Homeforum.majelisrasulullah.orgorang yg masih membayar hutangnya, tidak terkena wajib zakat sampai ia mampu melunasi hutangnya bahkan berhak menerima zakat.

orang yg masih membayar hutangnya, tidak terkena wajib zakat sampai ia mampu melunasi hutangnya bahkan berhak menerima zakat.

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on orang yg masih membayar hutangnya, tidak terkena wajib zakat sampai ia mampu melunasi hutangnya bahkan berhak menerima zakat. 0 likes 37 views share

abudarwish zakat – 2010/03/09 07:14 Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakaatuh,
Kehadapan Guruku yang dimuliakan Allah.
Habibana apa khabar?Semoga sihat dan sejahtera dibawah jagaan dan
rahmat Allah.Dan semoga Allah mencurahkan solawat keatas penghulu
kita Muhammad dan keatas keluarganya dan para sahabatnya,pada
setiap pandangan dan nafas,sebanyak bilangan apa yang dilliputi
oleh ilmu Allah.
Hamba yang jahil ini ingin bertanya,
1.Apakah ada bacaan yang ma tsur dari hadis berkenaan bacaan2 yang
di sunatkan sebelum melafazkan azan.Sebab bila saya melihat muazin
di tempat saya, banyak yang membaca solawat atau beberapa ayat
alquran sebelumn melafazkan/melaungkan azan.
2.Isteri saya bekerja dikantor dan sebahagian dari duit gaji yang
diterimanya itu dibayar ke pemerintah untuk melunasi hutang .
kerana semasa menuntut di universitas dulunya, beliau berhutang
dengan pemerintah untuk membiayai pengajiannya.Dan pendapatan
hasil dari kerja itu harus dizakatkan.Soalan saya , apa boleh jika
bayaran hutang secara bulanan itu dikatagorikan sama didalam
perbelanjaan asas (yang ditolak jumlahnya) sebelum bakinya dikira
untuk tujuan pengiraan zakat.
3.Di Malaysia ini bib, mana-mana keluarga yang pendapatan
bulanannya tidak melebihi RM1500,maka bisa memohon untuk memiliki
sebuah rumah kediaman yang mana separuh dari ongkosnya dibiayai
oleh pemerintah.Soalan saya, apakah seseorang yang pendapatannya
rm2000/bulan tetapi rm500 wajib ditolak untuk membayar hutang
selama beberapa tahun, layak untuk memohon bantuan rumah dari
pemerintah menurut hokum syarak.
4.Bolehkah habibana menjelaskan apakah sebenarnya Talfiq yang
diharuskan? Saya bermazhab syafie,apakah boleh saya beramal dengan
pendapat mazhab yang lain dalam sesuatu hal yang saya juga arif
dengan pendapat mazhab yang lain.
5.Sebagaimana yang saya ketahui,Zikir ismu Dzat iyalah Allah/Ya
Allah.Apakah zikir Hu itu juga termasuk ismu Dzat?Saya minta
ijazah khusus dari Habibana berkenaan Thariqah Alawiyyah dan
Dzikir Ismu dzat.Juga ijazah sanad Mahaabah dan sanad akhlak.
Sekian dari saya ,Mohon maaf atas kebodohan dan kejahilan
saya.Semoga Allah memberi taufiq dan hidayahNya.. aminn..Mohon
habib berkenan mendoaka saya supaya menjadi hamba Allah yang
bertaqwa dan sentiasa diberkatiNya.Jazaakallahu Khairan Jaza.

Muhammad Iqram
Kelantan.Malaysia.

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:zakat – 2010/03/29 21:40 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari
hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
ampuni hamba karena telat menjawab, mungkin satu bulan saya tak
menjawab forum karena saya kurang sihat, dan beribu terimakasih
atas doa anda.

1. tidak ada tuntunan dari hadits shahih untuk membaca shalawat
atau doa doa sebelum adzan, namun selama itu baik dan mulia maka
syariat tak melarangnya, bahkan merupakan kemuliaan, kecuali
menambahkan hal yg fardhu, maka itu adalah kemungkaran, namun
semua perbuatan baik yg bukan fardhu, boleh kita tambahkan semampu
kita selama tak ada larangannya dari Rasul saw,.

