Homeforum.majelisrasulullah.orgmengenai syirik telah selesai dan tak perlu diperluas lagi, dan Rasul saw sendiri tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, beliau bersabda

mengenai syirik telah selesai dan tak perlu diperluas lagi, dan Rasul saw sendiri tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, beliau bersabda

forum.majelisrasulullah.org Comments Off on mengenai syirik telah selesai dan tak perlu diperluas lagi, dan Rasul saw sendiri tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya, beliau bersabda 0 likes 66 views share

Forum Majelis Rasulullah

yuli Hati-Hati dengan Dosa Syirik – 2007/01/09 22:39 “Hati-Hati dengan
Dosa Syirik!”
09 Jan 2007 – 11:00 pm

Oleh: Adian Husaini
Umat Islam diperintahkan bermuamalah, termasuk agama lain. Tetapi,
diperintahkan menjauhi dosa syirik.

Beberapa hari lalu, melalui dua orang menteri kabinetnya, saya
mengirim pesan singkat kepada Presiden SBY: ?Ada dua dosa yang
cepat mendatangkan azab Allah SWT, yaitu dosa syirik dan
meninggalkan amar makruf nahi munkar.?

Semoga pesan itu sampai kepada Presiden SBY. Masalah tauhid dan
dosa syirik, seperti kita sebutkan pada catatan yang lalu,
merupakan masalah yang paling serius dalam kehidupan manusia.
Syirik adalah kezaliman yang sangat besar, karena manusia yang
diciptakan Allah, diberi rizki oleh Allah, diberi kehidupan oleh
Allah, kemudian justru tidak tahu berterimakasih dan membuat
sekutu yang lain bagi Allah.

Karena itu, Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa untuk terhindar
dari dosa syirik: ?Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu
dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu, sedangkan aku
mengetahui hal itu. Dan aku meminta perlindungan kepada Engkau
dari tindakan menyekutukan-Mu dengan sesuatu dan aku tidak tahu.?
(Allahumma inni a?udzubika min an usyrika bika syaian wa ana a?
lamu; wa a?udzubika min an usyrika bika syaian wa ana laa a?lamu).

Dalam buku berjudul Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafii karya Dr.
Muhammad Abdurrahman al-Khumais (diterjemahkan oleh Prof. Ali
Musthafa Ya?qub) disebutkan sejumlah definisi syirik menurut
sejumlah ulama mazhab Syafii.

Menurut al-Raghib al-Asfahani, ?Syirik yang dilakukan manusia
dalam agama itu ada dua macam. Pertama, syirik besar, yaitu
menetapkan adanya sekutu bagi Allah, dan ini merupakan kekafiran
yang terbesar. Kedua, adalah syirik yang samar (tidak jelas) dan
kemunafikan.?

Al-allamah Ali as-Suwaidi al-Syafii berkata: ?Ketahuilah, bahwa
syirik itu adalah terjadi di Rububiyah, dan adakalanya terjadi di
Uluhiyyah. Yang kedua ini dapat terjadi di dalam I?tiqad
(keyakinan), dan juga dapat terjadi di dalam mu?amalat khusus
dengan Allah.?

Imam Ahmad bin Hajar Ali Buthami al-Syafii mengingatkan bahwa iman
itu bercabang-cabang, demikian juga dengan kekafiran dan
kemusyrikan. Apabila orang menjalankan cabang-cabang iman tetapi
juga menjalankan cabang-cabang kemusyrikan, maka ia disebut
musyrik. Iman seseorang tidak akan diterima oleh Allah apabila
hanya separuh-separuh; separuh iman, separuh kafir. Ia wajib
tunduk seraya meyakini terhadap apa yang disebutkan oleh Al-Quran
dan dibawa oleh Rasulullah saw, serta mengamalkannya. Orang yang
beriman kepada sebagian ajaran Al-Quran dan tidak beriman
kepadasebagian yang lain, maka dia termasuk kafir. Allah
memperingatkan tentang orang-orang seperti ini:

?Orang-orang kafir itu mengatakan: ?Kami beriman kepada sebagian
dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain), serta bermaksud
(dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang
demikian (iman dan kafir). (QS An-Nisa : 150).

