Homeforum.majelisrasulullah.orgsedekah kepada orang tua apa diperbolehkan jika orang tua kita itu sudah tua dan tidak memiliki pekerjaan dan urutan tata cara kita bersedekah kepada siapa dulu yang paling utama?

sedekah kepada orang tua apa diperbolehkan jika orang tua kita itu sudah tua dan tidak memiliki pekerjaan dan urutan tata cara kita bersedekah kepada siapa dulu yang paling utama?

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 22 views share

pramanda zakat – 2008/09/17 18:18 asallammuallaikum wr.wb
begini habib munzir yang kucinta saya ingin menanyakan masalah
shedekah dan zakat.
1 sedekah kepada orang tua apa diperbolehkan jika orang tua kita
itu sudah tua dan tidak memiliki pekerjaan dan urutan tata cara
kita bersedekah kepada siapa dulu yang paling utama?
2 sekarang kan banyak orang yang berzakat fitrah dengan uang dan
apa ini diperbolehkan menurut syariah islam.misalnya begini saya
datang ke masjid tidak membawa beras hanya membawa uang dan
panitia mesjid meminta saya memegang beras yang telah disediakan
panitia di ibaratkan beras yang telah disediakan panitia mesjid
itu adalah beras saya dari jumlah uang zakat fitrah yang telah
saya keluarkan.
3.jika kita berakad jual beli beras didalam/teras dan halaman
mesjid bagaimana hukumnya apakah boleh?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2008/09/19 02:55 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,
kemuliaan Ramadhan,kesucian Rahmat, pengampunan, pembebasan dari
neraka dan Cahaya Lailatulqadar semoga menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. zakat justru diutamakan pada ayah bunda dulu, sebagaimana
firman Allah : “mereka bertanya tentang bagaimana mereka berinfak,
katakanlah infaq harta itu untuk ayah bunda, kerabat, para yatim,
orang miskin, ……” (QS AL Baqarah 215).

maka jika ayah bunda kita kesulitan maka mereka berhak dizakati.
urutan zakat adalah :

. Fuqara :
fuqara dalam hukum syariah adalah orang yg penghasilannya hanya
mencukupi 40% dari kebutuhannya, seandainya kebutuhannya (atau dg
keluarga tanggungannya, mungkin dg ayah ibunya dan istri anaknya),
andai kebutuhannya 100 ribu sebulan, dan pendapatannya hanya 40
ribu atau kurang (40% atau kurang). inilah yg disebut fuqara,
walaupun ia punya usaha, atau rumah yg dikontrakkan, atau
kendaraan yg digunakan usaha, yg jelas penghasilannya hanya 40%
(atau kurang). dari kebutuhan Primernya (bukan kebutuhan
sekunder).
dan bila mereka mempunyai pendapatan yg minim namun mereka
mempunyai harta yg bersifat Sekunder, seperti televisi, kendaraan
dlsb yg bukan digunakan untuk usaha, maka mereka tidak tergolong
fuqara, dan tidak berhak mendapat Zakat.

2. Masakiin
Masakiin adalah orang orang miskin, dan penjelasannya sama dengan
diatas, namun perbedaannya bahwa orang miskin di dalam hukum
Syariah adalah mereka yg penghasilannya hanya 80% (atau kurang),
dari kebutuhannya, mereka ini taraf hidupnya diatas fuqara, namun
masih berkekurangan. mereka berhak menerima zakat.
singkatnya :
penghasilan 0% – 40% adalah fuqara —–> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat.
41% – 80% adalah orang miskin ——> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat
81% – 100% ——-> adalah kelompok yg tidak wajib zakat dan tidak
pula berhak mendapat zakat.
100% – hingga berlebihan —–> kelompok yg diwajibkan
mengeluarkan zakat dan tidak berhak menerima zakat.