Rasul saw bersabda : semua perbuatan kebaikan ada mendapat pahala
(Shahih Bukhari)

maka hal itu boleh saja, dg banyaknya riwayat shahih bahwa sahabat
menambahkan ibadah atau dzikir mereka, dan hal itu dipuji oleh
Rasul saw.

2. orang yg masih membayar hutangnya, tidak terkena wajib zakat
sampai ia mampu melunasi hutangnya bahkan berhak menerima zakat.

3. hal itu afalah kebijaksanaan pemerintah malaysia dan tidak
dibicarakan dalam hukum syariah, maka jika pemerintah malaysia
memberikannya walau pd yg mempunyai penghasilan diatas batas maka
boleh menerimanya

4. talfiq tidak dibenarkan jika kita di lingkungan suatu madzhab,
misalnya kita dilingkungan madzhab syafii, maka tak dibenarkan
kita memakai madzhab lain karena kita tak mengetahui hukum hukum
madzhab tsb secara jelas, dan akan membuat fitnah dan bingungngya
orang lain, namun jika kita pindah, misalnya ke wilayah yg
masyarakatnya bermadzhab Maliki, maka tak layak kita terus
berkeras diri untuk bermadzhab syafii, hendaknya kita memakai
madzhab Maliki karena masyarakatnya bermadzhab maliki.

emang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun
bermadzhab wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa
Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib.
yaitu apa apa yg mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yg
wajib, menjadi wajib hukumnya.

misalnya kita membeli air, apa hukumnya?, tentunya mubah saja,
namun bila kita akan shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yg ada
hanyalah air yg harus beli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya
membeli air?, dari mubah berubah menjadi wajib tentunya. karena
perlu untuk shalat yg wajib.

demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab,
namun karena kita tak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab,
dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak
mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yg ada di imam imam
muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,

karena kita tak bisa beribadah hal hal yg fardhu / wajib kecuali
dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi
wajib hukumnya.

dan berpindah pindah madzhab tentunya boleh boleh saja bila sesuai
situasinya, ia pindah ke wilayah malikiyyun maka tak sepantasnya
ia berkeras kepala dg madzhab syafii nya,

Sebagaiman suatu contoh kejadian ketika Zeyd dan amir sedang
berwudhu, lalu keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu
di pasar seraya keduanya menyentuh wanita, lalu keduanya akan
shalat, maka Zeyd berwudhu dan amir tak berwudhu, ketika Zeyd
bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu?, bukankah kau
bersentuhan dengan wanita?, maka amir berkata, aku bermadzhabkan
maliki, maka Zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab
malik dan tak sah pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki
mengajarkan wudhu harus menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya
mengusap, namun kau tadi berwudhu dengan madzhab syafii dan lalu
dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil madzhab maliki, maka
bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam
madzhab syafii.

Demikian contoh kecil jika kita talfiq, namun itu dibolehkan jika
kita pindah ke wilayah lain, karena kita bisa mencontoh cara
ibadah mereka, dan minta petunjuk pada guru guru di wilayah itu.

5. dzikir Huu, adalah berasal dari kata : HUWA, namun tentunya
dibaca Huu jika ia tak bersambung dg kata lain, HUWA / HUU ,
berarti DIA, yaitu Allah swt. saya ijazahkan pada anda : Thariqah
Alawiyyah dan Dzikir Ismu dzat.Juga ijazah sanad Mahaabah dan
sanad akhlak. sebagaimana ijazah yg saya terima dari guru mulia
kita, yg bersambung sanad ijazahnya hingga Rasulullah saw

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25132

© http://carauntuk.com/orang-yg-masih-membayar-hutangnya-tidak-terkena-wajib-zakat-sampai-ia-mampu-melunasi-hutangnya-bahkan-berhak-menerima-zakat