Homeforum.majelisrasulullah.orgmengenai pemahaman yg menentang sahabat, mencaci apalagi mengkafirkannya, apakah dari kalangan syiah atau lainnya, jelas jelas dalam kesesatan yg nyata.
AL Maghfurlah Habibana Munzir AL Musawa

mengenai pemahaman yg menentang sahabat, mencaci apalagi mengkafirkannya, apakah dari kalangan syiah atau lainnya, jelas jelas dalam kesesatan yg nyata.

forum.majelisrasulullah.org 0 0 likes 92 views share

faham syiah2006/10/29 09:12Assalamualaykum Wr wb

Ustadz yang dalam lindungan Allah,

Saya ingin bertanya terhadap fahaman syiah ini (ithsna As’ariy), mengenai mereka yang sudah menganutnya.

Bagaimanakah hukum atas keIslaman mereka. ??
Saya mencoba untk melihat kedalam mereka(syiah) ini dengan husnu dzan (awalnya krena kecintaan mereka akan ahl bayt, seperti yg dikatakan oleh imam madzhab kita , Imam Syafiiy) Ketika teman saya (rafidhoh) mengajak melihat maqtal husseyn.
namun ketika makin ke dalam makin terlihat bahwa mereka ini adalah kaum yang suka mencaci Shabat – shabat utama Rasulullah (Abu bakr, Umar, Uthman).

Mereka ini meng-klaim sebagai pencinta Ahl Bayt.Namun Sikap mereka sangat keji. Sampai sampai salah seorang rafidhoh ini (lgs ke kuping saya) mengatakan bahwa Rasul Wafat di racun oleh Hafshah..Naudzubillahhi min dzalik.

Saya coba mengorek ttg fahaman mereka ttg Al Quran suci. Mereka mengatakan Al Quran Asli itu adalh mushaf Fathimah (ini juga lgs ke saya..bukan dari web).Dan benci mereka terhadap Aisyah sangat kentara .. sampai ada yg menggumamkan Laknatullah Alaih ketika ada sebutan namanya.

Sampai sampai ada teman saya yg sampai berani mengatakan :…wah kalau Abu Bakr ada di Surganya Allah, Ane keluar deh dari Surga…Naudzubillahi min dzalik.

Namun poin poin ini lama sekali baru mereka ungkapkan kepada saya (ketika saya mereka nilai tidak menunjukkan perlawanan akan fahaman ini).

Wasalam

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2006/11/01 02:49Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keagungan fitrah semoga selalu menuntun anda kepada kebahagaiaan dunia dan akhirat,

mengenai pemahaman yg menentang sahabat, mencaci apalagi mengkafirkannya, apakah dari kalangan syiah atau lainnya, jelas jelas dalam kesesatan yg nyata.

kecintaan terhadap ahlulbait nabi saw adalah sia sia bila ddisertai kebencian pada sahabat nabi saw, demikian pula sebaliknya.

Rasul saw bersabda : “Bila berkata seseorang kepada saudaranya : wahai kafir!, maka ucapan itu akan mengenai salah satu dari mereka” (yaitu pada yg dilontarkan, atau pd yg melontarkan ucapan itu. (Shahih Bukhari hadits no.5752, 5753, Shahih Muslim hadits no. 60).

namun tentunya kita para pengikut Imam Imam Ahlussunnah waljamaah tak mau mengkafirkan seorang yg masih mengucapkan syahadat, maka mereka ini dihukumi Fasiq, karena mereka ini tak tahu betapa agung dan luhurnya para sahabat radhiyallahu ‘anhum, sebagian dari mereka itu hanya ikut2an saja dan tertipu oleh para Mullah yg mempengaruhi mereka, ketika mereka diberi penjelasan mereka bertobat.

namun bila ada satu pemahaman yg jelas jelas mengumumkan hal itu pada ajarannya maka tentunya kaum ini sesat sebagaimana kelompok2 sesat lainnya.

