jump to navigation

penjelasan tata bahasa –
November 21, 2017

Posted by cu.admin in : forum.majelisrasulullah.org , trackback

pencarian diatas.

nurmuhibbin penjelasan tata bahasa – 2007/05/03 13:05 Assalamualaikum wr wb..

Semoga setiap helaan nafas habib diselimuti oleh Rahmat Allah
Ta^ala,
semoga Allah dengan hamparan kasih sayang-Nya mengumpulkan habib
kelak
dg datuk habib, Rasulullah SAW, amin.

Habib Munzir Yth,

sebagai hamba yang masih fakir dalam ilmu agama dan saya masih
harus banyak belajar.

saya ingin menanyakan satu hal tentang tata bahasa
yang saya masih kurang faham…

di dalam salah satu do^a ada yang menyebutkan :

“La ILA Ha Illa ( ANTA )”

salah satu do^a tersebut menunjukan kata “ANTA” (engkau laki)

yang saya ingin tanyakan, apakah kata “ANTA” tersebut menunjukan
seorang lelaki? ataukah hanya terfokus pada kata-kata “ANTA”
(Engkau-lah)?

Mohon pencerahannya Habib.

Dan terima kasih atas kebaikan hati Habib.
Wassalamu^alaikum Wr.wb.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:penjelasan tata bahasa – 2007/05/04 22:31 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kebahagiaan dan rahmat Nya swt semoga selalu terlimpah pada
hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
dalam bahasa arab hanya terdapat dua dhomir, yaitu Mudzakkar dan
Muannats, yaitu kata ganti untuk pria dan kata ganti untuk wanita.

maka dalam firman Nya swt tentunya dibutuhkan dhomir untuk Allah
swt, maka diambillah dhomir yg lebih sempurna, sebagaimana kaum pria
adalah asal muasal dari kaum wanita. maka tentunya dhomir kaum pria
lah yg dipilih untuk Dzat Nya swt.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ventura1982 Re:penjelasan tata bahasa – 2007/05/04 22:54 penjelasan tata bahasa
– 2007/05/03 14:05
Assalamualaikum wr wb..

Semoga setiap helaan nafas habib diselimuti oleh Rahmat Allah
Ta^ala,
semoga Allah dengan hamparan kasih sayang-Nya mengumpulkan habib
kelak
dg datuk habib, Rasulullah SAW, amin.

Habib Munzir Yth,

sebagai hamba yang masih fakir dalam ilmu agama dan saya masih
harus banyak belajar.

saya ingin menanyakan satu hal tentang tata bahasa
yang saya masih kurang faham…

di dalam salah satu do^a ada yang menyebutkan :

“La ILA Ha Illa ( ANTA )”

salah satu do^a tersebut menunjukan kata “ANTA” (engkau laki)

yang saya ingin tanyakan, apakah kata “ANTA” tersebut menunjukan
seorang lelaki? ataukah hanya terfokus pada kata-kata “ANTA”
(Engkau-lah)?

Mohon pencerahannya Habib.

Dan terima kasih atas kebaikan hati Habib.
Wassalamu^alaikum Wr.wb.

Wa^alaikumsalaam Warohmatulohi Wabarokaatuh
Al Afwu ya akhii, ana mau berbagi mengenai pertanyaan akhi, Dalam
hal ini ana tidak berkapasitas yang menjawab pertanyaan akhi,tapi
hanya sekedar ingin berbagi saja, Insya Alloh nanti habib Munzir
yang akan mengupasnya lebih jauh

Mengenai pertanyaan Akhi “Apakah Anta pada kalimat La ilaaha Illa
Anta itu menunjukan seorang laki²” menurut ana Alloh itu mempunyai
sifat Mukhalafatuhu lil Hawadits yang artinya bahwa Alloh tidak
serupa/sama dengan segala yang bahru yaitu segala ciptaannya” jadi
disini tidak bisa disebutkan bahwa Alloh itu seorang Laki², Kata
Anta pada La ilaaha Illa Anta diatas memang Dhomir Munfasil (dhomir
yang bisa berdiri sendiri)yang bermakna laki² karena memang dalam
bahasa Arab artinya dari kata Anta adalah ” kamu laki²”, Tapi
seperti diketahui makna dalam bahasa arab itu luas dan harus benar²
mengerti secara menyeluruh untuk dapat memahaminya,syarat yang
pokok adalah harus menguasai Ilmu Nahwu,Shorof,Balghoh dan ilmu²
lain yang menunjangnya, terus terang saya sendiri masih belum
terlalu mengerti mengenai kaidah dalam bahasa arab mungkin nanti
akan dijabarkan secara mendetail oleh habib Munzir.

