OEAN shalawat – 2007/06/27 18:48 ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI
WABAROKATUH YA HABIBULLAH semoga selalu dalam naungan RAHMAT ALLAH
SWT.
1. Dalam tasyahud akhir kita menbaca shalawat kepada NABI MUHAMMAD
SAW
dan NABI IBRAHIM, dan bagaimana dengan NABI YANG LAIN?
MASYKUR atas uraian dan penjelasan ANTUM

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:shalawat – 2007/06/29 03:46 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
Nabi nabi yg lain tidak disebut oleh nabi saw secara khusus,
karena shalawat yg dibaca di tahiyyyat itu diajarkan langsung oleh
Rasulullah saw.

namun tentunya seluruh nabi dan shalihin kita ucapkan salam, yaitu
dg bacaan Assalamu alaina wa ala ibadillahisshaalihin, (salam
sejahtera atas kami dan atas hamba hamba Allah yg shalih) Nabi saw
bersabda : Barangsiapa yg mengucapkan salam ini dalam shalatnya
maka ia telah bersalam kepada seluruh hamba Allah yg shalih di
Langit dan Bumi (shahih Bukhari). nah.,. tentunya termasuk seluruh
nabi, malaikat, para syuhada, shalihin dll..

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ardianz Re:shalawat – 2007/07/08 07:22 Assalamu^alaikum wr.wb

Habib mundzir yang saya mulikan. Semoga selalu dalam lindungan
ALLAH swt. Amiin.

duhh, bib maaf klo hari ini ane banyak nanya.., he2..,

bib, begini. saya masih bingung klo sering ditanya sama kawan2
saya, apalagi keluarga saya tentang shalawat kepada Nabi Besar
kita Muhammad SAW. karena bnyak pendapat yang mengatakan bahwa
memuji Nabi Muhammad SAW secara berlebihan, itu bisa syirik, .,
ane bingung bib jawabnya. ane cuma bisa bilang, bahwa “ALLAH saja
bershalawat kepada nabi, knp kita tidak” gitu doang bib ane
bisanya [duh ane emg miskin bgt ilmu]..,

trus saya juga menemukan di situs lain, tentang pendapat tersebut
..,
ini rinciannya….

MediaMuslim.Info – Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam adalah orang
yang paling mulia di muka bumi. Seorang Rasul satu-satunya yang
memiliki syafa^at agung pada hari Kiamat. Orang yang pertama kali
membuka pintu Surga. Seorang yang diakui ketinggian akhlaknya oleh
para sahabat bahkan hingga oleh orang-orang yang memusuhinya.
Seorang hamba yang karena keseluhuran akhlaknya mendapat pujian
langsung dari Alloh Subahanahu wa Ta ala. Meski demikian Nabi
shallAllohu ^alaihi wasallam melarang kita memujinya secara
berlebihan.

Beliau shallAllohu ^alaihi wasallam bersabda, yang artinya:
“Jangan memujiku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani
memuji berlebihan kepada Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah
seorang hamba maka katakanlah, hamba Alloh dan RasulNya^.” (HR:
Al-Bukhari).

Apa al-ithra^ (memuji berlebihan) itu?

Al-Ithra^ yang dilarang adalah memuji berlebihan dan melampaui
batas hingga terjerumus pada yang haram, kebatilan, dusta bahkan
syirik. Batas syirik inilah yang dilanggar orang-orang Nashrani
hingga mereka mengatakan, ^Isa bin Maryam ^alaihissalam adalah
Alloh Subahanahu wa Ta ala, atau putra Alloh Subahanahu wa Ta ala
atau salah satu dari yang tiga^.

Dalil-Dalil Yang Menunjukkan keharamannya

Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam melarang kita memujinya secara
berlebihan bukanlah sikap merendah (tawadhu^) Nabi shallAllohu
^alaihi wasallam, tetapi suatu syari^at yang menegaskan
diharamkannya hal tersebut. Keharaman al-ithra^ ini, bahkan
ditegaskan Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam dalam banyak
kesempatan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas radhiyAllohu ^anhu bahwa seorang
laki-laki berkata, yang artinya: ” Wahai Muhammad, wahai tuan
kami, putra dari tuan kami, orang terbaik kami dan putra dari
orang terbaik kami.” Maka serta merta Nabi shallAllohu ^alaihi
wasallam menyangkal: ” Wahai manusia, berhati-hatilah dengan
ucapan kalian, dan jangan terpedaya oleh setan. Saya adalah
Muhammad bin Abdullah, hamba Alloh dan RasulNya. Demi Alloh,
sesungguhnya aku tidak menyukai kalian menyanjungku melebihi
kedudukan yang telah diberikan Alloh kepadaku.” (HR: Ahmad)

Dalam kisah delegasi suku Bani Amir, di hadapan Nabi shallAllohu
^alaihi wasallam ada yang menyanjung: “Di tengah-tengah kita ada
Nabi yang mengetahui apa yang (akan terjadi) besok.” Maka spontan
Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam mengingkari perkataan tersebut
seraya bersabda: “Tinggalkanlah yang ini.” (HR: Al-Bukhari).

