Jan
24
2012

Sekilas Cerita Sayyidina Hasan wal Husein Ra

Pembahasan Pertama 

Khalifah Hasan bin Ali Radiallahu Taala Anhu 



A. Pendahuluan 

Beliau adalah Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abdul MuthAlib bin Hasyim bin abdul Manaf Al hasyimiy Al quraysiy, Al madani Assyahid . beliau adalah cucu dari Rasulullah Saw dan beliau juga sayyid bagi para syabab disyurga dan dia merupakan keturunan dari rahim yang suci dari putri junjungan alam Fatimah Azzahra', dan ayah dari Amirulmu'minin Ali bin abi Thallib radhiyallahu taala anhu dan cucu laki laki dari ummul mu'minin Khadijah dan salah satu dari lima Al khulafa' arrasyidin 

Beliau di lahirkan pada bulan Ramadhan tahun ketiga hijriyah, dalam riwayat yang lain beliau dilahirkan pada bulan sya'ban, dalam riwayat yang lain pada bulan setelahnya. Berkata imam Laits bin Saad : Fatimah binti Rasulullah bersAlin pada bulan rhamadan tahun ketiga hijriyah dan Husain dilahirkan pada bulan sya'ban tahun ke empat hijriyah , Al barqi Ahmad bin Abdullah bin Abdul Rahim mengatakan bahwa Hasan radhiyallahu taala anhu dilahirkan pada pertengahan bulan ramadhan tahun ketiga hijriyah senada juga dikatakan oleh Ibnu Said dalam Thabakatnya masih banyak lagi riwayat yang lain menjelaskan tentang kelahiran beliau. tapi riwayat yang benar adalah bahwa imam Hasan radiyyallahu taala anhu di lahirkan pada bulan Ramadhan pada tahun ketiga di bulan Ramadhan dan inilah pandapat yang di pilih oleh Dr Asshalaby 



Mengapa disebut dengan Hasan ? 

Dikeluarkan oleh Ibnu Sa'di dari Imran bin Sulaiman dia berkata : Hasan dan Husain dua nama dari nama ahli surga, dan bangsa Arab Jahiliyah tak pernah memakai nama tersebut . Berkata abu Ahmad Alaskary: nama tersebut tak pernah di kenal di masa jahiliyyah .Berkata al Mufaddhal Allah Swt menyembunyikan nama Hasan dan Husain sampai nabi saw menamakan cucunya dengan nama tersebut . 

Pada awalnya imam Ali Radiyallahu Taala Anhu tidak menamai anaknya dengan nama Hasan begitu pula Husain tetapi rasul sendirilah yang langsung memberikan nama tersebut, ini sebagaimana di riwayatkan oleh imam ahmad rahimahullaah dalam musnadnya dari imam Ali radiyallahu anhu dia berkata: Tatkala Hasan lahir maka aku menamainya dengan hamzah, dan tatkala Husain di lahirkan maka dinamai dengan nama pamannya ja'far. Kemudian beliau berkata : Rasulullah memanggilku dan bersabda kepadaku ” aku memerintahkan untuk mengganti nama kedunya" maka aku berkata allah dan rasulnya lebih mengetahui 

senada dengan riwayat Imam Tabrani dan jalan Abdullah bin Aqil dari Muhammad bin Ali dari Ali radiyallahu anhu bahwa beliau menamai anak sulungnya dengan Hamzah, dan menamai Husain dengan ja'far dengan nama pamannya, lalu rasullulah menamai keduanya dengan Hasan dan Husain 

Dalam riwayat lain Imam Ahmad didalam musnadnya dan Imam Bukhari dalam kitabnya ( adabul mufrad ) dan selainnya dari jalan Hani bin Hani dari Ali radiyalahu anhu beliau berkata tatkala Hasan lahir maka aku menamainya dengan Hurban dan Rasulullah datang dan berkata" berikan kepadaku anakku, dengan apa kau menamainya? Maka aku berkata Hurban, nabi berkata" tidak namanya adalah Hasan". Tatkala Husain lahir maka akupun menamainya dengan Hurban dan Rasulullah datang dan berkata" berikan kepadaku anakku, dengan apa kau menamainya?" Maka aku berkata Hurban, nabi berkata tidak namanya adalah Husain. 