demikian saudaraku yg kumuliakan,

Wallahu a’lam

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/08 10:56Assalamualaikum Ya Sayyidi,
Ada beberapa pertanyaan yang hendak Ana ajukan setelah membaca beberapa literatur milik kaum Syi’ah. antara lain :
1. Benarkah Sahabat Abu Bakar R.A dan Umar R.A mencaplok tanah waris Khadak yang oleh Rasullulah diwariskan kepada keluarga Al Imam Ali Bin Abi Tholib R.A ?
2. Benarkah Sayyidah Fatimah Azzahra R.A dalam wasiatnya agar di kubur secara diam-diam sehingga Sahabat Abu Bakar R.A dan Umar bi Khatab R.A didak dapat ikut menmyolatkan dan menziarahi kubur Beliau ?
3. Manakan Fihak yang benar sewaktu terjadi perang Jamal antara Aisyah R.A dan Imam Ali bin Abi Thalib R.A ? ( karena pada peristiwa tersebut ribun darah tumpah dari kaum muslimin yang banyak dari mereka adalah orang-orang yang hafal Qur’an dan ahli hadist )

Syuqron sebelumnya.

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/10 03:21Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan Kelembutan Allah swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. barangkali yg anda maksud adalah tanah Fadak, tanah fadak adalah milik baitulmaal, karena Rasul saw telah berdabda bahwa tiada nabi yg mewariskan harta, maka tanah itu milik Baytul Maal, dan Rasulullah saw tak pernah mewariskannya kepada siapapun, dan mustahil Khalifah Abubakar shiddiq ra dan Khalifah Umar bin Khattab ra merebut tanah waris ahlulbait Rasul saw, karena mereka berdua itu sangat mencintai ahlulbait Rasul saw.

2. Mustahil wanita suci putri Rasulullah saw berhati busuk untuk tak mau diziarahi oleh kedua mertua Rasulullah saw.

3. keduanya benar, karena keduanya membela kebenaran, dan mengenai pertumpahan darah itu adalah sebab para munafikin yg sengaja memicu peperangan dengan menyerang pasukan kedua belah fihak, dan mereka saling berusaha meredam pertikaian namun kehendak Allah untuk hal itu terjadi, dan kedua belah fihak wafat sebagai syuhada karena mempertahankan kebenaran, demikian Jumhur Ulama ahlussunnah waljamaah termasuk para Imam Imam Ahlulbait berpendapat

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/11 12:41Assalamualaikum Ya Sayyidi,
Masih ada beberapa ganjalan dari pertanyaan saya yang Antum jawab :
1. Jika Khadak merupakan Tanah Baitul Mal, mengapa Sayyidah Fatimah ngotot menuntut hak atas tanah tersebut ? Dan pada saat Khalifah Umar Bin Abdul Aziz R.A.berkuasa tanah tersebut di kembalikan kepada keluarga Rasul dan setelah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz R.A. mangkat, tanah tersebut di ambil kembali ?
2. Dimanakah Sayyidah Fatimah Azahra di kuburkan ? Setahu saya tidak satupun riwayat menyebut letak kubur beliau, sedangkan ke dua anak dan suami beliau dapat di temui dan di ziarahi kuburnya.
3. Untuk perang Jamal yang desebabkan fitnah, Sayyidi mengatakan ke dua orang tersebut berbuat benar. Afwan, saya tiadak faham maksud Sayyidi. Kalo menurut logika, jika ke dua orang berselisih maka ada salah satu fihak yang benar dan ada yang salah, atau ke dua-duanya salah. Tidak mungkin dua fihak yang benar saling pertikai.

Suqron Sebelumnya

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/12 00:08Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

semoga kemuliaan ramadhan, keagungan shiyaam, kesucian Qiyaam, keberkahan Alqur;an, dan cahaya Lailatul Qadr selalu terlimpah dan menghiasi hari hari anda dan keluarga.