Dalam riwayat Ibnu Majah ditambahkan, yang artinya: “Tidak ada
yang mengetahui apa yang (akan terjadi) besok kecuali Alloh.”

Haramnya al-ithra^

Sebagian orang mengira, al-ithra^ (pujian berlebihan) yang
dilarang Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam adalah yang sampai pada
derajat menuhankan beliau shallAllohu ^alaihi wasallam,
sebagaimana yang dilakukan orang-orang Nashrani terhadap Isa bin
Maryam ^alaihissalam, adapun selainnya maka dibolehkan.

Ini adalah pemahaman keliru. Pemahaman ini dibantah oleh sabda
Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam, yang artinya: “Maka katakanlah,
^hamba Alloh dan RasulNya^.”

Dalam hadits tersebut, Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam melarang
pujian yang diharamkan, lalu menunjukkan hendaknya pujian itu
tidak melampaui kedudukannya sebagai hamba Alloh Subahanahu wa Ta
ala yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau madharat, baik untuk
dirinya atau pun orang lain. Alloh Subahanahu wa Ta ala berfirman,
yang artinya: “Katakanlah (wahai Muhammad), ^Aku tidak bisa
memiliki (mendatangkan) manfaat maupun madharat untuk diriku
kecuali jika dikehendaki oleh Alloh.” (QS: Al-A^raf: 144).

Adapun keistimewaan Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam atas segenap
manusia yang lain adalah bahwa Alloh Subahanahu wa Ta ala
memilihnya untuk mengemban risalah dan amanat wahyu, sebagaimana
firman Alloh Subahanahu wa Ta ala, artinya: “Katakanlah (wahai
Muhammad), ^Sesungguhnya aku hanya-lah adalah manusia biasa
seperti kalian, yang diberikan wahyu kepadaku.” (QS: Al-Kahfi:
110).

Tindakan prefentif (penjagaan)

Larangan memuji berlebihan kepada Nabi shallAllohu ^alaihi
wasallam adalah untuk menjaga Ummat Islam agar tidak terjerumus
pada hal-hal yang diharamkan. Sama halnya ketika Nabi shallAllohu
^alaihi wasallam melarang laki-laki berkhalwat (berduaan) dengan
wanita bukan mahramnya. Ini adalah bentuk penjagaan agar umat
Islam tidak terjerumus pada perbuatan zina.

Upaya prefentif terbesar yang dilakukan Nabi shallAllohu ^alaihi
wasallam adalah penjagaan agar Ummat Islam tidak terjerumus pada
perbuatan dosa terbesar, yaitu syirik. Sedangkan sarana termudah
yang menjerumuskan orang kepada syirik adalah mengagung-agungkan
orang-orang shalih dari kalangan para Nabi, wali, dan ulama secara
berlebihan. Baik dalam bentuk ucapan dengan memuji mereka secara
berlebihan, atau dalam bentuk tindakan dan ini yang lebih banyak
terjadi dengan berbagai macamnya. Dan yang paling umum terjadi
adalah dengan mengagungkan kuburan mereka, membangunnya dan
menjadikannya sebagai tempat ibadah.

Inilah yang sangat dilarang Nabi shallAllohu ^alaihi wasallam
sampai-sampai sebelum sakaratul maut, beliau shallAllohu ^alaihi
wasallam menyatakan, yang artinya: “Semoga Alloh melaknat
orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan kuburan para
Nabinya sebagai tempat ibadah (masjid). Aisyah berkata, ^Beliau
memperingatkan dari perbuatan mereka^.” (HR: Al-Bukhari dan
Muslim).

Sahabat Jabirz meriwayatkan, yang artinya: “Bahwasanya Nabi
shallAllohu ^alaihi wasallam melarang mengapur kuburan dan
membangun (sesuatu) di atasnya.” (HR: Muslim).

Dan masih banyak lagi hadits lain yang melarang pengagungan
berlebihan kepada manusia. Itu semua untuk menjaga Ummat Islam
agar terbebas dari syirik. Semoga kita diberikan hidayah dan
kekuatan untuk menghindari hal berlebihan ini. Wallahu a^lam bish
shawab.

