Sponsor 1

forum.majelisrasulullah.org

perihal Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu’ dan Riba

 

Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu' dan Riba – 2008/07/07 16:44Assalamu'alaikum habib,
Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat, tabi'in, tibi' tabi'in, dan samapi kepada kita semua . Amin

Saya mau menanykan tentang fikih imam Syafi'i yang memfatwakan bahwa jika menyentuh Al-Quran haruslah orang2 yang suci (punya wudhu'), walaupun itu hanya selembar kertas yang berisi dengan ayat suci Al-Qur'an

Yang saya tanyakan, bagaimna jika kita belajar buku Agama yang didalamnya tentu ada dalil2 yang di ambil dari Al-Qur'an. Apakah harus punya wudhu' juga. Apakah berdosa bagi yang tidak punya wudhu' jika menyentuh atau memabca buku tersebut. Padahal tujuannya untuk menambah ilmu agama?

Dan yang kedua, masalah beli rumah menggunakan sistem KPR , apakh juga termasuk transaski riba? Juga jika kita membuat KTP, ketua RT meminta uang sekian untuk membuat KTP. Apakah kita sebagai pendatang di Jakarta ini berdosa karena memberikan uang lebih kepada RT untuk membuat KTP, agar lebih mudah?

Mohon penjelasannya ya habib

Sebelumya Jazakumullah

Waasalam,
Lutfi

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu' dan Riba – 2008/07/07 22:33Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang berkaitan dengan hukum wudhu saat menyentuh mushaf / membacanya yang sudah ada di forum :

Saudaraku yg kumuliakan,
membaca Alqur'an sebagaimana madzhab SYafii untuk tetap berwudhu, namun memegang hp tsb tidak membutuhkan wudhu, karena sebagaimana tafshil para fuqaha jika buku tafsir yg lebih banyak tafsir dari Alqur'annya maka tak wajib berwudhu saat menyentuhnya, maka demikian pula hp dan komputer, karena alqur;an adalah sebagian kecil saja dari program program lainnya.

berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=10517&lang=id#10517

Sebaiknya demikian, demi menghargai kemuliaan Alqur'an, namun Allah tak memaksakan kita melebihi kemampuan.

berikut jawaban Habibana yang berhubungan dengan hukum KPR yang sudah ada di forum :

mengenai Kredit merupakan riba yg jelas, sebab dalam transaksinya dijelaskan bahwa bunga penjualan sekian persen, namun ada hilah (jalan keluar) secara hukum syariah, yaitu saat transaksi misalnya :
Amar menjual mobil pada Zeyd dengan harga 50 juta, lalu zeyd membelinya namun dengan angsuran, maka Amar menaikkan harganya dan berkata : bolehlah diangsur setahun tapi dengan harga 60 juta.
maka Zeyd berkata dalam transaksi : "SAYA BELI MOBIL ANDA DENGAN HARGA 60 JUTA DIANGSUR 1 TAHUN".
maka transaksi ini tidak terkena riba,
yg terkena riba adalah bila ia berkata dalam Transaksi : "SAYA BELI MOBIL ANDA YG BERHARGA 50 JUTA, DAN SAYA MENGANGSURNYA SETAHUN DENGAN MEMBAYAR TAMBAHAN BUNGA TERANGSUR 10 JUTA"
maka ia terkena riba karena menyebut bunga dalam Transaksi.

transaksi yg pertama tidak riba, karena ia menyetujui begitu saja harga mobil itu walau pada dasarnya ia tetap memberi tambahan harga dari aslinya.
hampir semua kredit dimuka bumi mesti dengan sebutan persentase bunga, semoga Allah menyelamatkan muslimin dan mengampuni kita dari segala jaring jaring riba, sebagaimana sabda Rasul saw, bahwa kelak di akhir zaman seluruh ummatku terkena riba atau debunya.
berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=914&lang=id#914

Saudaraku yg kumuliakan,
Yg terkena riba adalah kedua belah fihak, namun jika anda terjebak dg suatu kebutuhan darurat yg mesti anda mendapatkan uang dan tak ada jalan lain selain itu, maka hal itu dimaafkan, namun disarankan untuk memperbanyak shadaqah demi menyucikannya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam
berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=6444&lang=id#6444

Mengenai memberi uang sogokan?
semua perbuatan berupa sogokan demi mencapai kemauan kita, selama tak merugikan orang lain maka tidak berdosa, dan selama ada fihak yg dirugikan maka dosa.

