Homeforum.majelisrasulullah.orgmengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan atas Nabi saw

mengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan atas Nabi saw

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 312 views share

   plastik    sahabat syiah - 2006/11/20 19:44 Bismillahirrahmanirrohim ...
   
              Assalamu'alaikum ya Habib Munzir al Musawa ...
              Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan rahmatnya kepada Habib
              untuk bisa selalu membimbing kita dijalan lurus...

              Ada sahabat saya yg syiah mengungkapkan ttg sejarah ttg sahabat
              Usman bin Affan yg koruptor dan nepotisme, atau tentang sahabat
              Umar bin Khatab yg pernah menghardik Nabi SAW, atau ttg sahabat
              Abu Bakar yg merampas hak waris atas Fatimah aZahra.

              Bagaimana menyikapi sejarah yg seperti itu, karena sempet membawa
              saya sedih.

              Terima Kasih atas pencerahannya...

                               | | ==========

   munzir     Re:sahabat syiah - 2006/11/21 12:07 Alaikumsalam warahmatullah
              wabarakatuh,
    
              Limpahan kebahagiaan semoga selalu tercurah pada anda dan
              keluarga,

              mengenai penghinaan dan fitnah pd para sahabat adalah penghinaan
              atas Nabi saw, menghina salah satu dari Khulafa'urrasyidin
              hukumnya kufur, dan menghina Utsman bin Affan ra adalah menghina
              Rasul saw karena ia Menantu Rasul saw dua kali, dua putri Rasul
              saw dinikahkan oleh Rasul saw pada Utsman bin Affan ra, mereka
              menganggap Rasul saw itu bodoh memilih mantu seorang koruptor dan
              nepotisme, padahal Rasul saw banyak tahu kejadian yg akan terjadi,
              bahkan wafatnya ustman Rasul saw mengetahuinya, wafatnya Ali kw,
              wafatnya husein bin ali ra Rasul saw mengetahuinya dan
              mengabarkannya jauh sebelum terjadi.

              mereka ini mengambil sejarah yg sesat dan kebodohan yg nyata,
              karena kalau benar itu terjadi maka mereka telah menganggap Ali
              bin Abi Thalib kw pengecut dan pengkhianat agama pula, karena Ali
              kw berdiam diri saja melihat kebatilan.

              Umar bin Khattab ra dan Abubakar ra adalah mertua Rasul saw, maka
              fahamlah kita bahwa Abubakar, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu'anhum
              kesemuanya adalah kerabat dg Rasul saw.

              faham mereka ini adalah faham yg berkedok pecinta ahlulbait namun
              mereka adalah pengkhianat ahlulbait dan musuh besar ahlulbait

              kita bertanggungjawab wahai saudaraku untuk menumpas kesesatan ini
              dengan mengajak mereka pada kebenaran, demikian saudaraku yg
              kumuliakan,

              wallahu a'lam

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

   wiribi     Re:sahabat syiah - 2008/01/29 01:53 Salam Habib yang dirahmati
              Allah
    
              Tentang Umar bin Khattab:

              Bukankah benar bahwa Umar bin Khattab pernah melakukan perbuatan
              yang keji terhadap Nabi Saw? Tidakkah antum melihat salah satu
              buktinya yang telah menolak sunah dan mencela Nabi? Berikut ini
              adalah bukti riwayatnya di dalam Sahih Bukhari juz 1 Bab Ilmu:

              Ibnu Abbas berkata: "Ketika Nabi bertambah keras sakitnya, beliau
              berkata, 'Bawalah kemari kertas supaya kamu dapat menuliskan
              sesuatu agar kamu tidak lupa nanti.' Kata Umar bin Khattab, 'Sakit
              Nabi bertambah keras. Kita telah mempunyai Kitabullah (Qur'an);
              cukuplah itu!' Para sahabat (yang hadir ketika itu) berselisih
              pendapat, dan menyebabkan terjadinya suara gaduh. Berkata Nabi,
              'Aku harap Anda semua pergi! Tidak pantas Anda bertengkar di
              hadapanku!' Ibnu Abbas lalu keluar dan berkata, 'Alangkah
              malangnya, terhalang mencatat sesuatu (wasiat sunnah) dari
              Rasulullah.'"

