Homeforum.majelisrasulullah.orgshalat sunnah boleh dilakukan dg pelahan, boleh dilakukan dg cepat, bahkan boleh dilakukan diatas kendaraan tanpa harus menghadap kiblat jika sedang diatas kendaraan
AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa

shalat sunnah boleh dilakukan dg pelahan, boleh dilakukan dg cepat, bahkan boleh dilakukan diatas kendaraan tanpa harus menghadap kiblat jika sedang diatas kendaraan

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 616 views share

shalat – 2007/11/02 19:10Assalamualaikum Ustadz Habib Munzir Saya sungguh tertarik dengan sejarah dari Habib Munzir yang mendirikan Majelis Rasulullah, 
sampai-sampai Habib harus tidur diluar rumah penduduk agar tidak mengganggu mereka. Dan terima kasih pula kepada Habib Munzir dan para 
kru yang telah membuat website ini untuk membangkitkan sunnah rasulullah kembali bergelora. Terima kasih karena kami semua umat muslim dapat 
mendownload artikel maupun audio tanpa harus susah-susah membayar atau dipersulit. Semoga dengan dipermudahnya multimedia yang berada di 
Majelis Rasulullah dapat beroleh pahala yang sangat besar disisi Allah sebab Habib mempermudah umat untuk mencari kebenaran tentang Islam. 
Saya ini seorang muslim yang masih mencari penjelasan mengenai yang sunnah dan bid'ah karena dizaman ini yang sunnah dan bid'ah semakin samar 
dan tidak jelas, sebab saya bukan dari golongan orang yang mencari ilmu di pesantren sejak kecil. Disini saya memiliki banyak pertanyaan yang menurut 
saya masih belum terlalu jelas, diantaranya :
1. Ustadz Habib Munzir saya seorang muslim yang yang masih bingung dan takut jika ibadah saya masih salah apalagi mengenai shalat sebab shalat 
adalah hal yang pertama akan ditanyakan. Yang ingin saya tanyakan adalah bahwa surah al fatihah itu wajib dibaca ketika kita melakukan shalat dan 
akan batal shalat seseorang jika tidak membaca surah al fatihah. Jika kita bertindak sebagai makmum shalat kapankah waktunya kita membaca 
surah al fatihah apakah sebelum mengatakan amin atau sesudah mengatakan amin sebab ada orang yang membacanya sebelum mengatakan amin 
dan ada yang membacanya setelah amin. Jadi kapankah waktu yang benar untuk membaca surah al fatihah ketika kita berjamaah. Mohon dijelaskan 
beserta dalilnya.
2. Untuk shalat sunnah rawatib apakah disunnahkan untuk mempercepat shalat sebab saya banyak melihat di masjid orang yang melakukan shalat rawatib 
dengan gerakan yang cepat dan waktu yang singkat. Bukankah kita dianjurkan untuk memperpanjang shalat, atau memperpanjang shalat itu hanya 
untuk shalat wajibnya saja? sedangkan shalat rawatibnya tidak?
3. Di banyak masjid dan mushalla biasanya ketika selesai shalat fardhu imam akan membaca wirid tertentu setelah shalat. Apakah wirid yang dilakukan 
setelah shalat fardhu itu termasuk sunnah?Apakah kita dianjurkan untuk mengikuti wirid yang dibaca sang imam shalat? Selain itu apakah Rasulullah 
suka membaca wirid setelah shalat fardhu dan apakan bacaan wirid yang rasulullah baca? Mohon penjelasannya agar saya tidak ragu untuk 
mengerjakan yang sunnah dan mohon berikan dalilnya.
Terima kasih sebelumnya atas semua balasan jawaban dari Habib Munzir semoga penjelasan dari Habib Munzir beroleh pahala dari Allah.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:shalat – 2007/11/03 04:56Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kami sangat gembira menyambut kedatangan anda, kita bersatu dalam kemuliaan,

1. Surat AL Fatihah adalah rukun shalat, jika seseorang tak membacanya maka shalatnya tidak sah, terkecuali jika ia belum mampu membacanya dan masih dalam tahap belajar, maka ia boleh menggantinya dg bacaan dzikir.

wajib bagi makmum membaca surat Alfatihah yaitu setelah selesai Imam membaca fatihah, demikian jika shalat yg Fatihah nya dibaca dg suara keras, terkecuali pada rakaat atau shalat yg fatihah nya dibaca dg suara pelahan maka makmum membacanya tanpa mesti menunggu bacaan imam, demikian dalam Madzhab Imam Syafii. (Busyralkarim Bab Shifatusshalat Juz 1 hal 162)

2. shalat sunnah boleh dilakukan dg pelahan, boleh dilakukan dg cepat, bahkan boleh dilakukan diatas kendaraan tanpa harus menghadap kiblat jika sedang diatas kendaraan, demikian diriwayatkan pd Shahih Bukhari, bahwa Rasul saw shalat sunnah dg pelahan, juga dengan sangat cepat, juga diatas kendaraan sedangkan tunggangannya tidak selalu menghadap kiblat, 

3. banyak teriwayatkan tentang bacaan atau dzikir Rasul saw selepas shalat, diantaranya sabda Rasul saw : "Barangsiapa yg mengucap Subhanallah 33X, ALhamdulillah 33X, Allahu Akbar 34X setiap habis shalat maka runtuhlah dosa dosanya walau sebanyak buih di lautan" (Shahih Bukhari), dan masih banyak lagi riwayat riwayat shahih lainnya tentang dzikir dzikir Nabi saw ba'da shalat, maka hal itu sunnah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

 

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:shalat – 2007/11/05 04:01habib munzir maaf saya masih kurang jelas mengenai wirid apakah wirid seperti bacaan setelah shalat itu wajib untuk dikuti bagi jamaah shalat sebab yang saya tahu rasulullah itu hanya berdzikir seperti yang habib telah jelaskan
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya

Re:shalat – 2007/11/05 04:29Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tidak wajib diikuti, jika ditinggalkan maka tak menjadi dosa, bahkan Rasul saw pun teriwayatkan pada Shahih Bukhari bahwa beliau pernah suatu ketika langsung meninggalkan shalat setelah salam tanpa berdzikir karena suatu keperluan,

maka hadits ini menjelaskan pada kita, sebaiknya jika kita tidak sibuk maka duduklah berdzikir untuk mendapatkan pahala sunnah, jika kita sibuk maka boleh langsung meninggalkan tempat, 

dan kalau saya pribadi saya sering mengambil jalan tengah jika saya sedang sibuk, misalnya ditunggu tamu, atau sudah waktu untuk segera berangkat, maka saya berdzikirnya sambil berjalan atau di mobil, maka saya mendapatkan pahala sunnahnya namun saya juga tak terlambat.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

 

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

sumber

© http://carauntuk.com/shalat-sunnah-boleh-dilakukan-dg-pelahan-boleh-dilakukan-dg-cepat-bahkan-boleh-dilakukan-diatas-kendaraan-tanpa-harus-menghadap-kiblat-jika-sedang-diatas-kendaraan

Leave a Reply