Tatkala lahir yang ketiga maka akupun menamainya dengan Hurban dan Rasulullah datang dan berkata" berikan kepadaku anakku, dengan apa kau menamainya?" Maka aku berkata Hurban, nabi berkata tidak namanya adalah Muhsin kemudian beliau berkata : "aku menamai mereka dengan nama anak harun , Syabbar,Syabiyr,Musyabbir. 



B. Keutamaan Hasan bin Ali Radiyalahu Taala Anhu 

Dikatakan oleh Dr Ila' Al bakar dalam bukunya Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Fi Shahabati Wa Ahlul Bait : bahwa kedudukan Hasan bin Ali Radiyallahu anhuma termulia dari kalangan ahlu bait,dan posisi beliau di kalangan ahli sunnah adalah sebagai penolong dan seluruh penghormatan dan kecintaan ada pada diri beliau, dan beliau merupakan khalifah yang kelima setelah abu Bakar, Umar, utsman, Ali radiyallahu ta'ala a'nhum, yang telah menyelamatkan dan mentranfusikan darah kaum muslimin hingga perang dan fitnah pun meredah yang akhirnya beliau rela melepaskan kekhalifaannya dan memberikan kepada Muawiyah radiyallahu taala anhu. sungguh benar apa yang di sabdakan oleh Rasulullah dan diramalkannya bahwa Hasan Radiallahu Taala Anhu akan menjadi penyatu dari dua kelompok kaum muslimin. Sebagai mana sabda beliau yang di riwayatkan oleh imam Bukhari rahimahulah dari abu Bakar radiyallahu ta'ala anhu beliau berkata aku mendengar Rasulullah saw tatkala beliau berada diatas mimbar dan Hasan berada disampingnya, kemudian beliau melihat ke manusia sekali dan ke Hasan sekali kemudian beliau bersabda " sesungguhnya anakku ini merupakan sayyid, dan semoga allah( menjadikan dia) pengishlah antara dua kelompok dari kalangan muslimin. 

Dan dikeluarkan oleh abu nu'aim di dalam bukunya ( al hilya) dari abu Bakar radiyallahu anhu beliau berkata bahwa Rasulullah pada suatu hari shalat bersama kami lalu Hasan datang dan dia dalam keadaan sujud, dan pada waktu itu Hasan masih kecil kemudian duduk dipundak beliau dan diatas lehernya kemudian beliau mengangkatnya dengan angkatan yang sangat lembut, tatkala shalat telah selesai sahabat lalu berkata kepada beliau, wahai Rasulullah engkau melakukan suatu perbuatan yang tak pernah engkau lakukan terhadap seorangpun, lalu nabipun berkata 

)ان هذا ريحناتي و ان هذا ابني سيد وحسبي ان يصلح الله تعالىبه بين فئتين من المسلمين) 

Dalam riwayat lain dikeluarkan oleh Bukhari dari ibnu Umar radiyallahu anhuma beliau berkata nabi saw bersabda : 

هما ريحناتاي من الدنيا 

Maksudnya Hasan dan Husain 

Dan dikeluarkan oleh Atturmudzi dan Hakim dari Said Al Khudri Radiyallahu Anhu dia berkata Rasulullah saw bersabda, "Hasan dan Husain adalah pemimpin para syabab ahli surga" 

Dan karena dia adalah termasuk dari daging beliau maka mencintainya sama halnya mencintai Rasulullah, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Assyaikhani dari Al Barra' Radiyalahu Anhu dia berkata : aku melihat Rasulullah saw dan Hasan berada di pundaknya kemudian Rasulullah berkata : ya allah sungguh aku sangat mencintainya maka cintailah dia" 

Dan di keluarkan oleh Atturmudzi dari Anas bin malik radiyallahu anhu dia berkata Rasulullah pernah ditanya siapakah ahlul bait yang sangat dia cintai beliau berkata Hasan dan Husain 