              Lihatlah, para sahabat berbeda pendapat, ada yang setuju ada yang
              tidak setuju Nabi menuliskan wasiat beliau yang terakhir untuk
              dituliskan. Umar bin Khattab menolak wasiat sunnah dari Nabi,
              katanya sudah cukup dengan Qur'an saja. Perlakuan Umar sangat
              bertentangan dengan Al-Qur'an.

              "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang
              dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada
              Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS. Al-Hasyr:
              7)

              Kemudian Umar menghina Nabi bahwa Nabi sakitnya bertambah keras.
              Hal ini menunjukkan bahwa Umar tidak beriman kepada Kenabian
              Muhammad saw. Karena segala perkataan Nabi baik dia sedang sakit
              ataupun sehat tetap perkataannya adalah wahyu Allah.

              "Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.
              Ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
              yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat." (QS.
              An-Najm: 3-5)

              Dan sikap dan perilaku mereka (para sahabat termasuk Umar) telah
              bertentangan dengan ayat-ayat Allah sehingga terhapuslah seluruh
              amal mereka (kualat).

              "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu
              melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan
              suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu
              terhadap sebagian yang lain, supaya tidak terhapus (pahala)
              amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari." (QS. Al-Hujuraat: 2)

              Layakkah kita menjadikan mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya
              sebagai pemimpin Islam? Layakkah kita menjadikan mereka hujjah,
              padahal telah jelas kejahatan mereka dan mereka akan dimasukkan ke
              dalam Neraka?

              "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran
              baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin,
              Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya
              itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu
              seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An-Nisaa: 115)

              Tentang Abu Bakar:

              Masalah tanah Fadaq pun telah tertulis jelas di dalam kitab-kitab
              Ahlussunnah itu sendiri.

              Di dalam Shahih Bukhari, diriwayatkan dari Aisyah (Ummul Muminin),
              bahwa setelah wafatnya Rasulullah Saw, Fatimah, putri sang Nabi
              meminta kepada Abu Bakar agar memberikan warisannya dari harta fa 
              i yang ditinggalkan mendiang ayahnya.

              Mendengar jawaban Abu Bakar yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw
              pernah bersabda bahwa beliau tidak boleh diwarisi dan harta
              peninggalannya merupakan sedekah, maka Fatimah marah dan tidak
              lagi mau berbicara dengan Abu Bakar. Bahkan Fatimah tidak mau
              menegur Abu Bakar sampai Fatimah wafat, 6 bulan setelah wafatnya
              Rasulullah Saw.

              Kepada Abu Bakar, Fatimah juga meminta bagiannya dari peninggalan
              Rasulullah Saw berupa harta di Khaibar, di Fadak, dan di Madinah.

              Akan tetapi Abu Bakar menolaknya seraya berkata,  Aku akan tetap
              setia mengamalkan segala yang pernah dilakukan Rasulullah Saw. Aku
              tidak berani meninggalkkannya barang sedikit pun. Aku takut kalau
              menyimpang dari perintah beliau. Mengenai harta yang di Madinah
              sudah diberikan Umar kepada Ali dan al-Abbas. Jadi bagian itu
              sudah dikuasai Ali. Lalu mengenai harta di Khaibar dan di Fadak
              masih di tangan Umar. Kata Umar, kedua harta sedekah Rasululah Saw
              itu akan tetap dipertahankan dan diserahkan kepada khalifah umat,
              sebagaimana pesan beliau sendiri. Sampai sekarang harta itu masih
              ada dan tetap akan dipergunakan sebagaimana mestinya.  (Lihat
              Sahih Bukhari Juz 4 juga di dalam Sahih Muslim dan Ahmad bin
              Hambal di dalam Musnadnya)

              Dari hadits Shahih Bukhari di atas ini kita melihat Sayyidah
              Fatimah marah kepada Abu Bakar, maka timbul sebuah pertanyaan baru
              dari kasus ini : Tidak pernahkah Abu Bakar mendengar sebuah hadits
              yang juga tercatat di dalam Shahih Bukhari yang menyatakan bahwa
              Rasulullah pernah bersabda kepada Sayyidah Fatimah:  Fatimah
              adalah bagian dari diriku, maka barangsiapa yang membuatnya marah
              berarti juga telah membuatku marah!  (Lihat Sahih Bukhari Juz 5
              diriwayatkan dari Al-Miswar bin Makhrama)

              "Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab
              yang pedih." (QS. At-Taubah: 61)

              Kedua hadits di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan terekam di
              dalam Jami  Al-Shahih-nya. Apakah mungkin pernyataan Rasulullah
              Saw ini cuma gurauan belaka, canda atau omongan tanpa dasar? Tentu
              saja tidak. Tidak mungkin Rasulullah Saw akan mengucapkan
              kata-kata yang sia-sia, apalagi gurauan dan yang semacamnya.
              Apalagi hadits ini juga diriwayatkan oleh banyak perawi lainnya
              seperti Tirmidzi, al-Hakim, Muslim dan banyak lagi.

               Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. dan
              tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. 
              (QS. Al-Najm: 2-3)

              Tentang Utsman bin Affan:

              Berikut ini adalah beberapa bukti kebathilan Khalifah Utsman, dia
              telah memberikan khums Afrika Utara kepada Marwan bin Hakam,
              kemudian Marwan membelanjakannya untuk membina istana. Justru itu
              perbuatannya adalah bertentangan dengan ayat Surah al-Anfal: 41
              sebagaimana juga ia telah dinyatakan oleh Ibn Abd Rabbih: "Di
              antara kebencian orang banyak terhadap Utsman ialah memberi Fadak
              kepada Marwan, dan apabila dia membuka Afrika Utara ia mengambil
              khums dan memberikannya kepada Marwan."(Lihat referensi
              Ahlussunnah: Ibn Abd Rabbih, al-Iqd al-Farid, II, hlm. 261; Ibn
              Qutaibah, Al-Imamah wal-Siyasah, I, hlm. 32)

              Khalifah Utsman telah memukul Abu Dzar kemudian mengusirnya ke
              Rabzah. Tindakannya itu ialah disebabkan Abu Dzar mengkritiknya
              karena menggunakan harta Baitul Mal untuk keluarganya. (Lihat
              referensi Ahlussunnah: Ibn Abd al-Birr, al-Isti'ab, I, hlm. 114;
              al-Ya'qubi, Tarikh, II, hlm. 162; al-Syahrastani, al-Milal, I,
              hlm. 26) Abu Dzar berkata: "Sesungguhnya anda telah melakukan
              perkara yang tidak ada di dalam Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.
              Demi Tuhan, aku melihat kebenaran dipadamkan, kebatilan
              dihidupkan, kebenaran dibohongi, cintakan kebendaan tanpa
              ketakwaan. (Lihat referensi Ahlussunnah: al-Ya'qubi, Tarikh, II,
              hlm. 16)

              Khalifah Utsman telah mengambil tempat khas (hima) untuknya dan
              kerabat-kerabatnya. Dia melarang kaum Muslimin menggunakan
              tempat-tempat tersebut yang mengandungi rumput-rumput dan
              lain-lain, sedangkan Rasulullah SAW menjadikan tempat-tempat
              tersebut milik bebas kaum Muslimin yaitu mereka bebas memiliki
              air, rumput, dan api secara saksama. Rasulullah SAW bersabda:
              "Kaum Muslimin berkongsi di dalam tiga perkara, rumput-rumputan,
              air dan
              api." (Lihat referensi Ahlussunnah: al-Halabi, Sirah Nabawiyyah,
              II, hlm. 78; Ibn Qutaibah, al-Imamah wal-Siyasah, I, hlm. 32)

              Tetapi Khalifah Uthman telah membina rumah-rumah mewah untuk
              isterinya Na'ilah dan anak perempuannya Aisyah dengan menggunakan
              wang Baitul Mal. Oleh itu perbuatannya adalah bertentangan dengan
              Sunnah Rasulullah SAW, dan tidak heranlah jika kaum Muslimin
              mengkritiknya. (Lihat referensi Ahlussunnah: Ibn Qutaibah,
              al-Imamah wal-Siyasah, I, hlm. 32]

              Khalifah Utsman telah memberikan pungutan zakat Qadha'ah (di
              Yaman) kepada al-Hakam bin al-As sebanyak 300,000 Dirham. (Lihat
              referensi Ahlussunnah: al-Baladhuri, Ansab al-Asyraf, V, hlm. 28).
              Sedangkan al-Hakam adalah orang yang telah diusir dan dilaknati
              oleh Rasulullah SAW. (Lihat referensi Ahlusunnah: al-Ya'qubi,
              Tarikh, II, hlm. 145)

              Khalifah Uthman telah memberikan wang Baitul Mal kepada Sa'id bin
              al-As bin Umaiyyah sebanyak 100,000 Dirham. Lantaran itu Ali,
              al-Zubair, Talhah, dan Abdur Rahman bin Auf menentangnya.(Lihat
              referensi Ahlussunnah: al-Baladhuri, Ansab al-Asyraf, V, hlm. 28)

              Habib Munzir yang saya cintai, begitu banyak dan jelas bukti-bukti
              kebatilan mereka baik semasa Nabi Saw hidup maupun telah wafat,
              akan tetapi kenapa banyak ulama Ahlussunnah yang menutup-nutupi
              tentang kebenaran ini?

