sub gratis!

sub gratis!

hosting mantap!

Humairah Shalat – 2007/06/26 02:13 Assalamua^laikum WR.WB

Habib, saya mau menanyakan beberapa masalah, namun pertanyaan 2
saya nanti mungkin sudah pernah ditanyakan. Untuk itu,saya mohon
maaf krn habib harus mengulang menjawabnya.

1. Habib, apakah beda pengertian dari menjamak, mengqashar dan
mengqada salat ?mohon dijelaskan perbedaannya (apabila berbeda) ?

2. Habib, ada contoh seperti ini : saya sedang dalam acara
jalan-jalan bersama rombongan, ketika masuk waktu dzuhur saya
menjamak salat ashar saya di waktu dzuhur dgn alasan agar ketika
waktu ashar tiba saya tidak repot mencari mesjid untuk salat
ashar. atau dgn alasan ketika masuk waktu ashar dan saat itu saya
berada dijalan tol saya gak perlu lagi berhenti di jalur
peristirahatan yg ada disepanjang tol dan terdapat tempat u/
salat. Bolehkah hal ini saya dilakukan ?

Sekian pertanyaan dari saya. Mohon maaf atas segala kekhilafan dan
semoga Habib dan keluarga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat
. Terima Kasih

Wassalamua^laikum WR. WB

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Shalat – 2007/06/27 04:00 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
meng Qadha berarti membayar shalat yg telah ditinggalkan secara
sengaja atau tidak sengaja.
menjamak, adalah menggabung shalat dhuhur dg asar, atau Magrib dg
Isya
Demikian saudaraku yg kumuliakan,

meng Qashar adalah menyingkat shalat yg berjumlah 4 rakaat
(Dhuhur, Asar dan isya) masing masing menjadi dua rakaat, ini
dikhususkan untuk perjalanan yg lebih dari marhalatain (dua
marhalah) yaitu 82km.

Jamak adalah untuk dalam perjalanan, namun tak boleh Qashar bila
kurang dari 82km.

bila saudari ke Bandung (misalnya dari Jakarta), maka saudari
boleh pilih, mau Jamak saja, atau Qashar saja, atau Jamak Qashar
pun boleh.

misalnya saudari berangkat dari jakarta jam 10 pagi, beristirahat
di Cianjur pk 14.00wib, nah.. saudari boleh :
1. menggabung dhuhur dan asar sekaligus saat itu

2. menggabung dhuhur dan ashar dilakukan saat itu dan masing
masing disingkat menjadi dua rakaat saja. jadi shalat dhuhurnya
dua rakaat, lalu shalat asarnya dua rakaat.

3. menyingkat shalat dhuhur menjadi dua rakaat, dan tak
mengerjakan shalat asar disaat itu, tapi nanti saja kalau sudah
dibandung.

nah.. saudari boleh pilih 3 diantara diatas, atau shalat dhuhur
seperti biasa pun boleh.

mengenai pertanyaan nomer dua itu boleh, karena itulah yg dimaksud
Jamak dan Jamak Qashar, cuma bedanya kalau Jamak adalah untuk
mereka yg dalam perjjalanan dekat atau jauh, namun kalau qashar
adalah mesti perjalanan lebih dari 82km.

Jamak tak mesti qashar, dan Qashar tak mesti jamak.

demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Saqqaf Re:Shalat – 2007/06/28 06:51 Assalamu^alaikum ya habibana

Bib terkait masalah waktu bepergiannya bagaimana ? Apakah mengikat
atau tidak.. atau hanya terkait dengan jarak perjalanan saja.

Demikian bib, semoga habib dalam naungan Rahmat dan Inayah Allah
dan dicukupkan segalanya, fi dunia wa akhirat.

