namun dalam bahasa Ingris dari web site
bernama http://ibaanah.com, namun isinya Aqidah salafi. Berikut
tulisannya:

[5] Imâm Abûl-Hasan al-Ash arî (d.324H) – rahimahullâh – said:
If it is said: Why do you deny His statement, Do you not see
that We have created for them what our Own Hands have created.
[Sûrah Yâ Sîn 36:71] And His statement: Whom I have created with
My Own Hands. [Sûrah Sâd 38:75] are majâz (methaphorical)? To him
it is said: The ruling concerning the Speech of Allâh – the Mighty
and Majestic – is that it is taken upon its dhâhir (apparent) and
haqîqah (real) meaning. Nothing is moved from its dhâhir meaning
to a majâz (metaphorical) one, except with a proof Likewise, the
statement of Allâh – the Mighty and Majestic, Whom I have
created with My Own Hands, its dhâhir and haqîqah meaning is
affirming the Yadayn (two Hands of Allâh).
So it is not permissible to alter it from the dhâhir meaning of
Yadayn to that which our opponents claim, except with a proof
Consequently, about His statement, Whom I have created with My
Own Hands. It is obligatory to affirm two hands for Allâh – the
Most High – in its haqîqah (real) meaning, not with the meaning of
ni matayn (two bounties of Allâh). [17]
17. al-Ibânah an Usûlid-Diyânah (p. 133). The ascription of this
book to Abûl-Hasan al-Ash arî, and that it was his final book
concerning aqîdah (creed) – has been testified to by a number of
Scholars, and from them: al-Hâfidh Ibn Asâkir in
Tabyînul-Kadhibul-Muftarî (p. 152), al-Bayhaqî in al-I tiqâd (p.
31), Imâm adh-Dhahabî in al- Uluww (no. 276) and Ibnul- Imâd in
Shadharâtudh-Dhahab (p. 303).

Sebagai tambahan apa maksud tulisan Imam Hanafi RH dalam fiqhul
Akbar:
28- وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن, فما ذكره الله
تعالى في القرآن من ذكر الوجه واليد والنفس فهو صفات له بلا كيف.

Mohon penjelasan dari Habib. Terima kasih.

Terjemahan:

Assalamu^alaikum wr.wb.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai Habib, keluarga dan seluruh
Jamaah MR.

Mohon maaf saya lama menjawab, karena cukup sulit mencarinya.
Akhirnya saya temui namun dalam bahasa Ingris dari web site
bernama http://ibaanah.com, namun isinya Aqidah salafi. Berikut
tulisannya:

[5] Imâm Abûl-Hasan al-Ash arî (d.324H) – rahimahullâh – berkata:
Jika disebutkan: Mengapa kalian mengingkari Firman-Nya,
Tidakkah kalian melihat bahwa Kami telah menciptakan bagi mereka
apa yang Tangan-Tangan Kami telah ciptakan. [Sûrah Yâ Sîn 36:71]
Dan Firman-Nya: Kepada siapa padanya Aku telah menciptakan dengan
Tangan Ku Sendiri. [Sûrah Sâd 38:75] apakah ini majâz (simbol
saja)? Kepadanya dikatakan: Keputusan/ peraturan mengenai Firman
Allâh – Yang Maha Kuasa dan Maha Besar – adalah bahwa ini diambil
dari arti/makna dhâhir-nya (nyata) dan haqîqah (sebenarnya). Tidak
ada yang di rubah dari makna dhâhir-nya menjadi makna yang majâz
(simbolis), kecuali dengan sebuah bukti Begitu pula, firman Allâh
– Yang Maha Besar dan Maha Kuasa, Kepada siapa padanya Aku telah
ciptakan dengan Tangan Ku Sendiri, makna dhâhir dan haqîqah nya
menekankan/menyebutkan Yadayn (kedua Tangan Allâh).
Jadi, tidaklah diizinkan/tidak dibolehkan merubah/ mengganti makna
dhâhir dari Yadayn menjadi yang disebutkan/dinyatakan oleh para
lawan kita, kecuali jika ada bukti Karenanya, mengenai firman-Nya,
Kepada siapa padanya Aku telah ciptakan dengan Tangan Ku
Sendiri. Adalah sebuah kewajiban untuk menekankan kedua tangan
bagi Allâh – Yang Maha Tinggi- dalam arti haqîqah (sebenarnya),
bukan dengan arti : ni matayn (kedua hadiah/pahala dari Allâh).
[17]
17. al-Ibânah an Usûlid-Diyânah (p. 133). Kitab ini diriwayatkan
pada Abûl-Hasan al-Ash arî, dan kitab ini merupakan kitabnya yang
terakhir mengenai aqîdah (hukum/sumpah) – yang telah diakui oleh
para Ahli Kitab, dan dari mereka: al-Hâfidh Ibn Asâkir in
Tabyînul-Kadhibul-Muftarî (p. 152), al-Bayhaqî in al-I tiqâd (p.
31), Imâm adh-Dhahabî in al- Uluww (no. 276) dan Ibnul- Imâd in
Shadharâtudh-Dhahab (p. 303).