Saudaraku yg kumuliakan,
1. riwayat mana yg mengatakan Bunda Suci Fathimah Azzahra ra ngotot minta warisan?, riwayat itu adalah riwayat syiah berhati busuk, mereka kira putri Rasul saw sama dengan mereka yg serakah atas harta dunia dan berebutan warisan?

jika kita menganggap umar bin abdul aziz lebih patut dipercaya, maka kita telah mendustakan Imam Ali bin ABi Thalib kw, dan Imam Hasan bin Ali kw yg keduanya menjabat khalifah dan mereka tetap menaruh tanah fadak pada posisinya,

apakah Imam Ali kw itu tak tahu menjalankan hak waris?, dan riwayat umar bin abdul aziz mengembalikan tanah fadak itu riwayat manakah?, karena saat itu Sayyidah Fathimah Azzahra ra telah wafat, demikian pula Imam Ali kw, demikian pula Sayyidina Hasan dan husein radhiyallahu’anhuma, lalu kepada siapa tanah itu diberikan?, sedangkan keturunan Sayyidina Hasan sangatlah banyak, lalu apakah setelah dibagi bagikan kepada mereka yg mungkin sudah tersebar ke baghdad, persia dan wilayah wilayah lainnya, lalu ditarik lagi, tampaknya riwayat itu rancu, adakah anda dapat membuktikan darimana riwayat itu datang?

2. dikuburkan di Baqi, semua ulama ahlussunnah waljamaah mengetahui itu dan semua merek berziarah, barangkali orang syiah saja yg ditutup dari mengetahuinya agar mereka jangan sampai ziarah kepada Bunda Suci Fathimah Azzahra ra.

3. sabda Rasulullah saw : “Tiadalah datang hari kiamat kecuali beradunya dua kelompok besar, dan keduanya membela hal yg sama” (Shahih Bukhari),

mengenai hadits ini berkata Al Hafidh Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy : hadits ini menunjukkan peperangan antara dua kelompok besar muslimin yg keduanya benar, yaitu perang Jamal, antara kelompok Sayyidina Ali kw dan Ummulmukminin Aisyah ra, bahwa keduanya dalam kebenaran, karena Aisyah ra dan beberapa sahabat lainnya bersatu untuk mencari pembunuh Khalifah Utsman ra, dan mereka itu berlindung di Pasukan Khalifah Ali kw,

maka mereka meminta agar para pembunuh itu diserahkan pada mereka untuk kemudian diadili, namun Imam Ali kw menolak, yaitu agar terlebih dulu dipastikan betul dg saksi saksi yg jelas diantara mereka yg betul2 terlibat pembunuhan langsung dg tangannya. (Fathul Baari ALmasyhur li Ibn Hajar Bab Alamat Nubuwwah fil islam)
maka pasukan Ummulmukminin bertujuan membunuh para pembunuh Utsman ra, dan Pasukan Ali kw menahan serangan mereka.

tentunya telah jelas sabda Nabi saw yg memberitahukan tentang kejadian ini.
beliau ra menanyakan tentang tanah fadak lalu setelah dijelaskan maka beliau ra tidak lagi memintanya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/29 15:04Assalamualaikum ya Sayyidi,