Dan diantara keutamaan beliau juga adalah keduanya mirip dengan Rasulullah maka tak heran banyak para sahabat yang apabila melihat Hasan maka dia teringat akan Rasulullah contohnya sahabat abu Bakar tatkala melihat Hasan dia mengatakan bahwa dia lebih mirip dengan Rasulullah daripada ayahnya Ali bin abi thalib dan Ali pun tertawa. Diriwayatkan dari Hani bin Hani dari Ali bin abi thalib beliau berkata bahwa Hasan bin Ali menyerupai Rasulullah dari antara dada sampai kekepala dan Husain menyerupai Rasulullah dari antara dada sampai kebawah. Akan tetapi hadits ini sanadnya dhaif tapi dari jalur lain yang di riwayatkan oleh ibnu asakir dalam tarikhnya dari jalan hani bin hani dari Ali bin abi thalib dengan hadits yang sama dan juga di riwayatkan oleh Atturmudzi beliau mengatakan haditsnya Hasan shahih gharib . dan didalam Tarikh hulafa' imam Suyuti menyebutkan bahwa telah di riwayatkan dari Bukhari dari anas bin malik radiallahu anhu dia berkata " bahwa tak ada satupun yang menyerupai Rasulullah kecuali Hasan bin Ali dan masih banyak lagi hadits yang tak terhitung jumlahnya yang menyebutkan kemuliyaan cucu Rasulullah ini. 

Oleh karena itu di dalam buku Alu Bait Ahfadi Nabi menyebutkan beberapa keistimewaan yang di miliki oleh Hasan bin Ali dan kami akan menyebutklan secara ringkas disini yang pertama bahwa beliau adalah dari ahlul bait Rasulullah dan keduanya di cintai oleh allah dan rasulnya dan diapun mencintai allah dan rasulnya . kedua bahwa keduanya adalah penduduk syurga dan diharamkan atasnya neraka. Ketiga nabi saw memuliakan keduanya ke empat keduanya adalah cucu Rasulullah. 