(Sumber Rujukan: Silsilah Manahij Dauratil Ulum Asy-Syar^iyyah wal
^Arabiyyah)

gimana ya bib, saya ngejelasin ke keluarga saya,..,?
saya mohon penjelassnnya ya Habibana..,

terma kasih banyak..

wassalamu^alaikum.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:shalawat – 2007/07/09 04:25 Alaikumsalam warahmatullah
wabaraktuh,

Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
mereka itu doyan amat sih sama yg namanya syirik, apa apa dibilang
syirik, karena bodohnya dan dangkalnya pemahaman mereka terhadap
tauhid,

Contohnya gini, orang kalau tak mengerti masak nasi, masih jadi
aron dia sudah teriak : matang..matang..! , padahal masih aron..,
anda tahu aron?, istilah ibu saya kalau menyebut beras yg setengah
matang dan masih keras.

Ini mereka ini, justru masih dalam kesucian tauhid mereka sudah
teriak : syirik..syirik..!, karena mereka tak tahu atas batasan
syirik itu apa. Sebagaimana diriwayatkan Dari Uqbah ra : Sungguh
Nabi saw keluar pada suatu hari dan shalat untuk pekuburan uhud
sebagaimana shalatnya untuk mayyit, lalu beliau saw naik mimbar
dan berpidato : Sungguh aku berterus terang kepada kalian, dan
aku saksi atas kalian, sungguh aku melihat telaga haudh ku saat
ini, dan aku diberi kunci kunci rizki bumi, dan sungguh aku tidak
takut kemusrikan menimpa kalian setelah aku wafat, akan tetapi
kutakutkan kalian bersaing memperebutkan keduniawian (Shahih
Bukhari hadits no.3857)

Nah.. jelaskan, nabi saw tak takut syirik menimpa kita setelah
wafatnya beliau saw, kok ini mereka ngga boleh lihat anak kecoa
melintas sudah teriak syirik.. syirik..

Nabi saw tak merisaukannya.. bagaimana mereka merisaukannya..?, yg
ditakuti oleh nabi saw adalah perebutan dalam keduniawian, nah
seperti di arab saudi sana, negeri yg konon paling bersih
tauhidnya, justru mereka kaya raya, saling bunuh antara keluarga
raja untuk berebut kekuasaan, itulah yg dirisaukan oleh nabi saw.

Apa al-ithra^ (memuji berlebihan) itu?, mereka menafsirkan menurut
kepalanya dan kedangkalan pemahamannya, sebab sebagaimana
dijelaskan makna hadits itu oleh Al hafidh Al Muhaddits Imam Ibn
hajar Al Asqalaniy bahwa yg dilarang adalah pujian yg batil, atau
pujian yg dusta, bila merupakan hal yg benar dan bukan merupakan
hal yg batil maka pujian menjadi Mustahibbah (hal yg baik
dilakukan), sebagaimana kaum nashara mengatakan Isa putra Allah,
maka nabi saw segera memangkasnya dg ucapan aku adalah hamba Allah
swt (Fathul Baari Almasyhur juz 12 hal 149).

maka nabi saw dg jelas membatasi pujian, bahwa itu boleh, asal
jangan menyamai kaum nasrani dalam memuji Isa bin Maryam yg
menganggapnya tuhan.

ketika saya melihat dalil dalil mereka itu saya tersenyum, lucu
mereka ini, tak faham dan dangkal pemahaman kok sok berfatwa gitu
ya?,

mengenai hadits itu yg memuji adalah orang kafir, diriwayatkan
dalam Tafsir Imam Qurtubi bahwa orang orang kafir datang dan
memuji muji Rasul saw dengan ucapan : engkau adalah pemimpin kami
dan kebanggaan kami dlsb, mereka terus memuji muji Rasul saw
hingga subuh, tidak lain dengan tujuan agar Rasul saw mau
menghentikan dakwahnya. (Tafsir Imam Qurtubi Juz 10 hal 299),
(Tafsir Imam Attabari Juz 15 hal 130)

Kita bisa melihat bahwa ucapan Batil mereka itu adalah karena
Kebodohan mereka, karena sebagaimana Ibn Hibban dalam shahihnya
menukil hadits yg anda sebutkan itu yaitu Engkau adalah pempimpin
kami dan putera pemimpin kami, (ANTA SAYYIDINA WA IBN SAYYIDINA)
maka dikatakan oleh Abu Hatim bahwa Rasul saw melarang /
mengingkari pujian itu karena orang itu mengatakan bahwa engkau
adalah putera pemimpin kami, dan Rasul saw tidak setuju kalau ayah
beliau Abdullah diakui sebagai pemimpin muslimin. (Shahih Ibn
Hibban hadits no.6240 Juz 14 hal 133)