1. Mengenai tanah waris fadak Saya sependapat dengan Sayyidi tidak mungkin Sayyidah Fatimah bersifat rakus atau tamak atas harta dunia menurut kaum Syiah(khurafat), namun menurut pendapat saya mungkin yang ngotot diperjuangkan oleh Bunda Fatimah adalah Hak dan Kebenaran ( Al Qur’an). Sayyidi pasti megambil referensi dari Sahih Bukhari Jilid III tetntang perang Khaibar dan sahih Muslim, Jilid II halaman 72 , Nabi Bersabda : “Kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah” musnad Ahmad Jilid I hal.6. Namun Jika sayyidi menengok ke Qur’an: 1. ANNISAA’ IV:80 akan bertolak belakang dengan Hadist diatas. Dan bukankah Imam Ali K.W menerima warisan dari Rasullulah berupa baju perang dan sebilah Pedang (Zulfikar) ?
Ini menimbulkan pertanyaan baru buat saya, mana yang harus di jadikan rujukan Al Qur’an atau Hadist karena keduanya bertolak belakang ? Kalau sekiranya Rasulullah tidak mewariskan sesuatu berarti Imam Ali K.W mencuri baju perang dan Pedang (Zulfikar) milik Rasullulah ?

2. Mengenai kuburan/makam Bunda Suci Sayyidah Fatimah yang di Baqi maksud saya adalah letak jelas posisinya, saya sudah mencari dari berbagai sumber baik di Ahlu Sunnah maupun kaum Syiah. Tidak ada yang dapat memeberikan posisi jelasnya, rata-rata jawaban adalah yang seperti Sayyidi berikan. Juga riwayat mengapa beliau dikuburkan secara diam-diam pada malam hari, jika Sayyidi menjawab agar tidak dapat di ziarahi oleh kaum syiah padahal pada zaman tersebut aliran syiah (khurafat) belum ada ?

3. Mengenai ke dua fihak yang benar pada perang Jamal saya masih tidak faham, ada beberapa pertanyaan baru yang timbul :
3 a. Bukankah Rasulullah S.A.W melarang istri-itrinya untuk keluar rumah sepeninggal beliau, dan Ummul Mukminin Aisyah R.A malah keluar rumah dan berperang melawan Imam Ali K.W. ?
3b. Apakah Ummul Mukminin Aisyah R.A mengakui ke Khalifahan Imam Ali K.W.?
Karena jika beliau mengakui Imam Ali K.W. berati beliau tidak akan berperang / membangkang melawan keputusan Imam Ali K.W. yang menghedaki pembuktian terlebih dahulu atas peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman R.A

Dari beberapa Literatur Agama2x Ibrahimik (bersumber dari Nabi Ibrahim A.S) yang saya baca, nampaknya hanya di Islam yang ada ORANG-ORANG YANG DIANGGAP SUCI (dijamin surga oleh Rasullulah) SALING BERTIKAI DAN MENUMPAHKAN DARAH KAUMNYA.
– IMAM ALI K.W Vs UMMUL MUKMININ AISYAH R.A
– IMAM ALI K.W Vs. MUAWIYAH R.A

ATAU JANGAN-JANGAN IMAM ALI K.W INI NGA BERES ALIAS MANIAK PERANG ALIAS HAUS DARAH ?

DAN ITU ARTINYA IMAM ALI K.W INI HARUS DIKELUARKAN DARI GOLONGAN AHLUL BAIT KARENA SIFAT-SIFATNYA SANGAT BURUK

Syuqron sebelumnya.

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/09/29 15:57Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keberkahan Syuhada Badr semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
berfikirlah dengan tenang, coba sejukkan jiwa anda dengan dzikrullah, jadi begini saudaraku :
1. Baju besi dan pedang itu bukan warisan, tapi hadiah, sejak Rasul saw masih hidup sudah diberikan pada Ali kw, demikian pula hadiah hadiah Rasul saw pada sahabat lainnya, tidak ditarik lagi, tentunya beda antara hadiah dengan wiratsah.

mengenai Annisa 80 Allah swt berfirman : “Barangsiapa yg taat pada Rasul saw maka ia taat pada Allah, barangsiapa yg tidak taat maka Allah tak mengutusmu untuk menjaga maksiatnya”.

tak bertentangan dg hadits?, tak pernah ayat yg bertentangan dengan hadits, cuma pemahaman yg kurang, akan menyebabkan sangkalan pada Alqur’an atau hadits.