Kekhalifaan Hasan bin Ali Radiyallahu taala anhuma 

Para muarrikhin telah sepakat bahwa pengangkatan Hasan bin Ali bin Abi thAlib radiyallahu taala anhuma setelah imam Ali Radiyallahu Taala Anhu di tikam oleh Abdurrahman ibnu muljam Al muradiy. tatkala jenazah beliau di shalatkan dan di kebumikan di daerah Dar al imarah di Kufah sebagai mana pendapat yang shahih lalu tiba tiba datanglah Qweis bin Saad bin Ubadah membaiat beliau lalu qweis berkata ulurkan tanganmu aku akan membaiatmu dengan al quran dan sunnah nabinya. Pada waktu itu Hasan terdiam, lalu manusiapun ikut membaiat beliau ibnu Katsir mengatakan pada hari itu (pembaiatan Hasan) adalah hari wafatnya imam Ali radiyallahu taala anhu, dan dia menginggal pada hari dia ditikam, bertepatan pada hari jumat 17 Ramadhan tahun ke empat puluh, dalam riwayat lain dinyatakan bahwa beliau wafat dua hari setelah penusukan, dalam riwyat lain beliau meninggal pada sepuluh akhir di bulan rhamadhan setelah pembaiatan tersebut imam Hasan bin Ali radiyalahu taala anhu menghadapi situasi yang cukup sulit lebih sulit dibandingkan menahan rasa sakit atas terbunuhnya ayahnya Ali bin abi thalib karena pada masa tersebut api fitnah makin meluas dan tak terbendungkan, dari wilayah Syam misalnya masih menuntut darah ustman Radiyallahu Taala Anhu dan diantara mereka ada juga yang masih belum menerima penganngkatan Hasan radiyallahu anhu, bahkan dalam riwayat disebutkan tatkala imam Ali meninggal dunia mereka langsung membaiat Muawiyah. sebenarnya hebusan api fitnah ini terus begejolak selama orang orang dari kedua golongan tersebut merasa dirinyalah yang paling benar yang saya maksud kedua golongan disini adalah golongan Syiah dan Annashiba begitu pula dengan golongan yang ke tiga yaitu Khawarij sebagi sumber permasalahan yang selalu memanas manasi dan memperkeruh situasi karena melihat situasi tersebut semakin parah dan imam Husain sangat membenci tafarruq antara ummat maka imam Husain radiyallahu anhu mengirim surat kepada Muawiyah radiyallahu anhu untuk mengadakan ishlah secara khusus diantara dua kelompok yang bertikai akan tetapi dengan adanya hal tersebut didalam tubuh kelompok Muawiyah makin menambah lebar perpecahan dan ikhtilaf diantara mereka, maka demi mencari keredhaan allah swt dengan segala kerendahan hati maka imam Husain Radiyallahu Taala Anhu menyerhkan kekhalifaan kepada Muawiyah Radiyallahu Taala Anhu demi salah satu tujuan agar ummat islam pada waktu itu bersatu dan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah yang tidak di inginkan maka tahun tersebut dikenal dengan tahun jamaah ( a'm jamaah) . Dan apa yang dilakukan oleh imam Hasan tersebut di dalam kacamata ahlusunnah wal jamaah adalah keputusan yang sangat bijak dan merupakan fadhilah sangat tinggi dimiliki oleh seorang pemimpin sebagai mana dikatakan oleh imam ibnu taimiyyah rahimahullah ( sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Hasan padawaktu itu menrupakan sebesar besar keutamaan yang dimilikinya dan merupakan akhlak yang sangat terpuji yang telah di beritakan Rasulullah kepadanya, walaupun qital wajib atau boleh pada wktu itu akan tetapi dia tidak membelok dari nabi dengan meninggalkan kewajiban atau sesuatu yang boleh atasnya ) begitu juga dengan ulama' hadits mengatakan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh imam Hasan tersebut tidak keluar dari apa yang telah di ramalkan oleh Rasulullah saw bahwa imam Hasan akan mengishlah dua golongan yang bertikai dian tara kaum muslimin, seperti hadis yang di riwayatkan oleh imam Bukhari dari abu Bakar Astaqafi bahwa Rasulullah saw naik keatas mimbar pada suatu hari dan beliau mendudukkan Hasan bin Ali disampingnya kemudian dia melihat kemanusia sekAli dan ke Hasan sekAli kemudian Rasulullah saw berkata " wahai manusia sesungguhnya anakku ini akan menjadi pengishlah antara dua kelompok yang besar dari kaum muslimin" . Dan ulama' mengatakan bahwa bahwa Hasan radiyallahu anhu termasuk kedalam khulafa' arrasyidin yang di ebutan ol Rasulullah bahwa rululla aw bersbda " kekhlifaan sesudahku tiga puluh tahun kemdian setelahnya adala raja dan sempurnahnya tiga puluh pada waktu kekhAlifaan Hasan radiyallahu anhu dan dia menyerahkan kekhalifaan pada tahun ke empat puluh satu bertepatan dengan tiga puluh tahun setelah nabi meninggal dan kekhAlifaan Hasan selama enam bulan. 

Di dalam buku Tarikh Alkhulafa' imam Suyuti menceritakan bahwa setelah wafatnya imam Ali kemudian Hasan pun di baiat oleh ahlu kufah dan masa kekhalifaannya selama enam bulan satu hari. kemudian setelah itu beliau memberikan kekhalifaannya kepada Muawiyah Radiyallahu Taala Anhu ia meminta konsekwensi bahwa penduduk madinah,dan hijaz dan iraq tidak meminta lagi sesuatu yang mereka tuntut pada waktu ayanhnya masih hidup dan menyelesaikan semua utang utangnya. Dan Muawiyah menerima hal tersebut dan akhirnya terishlahlah kaum muslimin pada waktu itu, sungguh benar apa yang dikatakan Rasulullah dan ini merupakan tanda kenabian beliau . dan akhirnya imam Hasan membaiat Muawiyah yang akhirnya disebut dengan A'm jamaah kemudian imam Hasan memerintahkan kepada semua kaum muslimin untuk membaiat Muawiyah kecuali qweis bin saad enggan untuk membaiat Muawiyah kemudian diapun beruzlah dan tidak mentaatinya dan beruzlahlah orang orang yang sependapat dengannya 