Jelaslah bahwa Rasul saw tidak senang kalau ayahnya disebut
pemimpin kami , karena orang yahudi dan nasrani akan menuduh bahwa
beliau adalah Rasul putera Rasul, padahal ayah beliau bukanlah
Rasul, sebagaimana orang itu menyamakan Rasul saw dengan ayahnya
dengan ucapan : engkau adalah pemimpin kami dan putra dari
pemimpin kami , maka ucapan orang itu dirisaukan akan menjadikan
dilema bahwa ayah Rasul saw adalah rasul pula. Padahal ayah beliau
adalah orang mulia dan suci dengan agama Ibrahim as namun bukanlah
nabi apalagi rasul.

Dan pula hadits yg mereka katakana itu dijelaskan maknanya bahwa
Rasul saw melarang mereka bicara memaniskan lidah, memuji yg bukan
dari hati mereka, namun sekedar bumbu pujian yg tak dilandasi
mahabbah, (Tash hiifaat Muhadditsin Juz 1 hal 214)
karena pujian itu diucapkan orang kafir pada beliau saw, bagaimana
mereka mengatakan ENGKAU ADALAH TUAN KAMI padahal mereka tidak
beriman kepada beliau saw hingga Rasul saw menegurnya.

Lalu saya akan tuturkan bahwa ucapan SAYYIDINA itu boleh diucapkan
pada siapa saja, bahkan diantara para sahabatpun mereka
menggunakannya, sebagaimana Umar ra berkata kepada Abubakar ra :
Anta Sayyiduna wa Khairuna , yg artinya : engkau adalah tuan kami
dan yg terbaik dari kami (Shahih Bukhari hadits no.3467)
Umar ra mengatakan SAYYIDINA kepada Abubakar ra dan Bilal (Shahih
Bukhari hadits no.3544).

Dan Rasulullah saw sendiri memperbolehkan orang mengatakan pada
tuannya dengan ucapan SAYYIDY (tuanku) sebagaimana hadits beliau
saw agar seorang budak jangan sesekali memanggil tuannya dengan
ucapan Rabbiy (pemilikku), tapi ucapkanlah SAYYIDY MAULAAY (Shahih
Bukhari hadits no.2414 dan Shahih Muslim hadits no.2249)
maka bila seorang budak disarankan oleh Rasul saw untuk memanggil
tuannya dengan ucapan SAYYIDIY MAULAY (tuanku dan junjunganku)
maka terlebih lagi seorang ummat kepada Nabinya??, karena
kedudukan seorang Nabi jauh lebih mulia dari sekedar seorang tuan,
dan Allah swt yg telah berfirman : DAN NABIY ITU LEBIH BERHAK
DIMULIAKAN DARI SEGENAP DIRI KAUM MUKMININ (QS Al Ahzab 6)

Bahkan Rasulullah saw sendiri yg menamakan dirinya SAYYID,
sebagaimana diriwayatkan ketika beliau sedang dihadapan hidangan
lalu beliau bersabda : ANA SAYYIDUNNAAS YAUMALQIYAAMAH (akulah
pemimpin seluruh manusia dihari kiamat),
(shahih Muslim hadits no.194)
dan masih banyak hadits hadits shahih yg menjelaskan bahwa beliau
bersabda : aku adalah pemimpin keturunan Adam, aku adalah
Pemimpin manusia dihari kiamat dengan riwayat riwayat sbgbr :
(shahih Muslim hadits no.2278), (shahih Bukhari hadits no.3160),
(shahih Bukhari hadits no.4435)

2. dalam shahih Bukhari hadits 3779 dijelaskan para wanita
menyanjung nabi saw dg pujian bahwa ditengah tengah kami ada nabi
yg mengetahaui apa apa yg terjadi esok, maka Nabi saw menyela :
tinggalkan kalimat itu, teruskan yg lainnya..

nah.. teman anda itu belekan saja barangkali, dia putus tuh
kelanjutan haditsnya, bahwa nabi saw memerintahkan tuk
meneruskannya asal jangan yg ucapan tersebut (Nabi yg mengetahui
yg terjadi esok), pujian lain boleh teruskan.