Sebagai tambahan apa maksud tulisan Imam Hanafi RH dalam fiqhul
Akbar:
28- وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن, فما ذكره الله
تعالى في القرآن من ذكر الوجه واليد والنفس فهو صفات له بلا كيف.

Mohon penjelasan dari Habib. Terima kasih.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/17 23:09 tampaknya
sebagaimana penjelasan saya diatas, jika benar ini ucapan Imam
Asy^ariy maka ia telah berpendapat dengan pendapat Tafwidh
ma^attanzih, sebagaimana ucapan Imam Malik : “Ma^qul, Majhul, Iman
bihi wajib, wassu^al anhu Bid^ah” (masuk akal namun tanpa makna,
percaya akannya wajib, dan bertanya tentangnya Bid^ah).

sebab walau bagaimanapun tetap tak bisa dijelaskan, sebagaimana
firman Nya swt : “Mereka berbai^at padamu mereka telah berbai^at
pada Allah, TANGAN ALLAH diatas tangan mereka” (QS Al Fath-10).
dan saat Baiat itu tak pernah ada Tangan Allah bersalaman dengan
tangan mereka.

saya masih terus menjajaki ucapan ini, sebab sebagaimana kita
ketahui bahwa Imam Asy^ariy mengambil pendapat takwil dalam hal
ini, bukan tafwidh ma^attanzih, sebagaimana dijelaskan pd kitab
Daf ussyubhat wattasybiih oleh Imam Ibn Jauziy.

pemalsuan ucapan Imam Sya^raniy dalam hal ini tampaknya lebih
dekat pada jawaban,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

hamdani2006 Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/18 00:31
Assalamu^alaikum wr,wb

Ya habibuna yg ana cintai, semoga kita selalu berada dalam
Naungan yg teduh dimana tiada naungan tsb bisa kita dapatkan
melainkan dng akidah yg bersih dan suci

Ana punya pendapat meskipun sedikit mudah mudahan bisa mendapat
pencerahan dihati kita semua

As-Syatiby berucap dalam kitabnya Al-Ifadaat Wa Al-Insyadaat (hal
93-94)

” في باب اسم الإشارة :”وقد يغني ذو البعد عن ذي القرب لعظمة المشير
أو المشار إليه”، فقال: إن المؤلف مثَّل عظمة المشير في الشرح بقوله
تعالى:{وما تلك بيمينك يا موسى} [سورة طه/17] ولم يبين ما وجه ذلك،
فما وجهه؟ ففكرت فلم أجد جوابًا. فقال: وجهه أن الإشارة بذي القرب
ههنا قد يُتوهم فيها القرب بالمكان، والله تعالى يتقدس عن ذلك، فلما
أشار بذي البعد أعطى بمعناه أن المشير مباين للأمكنة، وبعيد عن أن
يُوصف بالقرب المكاني، فأتى البعدُ في الإشارة منبهًا على بُعدِ نسبة
المكان عن الذات العلي وأنه يبعد أن يحلَّ في مكان أو يدانيه

(Sumber http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?s=&threadid=
13646 )

هاهنا قد يتوهم فيها القرب بالمكان، والله تعالى يتقدس عن ذلك

Adalah sangkaan yg tak benar jika dikatakan bahwa Allah adalah
bertempat ,sedangkan Allah Ta^ala maha suci dari hal hal yg
demikian

adalah Mustahil al Imam Abu hasan al Asyari mengatakan bahwa
Allah mempunyai tangan tetapi tangannya beda dng tangan Makhluk

kenapa demikian ??