Meninggalnya imam Hasan radiyallahu taala anhu 

Diceritakan oleh imam suyuti bahwa Hasan radiyallahu anhu meninggal di madinah dan meninggalnya karena di racun oleh istrinya ja'dah binti asy'ats bin qweis atas rekayasa Yazid bin Muawiyah untuk meracuninya dia memerintahkan untuk menikahinya kemudian diapun melakukan perbuatan tersebut. Tatkala imam Hasan meninggal maka diapun kembali ke Yazid untuk meminta ganjaran yang telah di janjikannya lalu Yazid pun berkata : kami tidak meridhaimu terhadap Hasan, apakah kami akan meridhaimu terhadap diri kami. Imam Hasan meninggal pada tahun empat puluh sembilan, riwayat lain mengatakan pada hari kamis rabiul awwal tahun ke limapuluh , riwayat lain mengatakan tahun lima puluh , dalam riwayat dikatakan tatkala Hasan mendekati ajalnya datanglah Husain menanyakan siapa orang yang meracuninya dan ingin membunuhnya akan tetapi imam Hasan Radiyallahu Taala Anhu melarangnnya 

Husain Radiyallahu Taala Anhu

A. Pendahuluan

Husain bin Ali Radiyallahu anhuma adalah salah satu cucu Rasulullah saw yang sangat di cintainya kecintaan beliau sama dengan kecintaannya terhadap kakaknya Hasan, oleh karenannya banyak dari hadits yang datangnya dari nabi saw menjelaskan tentang keutamaan Hasan selalu digandeng dengan keutamaan Husain Radiyallahu Anhuma, sebagai mana yang telah kami sebutkan diatas tentang keutamaan Hasan seperti rasululllah sangat mencintai beliau, di bagian lain Hasan dan Husain adalah sayyid assyabab fil jannah dan masih banyak hadits yang menjelaskan keutamaan beliau. Hasan Radiyallahu Taala Anhu sebagai mana yang di yakini oleh orang syiah merupakan khalifah ke tiga setelah imam Ali radiyallahu anhu, imam Hasan radiyallahu anhu terus setelahnya imam Husain bin Ali radiyallahu anhu. Akan tetapi kita sebagai ahli sunnah meyakini bahwa beliau bukanlah kalifah akan tetapi merupakan sahabat Rasulullah dan juga ahlul baitnya yang wajib kita hormati dan kita sayangi beliau meninggal dalam keadaan terzdalimi kita memohon agar allah memberikan beliau tempat yang tenang amin.

B. Kemuliaan Husain bin Ali radiyallahu taala anhuma
Di riwayatkan Tatkala abdullah bin amru bin a'sh radiyallahu anhu duduk di samping ka'bah bersama sekumpulan orang tiba tiba lewatlah Husain radiyallahu anhu berkata abdullah bin amru " apakah kalian tahu orang yang penduduk bumi sampai kelangit mencintainya sampai hari ini ? mereka berkata " tidak," lalu di a berkata ini ….dan beliau berisyarat kepada Husain radiyallahu anhu, daintara mereka ada dari kalangan a'rabiy yang berkata : celakahlah dia dari penduduk bumi, mereka bertanya " kenapa? Dia berkata : karena tempatnya di langit. Hamid Ahmad Tahir mengomentari riwayat ini dia berkata demikianlah kedudukan Husain di mata ummat pada waktu itu mereka mengumpamakan dia seperti seorang yang tak ada tempat lagi baginya di dunia ini lantaran kemuliaannya radiyallahu taala anhu.
Husain Radiyallahu Taala Anhu di lahirkan di madinah al munawwarah pada seperlima malam di bulan sya'ban tahun keempat hijriyah, Ibnu Asakir meriwayatkan dengan isnadnya sendiri dari jalan Abi Abdullah bin Mandah dia berkata Husain bin Ali bin abi thalib abu abdullah al hasyimiy ibnu rasulillah , dilahirkan pada seperlima malam dibulan sya'ban tahun ke empat hijriyah

C. Qunniyah beliau Radiyallahu Taala Anhu
Diriwayatkan oleh imam Muslim didalam ( al kunny wal asma' ) dari jalan maki bin abdan dia berkata : aku mendengar Muslim bin hujjaj berkata : Abu abdullah al Husain bin Ali bin abi thalib radiyallahu anhuma – dan dia mempunyai riwayat dari Rasulullah.