Wassalam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Shalat – 2007/06/29 10:35 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
waktu safar (bepergian) tidak terbatas selama ia dalam perjalanan,
bila ia tiba ditujuan, nah barulah ada perhitungan batas.

batasnya adalah 4 hari selain hari kedatangan dan hari kepulangan,

misalnya anda penduduk jakarta, anda safar ke bandung, anda sampai
di Bandung hari senin, maka anda boleh terus menjamak shalat pada
hari senin itu, lalu 4 hari kemudian yaitu selasa, rabu, kamis,
jumat. lalu dan sabtu jika anda pulang sabtu.

bila anda tak pulang sabtu maka selesailah batas kebolehan anda
jamak. maka mulai sabtu (karena anda tak pulang) anda sudah tak
boleh jamak shalat.

namun niat ini mesti di awal ketibaan, bila anda sudah niat untuk
duduk di Bandung lebih dari 4 hari selain hari datang dan pulang,
(total 6 hari), misalnya anda niat duduk di bandung seminggu /
lebih, maka sejak hari pertama anda sampai di bandung anda sudah
tak boleh jamak.

kenapa?, karena anda niat duduk di bandung lebih dari 6 hari.

tapi anda ternyata hanya tinggal sehari saja di bandung lalu
pulang, tetap saja anda tak boleh jamak karena sudah terlanjur
berniat demikian, anda hanya boleh jamak saat di perjalanan saja,
saat tiba disana maka hapus izin anda tuk jamak.

ada kasus menarik lainnya, yaitu anda ke bandung niat dua hari
saja, tentunya anda boleh jamak,

namun setelah dua hari anda menemukan kerjaan anda atau urusan
anda belum selesai, maka anda menyambung lagi dua hari, maka anda
masih boleh jamak, ternyata setelah itu anda menemukan masalah
baru, anda harus duduk tinggal 3 hari lagi, maka anda masih boleh
jamak, anda masih belum selesai, lalu anda menunda kepulangan esok
harinya, anda masih tetap boleh jamak, demikian seterusnya,
sebagian ulama mengatakan hal seperti ini bisa berlanjut hingga 6
bulan, anda boleh terus menjamak shalat.

syaratnya anda tak berniat tinggal lebih dari 4 hari, walaupun
kenyataannya anda tinggal hingga 6 bulan, selama niatnya tidak
sampai 4 hari namun terus berkelanjutan maka izin jamak terus
berlanjiut.

sebaliknya bila anda sampai bandung lalu niat duduk lebih dari 4
hari, maka kejap itu juga anda sudah tak boleh jamak, walau anda
cuma satu jam lalu pulang.

demikian saudaraku, sedikit rumit memang, bila ada yg belum jelas
boleh ditanyakan lagi, sebab hal ini penting sekali dan jarang
dipelajari.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Saqqaf Re:Shalat – 2007/07/02 08:52 Bib, kalau boleh saya simpulkan
seperti ini :

1. Dalam perjalanan (safar) tidak ada batas waktu (lamanya hari
perjalanan) minimal untuk bolehnya melakukan jamak shalat, jadi
selama dia dalam perjalanan boleh-boleh saja melakukan jamak
shalat.

2. Sedangkan batas maksimalnya adalah 4 hari selain hari
kedatangan dan hari kepulangan (total adalah 6 hari). Yang
terhitung sejak diniatkannya berapa lama ia akan tinggal (selama
melakukan safar tersebut) diawal perjalanannya.

Jika sejak awal sudah berniat untuk tinggal lebih dari (total) 6
hari tersebut maka, tidak boleh bagi dirinya menjamak shalat sejak
awal kedatangannya.

Jika dalam perjalanannya dia berniat untuk melakukannya selama
batas diperbolehkannya jamak (4 hari), kemudian setelah waktu
tersebut berjalan ada sesuatu hal yang menyebabkan dia harus
tinggal lebih lama, dan dia meniatkan kembali sepanjang waktu
diperbolehkannya jamak (4 hari), maka tetap baginya kebolehan
menjamak shalat. Demikian seterusnya sampai dengan batas waktu
maksimal 6 bulan dan dia tidak meniatkan lebih dari 4 hari
tersebut.

Mohon diperbaiki kalau kesimpulan ana salah bib.
Wassalamu^alaikum ya habibana

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Shalat – 2007/07/02 21:50 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. Betul, dengan syarat niat safar nya bukan safar maksiat, dan ia
mempunyai tujuan, maka bila ia menadakan perjalanan untuk
bermaksiat maka haram ia melakukan jamak dan atau Qashar.
Juga bila ia tak punya tujuan, safar begitu saja entah kemana dan
entah kapan pulangnya, maka ia tak diperkenankan jamak dan atau
qashar.