buktinya para sahabatpun memuji Nabi saw, Berkata Abbas bin
Abdulmuttalib ra : Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah.. maka
Rasul saw menjawab: silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu
terjaga , maka Abbas ra memuji dg syair yg panjang, diantaranya :
dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka
terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit
bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu
dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur an) kami terus mendalaminya
(Mustadrak ala shahihain hadits no.5417)

Hassan bin Tsabit ra membaca syair pujian atas nabi saw di Masjid
Nabawiy yg lalu ditegur oleh Umar ra, lalu Hassan berkata : aku
sudah baca syair nasyidah disini dihadapan orang yg lebih mulia
dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling
pada Abu Hurairah ra dan berkata : bukankah kau dengar Rasul saw
menjawab syairku dg doa : wahai Allah bantulah ia dengan
ruhulqudus?, maka Abu Hurairah ra berkata : betul (shahih
Bukhari hadits no.3040, Shahih Muslim hadits no.2485)

Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair pujian atas Nabi saw di
masjid adalah sunnah, jelaslah bahwa yg dilarang adalah syair
syair yg membawa pada Ghaflah, pada keduniawian, namun syair syair
yg memuji Allah dan Rasul Nya maka hal itu diperbolehkan oleh
Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana
riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana
dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk hassan
bin tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair syair
pujiannya (Mustadrak ala shahihain hadits no.6058, sunan
Attirmidzi hadits no.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada
beberapa sahabat yg mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra
berkata : Jangan kalian caci hassan, sungguh ia itu selalu
membanggakan Rasulullah saw (Musnad Abu Ya la Juz 8 hal 337).

Nah.. jelaskan.. para sahabat memuji nabi saw, lalu sampah abad ke
20 ini mengharamkannya, mereka Cuma nukil nukil dan menyangka
nyangka dari gelap dan sempitnya pemahaman mereka,

ayat yg disebut itu justru pujian untuk nabi saw, bahwa Nabi saw
tak mendatangkan madharrat dan manfaat kecuali dengan Allah swt,
maka jelas lah semua kemuliaan beliau saw itu diberi oleh Allah
swt, Allah menghendaki beliau saw dimuliakan dan dipuji, dan
dilebihkan dari semua mukminin

yg dimaksud membangun masjid diatas kuburan adalah orang orang
kafir jaman dulu mereka meratakan kuburan nabi nabi lalu
menjadikannya masjid dg menginjak injak kuburan itu, dianggap
berkah untuk beribadah, ini yg dilaknat Allah swt, karena mereka
menginjak injak kuburan para nabi untuk dijadikan tempat ibadah,

lalu bagaimana dg masjid nabawiy?, tentunya bukan meratakannya dan
menjadikannya masjid, masjid adalah disekitarnya dan tak
mengganggu makam nabi saw, salahkah?, tentunya tidak salah, karena
para Muhadditsin menyaksikan hal itu dan mereka membiarkannya,
saat itu ada Imam Bukhari dan ratusan muhaddist dan Imam lainnya,
mereka membiarkan saja, menunjukkan hal itu benar, kebatilan
adalah pada yg menginkarinya,

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ardianz Re:shalawat – 2007/07/09 06:04 Assalamu^alaikum.

Habib mundzir yang saya muliakan., smg selalu dalam lindungan
ALLAH swt. amiin.

Ya habib, mkasih bnyak buat penjelasannya,
lain kali gak ap2 kan bib, ad materi dari situs lain trus di bahas
di sini?
biar gak tersesat saya.he2..,

sekali lagi terima kasih bnyak..,

Wassalamu^alaikum..,

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:shalawat – 2007/07/10 04:01 saya senang kalau jawaban saya itu
bermanfaat, saya malas menjawab kalau hanya untuk diadu argumen
belaka, saya sibuk sekali,

kalau anda yg bertanya tentu saya senang karena anda bertanya dan
menerima jawaban,

jadi setelah saya menghabiskan waktu untuk menjawab maka itu
bermanfaat,

beda dg sebagian orang yg bila saya susah payah menghabiskan waktu
untuk menjawab lalu mereka tetap bersikeras dg kesalahannya tanpa
alasan, lalu pergi begitu saja, saya malas melayani yg seperti
itu.

posisi kita ahlussunnah waljamaah terdesak, dan kita mesti membela
diri.. maka saya akan membantu semua yg butuh perisai penangkal.

Insya Allah saudaraku saya siap menjawab walau terlambat, asal
jangan banyak banyak ya?, pusing deh.

anda lihat dulu di artikel2 saya, sebagian besar masalah masalah
itu sudah saya jawab.

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5042

© http://carauntuk.com/shalawat-20070627-1848

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here