3. Ghaarimiin
orang yg terlibat hutang dan belum mampu melunasi hutangnya.
mereka ini ada 4 kelompok
a). orang yg berhutang untuk mendamaikan dua kelompok yg
bertentangan, ia berhak mendapat zakat untuk bantuan melunasi
hutangnya yg belum mampu ia lunasi, walaupun ia seorang kaya raya.
(seandainya hutangnya 100 juta, dan ia mampu melunasi nya dalam
setahun, maka dalam tempo satu tahun itu ia berhak menerima
zakat).
b). orang yg belum mampu melunasi hutangnya yg hutangnya adalah
untuk maslahat muslimin, misalnya membangun masjid, membuat jalan,
madrasah agama, majelis taklim dll. walaupun ia kaya raya,
sebagaimana penjelasan diatas.
c). orang yg belum mampu melunasi hutang dirinya sendiri, selama
hutangnya itu bukan untuk maksiat.
d). orang yg berhutang untuk menjamin hutang orang lain, atau
menebus keselamatan seseorang, selama tidak terlibat dalam
kemaksiatan.

4. Musafirun wa Ibnu Sabiil
orang yg dalam perjalanan, dan ingin kembali kerumahnya namun ia
tak punya ongkos yg cukup, sebab kerampokan atau kehilangan dlsb,
walaupun ia seorang kaya raya di kampungnya. (hal seperti ini
mungkin di zaman sekarang jarang terjadi karena sudah adanya
handphone, rekening bank, dlsb, namun paling tidak seandainya ia
terjebak dalam kecopetan dan kehilangan atau lainnya, maka dana
zakat dikeluarkan paling tidak untuk menghubungi keluarganya di
rumahnya untuk mengirim uang, walaupun jumlah kecil namun ia
termasuk berhak zakat).

5. ^Aamiluun alaihaa
para pekerja yg bertugas membagi bagikan zakat, walaupun ia
seorang kaya raya, dengan syarat ia tidak mendapat gaji/upah dalam
kerjanya, misalnya ia seorang Imam Masjid yg sudah ada penghasilan
khusus dari kas masjid, maka mereka tidak berhak, ataupun petugas
kelurahan yg memang sudah ditunjuk pemerintah untuk pekerja
diantaranya mengurus zakat, maka mereka tidak berhak, demikian
pula muazin yg sudah ada jatah upah dari masjid.

6. Mu^allafati qulubihim
para muslim yg baru saja memeluk islam dan mereka masih memiliki
iman yg lemah dan ditakutkan kembali kepada agamanya, maka mereka
berhak atas zakat.

7. Ghuzaat fi sabiilillah
para pejuang yg membela islam yg tidak mendapat upah. mereka siap
tempur dan berperang membela islam kapanpun (tentara jihad), namun
tidak mendapat upah/gaji penopang nafkah. mereka berhak zakat,
namun kelompok ini sudah tidak ada lagi di zaman sekarang, karena
ini hanya disyariahkan bagi negara yg berhukumkan Islam

8. Al Kaatibuun Kitaabah Shahihah
mereka yg dalam penebusan diri untuk menebus kebebasan dirinya
dari perbudakan, kelompok ini pun sudah tidak ada di zaman
sekarang.

maka kelompok pertama hingga nomor enam, adalah mereka yg berhak
diberi zakat, namun haruslah berurutan.

pertama uang zakat ditumpahkan pada Fuqara, bila sudah tak ada
fuqara di wilayahnya, atau semua sudah terbagikan zakat, barulah
meningkat ke tingkatan kedua yaitu orang orang miskin.. demikian
seterusnya.

bila dana zakat sudah terhabiskan bagi fuqara, maka tidaklah
kelompok kedua dan lainnya berhak mendapat zakat. demikian
seterusnya.

bukan seperti sekarang, dimana amil zakat (para pekerja zakat)
segera mengambil jatahnya lebih dahulu sebelum fuqara.