Menurut Imam Ahmad bin Hajar, mengucapkan dua kalimat syahadat
saja tidak akan ada gunanya bagi mereka, sampai mereka mau
mengamalkan isi maksud dari dua kalimah syahadat, yaitu melepaskan
diri dari menyembah selain Allah dan hanya beribadah kepada Allah
saja. Namun, beliau mengingatkan, agar tidak terburu-buru menuduh
seseorang yang melakukan tindakan syirik sebagai kafir atau
musyrik, sebelum menjelaskan kepada mereka tentang kekeliruan
mereka tersebut. Barangkali mereka tidak memahami masalah tersebut
karena kebodohannya. Apabila sudah dijelaskan tentang masalah
syirik, tetapi tetap menjalankannya, maka barulah diperbolehkan
menyebut mereka sebagai musyrik.

Peringatan Rasulullah saw dan para ulama tentang kemusyrikan ini
sangat perlu kita camkan benar-benar, demi keselamatan keimanan
kita masing-masing. Jangan sampai kita terjebak ke dalam dosa
syirik, baik yang kita ketahui atau yang tidak ketahui,
sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw. Sebab, syirik
adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali orang itu
benar-benar meninggalkan dosa syirik tersebut. Allah
memperingatkan kita semua: ?Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti Allah akan
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidak
ada orang-orang zalim itu seorang penolong pun.? (QS al-Maidah:
72).

QS al-Maidah ayat 72 ini diawali dengan penegasan Allah SWT: ?
Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah
ialah al-Masih Ibnu Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai
Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.?

Pandangan Tauhid Islam ini sangat jelas, yakni tidak menjadikan
manusia mana pun ? termasuk Adam atau Isa a.s.? sebagai Tuhan atau
anak Tuhan. Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah SWT untuk
meluruskan pandangan dan kepercayaan kaum Nasrani tersebut.
Doktrin trinitas yang mengakui Ketuhanan Yesus secara resmi
diformulasikan dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Bahkan, dalam
konsili ini, pandangan Arius yang menyatakan bahwa Tuhan anak
tidak sehakekat dengan Tuhan Bapak, ditolak oleh mayoritas peserta
Konsili. Bahkan, dalam dekrit Nicea tersebut, Arius secara resmi
dikutuk oleh Gereja. Konsili menerima pandangan Athanasius yang
menyatakan bahwa Tuhan anak sehakekat (homoousios) dengan Tuhan
Bapak.

Posisi Al-Quran memang sangat berbeda dengan Bibel. Sebagai kitab
yang diturunkan Allah kepada Nabi terakhir, Al-Quran memberikan
kritik-kritik yang tegas dan jelas terhadap kepercayaan Yahudi dan
Kristen. Posisi ini tentu tidak bisa sebaliknya. Karena Bible
ditulis dan dirumuskan sebelum kedatangan Islam. Ibnu Taymiyah
menyebut kaum Yahudi dan Kristen (Ahlul Kitab) sebagai kaum
musyrik bil-fi?li, tetapi bukan musyrik bil-ismi. Dalam pandangan
Islam, mereka disebut kafir ahlul kitab.

Jadi, dalam masalah keimanan, memang terdapat pandangan dan
keyakinan yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen. Sejak
lahirnya Islam, masalah ini sudah sering diperdebatkan. Bahkan
Nabi Muhammad saw sendiri beberapa kali melakukan perdebatan
dengan kaum Nasrani. Karena tidak mencapai titik temu, maka Nabi
Muhammad saw diperintahkan agar mengajak kaum Nasrani untuk
melakukan mubahalah (sumpah laknat), sebagaimana diceritakan dalam
Surat Ali Imran ayat 61:

“Barangsiapa membantah engkau tentang (kisah Isa a.s.) itu,
sesudah datang kepada mereka ilmu (yang meyakinkan), maka
katakanlah (kepada mereka): Marilah kita memanggil anak-anak kami
dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri
kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada
Allah dan kita minta supaya laknat Allah dijatuhkan kepada
orang-orang yang dusta.”

Soal perbebadaan keyakinan antara Islam dan Kristen ini haruslah
diakui. Bahkan diantara kaum Nasrani sendiri terjadi perbedaan
yang sangat tajam sehingga mereka membentuk sejumlah agama,
seperti Katolik, Protestan, Anglikan, atau Ortodoks. Tiap-tiap
agama ada keyakinan masing-masing, yang tidak sama satu dengan
lainnya, bahkan saling bertentangan. Seperti keyakinan umat Islam
dan umat Kristen tentang posisi Nabi Isa a.s.