              "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
              turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk,
              setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka
              itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (mahluk) yang
              dapat melaknati." (QS. Al-Baqarah: 159)

              Umat Islam Syiah tidaklah berkedok, berkhianat kepada Ahlulbait
              atau apapun seperti apa yang Antum tuduhkan, umat Islam Syiah
              insyaAllah benar-benar menjalani Agama dengan belajar, dan terus
              belajar, mengkaji Islam secara menyeluruh, baik dari kitab2
              Ahlussunnah hingga sampai kitab Wahabi sekalipun agar terlihat
              mana golongan yg benar dan mana golongan yang salah. Semoga kita
              dapat kenal lebih dekat lagi demi persatuan Islam dan antar
              Mazhab.

              Afwan Habib, inilah kajian ilmiah yang didapat dari kitab-kitab
              besar Ahlussunnah Wal Jama'ah. Semoga dapat dikaji dengan akal
              sehat dan hati yang bersih, dan juga terlepas dari bebagai bentuk
              fanatisme kemazhaban di dalam Islam ini demi terungkapnya Hak dan
              Bathil didalam kehidupan umat Islam.

                               | | ==========

   munzir     Re:sahabat syiah - 2008/01/29 09:30 Alaikumsalam warahmatullah
              wabarakatuh,
    
              Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu
              menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              masya Allah.., sangat dalam sekali kebencian syiah terhadap
              keluarga Rasulullah saw, bukankah Abubakar shiddiq ra adalah
              mertua beliau saw?

              Abubakar, Umar, Ustman, dan Ali radhiyallahu 'anhum adalah
              keluarga Rasulullah saw, karena Abubakar ra adalah mertua Rasul
              saw, dan Umar bin Khattab ra adalah mertua Rasul saw, dan Utsman
              bin Affan ra adalah menantu Rasul saw, demikian pula Ali bin Abi
              Thalib kw adalah menanti Rasul saw.
              kita kupas satu persatu :
              1. Khalifah Abubakar shiddiq ra
              masalah tanah fadak riwayat Imam Bukhari ini, jangan anda
              terjemahkan dengan hawa nafsu, fahami dulu syarah tentang hadits
              itu,

              kita lihat syarh tentang hadits ini, Berkata Al Hafidh Al Imam Ibn
              Hajar didalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari :
              Bahwa Fathimah ra marah bukan karena ditolak, namun karena
              Abubakar shiddiq ra mendengarnya bukan dari Rasul saw namun dari
              orang lain, dan berkata Imam Ibn Hajar pada halaman yg sama :
              diriwayatkan oleh Al Baihaqiy dari Assya'biyy bahwa kemudian
              Abubakar shiddiq ra menjenguk Fathimah ra, dan berkata Ali bin Abi
              Thalib kw kepada Fathimah ra : "Wahai Fathimah, Ini Abubakar mohon
              izin menghadapmu..", maka berkata Fathimah ra : apakah kau
              mengizinkannya? (lihat akhlak Istri terhadap suami, tak mau
              menemui tamu walaupun khalifah kecuali dengan izin suaminya) , Ali
              kw berkata : betul,
              maka Fathimah ra mengizinkan Abubakar shiddiq ra menjumpainya,
              lalu Abubakar shiddiq ra meminta maaf dan ridho pada Fathimah ra,
              hingga Fathimah ra ridho padanya.

              dan riwayat ini menyelesaikan permasalahan dan anggapan permusuhan
              Abubakar ra dengan Fathimah ra.
              (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Bab Fardhul Khumus)

              dan berkata para Muhadditsin, bahwa menghindarnya fathimah ra dari
              Abubakar dan tak mau bicara lagi dg nya adalah menghindari
              pembahasan tentang hal yg sama.

              dijelaskan pula oleh Imam Nawawi bahwa masalah tanah fadak yg tak
              dirubah oleh Abubakar ra itu diteruskan hingga dimasa Khalifah Ali
              bin Abi Thalib kw pun demikian, tidak dirubah, maka jika Abubakar
              ra salah dalam hal ini atau Umar ra, mestilah Utsman ra
              mengubahnya, atau mestilah Ali bin Abi Thalib kw mengubahnya,
              namun ternyata hal itu tetap diberlakukan di masa Ali bin Abi
              Thalib kw.

              tentunya penentangan masalah ini merupakan penentangan pula pada
              keputusan Imam Ali bin Abi Thalib kw yg tidak merubahnya, tentunya
              mereka dalam kebenaran dan syiah lah yg tertuduh.