2. mengenai Kuburan Ummiy wa Qurrat Ainiy Sayyidah Fathimah Azzahra ra dikuburkan malam hari, lumrah saja, karena Sayyidina Abubakar Asshiddiq ra pun dimakamkan malam hari. (Shahih Bukhari)

saudaraku, Makam Sayyidah Fathimah ra diratakan oleh wahabi, namun banyak ulama yg tahu, saat saya haji bersama Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidh, kami berziarajh ke makam Sayyidah Fathimah Azzahra ra.

3. Ummulmukminin tentunya bukan ma’shum, demikian pula Sayyidah Fathimah Azzahra ra pun pernah melakukan kesalahan, yg ma’shum hanya Rasul saw,

dan mereka keluar bukan untuk saling bunuh, namun untuk menyelesaikan masalah pembunuhan Khalifah Utsman ra,

saudaraku saran saya anda tak perlu kacau dengan akidah syiah, untuk apa mencari cela dan aib Istri Rasulullah saw?, mereka semua keluarga Rasulullah saw,

karena Abubakar ra dan Umar bin Khattab ra adalah mertua Nabi saw, dan Utsman bin Affan ra adalah menanti Rasulullah saw, dan Imam Ali kw adalah sepupu dan menantu Rasul saw, dan Sayyidah Fathimah ra adalah putri kesayangan Rasul saw, da Aisyah ra adalah Istri Rasulullah saw,

tak adakah kesibukan lain selain mencari aib keluarga Rasulullah saw?, adakah anda syak pada kenabian sang Nabi agung saw?, hingga keluarganya semua berantakan, penipu, pengkhianat, ini penghinaan atas Nabi saw.

adakah yg lebih berhak kita bersangka baik pd mereka selain keluarga sayyidina Muhammad saw?

sebenarnya jawaban untuk syiah adalah satu saja, sangka baik pada Sayyidina Muhammad saw, bahwa keluarganya adalah orang yg suci, demikian sahabatnya saw.

maka semua masalah selesai.

namun mereka tak mau sangka baik pada Sayyidina Muhammad saw dan sahabatnya, maka muncullah pembahasan ini semua.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

Forum silahturahmi jama’ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/10/09 10:21Assalamualaikum ya Sayyidi,

Afwan koreksi untuk surah ANNISAA’ yang Ane maksud ANNISAA’ ayat 7 & 11.(AFWAN YA HABIB mata ane sering sakit kalo terlalu sering liat kata Syiah apalagi ditambah AL BAYINAT, Ane bisa sampe salah tulis….Huehehehe).
Untuk sejarah Ane belum terlalu jauh dan banyak membaca dari literatur Syiah, Ane justru banyak membaca sejarah dari versi AHLU SUNNAH dan justru sebab itulah yang malah membuat Ane tambah bingung alias PUYENG karena mencoba mempelajari dan membaca lebih jauh Literatur-literatur sejarah tersebut, yang menurut Ane RUWET seperti Benang Kusut yang tidak bisa di telusuri. Hingga Ane berKesimpulan : “SEJARAH MENURUT KAUM KITA (AHLU SUNNAH) ADALAH SESUATU YANG TIDAK BOLEH DITANYA MENGAPA SAMPAI TERJADI (SECARA LOGIKA) APA LAGI DIGUGAT KEABSAHANNYA.

DARI BENANG MERAH YANG DAPAT ANA TARIK SEMENTARA INI, BAHWA NASIB SEJARAH KAUM KITA SAMA DENGAN SEJARAH ORANG-ORANG KATHOLIK YANG TIDAK BOLEH DIUTIK-UTIK, DI TELITI APA LAGI DIGUGAT. CUKUP DI IMANI SAJA. WALAUPUN KADANGKALA SEBAB TERJADINYA PERISTIWA SEJARAH TERSEBUT TERASA JANGGAL DAN SEMRAWUT ALIAS KUSUT APA LAGI MASUK AKAL.

