sub gratis!

sub gratis!

hosting mantap!

MHAli Shalat Jumat,& masalah Najis – 2007/06/07 07:09 Assalamualaikum Wr
Wb..
Habib Munzir yang sangat saya hormati dan saya cintai. Semoga
Habib selalu ada dalam keadaan sehat dan diberi kekuatan serta
keistiqomahan dalam membimbing umat. Sebelumnya saya mohon maaf
karena sering bertanya pada Habib. Hal itu tak lain karena
keterbatasan ilmu yang saya dapat serta rasa keingintahuan atau
haus akan ilmu.
Habib ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan :
1. Sekarang ini banyak sekali perusahaan2, pabrik2, kantor dll
membuat masjid di dalamnya serta mendirikan shalat jumat.
Sedangkan yang saya pelajari ketika masih di ponpes ketika mengaji
kitab safinatunaja, fath muin, ianath tholibin dan kitab2 fiqih
lainnya yang bermadzhab syafii menyatakan salah satu hal yang
menyebabkan tidak sah apabila mendirikan shalat jumat kurang dari
40 warga mukimin. sedangkan mereka bukanlah warga asli atau
mukimin, mereka hanya pekerja. lalu apakah ada keterangan lain
yang membolehkan pendirian shalat jumat tersebut?
2. Ketika salah satu anggota tubuh kita terluka kemudian
mengeluarkan darah, tapi cuma sedikit kemudian kita balut luka
tersebut. setelah dibalut kita melaksanakan shalat fardhu. apakah
shalat kita sah atau tidak, sedangkan salah satu anggota kita
mengeluarkan darah? apakah darah tersebut najis atau tidak?
3. Saya sering melihat banyak kyai yang berdakwah, kemudian
setelah ceramahnya selesai kyai tersebut dikerumuni masa atau
jemaah yang ingin mencium tangan sang kyai. tetapi dalam kerumunan
jemaah tersebut terkadang ada wanita yang ikut mencium tangan sang
kyai. apakah dalam keadaan demikian dibolehkan wanita yang bukan
muhrimnya mencium tangan kyai tersebut? ataukah pada saat
ketidakmampuan sang kyai untuk menghindari kerumunan jemaah
wanita, kyai tersebut pindah ke madzhab lainnyanya (bukan syafii)
sehingga ketika wanita yang bukan muhrimnya ikut mencium tangan
kyai tidak menyebabkan batalnya wudhu sanga kyai? apakah hal
tersebut berdosa?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Shalat Jumat,& masalah Najis – 2007/06/08 04:43 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu tercurah pada
hari hari anda,
Terimakasih atas doa anda saudaraku,
Mengenai pertanyaan anda :
1. mengenai shalat jumat yg demikian ini ada pendapat dalam
madzhab Syafii yg mengatakannya sah, memang bila jumlah mereka yg
hadir kurang dari 40 orang (penduduk setempat) maka boleh
melakukan shalat lagi yaitu shalat dhuhur, karena sebagian ulama
syafii mengatakan jumatnya tidak sah, namun hal itu tak wajib,
karena ada pendapat yg membolehkan.

yg mengatakannya sah adalah dengan dalil bahwa nabi saw ketika
shalat jumat beliau saw pernah ditinggalkan hingga hanya 8 orang
saja, dan beliau tetap meneruskan jum^atnya dan tak mengulang
dengan shalat dhuhur lagi, demikian sebab turunnya surat Al
Jumu^ah.

maka Jumatnya sah dan sebaiknya tak perlu shalat lagi, beda antara
masa lalu dengan masa kini yg sebaiknya tak perlu lagi syak karena
penduduk jakarta sudah sangat padat dan yg shalat di masjid jumat
kebanyakan pendatang, dan berkata Al Hafidh Assuyuthiy bahwa
jumlah itu adalah Syarth lilwujub Laa Syarth Lisshihhah (jumlah
itu adalah syarat untuk wajib jumat, bukan syarat sah Jumat).