D. Wafatnya Husain bin Ali radiyallahu taala anhuma.
Sebelum saya menyebutkan kronologi kejadian yang terjadi di karbala' perlu di ketahui bahwa kaum syiah utamanya Istna' asariah sering mengangkat angkat permasalahan penderitaan ahlul bait di karbala ini bahkan sampai sekarang ini mereka masih merayakan hari karbala' yaitu hari dimana kematian Husain bin Ali radiyallahu anhuma. pada bulan muharram dengan berbagai cara ada yang memukul wajah mereka dan badan mereka dan meratap ratap dan melaknat semua yang terlibat di dalam masaalah karbala' karena ini merupakan salah satu masalah yang cukup besar dalam firqah syiah, akan tetapi sangat di sayangkan di masa sekarang masih banyak dari kalangan kaum muslimin tidak mengetahui kronologi kejadiannya seperti apa?

Awal mula sebelum kejadian Karbala'
Tatkala muawiyyah radiyallahu anhu mendekati ajalnya beliau meminta anaknya untuk menggantikan posisinya sebagai khalifah, pada awalnya wasiat muawiyyah ini tidak di dengarkan langsung oleh Yazid akan tetapi Muawiyah radiyallahu anhu menitip wasiat ini kepada utusan agar Ubaidah bin ziyad membaiat anaknya Yazid bin Muawiyah.
Selain wasiat untuk menggantikannya sebagai raja ada hal terpenting di dalam wasiatnya tersebut diantaranya adalah Muawiyah berkata " bahwa sungguh tak menakutkan bagiku tentang urusan ini kecuali empat orang dari quraisy : yang pertama Husain bin Ali, yang kedua abdullah bin Umar, yang ketiga abdullah bin zubair yang keempat abdurrahman bin abi bakar
Kemudian beliau mengatakan tatkala sakit Muawiyah sudah semakin parah pada waktu itu Yazid lagi tidak berada di sampingnya, kemudian dia memanggil Addahak bin qeiys al fahri dan muslim bin aqbah almari'iy, lalu ia berwasiat kepada keduanya, dia berkata " sampaikan kepada Yazid wasiatku ini : lihatlah ahlu hijaz mereka telah hancur, maka muliakanlah orang yang datang kepadamu dari mereka, dan saling berjanjilah kepada yang tidak ada …………dan seterusnya! Setelah ia menyampaikan wasiatnya iapun meninggal di tahun itu.

Baiat Yazid bin Muawiyah
Sebagai mana telah kami sebutkan diatas bahwa Yazid bin Muawiyah tidak melihat ayahnya sakit parah dan meninggal, tatkala ia mendengar berita ayahnya telah meninggal diapun datang dan kedatangannyapun terlambat karena Muawiyah telah di kuburkan. Setelah penguburan iapun di baiat sebagimana wasiat ayahnya dan umur Yazid pada waktu itu sebulan tiga puluh dua tahun, maka dia pun melantik Ubaidillah bin Ziyad di Bashrah, Nu'man ibnu basyir di Kufah, Amru bin said bin ash di Mekkah, Al walid bin abi sofyan di Madinah, akan tetapi Yazid bin Muawiyah masih belum tenang selama keempat orang yang di sebutkan oleh ayahnya tersebut membaiatnya, maka pada waktu itu Yazid mengirim surat ke wAlid bin Atabah, diantara isi suratnya itu : " ammaba'du, maka ambillah hai walid baiat dari Husain bin Ali dan abdullah bin Umar dan abdullah bin zubair. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Yazid memerintahkan walid mengambil baiat ke Husain dengan lemah lembut, lalu tiba tiba datanglah marwan bin hakam dan berkata kepada walid : utuslah kepada mereka dan serulah ia untuk berbaiat, kalau tidak maka tebaslah lehernya. Walid pun berkata : subhanallah aku membunuh Husain bin Ali? Dan abdullah bin Zubair maka berkata marwan : dia… seperti apa yang kukatakan kepadamu. 
Syaikh Irfan di dalam bukunya menyebutkan bahwa Yazid mengirim walid ke marwan, dan berkonsultasi kepadanya , walid pun berkata : bagai mana pendapatmu sekarang apa yang akan aku perbuat? Dia berkata : dalam pandanganku utuslah sekarang kepada mereka utusan untuk menyeru kepada mereka agar berbaiat , apabila mereka melakukannya( berbaiat) maka terimahlah dia dan apabila mereka menolak maka tebaslah lehernya sebelum mereka mendengar kematian Muawiyah, apabila mereka telah mengetahuinya maka mereka akan memasang strategi dan menentang Yazid kemudian memploklamirkan kekhalifaan, kecuali abdullah bin Umar maka janganlah engkau membunuhnya karena dia tidak berambisi untuk menjadi khalifah. . lalu walid pun memerintahkan abdullah bin amru bin utsman untuk memanggil Husain dan ibnu zubair untuk menghadap ke amir, sebelum mereka pergi ke walid abdullah bin zubair radiyallahu anhu bertanya kepada Husain Radiyallahu Taala Anhu mengapa mereka di panggil. Hasan pun menjawab : aku menyangka kesewena wenangan telah hancur, dan kita di utus untuk berbaiat sebelum khabar tersiar dan tersebar. Ibnu zubair berkata apa yang akan engkau lakukan, beliau berkata datangkanlah ahlu baitku sekarang dan aku akan datang bersama mereka, berkata zubair : yang aku takutkan adalah apabila engkau masuk kepada mereka. akan tetapi Husain pun tetap berkeras untuk mendatangkan ahlul baitnya karena dengan itu hatinya menjadi lebih tenang
Husain pun berangkat bersama ahlul baitnya lalu berkata kepada mereka : apabila aku memanggilmu atau suraku meninggi maka masuklah ke dalam, tapi apabila engkau tidak mendengarkan aba aba maka janganlah engkau bergerak, Hasan masuk kedalam ruangan walid dan memberi salam kemudian duduk , dan walid membacakan tulisan, dan mengumumkan kematian Muawiyah, dan memerintahkan untuk berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah, Husainpun berkata :