mengenai sogok yg merugikan orang lain maka haram hukumnya, walaupun ada sogok yg keharamannya hanya sefihak,

contoh kecil ketika seseorang ditilang oleh polisi, dan ia terburu buru ketempat yg penting, namun polisi tak mau melepasnya, ia bisa berurusan dg proses tilangnya namun itu akan merugikan waktunya, dan polisi tak mau damai kecuali ada uang sogokan,

maka hal ini haram sefihak, ia yg d=menyogok tidak berdosa karena ia dipaksa, dan haram adalah pada yg menuntut hal itu.
berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=5630&lang=id#5630

Wassalam,
AdminIII

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu' dan Riba – 2008/07/08 23:52Terima kasih atas jawabannya

Alhamdulillah untuk masalah memnyetuh Al-Quran sudah jelas. Tapi untuk yang lain belum
Mungkin untuk masalah KPR dan sogokan , saya akan perjelas masalahnya. Karena jawabannya masih belum paham betul
1. Dalam KPR, berarti kita pembayarannya melalui Bank yang dilakukan secara cicilan. Dan mungkin pada transaksi sebelumnya sudah di cantumkan jika menggunakan KPR harganya sekian dan harus di cicil sekian, Jika cash harganya sekian. Apakah ini termasuk Riba juga? Karena jika beli cash, mungkin harus banyak berkorban dulu dan waktunya butuh lama, padahal tempat tinggal sangat dibutuhkan.

2. Saya masih ragu-ragu dalam membuat KTP. Jika saya memberikan uang lebih dalam proses pembuatan KTP, maka KTP akan lebih cepat jadinya. Dan itu menguntungkan bagi saya, karen saya buth KTP itu. Dan jika prosesnya biasa (tidak memberi uang lebih), maka lebih lama lagi jadinya, Dan itu tidak diinginkan oleh saya apalagi prosesnya agak ribet. Dalam artian saya butuh KTP tsb untuk pembelian sesuatu. Apakah jika saya memilih memberikan uang lebih, ada yang di rugikan sehingga berdosa?

Jazakumullah,
Lutfi

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu' dan Riba – 2008/07/09 00:14Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang kumuliakan, Cahaya Keindahan Allah swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan.

Berikut jawaban Habibana yang berkaitan dengan hukum kredit yang sudah ada di forum :

kredit motor dll berupa Leasing adalah riba, terkecuali jika persentase bunga tak disebut saat transaksi, tidak pula tertulis dalam perjanjian, dan tidak pula ada perjanjian denda bunga sekian persen jika terlambat membayar,

saudaraku, sungguh Rasul saw telah bersabda : “Bahwa akhir dari umatku kelak kesemua mereka akan terkena riba, jika tak terkena langsung maka akan terkena debunya”

maka kita hanya berbuat semampunya untuk menghindarinya,
berikut linknya:
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=6958&lang=id#6958

Mengenai memberi uang lebih dalam proses perpanjangan KTP disini, melibatkan kepentingan pribadi saudara karena kebutuhan mendesak maka diperbolehkan dengan syarat tidak merugikan pihak II (pihak kelurahan), namun yang menjadi haram adalah jika pihak II meminta uang dalam pembuatan KTP pada pihak I secara paksa dan tidak mau mengerjakannya sebelum diberi uang..nah ini haram dan yang terkena dosa adalah yang menuntut uang tsb.(ini haram sefihak).wallahu a'lam

Wassalam,
AdminIII

  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Menyentuh Al-Quran harus punya wudhu' dan Riba – 2008/07/10 13:49alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Ketenangan dan kesejukan hati semoga selalu menerangi hari hari anda 

saudaraku yg kumuliakan,
menyentuh selembaran ayat atau Alqur'an tak perlu berwudhu, yg perlu dalam keadaan wudhu adalah Mushaf ? ALqur'an yg sempurna 30 Juz 

mengenai KPR yg menjadi riba adalah sebutan perjanjian bunga, 

mengenai sogokan yg dilarang syariah adalah jika merugikan orang lain, jika tidak maka tidak

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu, 

Wallahu a'lam

Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

ref: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=0&func=view&id=16227&catid=8

© http://carauntuk.com/perihal-menyentuh-al-quran-harus-punya-wudhu-dan-riba

Sponsor 2

Show More

cu.admin

Nama: Arie Ibrahim | Lahir : 16 january 1987 | Lulus : SMA 28 Oktober 1928 jakarta Selatan Tahun 2005 | Keahlian : dibidang komputer. | Ketertarikan: ilmu komputer, ilmu Quran, dan Ilmu Fisika. | Kontak : arie@carauntuk.com adpit31@gmail.com | Pesan : semoga artikel diatas bermanfaat bagi saya pribadi dan yang membutuhkannya, Terimakasih

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker