Homeforum.majelisrasulullah.orgSebenarnya Katagori orang miskin/fakir di zaman sekarang bagaimana 2005

Sebenarnya Katagori orang miskin/fakir di zaman sekarang bagaimana 2005

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 463 views share

Mursa bin Katagori Miskin/Fakir di Zaman Sekarang – 2005/10/11 03:50
Muhammad Assalamu?alaikum Wr.. Wb
Sebelumnya Ana Ingin Mngucapkan Terima Kasih Atas Jawaban Habib.

Habib ana mau Tanya Sebenarnya Katagori orang miskin/fakir di
zaman sekarang ini yang berhak menerima zakat itu yang bagaimana?
karna kalau yang saya lihat orang-orang yang menerima zakat itu
rata-rata mereka mempunyai Televisi, VCD, Kendaraan (motor)..
Walaupun saya tau mereka adalah keluarga yang rata-ratanya tidak
mempunyai pekerjaan tetap? Apakah Mereka berhak/pantas
mendapatkannya?

Sebelumnya saya Mohon Maaf,
Saya Ucapkan Terima Kasih, Atas Jawabannya.
Wassalamu?alaikum Wr Wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Katagori Miskin/Fakir di Zaman Sekarang – 2005/10/11 14:08
Alaikum salam warahmatullahil hayyil qayyum wa barakaatuh,
afwan sebenarnya mungkin terlalu panjang untuk diuraikan, dan
baiknya saya persingkat pd pertanyaan anda.
yg berhak menerima zakat yg terangkum dalam pertanyaan anda adalah
:
1. Fuqara :
fuqara dalam hukum syariah adalah orang yg penghasilannya hanya
mencukupi 40% dari kebutuhannya, seandainya kebutuhannya (atau dg
keluarga tanggungannya, mungkin dg ayah ibunya dan istri anaknya),
andai kebutuhannya 100 ribu sebulan, dan pendapatannya hanya 40
ribu atau kurang (40% atau kurang). inilah yg disebut fuqara,
walaupun ia punya usaha, atau rumah yg dikontrakkan, atau
kendaraan yg digunakan usaha, yg jelas penghasilannya hanya 40%
(atau kurang). dari kebutuhan Primernya (bukan kebutuhan
sekunder).
dan bila mereka mempunyai pendapatan yg minim namun mereka
mempunyai harta yg bersifat Sekunder, seperti televisi, kendaraan
dlsb yg bukan digunakan untuk usaha, maka mereka tidak tergolong
fuqara, dan tidak berhak mendapat Zakat.

2. Masakiin
Masakiin adalah orang orang miskin, dan penjelasannya sama dengan
diatas, namun perbedaannya bahwa orang miskin di dalam hukum
Syariah adalah mereka yg penghasilannya hanya 80% (atau kurang),
dari kebutuhannya, mereka ini taraf hidupnya diatas fuqara, namun
masih berkekurangan. mereka berhak menerima zakat.
singkatnya :
penghasilan 0% – 40% adalah fuqara —–> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat.
41% – 80% adalah orang miskin ——> tidak wajib zakat, dan
berhak mendapat zakat
81% – 100% ——-> adalah kelompok yg tidak wajib zakat dan tidak
pula berhak mendapat zakat.
100% – hingga berlebihan —–> kelompok yg diwajibkan
mengeluarkan zakat dan tidak berhak menerima zakat.

3. Ghaarimiin
orang yg terlibat hutang dan belum mampu melunasi hutangnya.
mereka ini ada 4 kelompok
a). orang yg berhutang untuk mendamaikan dua kelompok yg
bertentangan, ia berhak mendapat zakat untuk bantuan melunasi
hutangnya yg belum mampu ia lunasi, walaupun ia seorang kaya raya.
(seandainya hutangnya 100 juta, dan ia mampu melunasi nya dalam
setahun, maka dalam tempo satu tahun itu ia berhak menerima
zakat).
b). orang yg belum mampu melunasi hutangnya yg hutangnya adalah
untuk maslahat muslimin, misalnya membangun masjid, membuat jalan,
madrasah agama, majelis taklim dll. walaupun ia kaya raya,
sebagaimana penjelasan diatas.
c). orang yg belum mampu melunasi hutang dirinya sendiri, selama
hutangnya itu bukan untuk maksiat.
d). orang yg berhutang untuk menjamin hutang orang lain, atau
menebus keselamatan seseorang, selama tidak terlibat dalam
kemaksiatan.

4. Musafirun wa Ibnu Sabiil
orang yg dalam perjalanan, dan ingin kembali kerumahnya namun ia
tak punya ongkos yg cukup, sebab kerampokan atau kehilangan dlsb,
walaupun ia seorang kaya raya di kampungnya. (hal seperti ini
mungkin di zaman sekarang jarang terjadi karena sudah adanya
handphone, rekening bank, dlsb, namun paling tidak seandainya ia
terjebak dalam kecopetan dan kehilangan atau lainnya, maka dana
zakat dikeluarkan paling tidak untuk menghubungi keluarganya di
rumahnya untuk mengirim uang, walaupun jumlah kecil namun ia
termasuk berhak zakat).

5. ^Aamiluun alaihaa
para pekerja yg bertugas membagi bagikan zakat, walaupun ia
seorang kaya raya, dengan syarat ia tidak mendapat gaji/upah dalam
kerjanya, misalnya ia seorang Imam Masjid yg sudah ada penghasilan
khusus dari kas masjid, maka mereka tidak berhak, ataupun petugas
kelurahan yg memang sudah ditunjuk pemerintah untuk pekerja
diantaranya mengurus zakat, maka mereka tidak berhak, demikian
pula muazin yg sudah ada jatah upah dari masjid.

6. Mu^allafati qulubihim
para muslim yg baru saja memeluk islam dan mereka masih memiliki
iman yg lemah dan ditakutkan kembali kepada agamanya, maka mereka
berhak atas zakat.

7. Ghuzaat fi sabiilillah
para pejuang yg membela islam yg tidak mendapat upah. mereka siap
tempur dan berperang membela islam kapanpun (tentara jihad), namun
tidak mendapat upah/gaji penopang nafkah. mereka berhak zakat,
namun kelompok ini sudah tidak ada lagi di zaman sekarang, karena
ini hanya disyariahkan bagi negara yg berhukumkan Islam

8. Al Kaatibuun Kitaabah Shahihah
mereka yg dalam penebusan diri untuk menebus kebebasan dirinya
dari perbudakan, kelompok ini pun sudah tidak ada di zaman
sekarang.

maka kelompok pertama hingga nomor enam, adalah mereka yg berhak
diberi zakat, namun haruslah berurutan.

pertama uang zakat ditumpahkan pada Fuqara, bila sudah tak ada
fuqara di wilayahnya, atau semua sudah terbagikan zakat, barulah
meningkat ke tingkatan kedua yaitu orang orang miskin.. demikian
seterusnya.

bila dana zakat sudah terhabiskan bagi fuqara, maka tidaklah
kelompok kedua dan lainnya berhak mendapat zakat. demikian
seterusnya.

bukan seperti sekarang, dimana amil zakat (para pekerja zakat)
segera mengambil jatahnya lebih dahulu sebelum fuqara.

demikian insya Allah penjelasan dari saya, wallahu a^lam.

sumber (Kitab Busyralkarim syarh Muqaddimatulhadhramiyyah alaa
madzhabussyafi^iyyah Bab Zakaat Naqd)

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=24

© http://carauntuk.com/sebenarnya-katagori-orang-miskinfakir-di-zaman-sekarang-bagaimana-2005

Leave a Reply

-->