              Abubakar shiddiq ra berkata : "Berbaktilah kepada Rasulullah saw
              dengan memperhatikan keluarganya (Shahih Bukhari Bab Manaqib
              ALhasan walhusein).

              2. Khalifah Umar bin Khattab ra
              dalam hadits itu, anda telah jauh memfitnah Amirul mukminin Umar
              bin Khattab ra, lihatlah matan hadits, bahwa Ibn Abbas ra yg
              mengatakan bahwa Rasul saw telah sakit parah, itu ucapan Ibn Abbas
              ra, bukan ucapan Umar ra, maka melihat keadaan itu Umar ra tak
              tega Rasul saw harus sibuk pula menulis wasiat, sehingga ia
              berkata : "tidak perlu..,cukup Alqur;an..", karena ia sangat tidak
              tega melihat keadaan Rasul saw yg sudah sangat parah, dan ia pun
              kemudian berkata : keadaan Rasul saw sudah parah..!, ini adalah
              cinta dan takdhim Umar ra kepada Rasul saw.

              sebagaimana dijelaskan oleh Al Hafidh Imam Ibn Hajar dalam syarah
              hadits ini : "Jika hal itu merupakan wasiat penting, maka Rasul
              saw akan menulisnya kemudian, karena saat itu Rasul saw tidak
              langsung wafat, namun masih berlangsung beberapa hari dan keadaan
              beliau membaik sesudah kejadian itu yaitu beberapa sebelum
              wafatnya, maka mestilah Rasul saw menuliskannya jika hal itu
              memang mesti disampaikan, ternyata Rasul saw tak menuliskannya.

              dan berkata pula Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam halaman yg
              sama, bahwa salah satu hikmah perbuatan Khalifah Umar ra itu
              adalah juga menutup kemungkinan fitnah dari munafikin, karena akan
              menjadi sebab sangkalan dan fitnah oleh orang orang munafik bahwa
              Rasul saw menulisnya dalam keadaan setengah sadar (Fathul Baari
              Bisyarah Shahih Bukhari Bab Manaqib)
              seluruh sanggahan anda terhadap Khalifah Umar bin Khattab ra telah
              dijawab oleh Imam Ali kw, sebagaimana riwayat berkata Ibn Abbas ra
              ketika Umar bin Khattab ra telah wafat dan direbahkan
              diranjangnya, maka orang orang berdesakan mendoakannya, dan
              menyalatkannya sebelum diangkat, dan aku (ibn Abbas ra) berada
              diantara mereka, tanpa kusadari maka seorang lelaki memegang
              pundakku, ternyata Ali bin Abi Thalib (kw), maka ia mengucapkan
              tarahham (mengucap Allah yarhamhu/Allah merahmatinya), dan ia (Ali
              kw) berkata :  Tiadalah seseorang yg meninggalkanku (wafat) yg
              lebih kuinginkan aku seperti amalnya, kecuali engkau (wahai Umar),
              Demi Allah.., sungguh perkiraanku Allah telah menjadikanmu bersama
              dua sahabatmu (Khalifah Abubakar ra dan Rasulullah saw), dan telah
              sering kudengar Nabi saw berkata : Aku berangkat bersama Abubakar
              dan umar, aku datang bersama Abubakar dan Umar, aku keluar bersama
              abubakar dan umar  (Shahih Bukhari bab Manaqib Umar ra).
              Berkata Imam Ibn Hajar dalam syarah hadits ini menukil hadits
              shahih lainnya bahwa yg dimaksud Ali kw adalah tiada orang yg
              lebih afdhal amalnya saat itu (setelah wafatnya Rasul saw dan
              ABubakar) yg lebih afdhal amalnnya dari Umar ra (Fathul Baari
              Bisyarah Shahih Bukhari Bab Manaqib Umar ra)

              Kalau Umar bin Khattab ra ini penjahat sebagaimana fitnah orang
              syiah, sungguh Imam Ali kw telah mendambakan memiliki amal seperti
              amal Khalifah Umar ra.
              Mana yg akan anda pegang?, kesaksian Imam Ali kw atau fitnahan
              syiah..?