Dan juga mesti dibedakan antara Safar Aashiy bissafar dengan
Aashiy fissafar, yaitu beda antara Aashiy bissafar maka ia tak
boleh jamak sebagaimana dijelaskan diatas, namun beda dengan
Aashiy fissafar, maka ini boleh Jamak dan atau Qashar.

Aashiy bissafar adalah safar untuk bermaksiat, misalnya untuk
mencuri, membunuh, atau niat maksiat lainnya walaupun kemudian
niatnya urung, namun selama ia mengadakan safar dg niat itu maka
ia tak boleh Jamak dan atau qashar

Aashiy fissafar adalah Niat safar bukan untuk maksiat, namun ia
bermaksiat didalam perjalanannya, misalnya ia niat silaturahmi
pada ayah ibunya di kampung, namun diperjalanan ia mencuri,
mencaci, mendholimi orang dlsb, ia TETAP boleh Jamak dan atau
Qashar, ia berdosa namun jamaknya dan atau qashar nya sah,

2. bila niatnya berubah saat dalam perjalanan atau saat ketibaan
ditujuan maka niatnya sah, misalnya ia niat hanya 4 hari di
Bandung (maka boleh jamak dan atau qashar) namun ketika sampai di
Bandung baru saja satuhari ia merubah niatnya menjadi satu bulan
tinggal di bandung, maka saat ia niatkan itulah habis masa Jamak
dan atau qasharnya, karena ia telah merubah niat untuk batas
kebolehan melakukan jamak dan atau qasharnya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt
selalu,

Bila ada yg belum jelas maka boleh ditanyakan, karena masalah ini
memang cukup rumit, namun bila sudah difahami maka akan sangat
mudah, namun untuk memahaminya pertam kali memang cukup sulit.

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

alie Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/03 00:18 Assalamu^alaikum wr.
wb.
Habib yang saya hormati semoga Habib dan keluarga selalu dalam
lindungan Alloh SWT.
Saya menanyakan beberapa hal antara lain :
1. Bagaimana lafadz niat ( arab dan arti )sholat jama^ taqdim dan
ta^khir
2. Bagaimana lafadz niat ( arab dan arti )sholat jama^ taqdim dan
ta^khir dan diqoshor
3. Bagaimana syarat lain pelaksanaan sholat jama^ tersebut

Syukron,
Wasssalamu^alaikum wr. wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Saqqaf Re:Shalat – 2007/07/03 04:56 InsyaAllah bib, penjelasan habib
cukup jelas dan gamblang. Hanya saya ingin menanyakan lagi untuk
batasan safarnya bagaimana. Apakah kalau kerja saya sehari-hari
misalnya sebagao sales yang berkeliling jakarta, apakah
diperkenankan bagi saya menjamak shalat ? Ataukah ada definisi
safar (perjalanan) tersendiri yang memperbolehkannya menjamak.

Syukran bib. Dan ana dengar habib sedang kurang sehat.. InsyaAllah
habib diberi kesehatan dan kemudahan selalu agar bisa membimbing
jamaah Majelis Rasulullah ini pada khususnya dan ummat pada
umumnya.

Wassalamu^alaikum

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

mzyz Re:Shalat – 2007/07/03 06:53 Ass.Ya Habibana Munzir Bin Fuad Al
Musawa
Ada yang mau saya tanyakan yang sampai saat ini masih mengganjal
dibenak saya
Ada 2 pertanyaan:
1. Apakah Shalat didalam ruang lingkup gereja itu diperbolehkan?
Apa Hukumnya
2. Apakah Khusyu dalam Shalat merupakan salah satu rukun wajib
dalam shalat?

