Homeforum.majelisrasulullah.orgSalat di perjalanan panjang

Salat di perjalanan panjang

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 262 views share

AbuAfidita Salat di perjalanan panjang di pesawat – 2007/06/07 10:02
Assalamu^alaikum wr.wb.

Semoga Habib dan Jamaah MR selalu dalam lindungan ALlah SWT.

Perkenankan saya menanyakan masalah salat.

1. Shalat di Pesawat
Saya pernah melakukan perjalanan jauh ke luar negeri, misalnya
dari Jakarta ke USA. Nah, kita tahu bahwa kalau kita naik pesawat
maka waktu banyak macam, ada waktu jakarta (pemberangkatan), waktu
USA (tujuan) dan waktu di pesawat yang berubah-ubah tergantung
lokasi pesawat di atas mana. Yang menjadi pertanyaan saya:

– Patokan mana yang akan dijadikan dasar untuk shalat? Saya waktu
itu mengikuti waktu pesawat. Mengapa? Karena lebih sesuai dengan
posisi matahari. Namun akibatnya menjadi agak aneh. Ketika
berangkat kira-kira 24 jam (sehari-semalam waktu Normal), namun
karena pesawat berlawanan dengan ^gerak^ matahari, waktu menjadi
^cepat^, dan saya shalat sekitar delapan waktu shalat. Tetapi
urutan waktu shalat saya menjadi nyambung dengan lokasi. Sedang
ketika pulang dengan waktu yang sama, karena pesawat searah dengan
^gerak^ matahari, waktu menjadi lambat dan saya hanya shalat 3
waktu saja. Namun kalau ditotal bolak-balik memang kurang lebih
sama…

– Kalau saya mengikuti waktu asal, memang shalat menjadi seperti
biasa. Namun jadi aneh juga karena, katakanlah matahari masih
terang tapi saya shalat Isya. Di samping itu, sampai di lokasi
urutan shalat menjadi tidak ^nyambung^. Katakanlah shalat saya
terakhir di pesawat magrib, namun sampai di lokasi masih waktu
dhuhur…

– Bagaimanakan seharusnya? APakah yang saya lakukan, mengikuti
waktu setempat (di pesawat itu benar?)

2. Shalat di daerah dekat kutub.
Bagaimanakah shalat di daerah dekat kutub (sperti Iceland), atau
bahkan di kutub? Karena sinar matahari di saat musim panas
(winter) bisa panjang sekali (bisa sampai 20 jam), sedang malam
cuma 4 jam. Kejadian sebaliknya adalah ketika di musim dingin.

Malahan kalau di kutub, bisa berbulan-bulan waktu ^siang^, dan
berbulan bulan ^malan^.

Demikian pertanyaan saya, mohon maaf jika kurang berkenan.

Terima kasih

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Salat di perjalanan panjang di pesawat – 2007/06/08 04:41
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu tercurah pada
hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. Yg dijadikan patokan adalah waktu shalat setempat, karena waktu
setempat itulah yg berhak memiliki waktu ahsar, dhuhur, maghrib
dll, dan hal ini merupakan Ijtihad para fuqaha karena tak pernah
dibahas dimasa lalu karena pesawat belum ada saat itu.

2. mengenai shalat diwilayah Kutub adalah dg mengikuti perhitungan
matahari, sebagaimana waktu subuh adalah munculnya cahaya
horisontal di timur, dan waktu dhuhur adalah beberapa menit dari
puncak matahari siang, bila matahari siang tidak tepat ditengah
tengah sebagaimana di kutub maka perhitungan waktu dhuhur adalah
puncak terjauh posisi matahari dari barat maupun timur, dan waktu
asar adalah ketika bayangan manusia sepanjang 2X ukurannya, dan
waktu magrib adalah saat matahari terbenam, dan saat isya adalah
saat terbenamnya matahari dg sempurna. (waktu asar bisa
diperhitungkan pula dengan diambil pertengahan antara waktu dhuhur
dan isya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4608

© http://carauntuk.com/salat-di-perjalanan-panjang

Leave a Reply