ان لله وان اليه راجعون
Semoga allah merahmati Muawiyah dan memberikan kepadamu pahala yang agung. Dan adapun pemabaitan maka aku tak akan berbaiat secara sembunyi sembunyi, dan aku melihat engkau tidak akan menerima apabila aku berbaiat secara sembunyi sembunyi sampai aku memperlihatkan baiatku kepada orang banyak. Walid berkata tentu. 
pada waktu itu sebenarnya ada beberapa calon yang bisa menjadi khilafah.
Yang pertama : Husain bin Ali dan ahlu baitnya.
Yang ke dua : bani umayyah dari furu' sofyan mereka itu diantaranya Muawiyah dan anak anaknya
Yang ke tiga bani umayyah dari furu' marwan
Yang ke empat abdullah bin zubair.
Akan tetapi dari kalangan bani umayyah ambisi kekhalifaannya lebih tinggi maka ia bersegera menyuruh berbaiat orang orang yang mengancam kedudukannya tersebut.

Syahidnya Husain Radiyallahu Taala Anhu .
Setelah pengangkatan Yazid bin Muawiyah. Husain beserta keluarganya pindah ke mekkah, setelah menetap berapa lama disana ( sekitar empat bulan ) , kemudian datanglah sebuah surat dari kufah yang mengatasnamakan dirinya sebagai pembela ahlul bait meminta agar Husain radiyallahu anhu menginggalkan mekkah dan berhijrah ke kufah dan menjadi pemimpin mereka di sana, dan poin penting yang dapat dipetik dari surat tersebut bahwa warga kufah menunggu kedatangan Husain radiyallahu anhu dan meminta beliau menjadi imam mereka. Akhirnya Husain radiyallahu anhu berangkat ke kufah bersama keluarganya pada tahun enam puluh hijriyah , sebenarnya keberangkatan beliau ke kufah tidak mendapat respon yang baik dari sahabat sahabat nabi banyak diantara mereka yang melarang untuk berangkat kesana di karenakan penduduk kufah telah menghianati imam Ali radiyallahu anhu dan mereka takut hal ini terjadi pada diri Husain radiyallahu anhu, di ceritakan bahwa muhammad bin Ali bin abdul muthalib yang lebih dikenal dengan muhammad bin hanafiyyah berkata kepada saudaranya Husain " wahai saudaraku engkau telah mengetahui bahwa penduduk kufah telah berhianat kepada ayahmu dan juga saudaramu, dan aku takut kejadian ini menimpamu sebagaimana pendahulumu. pada tahun Enampuluh satu di bulan Muharram Husain radiyallahu anhu sampai ke tanah karbala' , tatkala beliau sampai disana Husain bertanya apa nama daerah ini, maka di katakan kepada beliau bahwa daerah ini adalah daerah karbala', lalu diapun berkata
اللهم انى اعوذ بك من الكرب والبلاء
Hasan Radiyallahu Anhu tidak tahu kalau daerah yang di datanginya itu akan menjadi saksi akhir hidupnya beserta keluarganya, telah menjadi mutawatir di kalangan muarrikhin syiah maupun sunni bahwa daerah karbala' adalah tempat Hasan radiyallahuanhu menghembuskan nafasnya yang terakhir di sebabkan penghianatan yang dilakukan oleh pengikutnya sendiri. berkata Abdullah bin abdurrahman bahwa sesungguhnya pengikut Husain radiyallahu anhu merekalah yang menyeru untuk menolongnya dan