Homeforum.majelisrasulullah.orgPengertian – 2006/11/04 03:24

Pengertian – 2006/11/04 03:24

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 71 views share

Humairah Pengertian – 2006/11/04 03:24 Assalamu^alikum WR.WB

Habib, kali ini saya mau tanya pengertian dari pernyataan bahwa
“seorang suami haram hukumnya menyamakan istri dgn ibunya”. Mohon
dijelaskan maksud dari pernyataan tersebut. Atas penjelasan-nya
saya ucapkan terima kasih. Oh ya Bib, tolong sampaikan salam saya
untuk ustz. Khadijah Al-Juneid. Kapan pengajian di kediaman Habib
Husni-Jatiwaringin yg beliau pimpin akan dimulai kembali ???

Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf bila ada kesalahan.

Wassalamu^alikum WR.WB

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose=

munzir Re:Pengertian – 2006/11/05 14:01 Assalamu^alikum WR.WB

Habib, kali ini saya mau tanya pengertian dari pernyataan bahwa
“seorang suami haram hukumnya menyamakan istri dgn ibunya”. Mohon
dijelaskan maksud dari pernyataan tersebut. Atas penjelasan-nya
saya ucapkan terima kasih. Oh ya Bib, tolong sampaikan salam saya
untuk ustz. Khadijah Al-Juneid. Kapan pengajian di kediaman Habib
Husni-Jatiwaringin yg beliau pimpin akan dimulai kembali ???

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Curahan Kenikmatan Nya semoga melimpah kepada anda dan keluarga,

Hal itu dalam hukum syariah dikenal dg sebutan ?Dhihaar?. Yaitu
ucapan suami atas istrinya yg menyerupai talak, islam mengajarkan
adab yg luhur kepada suami untuk tidak sembarang berucap kepada
istrinya, tidak menyamakan istrinya dengan wanita lainnya, tidak
sesekali menjatuhkan harga diri istrinya dengan ucapan, atau
menyamakan istrinya dengan muhrimnya, karena istri tetap berbeda
dengan muhrimnya walaupun muhrimnya adalah darah kandungnya
sendiri, istri tetap mulia dan mesti dibedakan dengan wanita
lainnya bahkan ibunya sendiri,
syariah tidak mengajarkan suami untuk melebihkan istri dari
ibunya, namun istri mempunyai kedudukan tersendiri yg tidak patut
disamakan dengan wanita lainnya, siapapun.

maka demikianlah hukum dhihar, ketika suami mengucapkan kalimat
contohnya : ?engkau ini bagaikan ibuku sendiri?, atau ?engkau ini
serupa dengan kakak kandungku? dan ucapan yg serupa itu, yaitu
ucapan yg menyerupakan istri dengan salah seorang muhrim si suami
maka ia kena hukum dhihar, yaitu jatuh talak atas istrinya atau ia
mengulangi ucapannya dengan merubah kalimatnya misalnya : ?engkau
ini tidak sama dengan ibuku?, maka hukum dhihar terhapus.

Namun tentunya hukum ini dimaafkan bila dikalangan masyarakat yg
awam dan belum memahaminya, dimasa kini muslimin di negeri kita
masih sangat menyedihkan, hingga belum memahami rukun wudhu yg
benar, bagaimana pula akan dikenai hukum dhihar yg termasuk cukup
pelik dalam ilmu fiqih.

Demikian saudariku, salam saudari sudah saya sampaikan, dan
Pengajian belum dimulai dan belum ada kepastian karena Hb Husni
dan istri masih di Gorontalo, namun majelis majelis Nisa lainnya
sudah mulai aktif, seperti di kediaman Ibu Ida Aziz Simprug dll.

Wallahu a?lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=1649

© http://carauntuk.com/pengertian-20061104-0324

Sponsor 2

Leave a Reply