Homeforum.majelisrasulullah.orgmengenai surat Ali ‘Imron 196

mengenai surat Ali ‘Imron 196

forum.majelisrasulullah.org 1 0 likes 532 views share

Ali ‘Imron 1962007/12/29 05:21Assalamu’alaikum wr

Semoga segala perjuangan habib dalam berdakwah senantiasa diterima oleh Alloh Ta’ala dan mendapatkan limpahan rohmat-Nya, aamiiin

bib, afwan dengan banyaknya ana bertanya pd habib. Gini bib, ada saudaranya teman ana, dia pernah pesantren selama 12 th di salah satu pesantren nahu-shorof. Namun dia pernah berbuat khilaf sesudahnya beberapa tahun. pada akhirnya dia taubat dan mulai mengamalkan ilmu agamanya.
namun yang teman ana khawatirkan dari dia adalah pernyataan2nya pada masyarakat bahwa kita tidak boleh menjalin hubungan perdagangan dengan kafir baik dimmi atau harbi. Dia menukil dari tafsir jalalain dan tafsir jamal surat Ali ‘Imron 196. Ana yakin dia keliru dalam menafsirkan ayat tersebut. Bahkan dia suka menjelek-jelekan dunia yang pada intinya bahwa kita itu mesti banyak tawakal dan sedikit berikhtiar dalam mencari nafkah. Dia menukil dari ihya ulumuddin.

Mohon tulisan dari habib untuk pencerahan baginya baik secara aqli atau naqli mengingat dia juga alumni pesantrenan, selain itu dia juga suka mengisi pengajian buat masyarakat dan materinya selalu berat-berat bagi masyarakat terutama sering menitik beratkan kalau kita itu harus membenci dunia. memang ana juga faham kalau addunya ma’unun. namun dalam konteks mana dulu dan itu kurang pas bagi masyarakat yang pada awam diberi materi seperti itu.

afwan bila ada yg tidak berkenan

==========================
Re:Ali ‘Imron 1962007/12/30 11:09Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Keridhoan dan kelembutan Nya semoga selalu membuka jalan kemudahan pada hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
tentunya hal itu merupakan salah faham kita lihat Tafsir Aljalalain ayat tsb :

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ

وَنَزَلَ لَمَّا قَالَ الْمُسْلِمُونَ : أَعْدَاء اللَّه فِيمَا نَرَى مِنْ الْخَيْر وَنَحْنُ فِي الْجَهْد : “لَا يَغُرَّنك تَقَلُّب الَّذِينَ كَفَرُوا” تَصَرُّفهمْ .
“فِي الْبِلَاد” بِالتِّجَارَةِ وَالْكَسْب

“JANGANLAH ENGKAU TERTIPU KEMAJUAN ORANG ORANG KAFIR DI WILAYAHMU”

“ayat ini turun ketika orang orang muslim berkata : Musuh musuh Allah kaya raya dan kami dalam kemiskinan, maka Janganlah tertipu dengan kemajuan dan kekayaan”. (Aljalalain – AL Imran 96).

ayat ini menghibur kita muslimin agar jangan cemburu dengan kekayaan dan kemajuan mereka, tapi bukan dilarang berusaha dan bekerja, dan bukan pula dilarang kaya raya, lalu bagaimana dengan Anas bin malik ra yg didoakan kaya oleh Rasul saw :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَتْ أُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ خَادِمُكَ أَنَسٌ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

dari Anas ra berkata : berkata Ibuku : wahai Rasulullah, doakanlah khadimmu Anas ini”, maka Rasul saw berkata : “Wahai Allah banyakkanlah hartanya dan keturunannya, dan berkahilah dari semua yg Engkau limpahkan padanya” (Shahih Bukhari)

hingga anas ra setelah wafatnya Rasul saw ia di Baghdad, dan tinggal di Istana Mewah miliknya, apakah ini mungkar pula sedangkan ia Khadim Rasul saw dan menjadi kaya raya karena sebab doa Rasulullah saw.

lalu bagaimana dengan riwayat Shahih Bukhari bahwa Abdurrahman bin auf ra yg didoakan oleh Rasul saw untuk maju perdagangannya?

lalu bagaimana dengan Usman bin Affan ra yg kaya raya dan menjadi pengusaha besar dan terus memodali dakwah dan Jihad Rasul saw..?

dan banyak lagi para sahabat yg kaya raya dan bertijarah. adapula yg hanya berdakwah, adapula yg banyak beribadah, dan masing masing dengan tugasnya,

kekerasan pada ummat merupakan kemungkaran yg dilarang oleh Rasul saw, sebagaimana ketika Muadz bin Jabal ra memanjangkan shalatnya dan bacaan suratnya, maka mengadu seorang muslim pada nabi saw bahwa mereka tak mau shalat jamaah karena Muadz ra terlalu panjang membaca surat, maka Rasul saw marah pada Muadza dan berkata : Fattan… Fattan.. Fattan.. (pembawa fitnah..! 3X)..(Shahih Bukhari), bahkan pada Shahih Muslim dijelaskan Rasul saw berkata : “apakah kau ini ingin menjadi tukang fitnah wahai Muadz..?.

demikian tajamnya Rasul saw menegur orang orang yg mempersulit ummat dengan hal yg berat berat.

dan cukuplah Rasul saw sebagai idola dan panutan, selalu tersenyum, dan diriwayatkan bahwa tiadalah dihadapkan pada dua masalah yg mesti beliau saw pilih maka beliau saw selalu memilih yg paling mudah tuk ummatnya (Shahih Bukhari).

Rasul saw bersabda : “Permudahlah ummat dan jangan kalian persulit mereka, berilah kabar gembira, dan jangan kalian membuat mereka menyingkir” (Shahih Bukhari)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

sumber

© http://carauntuk.com/mengenai-surat-ali-imron-196

1 Comment

Leave a Reply