mereka pulalah yang membunuhnya berkata Kadzim al ihsaiy annajafi bahwa tentara Kufah yang keluar memerangi Husain bin Ali sekitar tiga ratus ribu pasukan, semuanya dari penduduk Kufah bukan dari penduduk syam, bukan pula dari hijaz, bukan india,bukan pakistan, bukan sudan, bukan mesir, bukan afrika, akan tetapi semuanya dari penduduk kufah berkata syaikh syiah Baqiy Syarif Al qursy " penduduk kufah telah melupakan surat yang mereka kirimkan kepada imam ( Husain radiyallahu anhu) dan baiat mereka ke padanya
Diceritakan bahwa sebelum assyahid Husain bin Ali radiyallahu anhuma di bunuh secara dzalim , para keluarga dan pengikut beliau telah dibantai terlebih dahulu. Dan yang tersisa pada waktu itu hanyalah Husain radiyallahu anhu mereka membiarkan Husain radiyallahu anhu tersiksa dan kehausan, karena hausnya tak tertahankan lagi iapun radiyallahu anhu maju untuk minum , tatkala Hushain bin tamim melihat hal tersebut iapun langsung mengambil panahnya dan memanah beliau dan tertancap pas dimulut Husain radiyallahu anhu, pada waktu itu mengalirlah darah dari mulut beliau dan bersumburan kelangit, lalu ia mendekatinya dan berjalan dengan sombongnya ia pun berkata : apa yang kau tunggu dari orang ini??!, bunuhlah ia . maka Zarah bin Syarik menghantamkan pedangnya di pundak Hasan, dan yang lainnys menghantam bahunya, kemudian Sanan bin Anas mengambil Husain lalu munusuknya dengan tombak kemudian Husain pun tersungkur jatuh kemudian diapun menggorok kepala Husain radiyallahu anhu dan kemudian ia menyerahkannya ke khuwaili bin Yazid al ashbahi

ref: http://waonepunk.blogspot.com/2010/02/hasan-dan-husain-mengankat-kembali-akar.html

by: carauntuk.com

© http://carauntuk.com/sekilas-cerita-sayyidina-hasan-wal-husein-ra

wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur


dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Related Posts

About the Author:

Nama: Arie Ibrahim | Lahir : 16 january 1987 | Lulus : SMA 28 Oktober 1928 jakarta Selatan Tahun 2005 | Keahlian : dibidang komputer. | Ketertarikan: ilmu komputer, ilmu Quran, dan Ilmu Fisika. | Kontak : arie@carauntuk.com adpit31@gmail.com | Pesan : semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya, Terimakasih

alternatif pencarian

Radio Majelis Rasulullah

Otomatis play sengaja tidak dapat distop, perindah telinga mu dan hati mu dengan menyempatkan mendegarkan Dzikir kepada ALLAH dan sholawat kepada RasulNya. Allahumma sholli 'ala sayyidina, wahabibina, wasyafiina, wazuhrina, wamaulana Muhammadin wa alihi wa shohbihi wasallim salam rindu kami padamu ya Rasulullah :( :(

Recent Posts

Posts Tags

Categories

Arsip Bulanan

Blogroll

PARTNERSHIP





CU Traffic Alhamdulillah

Free counters!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 18 other subscribers

Web Reputation and Safety

Rating for carauntuk.com
Untitled Document