sub gratis!

sub gratis!

hosting mantap!

purnama Resah,,,, – 2007/06/19 20:58 Ass..
Bib.. Rahimakumullah, hati ane terus terang selama ini resah..
soal bid^ah,
kemarin ane ditanya teman, begini;
“Kalo tahlilan, hukumnya gimana?” ane bilang gak ada masalah
dengan membaca tahlil. terus dia tanya lagi, “kalo tahlilnya pas
setelah ada yang meninggal 3hari, 7hari, 40hari dan haul gimana
tuh?” ane jawab: “ltu tradisi hindu yang dislamkan”, tapi ane
inget pernah baca hadits: “Jika seseorang menyerupai suatu kaum,
maka dia termasuk kaum tersebut” nah^ ane kepikiran… apakah
pengislaman tradisi nonislam itu termasuk yang dimaksud hadits
ini?
oh.. ya, kalo hukum memandang wajah non-muhrim gimana? ada yang
bilang kalo pandangan pertama itu berkah.. yang kedua nafsu..!
Syukron Bib…
Wass..[color=#800080][/color]

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Resah,,,, – 2007/06/20 20:30 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Rahmat dan Inayah semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Mengenai 40 hari, 7 hari, atau setiap hari, tak pernah ada
larangannya, sebagaimana seorang Imam di masjid Quba yg selalu
menyertakan surat Al Ikhlas dalam setiap rakaatnya, tak ada yg
mengajarinya, nabi saw tak pernah menyuruhnya, Cuma ia membuat
kebiasaan yg tak pernah ada dalam sunnah, ketika dilaporkan pada
Nabi saw maka Rasul saw memanggilnya dan menanyakannya, orang itu
menjawab : aku melakukan itu karena aku mencintai surat Al Ikhlas
wahai Rasulullah.. , maka Rasul saw menjawab : Cintamu itu pada
surat Al Ikhlas yg akan membuatmu masuk sorga (Shahih Bukhari).

Jelaslah bahwa kejadian ini merupakan kebiasaan yg diada adakan
tanpa ada ajaran dari nabi saw, yaitu membaca Al Ikhlas di tiap
rakaat, bukankah ini menambah nambahi dalam shalat?, bukankah Nabi
saw telah bersabda : shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat
aku shalat ..?, dan nabi saw tak pernah mengajarkan membaca Al
Ikhlas pada tiap rakaat, namun Nabi saw menyambut perbuatan
sahabatnya dan memujinya karena merupakan hal yg baik walau tak
pernah diajarkan oleh Rasul saw.

Bila mereka bicara adat istiadat orang kafir, maka bagaimana
dengan komputer?, atau mandi dengan sabun setiap pagi, atau makan
tiga kali sehari dengan sendok dan garpu, bukankah ini adat orang
kafir?, bagaimana dengan mikrofon masjid, mimbar masjid, karpet
masjid, jendela di masjid, yg kesemuanya adalah adat di gereja
gereja?

Bahkan Rasul saw ikut2an adat orang yahudi dengan puasa hari
asyura, (10 muharram) sebagaimana Yahudi berpuasa dihari itu
karena hari itu adalah hari selamatnya Musa as, maka Rasul saw
memerintahkan para sahabat ikut puasa pula pada hari asyura.

Bahkan penjilidan Alqur an pun meniru niru Injil dan Taurat yg
telah dituliskan dan dijilid, karena Alqur an tak pernah
diperintah oleh Rasul saw untuk dijilidkan dalam satu Jilid, hal
itu merupakan usul Umar binm khattab ra, tentunya meniru buku buku
alkitab terdahulu sebagaimana Injil dan taurat orang yahudi yg
dijilidkan.

Ringkasnya, bila kita melarang 3 hari, 7 hari, 40 hari, adakah
nash nya?, adakah dalil mengharamkan kumpulan dzikir pada hari
hari tersebut?, adakah pelarangan dapat muncul tanpa dalil?,
bagaimana hukumnya mengharamkan hal yg tak diharamkan Allah?

Mengenai hadits tersebut yg dimaksud adalah hal yg mungkar, bukan
hal yg baik, bila kesemuanya tanpa pengcualian maka nabi saw pun
terlibat karena beliau saw meniru perbuatan Yahudi yg berpuasa di
hari Asyuro.

Memandang wajah non muhrim tentunya dilarang syariah, namun
sebagian ulama mengecualikan memandang wajah orang shalih,
sebagaimana sabda Nabi saw : Maukah kalian kuberitahukan yg
terbaik diantara kalian?, mereka yg bila dilihat wajahnya membuat
orang berdzikir kepada Allah (Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari),
wajah wajah shalihin ini membuat kita semakin dekat dan berdzikir
pada Allah swt, wajah wajah khusyu dan mulia itu sungguh akan
memperindah iman kita, beda dengan memandang wajah non muhrim
lainnya yg justru bukan membuat berdzikir tapi malah membangkitkan
syahwat.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=4848

© http://carauntuk.com/resah-20070619-2058

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here