Dan bila dilihat dari segi maslahat pun sungguh jauh lebih
bermanfaat diadakan jumat, karena bila dipaksakan untuk hanya
mesti di masjid masjid maka bisa dipastikan ratusan ribu orang
atau mungkin mencapai hampir Jutaan orang yg tak melakukan shalat
jumat di jakarta, sebagaimana kita ketahui penduduk Jakarta hampir
mencapai 20 juta jiwa bila dihitung dg karyawan yg keluar masuk
jakarta setiap harinya.

Maka sebaiknya Jumat tetap diadakan dan bila ada syak dalam hati
kita maka bolehlah melakukan dhuhur lagi.

2. Darah adalah najis namun ma fu anhu (dimaafkan) selama tidak
mengenai tempat selain tempat luka, misalnya luka ditangan yg
dibalut ferban, darah yg mengenai pembalut hukumnya dimaafkan,
namun bila darah masih menetes misalnya masih keluar dari pembalut
menetes hingga kaki maka najis hukumnya dan shalatnya batal, namun
bila darah itu misalnya mengalir dari lutut terus kemata kaki maka
tetap dimaafkan selama tidak berpindah tempat, misalnya dari
kepala menetes ke bahu, maka najis dan shalatnya batal, bila darah
mengalir misalnya dari kepala terus mengalir hingga kaki lewat
leher, (bukan menetes) maka tetap sah shalatnya.
demikian dalam madzhab syafii.

3. mengenai hal ini saya alami sendiri, hal ini bukan berarti
diperbolehkan, namun disaat terjebak dan tak bisa menghindar, dan
ummat muslimin di wilayah itu masih awam dan belum mengerti ayat
hijab, maka apalah daya?, sebab bila saya menarik tangan dari
mereka maka mereka tetap akan mengejar tangan itu dan justru
dirisaukan akan berbenturan dg tubuh saya, sungguh bila saya
melihat kerumunan wanita disuatu wilayah majelis misalnya, dan
terlihat mereka muslimin yg antusias tuk bersalaman, maka saya
mencari jalan yg dipadati pria, mereka berdesakan menyalami dan
wanita tentunya tak akan kebagian, namun repotnya kalau massa
sudah sedikit lowong maka masuklah kaum wanita terutama ibu ibu yg
biasanya didahului oleh anak anak wanita dibawah umur, bila saya
tak mengulurkan tangan maka mereka akan semakin dekat, dan dalam
posisi berdesakan tak mustahil justru akan terdorong ketubuh saya,
maka demi menyelamatkan diri, saya ulurkan tangan itu sambil
mencari selah menyelamatkan diri dari kejaran yg lainnya, uluran
tangan saya bisa membuat mereka berdesakan mengejar tangan itu dan
tentu jalan terbuka dan saya bisa segera menghindar walaupun
mestilah terkena dg beberapa dari mereka, dan tentunya wudhu tetap
batal.

Maka hal seperti ini lumrah saja dan dimaafkan, dan tak perlu kita
berteriak teriak keras dg mencaci maki kaum wanita yg berani
mendekat, apalagi kalau ini muncul dari besarnya mahabbah mereka
terhadap ulama,

Pernah saya disutau wilayah di pinggiran jakarta, ketika saya
lihat banyak wanita yg akan mengerubuti, maka saya perintahkan
beberapa pemuda tuk memagari saya dari wanita, mereka menjadi
pagar betis dan semua wanita yg mendekat akan terdorong,

Apa yg terjadi?, saya melihat seorang ibu ibu tua berusaha dg
kasar mendobrak kerumunan pagar betis itu, apalah arti kekuatan
ibu ibu lanjut usia itu dibanding pagar betis para pemuda?,
akibatnya tubuh ibu tua itu terhimpit ditubuh mobil seraya
berteriak teriak kesakitan, maka saya segera membubarkan pagar
betis itu dan memberinya kesempatan tuk menyalami, sejak itu saya
tak pernah lagi memerintahkan pagar betis.

Demikian saudaraku yg kumuliakan,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4607

© http://carauntuk.com/shalat-jumat-masalah-najis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here