قوة االله ونصر ته فوق قو تهم ونصر تهم

Kekuatan Allah dan Pertolongan Allah diatas kekuatan merea

Inilah ucapan Sahabat Thawus Ibnu Kaisan ,salah seroang tabi^in
(Ulama Salaf yg wafat dimekkah sekitar th 6 Hijriyah) yg termuat
dalam Tafsir Qurthubi Juz XVI hal 268) Saat beliau mentakwilkan
surah al fatah ayat 10

Banyak sahabat sahabat yg mentakwilkan ayat ayat mutasyabihat,
hal ini tak terbantahkan, inilah pemahaman Salafuna Shalih yg
shahih yg terus dikembangkan oleh al Imam Abu Hasan Al ^Asyari

Al Imam Abu hasan mempunyai kitab kitab yg banyak sekali adapun
tiga kitab yg termashur adalah sbb:

1Maqalat al-Islamiyyin, merupakan karangan yang pertama dalam
soal-soal kepercayaan Islam. Buku ini menjadi sumber yang
penting, karena ketelitian dan kejujuran pengarangnya. Buku ini
terdiri -dari tiga bagian:

a.Tinjauan tentang golongan-golongan dalam Islam
b.Aqidah aliran Ashhab al-Hadits dan Ahl al-Sunnah, dan
c.Beberapa persoalan ilmu Kalam.

2.Al-Ibanah ^an Ushul al-Diyanah, berisikan uraian tentang
kepercayaan Ahl al-Sunnah dan pernyataan penghargaannya terhadap
persoalan-persoalan yang banyak dan penting. Dalam buku ini ia
menyerang dengan pedas aliran Mu^tazilah.

Inilah kitab akidah yg ditulis beliau pertama kali keluar dari
aliraan Muktazilah, entah setan apa akhir akhir ini banyak yg
menyebutkan bahwa inilah kitab terakhir beliau ……..

3.Kitab al-Luma^ fi al-Radd ^ala ahl al-Zaigh wa al-bida^,
berisikan sorotan terhadap lawan-lawannya dalam beberapa
persoalan ilmu Kalam.

dalam al-Luma ini lah tertuang keindahan pemahaman al Imam Abu
Hasan al-Asyari dimana kita mengenal istilah ” hasil dari usaha”

Ibn Abu Ya la dalam kitab Tabaqat Hanabilah dan sebagaimana
yang dikemukakan oleh Imam al-Dhahabi di dalam kitab Siyar A lam
al-Nubala . Kedua Ulama ini menunjukkan bahwa Imam Asy ari
mengarang kitab al Ibanah pada permulaan mula-mula beliau sampai
ke Baghdad…..inilah kejadian itu bahwa kitab al Ibanah ditulis
saat beliau baru hijrah dari Muktazilah menuju ASWJ

Adapaun al Ibanah yg sekarang memang banyak dipertanyakan
keasliannya, adalah Mustahi; al Imam Abu Hasan keluar dari
pemahaman Salafuna Shalih
dan penyelewengan dari isi al Ibanah sebenarnya sudah disitir
juga oleh ulama ulama Mu^tabar seperti

Imam al-Qusyairi menyebut dalam kitabnya Shikaya Ahl al-Sunna bi
Hikaya Ma Nalahum Min al-Mihna bahawa penyelewengan Al-Ibanah
ini sudah berlaku sejak awal kurun ke 5 Hijriyyah ….sbb

“Adalah mereka telah menisbatkan kepada al Imam Asy ari beberapa
pegangan yang jelek dan mendakwa Sang Imam berkata demikian yang
mana sebenarnya tida didapati sebesar zarahpun dalam kitab-kitab
beliau perkataan sedemikian itu.