              3. Khalifah Utsman bin Affan ra
              Berkata Abi Musa ra : Rasul saw masuk ke sebuah ruangan dan
              menyuruhku menjaga dipintunya, lalu datanglah Abubakar ra dan aku
              mohon izin pada Rasul saw kukatakan abubakar datang, maka Rasul
              saw berkata persilahkan ia masuk dan beri kabar gembira ia dengan
              sorga, lalu datang Umar ra dan Utsman dg ucapan Rasul saw yg sama
              (Shahih Bukhari Bab Manaqib Utsman ra).
              Jelas sudah Rasul saw menyaksikan bahwa ketiga orang tsb adalah
              ahli sorga, sudah diberi kabar tentang sorga jauh sebelum mereka
              wafat.
              Demikian pula kita Rasul saw mendaki gunung uhud bersama Abubakar
              ra dan Umar ra dan Utsman ra, lalu Gunung uhud berguncang, maka
              Rasul saw berkata :  Tenanglah wahai Uhud, sungguh diatasmu adalah
              Nabi, shiddiq, dan dua orang syahid  (Shahih Bukhari Manaqib
              Utsman ra).
              Ketika datang seseorang pada Ibn Umar ra dan berkata : tahukah kau
              bahwa Utsman bin Affan ra tidak ikut perang Uhud?, Ibn Umar
              berkata : betul, lalu orang itu berkata lagi : tahukah kau bahwa
              Utsman tidak hadir perang Badr?, Ibn Umar ra berkata : betul, lalu
              orang itu berkata lagi : tahukah kau bahwa Utsman tidak hadir Bai 
              aturridhwan..?, ibn Umar berkata : betul.
              Lalu Ibn Umar berkata : kemarilah.., mengenai ketidak hadirannya
              pada perang Uhud maka sungguh Allah telah memaafkannya, mengenai
              ketidak hadirannya pd perang Badr adalah karena ia menjaga putri
              Rasul saw yg sedang sakit, dan ketidak hadirannya di Bai 
              aturridhwan saat itu adalah karena Rasul saw mengutusnya ke
              Makkah, dan maka saat Bai;aturridhwan maka Rasul saw berkata : Ini
              adalah tangan Utsman (seraya mengangkat tangan kanannya) lalu
              menyatukan kedua tangannya seraya bersabda :  ini untuk kesaksian
              bai;at Utsman  (Shahih Bukhari bab Manaqib Ustman ra)
              Alangkah indahnya tangan Utsman ray g telah diwakili oleh tangan
              Rasul saw dalam Bai;aturridhwan,
              Demikianlah riwayat riwayat shahih dan tsiqah, dengan inilah Imam
              Imam Ahlul Bait tak henti hentinya mengucap Radhiyallahu  anhu
              pada sahabat khususnya Khulafa Urrasyidin
              Kalau versi syiah tampaknya mertua dan menantu Rasul saw
              berkhianat setelah wafatnya Rasul saw, mereka samakan dengan
              cerita raja raja Persia kafir atau raja raja fir aun yg setelah
              wafat rajanya maka hancur leburlah keluarga dengan perebutan
              kekuasaan dan kelicikan, mirip sinetron masa kini, rebutan tanah
              wares, rebutan jabatan, rebutan kekuasaan,

              masya Allah busuknya akidah syiah terhadap sejarah islam.

              Mereka tak membahas apa apa selain caci maki dan laknat.., inikah
              pengikut ahlulbait..?

              Mana sanad kalian terhadap ahlulbait..?,
              mana perbuatan kalian yg mencontoh Ahlulbayt..?,

              maka tidak bisa disalahkan jika orang mengatakan syiah ini ciptaan
              Yahudi, memang diciptakan untuk menghancurkan islam, hingga semua
              murid dan keluarga Rasul saw adalah terlaknat dan kafir, Cuma
              beberapa gelintir saja yg bukan terlaknat.

