jump to navigation

merayakan milad secara besar-besaran sedangkan soudara kita masih banyak yang kesusahan
September 2, 2017

Posted by cu.admin in : forum.majelisrasulullah.org , trackback

febrimuhammad fikih – 2007/02/27 01:40 asalamualaikum wr.wb
yang kami cintai dan hormati guru kami hb munjir
bagaimana hukumnya orang yang merayakan milad secara
besar-besaran sedangkan soudara kita masih banyak yang
kesusahan dan bagaimana hukum nya jika merayakan dengan maulid/
sukuran saja dng sederhana?

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:fikih – 2007/02/28 00:57 Alaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh,

Limpahan kelembutan Nya semoga selalu mengharumkan hari hari anda
dengan sakinah dan kesejukan batin.

saudariku yg kumuliakan,
merayakan milad tidak pernah diajarkan dalam islam, namun bila
dimaksudkan sebagai tasyakkuran maka hal itu merupakan hal yg
mulia, karena bersyukur atas kenikmatan merupakan hal yg terpuji,
nah bersyukur ini banyak bentuknya, bisa dengan perayaan dan
mengundang banyak orang dan menjamu tamu, hal semacam ini bukan
israf (mubadzir), hal ini merupakan sunnah karena Rasul saw sering
mengundang sahabat makan dengan undangan ratusan orang, apakah ada
munasabah atau tanpa ada munasabah apa apa.

maka mengundang makan orang banyak merupakan hal yg sunnah, namun
merayakan milad atau tasyakuran lainnya yg dilarang adalah yg
padanya terdapat maksiat, seperti panggung dangdut, wayang,
mengundang artis dlsb, hal hal semacam ini merupakan hal yg
tercela.

diluar itu, bila yg dilakukan merupakan kebaikan maka tak dilarang
walau ia mengundang ribuan orang sekalipun misalnya, karena memang
tak pernah ada larangannya, setiap orang berhak memakai harta
mereka menurut keinginannya asal ia tak melakukan hal yg haram

bila ada ungkapan bahwa masih banyak orang orang yg faqir, maka
hal ini tidak bisa mengharamkan mereka yg membuat perayaan, namun
hal ini adalah mengemukakan mana yg lebih baik dari hal hal yg
baik.

berbeda dengan Maulid Nabi saw dituntut agar perayaannya besar
besaran dan meriah, karena tujuan utama perayaan maulid adalah
Panggung syiar yg mengambil munasabah kelahiran rasul saw, tujuan
utamanya adalah mengundang orang banyak untuk hadir mendengarkan
Tabligh dan Dakwah, maka dituntut semeriah mungkin, kalau perlu dg
panggung, lampu lampu meriah, bendera bendera, janur, makanan
bermacam macam, semua ini bukan lain adalah dimaksudkan untuk
menarik perhatian orang awam untuk hadir, dan tujuannya adalah
menyampaikan ceramah ceramah kepada mereka yg enggan hadir di
majelis taklim, dan juga mempererat silaturahmi satu sama lain
antar muslimin, dan menginfakkan harta mereka untuk kebaikan dan
syiar dakwah.

hal itu merupakan kemuliaan,

demikian saudaraku yg kumuliakan.

wallahu a^lam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=2742

© http://carauntuk.com/merayakan-milad-secara-besar-besaran-sedangkan-soudara-kita-masih-banyak-yang-kesusahan

Sponsor 2