Homeforum.majelisrasulullah.orgpada ayam yang kita udah masak…terkadang waktu dimakan pada bagian dalam deket tulang ada darah sedikit…itu najiskah?

pada ayam yang kita udah masak…terkadang waktu dimakan pada bagian dalam deket tulang ada darah sedikit…itu najiskah?

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 20 views share

slegya Apakah Najis??? – 2008/05/06 17:52 Assalamualaikum wr wb,

Sholawat dan salam pasda junjungan kita nabi Muhammad SAW, salam
hormat kami pada habib dan keluarga semoga diberi kesehatan dan
umur yang barokah.

Habibana yang kami hormati,petanyaan hamba kali ini masalah
najasah:
1. Apa betul katanya (maaf) ingus… riyak di tenggorokan dan air
liur itu ada yang najis dan ada yang gak najis? apa bedanya? mohon
habib ternagkan mana yang najis dan mana yang tak najis, karna
katanya itu perbedaan pendapat ulama…..betulkah???

2.Darah pada potongan daging untuk di masak, terkadang
mengeluarkan darah apakah harus di cuci…..najiskah darah pada
daging??? bahkan kadang kalau di rebus keluar sedikit
darah…bagaimana bib?

3.pada ayam yang kita udah masak…terkadang waktu dimakan pada
bagian dalam deket tulang ada darah sedikit…itu najiskah? atau
ma^fu? boleh di makan atau tidak?

4.Apakah ada jalan cara menghilangkan najasah dengan jalan cuman
di lap saja ( pakai kain basah di usap sampai tak ada dhohirnya)
bolehkah seperti itu?

5.Yang ini masalah sholat, kalau tak sengaja waktu selesai sholat
ada makanan terselip di gigi kita tapi tak tertelan, sahkah sholat
kita?

6. bagi ibu hamil terkadang pada masa kehamilan mengalami
pendarahan terus….bagai mana cara mengatur waktu sholatnya???

Maaf habib atas pertnyaan diatas, semoga habib berkenan
menjawabnya.
terimakasih sebelumnya

Wassalamualaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Apakah Najis??? – 2008/05/07 13:42 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Cahaya kemuliaan Nya swt semoga selalu menerangi hari hari
saudariku dalam kebahagiaan,

1. kesemuanya tidak najis (kecuali darah), kecuali yg keluar dari
dalam lambung, jika muntah atau cairan muntah yg tak jadi, keluar
cairan pahit dari lambung, nah itu najis hukumnya, selain itu
tidak najis.

2. darah hewan yg telah disembelih dimaafkan selama tidak banyak.

3. dimaafkan jika sedikit.

4. jika najis mukhaffafah (air seni bayi yg belum makan selain
asi) cukup diperciki air, jika mutawasithah maka mesti hilang 3
sifatnya, dan jika mughaladhah mesti dg lumpur.

5. shalatnya sah, karena yg membatalkan shalat adalah menelan
dengan sengaja, bahkan jika benda itu kecil jika tertelanpun ma^fu
^anhu.

6. selama bukan haid atau nifas maka ia tetap melakukan shalat
dengan segera membersihkan daranhnya, berwudhu dan shalat tanpa
perlu mandi

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

slegya Re:Apakah Najis??? – 2008/05/10 17:32 Assalamualiakum wr wb

habibana munzir yang kami hormati, maaf mungkin dari pertanyaan
saya ada yangkurang jelas kiranya ,

untuk pertanyaan nomor 4. maksud saya kalau najis mutawassitho itu
cara menghilangkan najasahnya cuman di lap saja…sudah
suci….tanpa harus gi guyur air dikit, bolehkah seperti itu? ( di
syafii atau di madzhab lain berbedahkah? hamba ingin tahu)

untuk pertanyaan nomor 6. masalah wanita hamil yang mengalami
perndarahan…itu berarti dalm setiap bulan dalam masa kehamilan
iya mengalamai menstruasi yang hitungannya waktunya sama seperti
waktu sebelum hamil, karna kalau selama kehamilan ada pendarahan
terus bagaimana cara membedakannya? haidh atau harus sholat? yang
pastinya bukan darah nifas karna bayi masi ada.

selain itu pula hamba ada pertanyaan lagi bib, semoga habib
berkenan menjawab:
7. Ada orang bertanya pada hamba, mengenai setelah jima^ ( maaf)
apabila kita menunda mandi kan hukumnya makruh…tapi bisa pula
kita berwudhu dulu untuk menghilangkan hukum makruhnya dalm
berkegiatan sehari hari…sambil nunggu mandi besar. yang iya
tanyakan betulkah apabila kita setelah jima lantas tak langsung
mandi dan melakukan kebiasan biasa rumah tangga…katanya bumi ini
serasa bergoncang…dan makannan yang kita makan menangis??
wallahu a^alam hamba tak mengerti itu…betulkah habib???

terimakasih sebelumnya
Wassalamualaikum wr wb

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Apakah Najis??? – 2008/05/11 19:08 alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

cinta dan rindu yg berpadu pada Dzat Allah swt semoga selalu
berpijar pada anda dengan cahaya kebahagiaan

saudariku yg kumuliakan,
dalam madzhab syafii, belum suci sebelum membasuhnya dg air suci,
madzhab lain saya belum memahami masalah ini

mengenai haid saat hamil, dalam madzhab syafii mengakui haid walau
dalam keadaan hamil, dan cara perhitungannya adalah dihitung dari
hari pertama haid dan berakhir pada hari ke 16 (sempurna 15 hari),
dan setelah itu adalah Istihadhah dan terhitung dari hari ke 16
tadi (sebagai hari pertama suci) hingga hari ke 15, maka itu
adalah masa suci, dan setelah itu adalah masuk masa haid jika ada
darah dan jika tidak maka masa haid adalah antara 15 hari tsb.

Rasul saw berjimak dg istri beliau saw dan beliau saw pernah tidak
langsung mandi namun berwudhu atau bertayammum lalu meneruskan
tidurnya (shahih Bukhari), demikian diriwayatkan dg riwayat shahih
Bukhari dll bahwa para sahabat pun ada yg tidak langsung mandi
junub namun bersuci dengan wudhu atau tayammum dan masih
beraktifitas, maka hal ini menafikan kemakruhan dalam menunda
mandi junub jika sudah bersuci dengan wudhu atau tayammum.

Demikian saudariku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=14225

© http://carauntuk.com/pada-ayam-yang-kita-udah-masak-terkadang-waktu-dimakan-pada-bagian-dalam-deket-tulang-ada-darah-sedikit-itu-najiskah

Leave a Reply