Untuk pertanyaan “ataukah hanya terfokus pada kata-kata “ANTA”
(Engkau-lah)?dibawah ini ada qoul dari seorang sufi mengenai
penggunaan kalimat Anta
Abu Yazid al-Bistami, berkata bahwa bila orang orang bertobat
dari dosa dosa mereka, maka ia bertobat dari mengucapkan kalimat
la ilaha illa Allah (Tidak Ada yang wajib disembah dengan
sebenar²nya melainkan Allah), kepada mengucapkan la ilaha illa anta
(Tidak ada yang wajib disembah dengan sebenar²nya melainkan
Engkau). Tampaknya, bagi al-Bistami dengan kalimat tauhid pertama,
orang yang mengucapkannya tergambar tidak berhadapan dengan Alloh,
sedang dengan kalimat tauhid yang kedua, orang yang mengucapkannya
telah berhadapan dengan Alloh, dan karena telah berhadapan Ia lebih
pantas dipanggil dengan sebutan Engkau.

Mungkin seperti itu, kurang lebihnya mohon maaf

Wa^llohu A^lam

Wassalam

Hartono – Mangga Besar XIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:penjelasan tata bahasa – 2007/05/04 23:17 Alaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh..

Lho.. kali ini sekertarisku terlambat menjawabnya dari saya..
he..he..he,.

terimakasih saudara Ventural atas tanggapannya.

namun bila kita menyambung pembahasan anda pada makna kalimat laa
ilaha illalah dan Laa ilaaha illa anta, masing masing punya
kelebihan..

karena ada juga mereka para ahli makrifah billah yg bila sedang
dirundung kerwibawaan Allah swt mereka tak berani mengucapkan “Anta”
kepada Allah, maka mereka mengucapkan kalimat “Laa ilaha illa huwa”,
(tiada tuhan selain Dia).

ketika shighah ini dicantumkan dalam Alqur^an.

yaitu Laa ilaaha illallah, Laa ilaaha illa anta, Laa ilaaha illa
huwa.

tinggal mana yg kita inginkan untuk memanggil Nya swt, maha suci
Allah yg sangat membuka kesempatan bagi kita untuk memanggil Nya
swt.

wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

ventura1982 Re:penjelasan tata bahasa – 2007/05/04 23:44 Assalamu^alaikum
Warohmatullohi Wabarokaatuh

Al Afwu Ana telat ya ..he.he.he, Habib Ana jadi ngga enak dibilang
sekretaris soalnya nanti tugas ana jadi nambah nih selain
sekretaris RT trus sekarang jadi Sekretaris Habib
Munzir..he.he.he.he..

Tapi ngomong² sebelumnya ana minta maaf bib suka menjawab
pertanyaan yang ditujukan kepada Habib tapi ana suka kasih balasan
duluan, maklum bib dorongan hati begitu kuat …he.he.he, apakah
itu yang disebut nafsu ya ? mudah²an itu digolongkan dalam golongan
nafsu yang muthmainnah ya bib..!!

Sebenarnya ana kenal Majelis Rasululloh secara dekat baru² ini bib,
itu juga lewat internet, tapi waktu ada acara² sih ana suka lihat
beberapa orang ada yang memakai attribut Majelis Rasululloh, dan
ana ingin sekali bila Alloh mengizinkan,ana bisa hadir dan bertemu
dengan habib secara langsung di Majelis Rasululloh.

Wassalam

Hartono – Mangga Besar XIII

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

nurmuhibbin Re:penjelasan tata bahasa – 2007/05/05 02:05 terima kasih banyak atas
penjelasanya bib,, dan sohib ventura,,,, semoga bisa sebagai pencerahan buat
saya,,, amin,,

“”””–Maha indah sang pencipta atas segala yang di cipta–“””

———————————————————————————-

mungkin ada pendapat dan saran-saran lain dari sahabat forum tentang topik
ini,,, saya sangat berterima kasih sekali,,,,

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

kacung Re:penjelasan tata bahasa – 2007/09/24 20:38 Assalamualaikum war wab

Ikutan sharing sedikit.Mohon maaf buat habib dan yang lainnya.
Sebelumnya habib jangan bosan kalau lagi2 lihat ana ikut nimbrung
pendapat disana sini,masalah ini masalah itu….yah ana sih cuma
pengen ikutan saja.

Sebenarnya memang banyak ulama yang mencoba membedah soal dhomir
mudzakkar untuk Allah.Menurut pakar gramatika sih semua dhomir yang
kembali pada Allah itu memakai dhomir mudzakkar baik dhomir itu
muttasil/nyambung atau munfashil/terpisah dikarenakan dikembalikan
pada lafadz “Allah” yang merupakan lafadz mudzkkar.Maka jelas
dhomirnya mesti disesuaikan seperti misalnya “anta”,terus “ka” dalam
kalimat “iyyaa ka na^budu”,hi atau hu dalam muttashilnya…bukan
“ha” atau “ki” atau “anti”/muannats.

Memang benar banyak pendapat ulama soal itu seperti yang habib
jelaskan dan temen kita yang jawab sebelumnya.

Wassalam
Ibnu Abdillah

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=3912

© http://carauntuk.com/penjelasan-tata-bahasa

Sponsor 2