              Duh..

              wahai yg mengaku pengikut Imam Ali kw, ketahuilah Imam Ali kw
              memuliakan Umar ra dan Abubakar ra,
              Imam Ali kw melarang mencaci Muawiyah dan pengikutnya,

              wahai yg Mengaku Ummat Muhammad saw.., Sungguh Nabimu Muhammad saw
              menyaksikan bahwa ABubakar, Umar, Ustman radhiyallahu'anhum adalah
              penduduk sorga, shiddiq dan syahid..

              siapa nabi kalian..?

              siapa Imam Kalian..?

              siapa guru guru kalian..?

              siapa yg kalian panut..?

              dengarkan sabda Muhammad Rasulullah saw : "Jangan kalian caci
              sahabat sahabatku, sungguh jika kalian menginfakkan segunung uhud
              emaspun belum menyamai segenggam tangan mereka! (Shahih Bukhari).

              walillahittaufiq

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

   satala     Re:sahabat syiah - 2008/02/09 01:11 munzir tulis:
              
    
              2. Khalifah Umar bin Khattab ra
              dalam hadits itu, anda telah jauh memfitnah Amirul mukminin Umar
              bin Khattab ra, lihatlah matan hadits, bahwa Ibn Abbas ra yg
              mengatakan bahwa Rasul saw telah sakit parah, itu ucapan Ibn Abbas
              ra, bukan ucapan Umar ra, maka melihat keadaan itu Umar ra tak
              tega Rasul saw harus sibuk pula menulis wasiat, sehingga ia
              berkata : "tidak perlu..,cukup Alqur;an..", karena ia sangat tidak
              tega melihat keadaan Rasul saw yg sudah sangat parah, dan ia pun
              kemudian berkata : keadaan Rasul saw sudah parah..!, ini adalah
              cinta dan takdhim Umar ra kepada Rasul saw.

              sebagaimana dijelaskan oleh Al Hafidh Imam Ibn Hajar dalam syarah
              hadits ini : "Jika hal itu merupakan wasiat penting, maka Rasul
              saw akan menulisnya kemudian, karena saat itu Rasul saw tidak
              langsung wafat, namun masih berlangsung beberapa hari dan keadaan
              beliau membaik sesudah kejadian itu yaitu beberapa sebelum
              wafatnya, maka mestilah Rasul saw menuliskannya jika hal itu
              memang mesti disampaikan, ternyata Rasul saw tak menuliskannya.

              dan berkata pula Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam halaman yg
              sama, bahwa salah satu hikmah perbuatan Khalifah Umar ra itu
              adalah juga menutup kemungkinan fitnah dari munafikin, karena akan
              menjadi sebab sangkalan dan fitnah oleh orang orang munafik bahwa
              Rasul saw menulisnya dalam keadaan setengah sadar (Fathul Baari
              Bisyarah Shahih Bukhari Bab Manaqib)...

              

              Assalmualaikum wr wb..

              Semoga Allah SWT Selalu memudahkan segala urusan habibana baik
              dunia maupun di akhirat.. Amiin..

              Ya habibana.. didalam jawaban habib mengatakan bahwa nabi mau
              menulis wasiat..??

              1. Bukannya nabi bersifat ummi (tidak bisa baca dan tulis) ?
              2. jika ana salah... tlg di jelaskan mksd ummi terhadap nabi
              Muhammad SAW. ?

              Terima kasih banyak ya habibana ... atas perhatiannya thd umat.
              Doakan saya supaya bisa mempunyai keturunan yg mengajarkan kalimat
              Tauhid dan membawa risalah Muhammad SAW... Amiin ...

                               | | ==========

   munzir     Re:sahabat syiah - 2008/02/09 01:45 Alaikumsalam warahmatullah
              wabarakatuh,
    
              Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu
              menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

              Saudaraku yg kumuliakan,
              betul, Nabi adalah tidak membaca dan menulis, maksud hadits tsb
              adalah Rasul saw minta dibawakan kertas dan pena, untuk meng imla/
              mendiktekan wasiat yg akan ditulis oleh sahabat.

              Rasul saw tidak membaca dan menulis, demikian makna kalimat Ummiy.

              Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita
              cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

              Wallahu a'lam

              Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://
              groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

              Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
              No rekening Majelis Rasulullah saw:
              Bank Syariah Mandiri
              Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
              No rek : 061-7121-494
              
                                | | ==========

sumber
http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=11632
© http://carauntuk.com/mengenai-penghinaan-dan-fitnah-pd-para-sahabat-adalah-penghinaan-atas-nabi-saw

Leave a Reply