Ane malah jadi lebih semakin tertarik untuk mempelajari Sejarah Kaum SYIAH (Khurafat) yang memiliki hobi menmcaci maki para sahabat lebih jauh lagi.

AWFAN SEBELUMNYA, DAN SUQRON ATAS WAKTU HABIB YANG TERBUANG PERCUMA UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN ANE (KATA SI BudhiSuci). DAN JIKA ANE NANTI TERSESAT (KATA HABIB)MASUK KE SYIAH, MAKA HANYA SATU PEMBUKTIAN KEBENARAN YANG TIDAK BISA DI TAWAR-TAWAR LAGI, YAUMIL MA’SYAR YANG AKAN MEMBUKTIKAN ADA DI GOLONGAN YANG MANA KITA BERDIRI, APAKAH HAQ DAN MENDAPAT SYAFA’AT NABI MUHAMMAD S.A.W ATAUKAH YANG BATHIL.

WALLAHU A’LAM BISH-SHAWAB,
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM, IED MUBARRAK, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN.

WASSALAMUALAIKUM Wr.Wb

| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:faham syiah2007/10/09 16:03Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya agung malam malam terakhir ramadhan semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
agama kita adalah agama samawai, sumbernya sama dengan agama Yahudi dan Nasrani, walaupun mereka kemudian banyak membuat penyelewengan seperti SYIAH.

dalam agama islam kita tak menyembah akal, kita menyembah yg tak terlihat, sujud pada yg tak terlihat, berdoa dan meminta dan bicara pada yg terlihat, bermunajat kepada yg tak bisa didengar jawabannya, inilah islam,

Iman kepada Allah (tak terlihat) , kepada Rasul Nya (kitapun tak jumpa), sorga, neraka, kitapun tak melihatnya,

inilah agama samawi, bukan budak akal,

satu hal yg harus kita pegang adalah setiap gerakan shalat, juga haji, puasa, zakat dlsb mengandung hikmah hikmah luhur, namun bukan kewajiban kita untuk mengetahui hikmahnya,

kewajiban kita adalah mengamalkannya, karena kita akan terjebak oleh hukum akal bila selalu menghendaki jawaban dari maksud setiap Ajaran Rasul saw,

ya bila kita menemukan jawabannya, bila belum ??, karena kebodohan misalnya,

apakah lalu kita menolak mengamalkannya?, maka dengan itu kita menyembah akal karena hanya taat pd hal yg diterima akal.

Pertanyaan : “mengapa”, merupakan pertanyaan berbahaya bila terlalu mendalam, karena puncaknya akan menjurus pd Allah swt dan syak wasangka pd Allah swt, mengapa Allah memerintahkan ini dan itu?, mengapa tidak seperti ini?,

maka tanpa kita sadari kita terjebak pemahaman untuk merubah diri kita sebagai Pencipta, dan Allah menjadi Hamba, karena kita ingin Allah taat pada keinginan kita, dan berbuat menurut kehendak kita, dan agar tidak berbuat terkecuali hal yg kita fahami, dan membatasi kehendak Nya untuk berbuat dengan hal yg bertentangan dengan akal kita.

tentunya kita beriman pada Allah, beriman pada yg Maha Ghaib, Maha tak terlihat namun Maha Berhak diimani oleh segenap hamba Nya,

demikian islam, demikian ajaran Sayyidina Muhammad saw, demikian para sahabat, demikian para Imam Ahlulbait, demikian para ulama dan fuqaha dari zaman zaman,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam

Forum silahturahmi jama’ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah


Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494

 

sumber

© http://carauntuk.com/mengenai-pemahaman-yg-menentang-sahabat-mencaci-apalagi-mengkafirkannya-apakah-dari-kalangan-syiah-atau-lainnya-jelas-jelas-dalam-kesesatan-yg-nyata

Sponsor 2

Leave a Reply