Baik dalam kitab-kitab Ilmu Kalam karangan para ulama baik yang
menyokong beliau maupun yang membangkang beliau dari zaman dahulu
hingga zaman kami ini. Kesemua itu adalah palsu belaka ”

Inilah sekelumit kecil tentang kebenaran “al Ibanah ” bukanlah
hal yg mudah bagi kita mengakui kita bermanhaj aqidah salaf hanya
dengan membeli sebuah atau dua buku terjemahan, membacanya dan
kemudiannya mengusungkan dada mengaku saya bermanhaj Salafus
Saleh .

Rasulullah bersabda : Seseorang itu di atas agama kawannya, maka
perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agamamu .

Maka pelajarilah aqidah dari para ulama yang menerimanya secara
sambung Menyambung hingga kepada Sayidina Muhammad s.a.w.

Terucap salam dan cinta kepada Habib munzir dan keluarga ,Mohon
Maaf Lahir bathin Selamat menjalani Ibadah Puasa

Hamdani

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/19 01:15 saudaraku
yg kumulaiakn,

terimakasih atas tanggapannya, kesimpulan saya, Imam Asy^ariy
jikapun menyeleweng di akhir hidupnya sebagaimana anggapan mereka,
mestilah hal itu diketahui lebih dulu oleh para salafusshalih dari
Imam Imam Ahlussunnah waljamaah dari murid muridnya dan Imam Imam
di zamannya, sebelum orang salafi mengetahuinya.

demikian saya kira, untuk Saudara Abu Afidita di negeri yg jauh
semoga dalam keberkahan dan kebahagiaan selalu.

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

AbuAfidita Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/19 06:44 Terima
kasih kepada Habib dan rekan2 di forum ini atas pencerahannya.

Sebenarnya saya tidak ragu2 akan kebenaran ajaran Imam Asy^ari,
saya meyakini karena sangat sesuai dengan akal sehat dan diperkuat
dalil-dalil yang jelas. Saya hanya ingin membentengi dari serangan
kaum (yang mendekati faham) mujassimah, yang begitu kuat
serangannya akhir-akhir ini. Bahkan menganggap pengikut Asy^ariah
sesat…

Semoga keberkahan dan pertolongan Allah selalu dianugerahkan
kepada kita semua di bulan penuh berkah ini….Amien…

Salam kami dari jauh.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kacung Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/19 12:26
Assalamualaikum war wab
Alhamdulillah washsholaatu wassalamua ^alaa rosulillah saw wa^alaa
aalihii washohbihii wal muslimiin ajma^iin

Ana kok ga di doakan bib..kok mas abu afidita saja.Ana juga
dirantau.Ana ngiri ga didoain habib.benar2 ngiri.Ana selalu
berharap doa dari habib.Bib ana mohon doa habib buat ana.doa ya
bib…

Buat mas abu afidita…ana minta doa antum juga yah.laa tansaanaa
min du^aaikum.

Wassalamualaikum war wab.

Ibnu Abdullah
Wong Indramayu

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah – 2007/09/19 15:54
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Rahasia cahaya kesucian ruku dan sujud dimalam malam ramadhan
semoga selalu menerangi hari hari anda dan keluarga,

saudaraku yg kumuliakan,
saya udah janjian sama saudara Abu Afidita untuk kunjung ke
Inggris, saya mau liburan disana, hayo.. he..he..he..

salam rindu untuk anda saudaraku, saya mau kunjung pada anda juga
kalau boleh, anda dimanakah?, saya akan kunjung pada anda jika
diizinkan?,

cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari anda dan
keluarga, selalu dalam Inayah dan bimbingan keridhoan Nya swt
setiap saat dan kejap, dunia dan akhirat.

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu alam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4307

© http://carauntuk.com/sifat-allah-swt-menurut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here