Dalam pernyataan Natal bersama antara Konferensi Wali-wali Gereja
Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI),
tahun 2006, dinyatakan: ?Kelahiran Yesus mendatangkan sukacita
besar. Sukacita itu melekat dalam diri setiap orang beriman yang
mampu menghayati hakikat dan makna kelahiran Yesus. Ia lahir
sebagai manusia, menjadi senasib dengan manusia, dan terbuka
menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir di dunia
untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yoh. 4:9).

Kasih Allah itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan
nyawa untuk menanggung dosa seluruh umat manusia.? Selanjutnya
dinyatakan: ?Dalam hubungan dengan sesama baiklah kita memandang
setiap orang dalam iman kepada Kristus. Dengan menyadari bahwa
darah Kristus juga tercurah untuk mereka, maka setiap orang yang
mengaku diri sebagai pengikut dan murid Kristus akan mengasihi
orang itu, walaupun dalam kenyataannyaorang itu bersikap seperti
musuh.?

Umat Islam tidak pernah menerima kepercayaan bahwa Nabi Isa a.s.
mati di tiang salib, karena Al-Quran sudah menegaskan, ?Mereka
tidak membunuh Nabi Isa dan mereka tidak menyalibnya, melainkan
seseorang yang diserupakan kepada mereka.? (QS an-Nisa: 157).

Perbedaan yang mendasar ini harus diakui. Dan Konsili Vatikan II
(1962-1965) juga menyatakan penghormatannya terhadap keyakinan
umat Islam terhadap Nabi Isa a.s.

Dikatakan, meskipun umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus,
tetapi menghormatinya sebagai Nabi. Umat Islam juga menghormati
keyakinan kaum Kristen tersebut, meskipun tentunya sangat berbeda
secara mendasar dengan keyakinan umat Islam sendiri. Karena itu,
tidaklah masuk akal ada yang menyatakan, bahwa semua agama adalah
benar.

Pernyataan semacam ini jelas-jelas membenarkan pandangan yang oleh
Al-Quran sudah dinyatakan sebagai pandangan kufur atau syirik.

Banyak yang sekarang ini mencoba mengecilkan masalah iman dan
kemusyrikan. Ada yang menulis dalam bukunya, bahwa Thomas Alfa
Edison akan masuk sorga karena sudah berjasa bagi umat manusia
dengan menemukan lampu. Padahal, urusan sorga atau neraka adalah
urusan Allah. Islam tidak berbicara kepada perorangan Yahudi atau
Kristen, tetapi memberikan kritik-kritik dan koreksi terhadap
kepercayaan mereka. Kita tidak tahu, apakah Edison benar-benar
orang baik. Kita tidak tahu persis perbuatan dia yang lain
sepanjang hidupnya, selain penemuan lampu. Kita juga tidak tahu,
apakah Edison pernah menerima risalah Nabi Muhammad saw secara
benar, atau tidak pernah. Jika kriteria masuk sorga adalah karena
menemukan lampu, maka kriteria itu adalah bikinan si penulis buku
tersebut. Mungkin maksudnya sorga milik kakeknya sendiri.

Umat Islam diperintahkan untuk menghormati dan bermuamalah dengan
baik terhadap sesama manusia, termasuk dengan pemeluk agama lain,
selama mereka tidak menyerang umat Islam. Tetapi, umat Islam juga
diperintahkan agar menjauhi dosa-dosa syirik. Karena itulah, kita
perlu pandai-pandai meniti buih, agar selamat sampai ke seberang.
Jangan sampai karena ingin dipuji sebagai orang yang toleran,
akhirnya justru mengorbankan prinsip-prinsip keimanan.
Mencampuradukkan keimanan atau ritual antar agama adalah tindakan
yang berbahaya dari segi keimanan.

Tidak semestinya, hal ini dilakukan oleh umat Islam. Dalam
perspektif inilah, mestinya fatwa MUI tahun 1981 yang mengharamkan
perayaan Natal Bersama perlu diapresiasi. Fatwa ini bukan untuk
merusak toleransi beragama, tetapi merupakan satu upaya para ulama
untuk melindungi aqidah Islam dari kekufuran dan kemusyrikan,
dalam pandangan Islam.

Fatwa ini sama sekali tidak mengharamkan umat Islam untuk bergaul
atau bermasyarakat dengan kaum non-Muslim. Dan hal semacam itu
tidak ada dalam kamus Islam. Islam adalah agama yang sejak awal
sudah mengakui dan menghargai perbedaan. Seorang anak yang Muslim
tetap diperintahkan berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun
berbeda agama. Tetapi, jangan sekali-kali bermain-main dalam
masalah keimanan dan kemusyrikan.