Terima Kasih
Wassalam.Wr.Wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/03 16:29 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Ushalli fardhu (ddhuhri/l ashri/lmaghribi/l isya i) Jam an,
Taqdiiman (atau Ta khiiran) lillahi ta ala
aku niat shalat fardhu dhuhur /asar/magrib/isya jamak taqdim
(digabungkan dan didahulukan / diakhirkan dari waktunya), karena
Allah ta ala

2. Ushalli fardhuddhuhri/l ashri /l isya I (tidak ada Qashr untuk
shalat maghrib) Taqdiiman (atau Ta khiiran) Qashran lillahi ta ala
aku niat shalat fardhu dhuhur /asar /isya jamak taqdim
(digabungkan dan didahulukan dari waktunya/ diakhirkan waktunya),
karena Allah ta ala

Niat shalat dalam perjalanan dengan Qashar tanpa jamak :
Ushalli fardhuddhuhri/l ashri /l isya I (tidak ada Qashr untuk
shalat maghrib) Qashran lillahi ta ala.
Aku niat shalat fardhuddhuhri/l ashri /l isya I (diringkas dari 4
rakaat menjadi dua rakaat /qashran dan tak ada qashran untuk subuh
dan magrib)

Yaitu Qashar tanpa jamak, ia shalat dhuhur atau asar atau isya
tetap pada waktunya, tidak dijamak, namun ia meng Qasharnya, hal
ini boleh, karena Jamak tidak mesti Qashar, dan Qashar tak harus
jamak.

3. Tentunya syaratnya adalah perjalanan lebih dari marhalatain
(82km) bagi Qashar atau Jamak Qashar, dan perjalanannya bukan
perjalanan maksiat, atau makruh, perjalanan untuk maksiat telah
jelas, perjalanan untuk hal yg makruh misalnya menjual kafan atau
peti mati, hal ini makruh, atau perjalanan demi membeli / menjual
barang barang makruh, atau perjalanan makruh lainnya.

Dan perjalanan keluar dari wilayahnya sudah boleh jamak, tanpa
qashar.

namun lafadh itu tadi sunnah hukumnya dan bukan merupakan rukun
shalat, yg wajib ada adalah niatnya walau dalam hati.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt
selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/03 16:31 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
Selama anda bekerja terus dalam perjalanan setiap harinya anda
boleh menjamaknya, (bukan safar tak henti hentinya, namun setiap
hari selalu bekerja diperjalanan) namun tak boleh men Qasharnya,
karena perjalanan Jabotabek adalah kurang dari 82km,

Mengenai wilayah wilayah jakarta ini masih ikhtilaf fuqaha kita,
ada yg mengatakan bahwa Jakarta Timur dengan Jakarta lainnya
misalnya, itu sudah boleh jamak, karena keluar wilayah, namun ada
juga fuqaha kita yg mengatakan bahwa itu masih dalam wilayah
Jakarta, tak boleh jamak, namun wilayah bekasi dg jakarta maka itu
boleh jamak, depok dg jakarta pun demikian, karena berbeda
propinsi.

Pendapat saya, saya mengambil jalan tengah, bila saya terjebak
macet dan tak mungkin lagi menyelamatkan shalat magrib biasanya,
karena waktunya pendek dan disaat sangat padatnya lalu lintas dan
kemacetan pada puncaknya, bila saya terjebak macet maka saya men
jamak ta khirnya ke Isya, sbb tak ada jalan lain.

Atau kondisi kondisi lain dimana anda terjebak untuk tak mungkin
lagi anda memperkirakan bisa melakukan shalat fardhu hingga waktu
akhirnya, maka segeralah niat jamak ta khir.

Terimakasih atas doanya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt
selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/03 16:37 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari
anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. berikhtilaf para ulama akan shalat di masjid, sebagian
memperbolehkannya sebagaimana diceritakan dalam Alqur^an bahwa
orang orang kafir mendirikan tempat peribadatan di tempat Ashabul
Kahfi, lalu direbut oleh muslimin dan dijadikan masjid,

namun sebagian lagi tak memperbolehkannya sebelum merobohkannya.

2. Khusyu bukan merupakan syarat sah shalat, namun tentunya pahala
shalat dan kesempurnaannya tergantung pada khusyu^nya seseorang
dalam shalatnya

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt
selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Saqqaf Re:Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/04 23:11 Syukran ya habib…
Jelas buat ana. tapi nanti kalau ada persoalan yang baru, yang ana
ga tau tentang persoalan jamak shalat ini, saya akan tanyakan lagi
sama habib. Gapapa ya bib.. 🙂

Wassalamu^alaikum

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Lafadz niat sholat jama^ – 2007/07/05 21:06 Hayyakumullah..
semoga Allah menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=5004

© http://carauntuk.com/shalat-20070626-0213

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here