sumber (Kitab Busyralkarim syarh Muqaddimatulhadhramiyyah alaa
madzhabussyafi^iyyah Bab Zakaat Naqd)

pendapat yg terkuat tak dibenarkan zakat kecuali dengan bahan
pokok, maka sebaiknya dengan beras, jika dengan uang maka hal itu
ada yg membolehkan, dan dg cara tsb boleh saja, namun sebagian
besar ulama tak membolehkan kecuali dg bahan pokok.

hal itu tak dibenarkan, baiknya diluar masjid, namun jika khusus
untuk zakat maka ada ulama yg membolehkannya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

noorbowo Re:zakat – 2008/09/19 04:22 Assalamu A^laikum Warohmatullahi
Wabarakatuh

YA HABIBANA…

SEMOGA ALLAH SWT SELALU MEMBERIKAN KESEHATAN DAN KEBERKAHAN KEPADA
HABIBANA DAN KELUARGA. AMIN

YA Habibana, Ana mohon diberikan penjelasan tentang hukum Zakat
Fitrah berserta Hadist dan juga Mohon diberikan cara niat untuk
Zakat Fitrah diri sendiri dan niat Zakat Fitrah untuk keluarga (
mohon niat tersebut juga di tuliskan dalam bahasa Indonesia )
Karena di kantor ana banyak juga yang mepertanyakannya.

Ya Habibana, Sudikah kiranya tgl 26 September 2008, Habibana akan
datang ke tempat kami yaitu Al Anwar Pondok Bambu, Jakarta Timur
Habibana dapat menyempatkan diri untuk saya dan kawan – kawan
berfoto bersama di halaman depan masjid .

Ya Habibana, ana juga minta maaf bila ada yang kurang berkenan
bagi Habibana. Mohon ana di bukakan pintu maaf.

Terima Kasih, Wassalamu A^laikum Warohmatullahi Wabarakatuh

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2008/09/19 15:26 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kemuliaan Ramadhan,kesucian Rahmat, pengampunan, pembebasan dari
neraka dan Cahaya Lailatulqadar semoga menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
hukum zakat fitrah adalah Fardhu Ain,
dalil zakat fitrah banyak sekali diantaranya hadits shahih Bukhari
riwayat Ibn Umar ra bahwa Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah
sebanyak 1 Sha^ terigu (bahan makanan pokok wilayah setempat),
diwajibkan atas hamba sahaya, orang merdeka, pria, wanita, besar
dan kecil dari kaum muslimin, dan diperintahkan dikeluarkan
sebelum keluarnya orang untuk shalat Ied” (Shahih Bukhari).

sunnah dikeluarkan mulai malam 1 ramadhan, dan diwajibkan bagi
muslim yg hidup di bulan ramadhan dan masih hidup dimalam 1
syawal.

tidak wajib bagi bayi yg lahir setelah terbenamnya matahari masuk
malam 1 syawal

tidak wajib pula bagi yg wafat sebelum terbenamnya matahari malam
1 syawal

jika bayi lahir sebelum terbenam matahari malam 1 syawal dan terus
hidup sampai terbenamnya matahari itu maka wajib baginya zakat
fitrah walau misalnya beberapa detik kemudian wafat.

jika seseorang wafat di saat telah terbenam malam 1 syawal maka
wajib baginya zakat fitrah.

lafadh niatnya dalam bahasa indonesia : “Saya niat mengeluarkan
zakat fitrah untuk diri saya, karena Allah ta^ala”

saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri saya/anak saya/
fulan/fulan.

atau :

saya mewakilkan pada anda (amil) mengeluarkan zakat fitrah diriu
saya kepada yg berhak, karena Allah swt.

26 september 2008 telah di skedulkan jadwal di Masjid Al Anwar
pondok Bambu pk 21.00wib, Insya Allah saya hadir dan kita akan
foto bersama.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=18180

© http://carauntuk.com/sedekah-kepada-orang-tua-apa-diperbolehkan-jika-orang-tua-kita-itu-sudah-tua-dan-tidak-memiliki-pekerjaan-dan-urutan-tata-cara-kita-bersedekah-kepada-siapa-dulu-yang-paling-utama-2

Leave a Reply