Sebab, pertaruhannya sangatlah mahal. Karena itu, sekali lagi,
kita patut berhati-hati jangan sampai terjatuh ke dalam
kemusyrikan. Peringatan Allah sangatlah jelas: bahwa Allah sangat
murka jika diserikatkan dengan yang lain. Dalam suasana bencana
dan musibah yang tiada henti sekarang ini, kaum Muslim, khususnya
para pemimpin negara ini, patut merenungkan dengan mendalam
masalah kemusyrikan ini. Jangan hanya sibuk mengandalkan ilmu
geologi, meteorologi dan geofisika. Semuanya tidak mungkin terjadi
kecuali dengan izin dan kekuasaan Allah SWT. Allah berkuasa
menghentikan gempa, menghentikan lumpur panas, menenangkan
gelombang lautan, dan memindahkan turunnya hujan.

Sekali lagi, kita mengimbau para pemimpin kita: Jangan
bermain-main dengan dosa syirik! Tugas dan kewajiban kita hanyalah
menyampaikan nasehat. Selanjutnya, terserah kepada mereka. [Depok,
5 Januari 2006/www.hidayatullah.com]

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

munzir Re:Hati-Hati dengan Dosa Syirik – 2007/01/10 00:13 saudariku,
pembahasan mengenai syirik telah selesai dan tak perlu diperluas
lagi, dan Rasul saw sendiri tak merisaukan syirik akan menimpa
ummatnya, beliau bersabda : “dan aku Demi Allah tidak merisaukan
kalian akan musyrik setelah aku wafat, tapi yg kutakutkan adalah
keluasan duniawi atas kalian” (Shahih muslim hadits no.2296,
shahih Bukhari hadits no.1297, 3401, 3816) dan masih banyak lagi
hadits semakna bahwa Rasul saw tidak merisaukan syirik atas
ummatnya, tanda bahwa kerisauan sebagian muslimin masa kini akan
hal hal yg musyrik bertentangan dg hadits Nabi saw.

memang kemurtadan bermunculan, namun bukan muslim yg berhati
syirik, karena muslim yg berhati syirik sebagaimana dituduhkan
oleh sebagian muslimin ini telah dibantah oleh Rasul saw.

walaupun ada, namun merupakan oknum kecil saja yg tak
membahayakan, demikian nash yg jelas dari shahihain
wallahu a^lam

Forum silahturahmi jama^ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

Saqqaf Re:Hati-Hati dengan Dosa Syirik – 2007/01/10 18:38 Betul bib…
apa yang habib sampaikan pernah juga saya dengan dari Habib Ali
Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri (ya Allah limpahkanlah
rahmatMu kepada Habib Umar, Habib Mundzir dan Habib Ali, sungguh
dari merekalah saya merasakan ketentraman dalam mengikuti sunnah
Muhammad bin Abdillah Rasulullah SAW) . Namun yang lebih perlu
dikhawatirkan adalah Dunia…
Karena oleh dunia ini banyak kaum muslim yag terjebak dengannya.
Lihatlah akhir-akhir ini
bagaimana muslim menjual syariahnya demi dunia
bagaimana muslim menjual sunnah nabinya demi dunia
bagaimana muslim menjual akhlaknya demi dunia
bagaimana muslim menjual adabnya demi dunia
bagaimana muslim menjual adatnya demi dunia…
Dan sungguh saya rasa hal tersebut sangat relevan dengan kejadian
yang terjadi sekarang ini disekitar kita….
Bib, sungguh kehadiran orang-orang yang berilmu seperti Habib
sangat dibutuhkan. Semoga Habib selalu diberkahi limpahan rahmat,
kesehatan, rezeki yang melimpah, dan umur panjang, sehingga dakwah
tentang keindahan syariat Islam dalam dirasakan oleh ummat nabi
Muhammad SAW.

Wassalam

↓ =ARSIP-nickname=topick=date→importby:carauntuk.com→for-educational-purpose= ↓

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=2206

© http://carauntuk.com/mengenai-syirik-telah-selesai-dan-tak-perlu-diperluas-lagi-dan-rasul-saw-sendiri-tak-merisaukan-syirik-akan-menimpa-ummatnya-beliau-bersabda

Sponsor 2